<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UNISMA Book's</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/113" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Publikasi Buku Elektronik (E-Book) Universitas Islam Malang</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/113</id>
<updated>2026-07-14T10:34:34Z</updated>
<dc:date>2026-07-14T10:34:34Z</dc:date>
<entry>
<title>Reforma Agraria : Land Reform dan Redistribusi Tanah di Indonesia</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10405" rel="alternate"/>
<author>
<name>Isnaeni, Diyan</name>
</author>
<author>
<name>Suratman</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10405</id>
<updated>2025-02-03T14:34:10Z</updated>
<published>2018-10-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Reforma Agraria : Land Reform dan Redistribusi Tanah di Indonesia
Isnaeni, Diyan; Suratman
Land reform akan selalu berkaitan dengan perubahan struktur secara institusional yang mengatur hubungan manusia dengan tanah; sehingga, pada dasarnya land reform memerlukan program redistribusi tanah untuk memastikan keuntungan bagi pihak yang mengerjakan tanah dan pembatasan dalam hak-hak individu atas sumber-sumber tanah. Dalam praktik, redistribusi tanah secara sederhana dapat dijelaskan sebagai tindakan pemerintah mengambil tanah yang melebihi batas penguasaan maksimum dengan membayar ganti rugi kepada pemegang haknya untuk kemudian dibagikan kepada para petani penggarap yang tak mempunyai tanah sama sekali.&#13;
&#13;
Harus diakui, land reform telah lama menjadi hantu yang hanya dapat ditemukan dalam berbagai peraturan perundang-undangan, namun sangat jarang terlihat implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Pembicaraan tentang tanah pada tataran praktik seringkali menyasar soal penyediaan lahan bagi pengembangan usaha, atau lebih spesifik ialah menyediakan lahan bagi para pengembang. Barulah pasca-reformasi, diskursus mengenai perubahan struktur kepemilikan tanah kembali bergeliat. Land reform yang sebelumnya kerap menjadi kenangan, kembali digaungkan untuk kembali dilaksanakan.&#13;
&#13;
Salah satu contoh terbaru dari praktik redistribusi tanah dapat ditemukan pada kasus-kasus pembagian lahan di area perkebunan. Meski tidak melalui pengadilan landreform, sebagaimana yang dilakukan pada program redistribusi tanah pada tahun-tahun awal berlakunya UUPA, nyatanya tanah-tanah yang sebelumnya dikuasai oleh pengusaha perkebunan berhasil di-redistribusikan kepada para petani penggarap. Tentu saja, kesuksesan redistribusi lahan ini tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat dalam mendorong pemerintah untuk mengakomodir aspirasi mereka. Melalui buku ini, dapat dipahami bahwa land reform memang selalu berkaitan dengan political will dari pemegang kebijakan yang cenderung akan muncul disebabkan kegigihan masyarakat untuk memperjuangkannya.
</summary>
<dc:date>2018-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>IKTIOFAUNA PADANG LAMUN PERAIRAN TROPIS (Biodiversitas, Ancaman, dan Pengelolaannya)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9377" rel="alternate"/>
<author>
<name>Latuconsina, Husain</name>
</author>
<author>
<name>Ambo-Rappe, Rohani</name>
</author>
<author>
<name>Burhanuddin, Andi Iqbal</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9377</id>
<updated>2024-04-29T02:55:54Z</updated>
<published>2023-01-23T00:00:00Z</published>
<summary type="text">IKTIOFAUNA PADANG LAMUN PERAIRAN TROPIS (Biodiversitas, Ancaman, dan Pengelolaannya)
Latuconsina, Husain; Ambo-Rappe, Rohani; Burhanuddin, Andi Iqbal
Sebagai salah satu ekosistem potensial dan esensial di kawasan pesisir tropis, padang lamun (seagrass meadows) memiliki peranan ekologis yang sangat penting bagi iktiofauna, sebagai daerah pemijahan, asuhan, perlindungan, sumber makanan dan tempat mencari makan, serta alur ruaya. Umumnya iktiofauna pada ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove melakukan migrasi ontogenetik dengan memanfaatkan ritme pasang surut untuk mendukung aktivitas eko-biologisnya, dan menjadikan padang lamun sebagai salah satu habitatnya sehingga turut mendukung tingginya biodiversitas - di padang lamun. Fungsi ekologis yang sangat besar menjadikan padang lamun memiliki peran strategis dalam mendukung kehidupan iktiofauna sebagai salah satu sumber pangan bagi masyarakat. Fakta ini seharusnya menjadi alasan yang kuat untuk melindungi ekosistem padang lamun dari aktivitas antropogenik yang merusak di kawasan pesisir. Namun, masih tingginya degradasi ekosistem padang lamun akibat aktivitas antropogenik karena dilatarbelakangi minimnya pemahaman masyarakat akan peran strategis padang lamun bagi kehidupan iktiofauna dan fungsi ekologis lainnya. Buku berjudul lktiofauna Padang Lamun Perairan Tropis: Biodiversitas. Ancaman, dan Pengelolaannya hadir dengan informasi ilmiah tentang biodiversitas iktiofauna pada ekosistem padang lamun, meliputi kurang lebih 220 spesies yang tergolong ke dalam 59 famili dari 15 ordo. Tegolong sebagai penghuni tetap, penghuni fase awal kehidupan pengunjung musiman, pengunjung reguler, dan pengunjung tidak menentu. Buku ini dapat memberikan informasi ilmiah terkait dengan: 1) besarnya fungsi ekosistem padang lamun bagi iktiofauna, 2) potensi iktiofauna di ekosistem padang lamun, 3) ancaman dan strategi pengelolaan padang lamun dan iktiofauna yang berasosiasi di dalamnya.
