<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Mathematic and Natural Science Book's</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/121" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Publikasi Buku Elektronik (E-Book) Fakultas MIPA</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/121</id>
<updated>2026-07-14T11:26:38Z</updated>
<dc:date>2026-07-14T11:26:38Z</dc:date>
<entry>
<title>IKTIOFAUNA PADANG LAMUN PERAIRAN TROPIS (Biodiversitas, Ancaman, dan Pengelolaannya)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9377" rel="alternate"/>
<author>
<name>Latuconsina, Husain</name>
</author>
<author>
<name>Ambo-Rappe, Rohani</name>
</author>
<author>
<name>Burhanuddin, Andi Iqbal</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9377</id>
<updated>2024-04-29T02:55:54Z</updated>
<published>2023-01-23T00:00:00Z</published>
<summary type="text">IKTIOFAUNA PADANG LAMUN PERAIRAN TROPIS (Biodiversitas, Ancaman, dan Pengelolaannya)
Latuconsina, Husain; Ambo-Rappe, Rohani; Burhanuddin, Andi Iqbal
Sebagai salah satu ekosistem potensial dan esensial di kawasan pesisir tropis, padang lamun (seagrass meadows) memiliki peranan ekologis yang sangat penting bagi iktiofauna, sebagai daerah pemijahan, asuhan, perlindungan, sumber makanan dan tempat mencari makan, serta alur ruaya. Umumnya iktiofauna pada ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove melakukan migrasi ontogenetik dengan memanfaatkan ritme pasang surut untuk mendukung aktivitas eko-biologisnya, dan menjadikan padang lamun sebagai salah satu habitatnya sehingga turut mendukung tingginya biodiversitas - di padang lamun. Fungsi ekologis yang sangat besar menjadikan padang lamun memiliki peran strategis dalam mendukung kehidupan iktiofauna sebagai salah satu sumber pangan bagi masyarakat. Fakta ini seharusnya menjadi alasan yang kuat untuk melindungi ekosistem padang lamun dari aktivitas antropogenik yang merusak di kawasan pesisir. Namun, masih tingginya degradasi ekosistem padang lamun akibat aktivitas antropogenik karena dilatarbelakangi minimnya pemahaman masyarakat akan peran strategis padang lamun bagi kehidupan iktiofauna dan fungsi ekologis lainnya. Buku berjudul lktiofauna Padang Lamun Perairan Tropis: Biodiversitas. Ancaman, dan Pengelolaannya hadir dengan informasi ilmiah tentang biodiversitas iktiofauna pada ekosistem padang lamun, meliputi kurang lebih 220 spesies yang tergolong ke dalam 59 famili dari 15 ordo. Tegolong sebagai penghuni tetap, penghuni fase awal kehidupan pengunjung musiman, pengunjung reguler, dan pengunjung tidak menentu. Buku ini dapat memberikan informasi ilmiah terkait dengan: 1) besarnya fungsi ekosistem padang lamun bagi iktiofauna, 2) potensi iktiofauna di ekosistem padang lamun, 3) ancaman dan strategi pengelolaan padang lamun dan iktiofauna yang berasosiasi di dalamnya.
</summary>
<dc:date>2023-01-23T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Ekologi Ikan Perairan Tropis: Biodiversitas, Adaptasi, Ancaman dan Pengelolaannya</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9376" rel="alternate"/>
<author>
<name>Latuconsina, Husain</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9376</id>
<updated>2024-04-29T03:10:07Z</updated>
<published>2018-05-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Ekologi Ikan Perairan Tropis: Biodiversitas, Adaptasi, Ancaman dan Pengelolaannya
Latuconsina, Husain
"Buku ini memuat kajian-kajian terkini dalam bidang ekologi dan taksonomi ikan di Indonesia sehingga dapat menjadi bahan pengayaan dalam beberapa mata kuliah terkait. Oleh karena itu, sangat saya rekomendasikan kepada mahasiswa, dosen, dan pencinta ikan di Indonesia". Prof Dr Muchlisin Z.A., Guru Besar Iktiologi Terapan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh&#13;
&#13;
"Buku ini impressive karena menginkorporasi bidang ilmu asosiatif, yang tidak ditemukan pada buku ekologi lainnya. Menarik dibaca karena kaya ilustrasi baru yang diekstrak dari publikasi ilmiah terbaru dan berkualitas tinggi. Keluasan dan kedalaman diaporama buku ini niscaya menjadi referensi fundamental terlaris yang memberikan manfaat luas bagi multi user." Kadarusman, DEA., M.Sc., Ph.D., Ahli Taksonomi Ikan, Dosen Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Papua Barat.&#13;
