<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>MT - Indonesian Education</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/147" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Thesis Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/147</id>
<updated>2026-08-12T06:52:33Z</updated>
<dc:date>2026-08-12T06:52:33Z</dc:date>
<entry>
<title>Representasi Gagasan Ekoteologi Dalam Kumpulan Puisi Setelah Hari Keenam Karya Ahmad Nurullah</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13842" rel="alternate"/>
<author>
<name>Tribisono, Rahmad Idea</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13842</id>
<updated>2026-07-28T02:33:48Z</updated>
<published>2025-08-21T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Representasi Gagasan Ekoteologi Dalam Kumpulan Puisi Setelah Hari Keenam Karya Ahmad Nurullah
Tribisono, Rahmad Idea
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dimensi ekoteologi dalam kumpulan puisi Setelah Hari Keenam karya Ahmad Nurullah, dengan fokus pada pembacaan yang mengintegrasikan pendekatan ekokritik dan refleksi teologis. Karya ini dipilih karena memuat representasi puitis atas hubungan manusia, alam, dan dimensi transendental dalam konteks krisis ekologis kontemporer. Kajian ini menempatkan puisi sebagai medium yang bukan hanya mengartikulasikan estetika bahasa, tetapi juga memuat pesan moral dan spiritual yang mendalam terkait tanggung jawab manusia terhadap bumi. Dengan demikian, penelitian ini berupaya mengungkap bahwa teks sastra dapat berfungsi sebagai wahana kontemplasi dan advokasi ekologis.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan ekokritik berbasis perspektif ekoteologi. Data penelitian berupa teks-teks puisi dalam Setelah Hari Keenam yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi tema ekologis dan teologisnya. Analisis dilakukan dengan menafsirkan simbol, metafora, dan struktur puitik untuk mengidentifikasi representasi alam, penundukan ekologis, serta refleksi spiritual yang terkandung di dalamnya. Pendekatan ini memungkinkan pembacaan yang lebih luas terhadap teks, sehingga dapat menghubungkan antara dimensi estetis, etis, dan teologis dari karya sastra.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Setelah Hari Keenam menampilkan gambaran krisis ekologi yang kompleks, mulai dari kerusakan fisik lingkungan hingga degradasi spiritual manusia. Puisi-puisi di dalamnya mengandung simbol-simbol penundukan alam, peringatan terhadap keserakahan manusia, dan penggambaran penderitaan ekologis yang dihubungkan dengan narasi kejatuhan manusia sejak awal sejarah. Temuan ini menegaskan bahwa puisi dapat mengkonstruksi kesadaran ekologis melalui bahasa puitis yang sarat muatan teologis, sehingga memosisikannya sebagai bentuk kritik moral terhadap peradaban modern yang eksploitatif.&#13;
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa karya Ahmad Nurullah tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetis, tetapi juga sebagai teks teologis-ekologis yang mendorong rekonsiliasi antara manusia dan bumi. Pembacaan ekoteologis terhadap karya ini memperlihatkan potensi sastra dalam memediasi hubungan spiritual dengan alam dan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kelestarian lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas khazanah kajian sastra Indonesia berbasis ekokritik dan menjadi referensi bagi penelitian lintas disiplin yang menghubungkan sastra, teologi, dan studi lingkungan. &#13;
&#13;
Kata Kunci: ekokritik, ekoteologi, puisi, Ahmad Nurullah, Setelah Hari Keenam, krisis ekologi, sastra Indonesia
</summary>
<dc:date>2025-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Konstruksi Tradisi Lisan Perempuan Using Dalam Sastra Indonesia: Perspektif Etnopedagogi Dan Ekofeminisme</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13840" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hamidi, Muhammad Fauzi Al</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13840</id>
<updated>2026-07-28T02:31:14Z</updated>
<published>2026-02-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Konstruksi Tradisi Lisan Perempuan Using Dalam Sastra Indonesia: Perspektif Etnopedagogi Dan Ekofeminisme
Hamidi, Muhammad Fauzi Al
Seiring dengan meningkatnya krisis lingkungan global, perhatian terhadap&#13;
peran perempuan berbasis pengetahuan ekologi adat sangat diperlukan. Studi ini bertujuan mengeksplorasi konstruksi nilai ekologi yang direpresentasikan oleh tubuh perempuan Using serta nilai etnografi yang memuat implikasi-implikasi pedagogi, melalui perspektif ekofeminisme dan etnopedagogi. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menganalisis teks lisan berupa&#13;