</summary>
<dc:date>2023-01-23T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Ekologi Ikan Perairan Tropis: Biodiversitas, Adaptasi, Ancaman dan Pengelolaannya</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9376" rel="alternate"/>
<author>
<name>Latuconsina, Husain</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9376</id>
<updated>2024-04-29T03:10:07Z</updated>
<published>2018-05-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Ekologi Ikan Perairan Tropis: Biodiversitas, Adaptasi, Ancaman dan Pengelolaannya
Latuconsina, Husain
"Buku ini memuat kajian-kajian terkini dalam bidang ekologi dan taksonomi ikan di Indonesia sehingga dapat menjadi bahan pengayaan dalam beberapa mata kuliah terkait. Oleh karena itu, sangat saya rekomendasikan kepada mahasiswa, dosen, dan pencinta ikan di Indonesia". Prof Dr Muchlisin Z.A., Guru Besar Iktiologi Terapan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh&#13;
&#13;
"Buku ini impressive karena menginkorporasi bidang ilmu asosiatif, yang tidak ditemukan pada buku ekologi lainnya. Menarik dibaca karena kaya ilustrasi baru yang diekstrak dari publikasi ilmiah terbaru dan berkualitas tinggi. Keluasan dan kedalaman diaporama buku ini niscaya menjadi referensi fundamental terlaris yang memberikan manfaat luas bagi multi user." Kadarusman, DEA., M.Sc., Ph.D., Ahli Taksonomi Ikan, Dosen Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Papua Barat.&#13;
&#13;
"Buku ini dapat menjadi referensi penting dalam menghadapi berbagai permasalahan pengelolaan sumber daya hayati ikan di Indonesia". Prof Andi lqbal Burhanuddin, M.Fish.Sc., Ph.D., Guru Besar Taksonomi Ikan Universitas Hasanuddin, Makassar&#13;
&#13;
"Salah satu buku yang perlu dimiliki oleh para pemerhati, peneliti, dan praktisi perikanan di Indonesia. Di dalamnya terangkum beragam informasi dari berbagai sumber sehingga pembaca memperoleh informasi lengkap mengenai sumber daya hayati ikan di Indonesia".  Renny K Hadiaty, D.Sc., Ahli Taksonomi Ikan, Kepala Laboratorium Ikbologi-Pusat Penelitian Biologi LIPI, Kurator Koleksi Ikan Museum Zoologicum Bogoriense, Bogor Indonesia&#13;
&#13;
"Bertambah lagi satu pustaka yang berkaitan dengan iktiofauna di Indonesia. Buku ini sangat bermanfaat dan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa yang menekuni kajian perikanan dan kelautan. Selain itu, juga dapat menjadi referensi bagi para peneliti dan masyarakat umum". Prof Dr. Ir. H. Sharifuddin Bin Andy Omar, M.Sc., Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar, dan penulis buku Dunia Ikan.&#13;
&#13;
"Buku yang sangat lengkap dengan bahasa yang lugas berhasil dihadirkan oleh penulis. Sangat cocok bagi semua kalangan yang ingin mengetahui tentang dunia ikan, mulai dari ikan tawar dan laut, serta bagaimana ancaman dan pengelolaannya. Saya bisa menyebutkan Buku Pintar Ikan! Dr. Hawis Madduppa, S.Pi., M.Si., Dosen Ilmu dan Teknologi Kelautan FPIK-IPB, Kepala Laboratorium Biodiversitas dan Biosistematika Kelautan IPB, Anggota Akademi llmuwan Muda Indonesia, dan Kepala Bidang Publikasi Ilmiah LPPM 1PB
</summary>
<dc:date>2018-05-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>MONOGRAF : Perdamaian Sunni-Syiah Sampang Melalui Modal Sosial Dan Advocacy Coalition Framework</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9196" rel="alternate"/>
<author>
<name>Bakri, Maskuri</name>
</author>
<author>
<name>Mustafida, Fita</name>
</author>
<author>
<name>Andriyansyah, Fahrudin</name>
</author>
<author>
<name>Asrori, Muhammad</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9196</id>
<updated>2024-04-05T03:51:26Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">MONOGRAF : Perdamaian Sunni-Syiah Sampang Melalui Modal Sosial Dan Advocacy Coalition Framework