&#13;
"Buku ini dapat menjadi referensi penting dalam menghadapi berbagai permasalahan pengelolaan sumber daya hayati ikan di Indonesia". Prof Andi lqbal Burhanuddin, M.Fish.Sc., Ph.D., Guru Besar Taksonomi Ikan Universitas Hasanuddin, Makassar&#13;
&#13;
"Salah satu buku yang perlu dimiliki oleh para pemerhati, peneliti, dan praktisi perikanan di Indonesia. Di dalamnya terangkum beragam informasi dari berbagai sumber sehingga pembaca memperoleh informasi lengkap mengenai sumber daya hayati ikan di Indonesia".  Renny K Hadiaty, D.Sc., Ahli Taksonomi Ikan, Kepala Laboratorium Ikbologi-Pusat Penelitian Biologi LIPI, Kurator Koleksi Ikan Museum Zoologicum Bogoriense, Bogor Indonesia&#13;
&#13;
"Bertambah lagi satu pustaka yang berkaitan dengan iktiofauna di Indonesia. Buku ini sangat bermanfaat dan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa yang menekuni kajian perikanan dan kelautan. Selain itu, juga dapat menjadi referensi bagi para peneliti dan masyarakat umum". Prof Dr. Ir. H. Sharifuddin Bin Andy Omar, M.Sc., Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar, dan penulis buku Dunia Ikan.&#13;
&#13;
"Buku yang sangat lengkap dengan bahasa yang lugas berhasil dihadirkan oleh penulis. Sangat cocok bagi semua kalangan yang ingin mengetahui tentang dunia ikan, mulai dari ikan tawar dan laut, serta bagaimana ancaman dan pengelolaannya. Saya bisa menyebutkan Buku Pintar Ikan! Dr. Hawis Madduppa, S.Pi., M.Si., Dosen Ilmu dan Teknologi Kelautan FPIK-IPB, Kepala Laboratorium Biodiversitas dan Biosistematika Kelautan IPB, Anggota Akademi llmuwan Muda Indonesia, dan Kepala Bidang Publikasi Ilmiah LPPM 1PB
</summary>
<dc:date>2018-05-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Potret Etnomedisin Mimba terhadap Luka</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/6557" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sjakoer, Nour Athiroh Abdoes</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/6557</id>
<updated>2023-02-14T06:46:50Z</updated>
<published>2021-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Potret Etnomedisin Mimba terhadap Luka
Sjakoer, Nour Athiroh Abdoes
Bismillaah, Alhamdulillaah, rasa syukur atas rahmat dan ridho Allah SWT. Buku “POTRET ETNOMEDISIN MIMBA TERHADAP LUKA (PENDEKATAN RISET DASAR PADA BIOTA AKUATIK)” merupakan rangkaian akhir hasil penelitian dasar skim PDUPT (Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi) bersama tim payung penelitian. Di dalam buku ini disajikan pokok-pokok bahasan meliputi: 1). Etnomedisin Mimba membahas tentang Biologi Mimba dan Khasiat Umum Mimba, 2). Peran Herbal terhadap Luka membahas tentang Komparasi Herbal dan Penyusutan Luka serta Mimba dan Penyusutan Luka pada Ikan Zebra, 3). Metode Riset Dasar membahas tentang Eksplorasi dan Identifikasi serta Analisis Hasil Riset Dasar, 4). Bioprospeksi Etnomedisin Mimba pada Biota Akuatik membahas tentang Fenomena Biota Akuatik dan Mimba sebagai Alternatif Solusi Luka pada Biota Akuatik, 5). Kesimpulan dan Saran. Pengantar Penulis xvi Tanaman mimba banyak ditemui di sekitar pesisir pantai Bangsring Underwater (Bunder) Banyuwangi. Tanaman ini tumbuh mencapai 2-3 hektar disekitar Bunder, namun nelayan atau masyarakat belum memanfaatkan mimba untuk menunjang konservasi biota laut, misalnya konservasi ikan Hiu. Selama ini perawatan pada ikan Hiu yang terluka diberi obat kimia. Obat kimia mempunyai dampak negatif baik bagi ikan maupun bagi lingkungan. Pengujian dasar pada daun mimba terhadap ikan zebra pada skala dasar laboratorium membuktikan bahwa daun mimba mengandung nutrisi yang berperan penting dalam pembentukan kolagen dan pembentukan kapiler baru membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Proses penyembuhan melibatkan interaksi dinamis dari faktor-faktor fisiologis yaitu terdiri dari empat fase umum: hemostasis, peradangan, proliferasi dan remodelling. Harapan demi harapan mimba menjadi solusi alternatif pada biota akuatik yang terluka. Buku ini merupakan bagian kajian Unggulan Dasar Perguruan Tinggi sesuai dengan Rencana Induk Penelitian (RIP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universi tas Islam Malang (UNISMA) tema “ Teknologi Sumber Daya Alam dan Lingkungan”.