31 gending Seblang Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Dengan desain penelitian eksploratif-interpretatif peneliti melakukan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku ritual dan tokoh adat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gending Seblang berfungsi sebagai teks kultural yang kompleks, yang merepresentasikan nilai-nilai ekofeminisme melalui: (1) keterhubungan simbolis perempuan dengan alam (direpresentasikan melalui metafora bunga, air, tanah, dan bulan); (2) posisi perempuan sebagai penjaga kehidupan dan pengetahuan ekologis-spiritual; (3) peran perempuan sebagai medium spiritual dan simbol perlawanan terhadap penjajahan serta eksploitasi alam; dan (4) integrasi siklus alam dalam identitas dan ritus perempuan. Di sisi lain, nilai etnopedagogi terlihat dalam transmisi pengetahuan lokal yang meliputi pendidikan moral-kepahlawanan, kelestarian lingkungan, spiritual-leluhur, dan sejarah kolektif secara turun-temurun melalui performansi lisan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model internalisasi nilai ekofeminisme gending Seblang ke dalam pendidikan karakter melalui tiga tahapan sistematis: transformasi nilai (pemahaman kognitif melalui dekonstruksi simbol), transaksi nilai (pengalaman afektif melalui empati dan ekspresi seni), dan transinternalisasi nilai (aksi nyata berbasis kearifan lokal). Model ini menawarkan kerangka pedagogis kontekstual yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai sumber belajar untuk membangun kesadaran ekologis, kesetaraan gender, dan ketahanan budaya pada generasi muda. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada bidang ekokritik sastra, ekofeminisme, dan antropologi sastra dengan menawarkan perspektif baru tentang agensi perempuan dalam tradisi lisan. Secara praktis, temuan dapat dimanfaatkan sebagai acuan pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal, model pendidikan karakter berwawasan gender dan lingkungan, serta dasar kebijakan kurikulum muatan lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Tradisi Lisan, Perempuan Using, Ekofeminisme, Etnopedagogi
</summary>
<dc:date>2026-02-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengembangan Bahan Ajar Inovatif Bahasa Indonesia Bermuatan Budaya Majapahit Di Trowulan Untuk Literasi Budaya Dan Karakter Murid</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13839" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kholifah, Nurul</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13839</id>
<updated>2026-07-27T06:43:04Z</updated>
<published>2026-02-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Bahan Ajar Inovatif Bahasa Indonesia Bermuatan Budaya Majapahit Di Trowulan Untuk Literasi Budaya Dan Karakter Murid
Kholifah, Nurul
Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka diarahkan tidak hanya pada penguasaan keterampilan berbahasa, tetapi juga pada penguatan literasi serta pembentukan karakter murid melalui pembelajaran berbasis teks yang kontekstual dan bermakna. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan di sekolah masih didominasi oleh buku teks yang bersifat umum, kurang kontekstual, dan belum mengintegrasikan budaya lokal sebagai sumber belajar. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya literasi budaya murid serta belum optimalnya internalisasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Padahal, budaya Majapahit di kawasan Trowulan sebagai pusat sejarah dan peradaban Nusantara memiliki kekayaan nilai, narasi, dan peninggalan budaya yang relevan untuk dijadikan konteks pembelajaran, khususnya dalam menumbuhkan literasi budaya dan karakter murid.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kebutuhan guru dan murid terhadap pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia bermuatan budaya Majapahit di Trowulan, (2) mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia menggunakan model pengembangan 4D, (3) mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan penilaian ahli dan pengguna, serta (4) menguji efektivitas bahan ajar dalam meningkatkan literasi budaya dan karakter murid SMP.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas guru Bahasa Indonesia dan murid SMP. Teknik pengumpulan data meliputi angket analisis kebutuhan guru dan murid, lembar validasi ahli, angket kepraktisan, serta instrumen uji efektivitas bahan ajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan, proses pengembangan, kelayakan, dan efektivitas bahan ajar.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan guru dan murid mengindikasikan perlunya bahan ajar Bahasa Indonesia yang bersifat kontekstual, menarik, dan relevan dengan lingkungan budaya murid. Guru membutuhkan bahan ajar yang mampu mengintegrasikan pembelajaran bahasa dengan nilai budaya lokal, sedangkan murid membutuhkan bahan ajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga dekat dengan pengalaman dan lingkungan mereka. Pada tahap pengembangan, bahan ajar dirancang dan dikembangkan melalui model 4D dengan memuat materi, contoh teks, aktivitas pembelajaran, serta evaluasi yang terintegrasi dengan budaya Majapahit di Trowulan. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan ditinjau dari aspek isi, kebahasaan, dan penyajian. Selanjutnya, hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa bahan ajar mudah digunakan oleh guru dan murid serta mendukung pembelajaran yang aktif dan bermakna. Hasil uji efektivitas juga menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar mampu meningkatkan literasi budaya murid dan mendukung penguatan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia bermuatan budaya Majapahit di Trowulan layak dan efektif digunakan sebagai sumber pembelajaran. Bahan ajar ini tidak hanya mendukung pencapaian kompetensi kebahasaan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi budaya dan pembentukan karakter murid. Oleh karena itu, disarankan agar produk bahan ajar ini didiseminasikan secara lebih luas melalui forum guru, kegiatan pelatihan, serta implementasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan bahan ajar bermuatan budaya lokal pada jenjang pendidikan yang berbeda atau mengkaji pengaruhnya terhadap kompetensi lain, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kesadaran kebinekaan murid.&#13;
