Show simple item record

dc.contributor.authorNurqosim, Moh.
dc.date.accessioned2022-09-26T04:08:57Z
dc.date.available2022-09-26T04:08:57Z
dc.date.issued2022-07-20
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/5523
dc.description.abstractPerjalanan sejarah Islam tidak dapat dilepaskan dengan adanya pertemuan budaya-budaya yang berbeda, baik pada masa Rasulullah Muhammad SAW, masa masuknya Islam ke Indonesia, masa dakwah walisanga, maupun era saat ini. Perbedaan budaya tersebut memiliki dua dampak yang saling bertolak belakang, tergantung bagaimana menyikapinya. Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Nurul Huda Karangboyo Cepu Blora yang merupakan lembaga penyelenggara pendidikan agama pada tingkat anak usia dini berusaha memberikan sistem pembelajaran yang memberi wawasan kepada para santri untuk memahami Islam secara luas khususnya pada bidang perbedaan budaya. Desa Karangboyo terdapat kafe dan karaoke yang menjadi salah satu tempat hiburan yang ada di Kecamatan Cepu, bahkan merupakan cafe terbesar yang ada di Cepu. Adanya tempat hiburan tersebut menjadi salah satu tempat bagi masyarakat untuk berkumpul dan menghilangkan penat di sela kesibukan kerja, bahkan hampir dapat dikatakan sebagai tradisi masyarakat karena banyaknya yang melakukan hal tersebut. Tidak sedikit dari anak-anak mereka sepulang TPQ ikut bekerja di cafe tersebut sebagai karyawan atau pelayan cafe. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan agama khususnya Al Quran dan kecenderungan menyukai musik dangdut dan joget, dapat menghambat perkembangan lembaga TPQ untuk ke depannya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan tentang: 1) Strategi akulturasi seni dalam pengembangan Islam moderat di TPQ Nurul Huda Karangboyo Cepu. 2) Implementasi akulturasi seni dalam pengembangan Islam moderat di TPQ Nurul Huda Karangboyo Cepu. 3) Model akulturasi seni dalam pengembangan Islam moderat di TPQ Nurul Huda Karangboyo Cepu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Sumber data didapat dari narasumber, peristiwa, dokumen dan arsip. Prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara tak terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Proses analisis data dimulai dari analisis sebelum lapangan, kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metodologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Strategi akulturasi seni dalam pengembangan Islam moderat Di Taman Pendidikan Al-Quran Karangboyo Cepu yang diterapkan adalah strategi integrasi untuk memelihara budaya asli masyarakat setempat dengan membangun interaksi harian dengan seni islami yang diterapkan oleh TPQ Nurul Huda Karagboyo Cepu sehingga membentuk seni baru hasil perpaduan keduanya. 2. Proses pelaksanaan akulturasi seni dalam pengembangan Islam moderat Di Taman Pendidikan Al-Quran Karangboyo Cepu melalui kegiatan ekstrakurikuler hadrah, kaligrafi, dan tari sufi dapat menjadi media akulturasi dari seni dangdut, mural, dan joget. 3. Model akulturasi seni di TPQ Nurul Hudan Karangboyo Cepu adalah model addition atau penambahan, yakni dengan menggabungkan dua unsur seni yang berbeda tanpa menghilangkan salah satu dari seni tersebut melainkan dengan memunculkan seni baru hasil perpaduan keduanya.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectpengembangan Islam moderaten_US
dc.subjectakulturasien_US
dc.titleAkulturasi Seni dalam Pengembangan Islam Moderat (Studi Kasus di TPQ Nurul Huda Karangboyo Cepuen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record