[ARCHIVES] Copyriht Article from : Inteligensia Media
</summary>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Bioprospeksi Benalu Teh– Benalu Mangga Sekarang dan yang Akan Datang (Terapi Adjuvan terhadap Hipertensi) 2021</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/6556" rel="alternate"/>
<author>
<name>As, Nour Athiroh</name>
</author>
<author>
<name>Mubarakati, Nurul Jadid</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/6556</id>
<updated>2023-02-14T06:44:17Z</updated>
<published>2021-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Bioprospeksi Benalu Teh– Benalu Mangga Sekarang dan yang Akan Datang (Terapi Adjuvan terhadap Hipertensi) 2021
As, Nour Athiroh; Mubarakati, Nurul Jadid
Benalu... benalu... dan benalu.... Pemikiran pertama kali&#13;
membaca dan mendengar istilah benalu, pasti mengernyitkan&#13;
mata dan membelalak bahkan menoleh atau sering mengumpat&#13;
karena merugikan. Sesuatu yang dianggap parasit, ternyata&#13;
mempunyai khasiat dan manfaat yang melangit seperti yang&#13;
telah Allah SWT firmankan dalam Surat Al-Imron 191: (yaitu)&#13;
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk&#13;
atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang&#13;
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami,&#13;
tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci&#13;
Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.&#13;
Penciptaan benalu dalam hal ini benalu teh dan benalu&#13;
mangga bukanlah hal yang sia-sia. Benalu teh dan benalu&#13;
mangga telah diteliti secara invivo dan uji toksisitas. Kombinasi&#13;
benalu teh dan benalu mangga secara invivo menurunkan&#13;
tekanan darah pada tikus hipertensi paparan DOCA-garam.&#13;
Dilanjutkan dengan uji toksisitas dengan beragam dosis&#13;
menunjukkan aman pada hewan coba tikus.&#13;
Atas ridho dan rahmat Allah SWT, alhamdulillah hasil&#13;
penelitian yang komprehensif dituangkan dalam monograf yang&#13;
berjudul “Bioprospeksi Benalu Teh &amp; Benalu Mangga&#13;
Sekarang dan yang akan Datang (Terapi Adjuvan terhadap&#13;
Hipertensi)”. Pada monograf ini disajikan pokok-pokok&#13;
bahasan sebagai berikut: Benalu teh merupakan tanaman&#13;
semiparasit pada tanaman teh berpotensi sebagai antihipertensi&#13;
dan anti kanker. Monograf ini merupakan hasil penelitian sejak&#13;
tahun 2000. Penelitian awal benalu teh secara invitro, benalu&#13;
teh menurunkan kontraktilitas pembuluh darah arteri ekor tikus&#13;
PENGANTAR PENULIS&#13;
xxv&#13;
terpisah karena peran endotel pembuluh darah. Selanjutnya,&#13;
dikaji secara invivo menggunakan model hewan hipertensi&#13;
paparan DOCA-garam. Hal yang spektakuler ternyata benalu&#13;
teh menurunkan tekanan darah melalui perbaikan stres oksidatif&#13;
dan disfungsi endotel. Aktivitas bahan aktif pada benalu teh&#13;
sebagai antioksidan mempunyai kemampuan menghambat&#13;
kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun&#13;
dan batang tanaman ini mengandung alkaloid, flavonoid,&#13;
glikosida, triterpen, saponin, dan tanin yang berperan sebagai&#13;
antioksidan. Potensi flavonoid sebagai antioksidan mampu&#13;
mengurangi aktivitas radikal hidroksi, anion superoxide, dan&#13;
radikal peroksid lemak.&#13;
Buku Monograf ini sesuai dengan Rencana Strategis Penelitian&#13;
(RENSTRA Penelitian) Lembaga Penelitian dan Pengabdian&#13;
Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang (UNISMA)&#13;
tema “Model Inovasi Sains dan Pengelolaan Lingkungan dan&#13;
Kajian Keanekaragaman Hayati sebagai Terapi Alternatif ”.&#13;
Tema tersebut sesuai pula dengan salah satu tema Sustainable&#13;
Development Goals yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan.&#13;
Di samping itu, sesuai dengan Bidang Riset RIRN 2017-2045&#13;
(Perpres 38/2018) yaitu bidang Kesehatan dan Fokus Riset PRN&#13;
2020-2024 (PermenR 2019) yaitu bidang Kesehatan Obat.&#13;
Semoga buku monograf ini bermanfaat. Aamiin YRA
[ARCHIVES] Copyright Article from : Inara Publisher
</summary>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