&#13;
Kata kunci: bahan ajar, literasi budaya, karakter murid
</summary>
<dc:date>2026-02-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengembangan Buku Ajar Elektronik Bermuatan Tradisi Siraman Gong Kiai Pradah Untuk Literasi Budaya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13837" rel="alternate"/>
<author>
<name>Balqis, Nur Amalia</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13837</id>
<updated>2026-07-27T06:39:23Z</updated>
<published>2026-02-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Buku Ajar Elektronik Bermuatan Tradisi Siraman Gong Kiai Pradah Untuk Literasi Budaya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Balqis, Nur Amalia
Upaya menginternalisasi nilai kearifan lokal pada generasi muda sangat krusial di era globalisasi, khususnya melalui integrasi budaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Siraman Gong Kiai Pradah, sebuah tradisi sakral dan historis di Kabupaten Blitar yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, historis, dan sosial, merupakan aset budaya potensial yang belum optimal dimanfaatkan dalam materi ajar sekolah, terutama dalam format digital yang selaras dengan perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini (1) mengidentifikasi kebutuhan siswa dan guru akan buku ajar elektronik berbasis budaya lokal, (2) mendeskripsikan proses pengembangan materi ajar elektronik bermuatan Siraman Gong Kiai Pradah, (3) mengevaluasi kelayakan produk dari segi konten, kebahasaan, sistematika penyajian, dan visual, dan (4) menguji efektivitas penggunaan buku ajar tersebut terhadap peningkatan literasi budaya siswa. &#13;
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, angket, validasi ahli, dan tes. Analisis data melibatkan teknik analisis deskripsi kualitatif dan kuantitatif. &#13;
Hasil analisis kebutuhan menunjukkan perlunya pengembangan buku ajar elektronik bermuatan budaya lokal, khususnya tradisi Siraman Gong Kiai Pradah untuk meningkatkan literasi budaya siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil pengembangan pada penelitian ini telah menghasilkan produk buku ajar elektronik bermuatan tradisi Siraman Gong Kiai Pradah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang teks eksposisi, memperkuat identitas budaya, dan literasi digital siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa, (1) penilaian validasi isi mendapat rata-rata persentase 76%, validasi bahasa memperoleh rata-rata persentase 73,3%, dan validasi media memperoleh rata-rata persentase 66,67%. (2) Hasil uji kelayakan oleh guru memperoleh 80,5%. (3) Hasil uji coba terbatas oleh siswa memperoleh persentase 75,65%. Secara keseluruhan penilaian kelayakan produk mendapat rata-rata 74,42% dengan kategori layak. Temuan tersebut menunjukkan bahwa buku ajar elektronik bermuatan budaya lokal telah memenuhi standar kelayakan dan dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Hasil uji efektivitas dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar 4,553 dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Hasil uji Effect Size menunjukkan nilai sebesar 1,27 yang termasuk dalam kategori efek besar. Berdasarkan uji di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan buku ajar elektronik yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.&#13;
Hasil kajian produk pengembangan ini memiliki kelebihan yaitu integrasi budaya lokal yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata siswa yang dapat meningkatkan literasi budaya dan penguatan karakter siswa. Buku ajar yang dirancang bersifat interaktif yang memuat video, gambar, infografis, gamifikasi, dan mini aktivitas yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kelemahan produk ini adalah membutuhkan perangkat teknologi dan akses internet yang memadai. Penyebaran produk ini dapat digunakan di sekolah lainnya, khususnya sekolah di Kabupaten Blitar. Peneliti juga melakukan menyebarkan produk ini melalui penulisan artikel ilmiah dan konferensi internasional. Saran pengembangan untuk peneliti selanjutnya adalah dapat mengembangkan buku ajar yang berbasis budaya daerah lain dan menambahkan fitur interaktif lainnya untuk berbagai jenjang. &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: pengembangan buku ajar elektronik, Siraman Gong Kiai Pradah, teks eksposisi, literasi budaya, Bahasa Indonesia.
</summary>
<dc:date>2026-02-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