Bakri, Maskuri; Mustafida, Fita; Andriyansyah, Fahrudin; Asrori, Muhammad
Assalamu’alaikum War. Wab.&#13;
Puji syukur kepada Allah SWT., yang telah menganugerahkan&#13;
rahmat, hidayah,taufiq dan karunia-Nya sehingga penulis diberikan&#13;
kemudahan dalam mengungkap berbagai problem yang dihadapi&#13;
Sunni-Syiah di Sidoarjo dan Sampangmelalui penelitian yang penulis&#13;
lakukan,sehingga sangat mendukung terwujudnya buku monograf&#13;
ini dengan judul “Monograf Perdamaian Sunni-Syiah Sampang&#13;
Melalui Modal Sosial dan Advocacy Coalition Framework”.&#13;
Perjalanan panjang rekonsiliasi antara Sunni dan Syiah di&#13;
Sampang menghadapi dinamika yang rumit dan penuh tantangan.&#13;
Konflik yang bermula pada tahun 2012 telah menimbulkan dampak&#13;
yang mendalam, menciptakan sejumlah pengungsi internal yang&#13;
masihmencari kedamaiandi antara gejolakperbedaankeyakinandan&#13;
ketegangan komunal. Melalui buku ini, penulis berupaya menguraibenang kusut konflik tersebut, mencari solusi, dan menemukan&#13;
jalan menuju perdamaian.&#13;
Bab pertama pada buku ini merinci peristiwa-peristiwa&#13;
penting yang membentuk dan memicu konflik Sunni-Syiah di&#13;
Sampang. Dengan menelusurisejarah, pembaca dapat memahami&#13;
akar persoalan yang menjadi tantangan bersama. Kemudian, bab&#13;
kedua memperkenalkan teori konflik, modalsosial,rekonsiliasi, dan&#13;
Advocacy Coalition Framework sebagai landasan analisis.&#13;
Modal Sosial merupakan elemen penting sebagai alternatif&#13;
dalam mendamaikan konflik Sunni-Syiah Sampang. Modal sosial&#13;
yang telah ada di Masyarakat Sampang telah dijadikan sebagai&#13;
pondasi menjalin hubungan yang telah terputus bertahun-tahun&#13;
melalui Advocacy Coalition Framework.&#13;
Langkah selanjutnya, pada bab ketiga, akan membawa&#13;
pembaca lebih dalam ke inti pembahasan. Dalam bagian ini, konflik&#13;
tersebut diuraikan dengan memandangnya melalui lensa modal&#13;
sosial, mengeksplorasi upaya rekonsiliasi yang telah dilakukan,&#13;
serta mengaplikasikan Advocacy Coalition Framework untuk&#13;
merancang pendekatan holistik yang melibatkan masyarakat&#13;
sipil dalam penyelesaian konflik. Bab ini menjadi jendela untuk&#13;
memahami secara lebih rinci dinamika masyarakat Sampang dan&#13;
bagaimana keterlibatan masyarakatsipil dapat membentuk proses&#13;
rekonsiliasi.&#13;
Penutup pada Bab keempat menjadi refleksi dan panggilan&#13;
untuk tindakan. Dengan merangkum temuan-temuan pada&#13;
pembahasan intik buku ini, penulis dan pembaca, bersama-sama&#13;
berkesempatan untuk menyimpulkan, menyoroti pencapaian,&#13;
dan merumuskan arah ke depan. Apakah perdamaian dapat&#13;
tercapai sepenuhnya atau masih ada tantangan yang perludiatasi? Bagaimana modal sosial dapat terus ditingkatkan untuk&#13;
mendukung rekonsiliasi yang berkelanjutan? Semua pertanyaan ini&#13;
membuka jalan untuk bersama-sama berkontribusi dalam upaya&#13;
mencapai perdamaian di Sampang.&#13;
Buku ini diharapkan dapat menambah khazanah pengetahuan&#13;
dan keilmuan mengenai penanganan konflik di Indonesia, terutama&#13;
konflik Sunni-Syiah yang terjadi di Sampang dan Jemundo Sidoarjo.&#13;
Selain itu buku monograf ini dapat dijadikan acuan rekonsiliasi&#13;
konflik Sunni-Syiah Sampang.&#13;
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua&#13;
pihak atas kerjasamanya mulai dari awalsampaiselesainya buku ini.&#13;
Penulis menyadari bahwa penulisan buku Monograf ini masih jauh&#13;
dari sempurna sehingga segala masukan dan kritikan yang bersifat&#13;
membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan.&#13;
Wassalamu’alaikum War. Wab.
[ARCHIVES] Copyright from : Penerbit Edulitera &amp; Penulis
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
