<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Undergraduate Theses</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/37" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Program Sarjana (S1)</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/37</id>
<updated>2026-07-14T10:39:03Z</updated>
<dc:date>2026-07-14T10:39:03Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Literasi Digital Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Di Sman 1 Kota Malang</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13450" rel="alternate"/>
<author>
<name>FAUZI, SAFITRI AYU</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13450</id>
<updated>2026-07-14T06:23:05Z</updated>
<published>2025-07-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Literasi Digital Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Di Sman 1 Kota Malang
FAUZI, SAFITRI AYU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMAN 1 Malang. Latar belakang penelitian ini adalah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada cara siswa memperoleh, menyerap, dan memanfaatkan informasi. Literasi digital merupakan kompetensi yang sangat penting di era digital ini, karena tidak hanya mencakup kemampuan teknis dalam menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan mengakses, memilih, memahami, mengevaluasi dan menghasilkan informasi secara kritis dan bertanggung jawa. Di sisi lain, kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan kognitif tingkat tinggi yang memungkinkan siswa menganalisis informasi, mengidentifikasi argument, serta menyimpulkan dan mengevaluasi secara logis.&#13;
	Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 1 Malang dengan jumlah sampel sebanyak 91 siswa yang diambil secara acak. Penelitian ini menggunakan lima poin skala likert untuk mengukur tingkat persetujuan responden terhadap setiap pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p&lt;0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,536% terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan literasi digital dalam meningkatkan kompetensi berpikir kritis siswa, yang merupakan aspek penting dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini menambah wawasan mengenai hubungan antara literasi digital dan kemampuan kognitif siswa di lingkungan pendidikan menengah atas.
</summary>
<dc:date>2025-07-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas Viii Smp Negeri 4 Bula Maluku</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13449" rel="alternate"/>
<author>
<name>TUHULELEY, NASTITI FITRIYANI</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13449</id>
<updated>2026-07-14T06:22:00Z</updated>
<published>2025-07-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas Viii Smp Negeri 4 Bula Maluku
TUHULELEY, NASTITI FITRIYANI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bula. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh tingginya frekuensi penggunaan media sosial di kalangan siswa yang dapat memberikan dampak terhadap proses dan hasil belajar, baik secara positif maupun negatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket berbasis skala Likert yang dikembangkan berdasarkan teori Uses and Gratifications, serta dokumentasi nilai Ujian Akhir Semester sebagai indikator hasil belajar. Sampel penelitian berjumlah 119 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat penggunaan media sosial dan hasil belajar PAI siswa berada pada kategori sedang. Uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan media sosial terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian, media sosial dapat berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif apabila digunakan secara terarah dan bijak.&#13;
Pengumpulan data menggunakan kuesioner terkait dengan penggunaan media sosial, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari dokumentasi nilai UAS semester ganjil pada mata pelajaran PAI. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif meliputi mean, median, modus, dan standar deviasi, kemudian uji prasyarat meliputi uji normalitas dan linieritas dan uji hipotesis dengan regresi linear sederhana. &#13;
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tingkat penggunaan media sosial oleh siswa kelas VIII di SMPN 4 berada dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 68 siswa atau setara dengan 68,1%. 2) Hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas XI di sekolah yang sama juga berada dalam kategori sedang, dengan jumlah 86 siswa atau 72%. 3) Terdapat pengaruh namun tidak signifikan antara penggunaan dan hasil belajar PAI, yang ditunjukkan melalui hasil uji statistik yaitu nilai thitung sebesar 1,774 lebih kecil dari ttabel 1,989, serta nilai signifikansi 0,079 yang lebih besar dari 0,05.
</summary>
<dc:date>2025-07-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pai Di Sman 4 Malang</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13448" rel="alternate"/>
<author>
<name>HOTIMAH, AINUL NURHUSNUL</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13448</id>
<updated>2026-07-14T06:21:08Z</updated>
<published>2025-07-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pai Di Sman 4 Malang
HOTIMAH, AINUL NURHUSNUL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 4 Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan bentuk nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas X, yaitu kelas X Kreatif sebagai kelas eksperimen dan X Bernalar Kritis sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 38 siswa. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar berupa prettest dan posttest.&#13;
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji prasyarat statistik seperti uji normalitas, linearitas, dan homogenitas. Hasil menunjukkan bahwa seluruh data memenuhi kriteria prasyarat, yaitu berdistribusi normal, linear, dan homogen. Analisis deskriptif memperlihatkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat secara signifikan dari 63,29 menjadi 86,45, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 52,24 menjadi 72,89. Hal ini menunjukkan bahwa model Jigsaw lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan hasil belajar siswa.&#13;
Selanjutnya, hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi &lt; 0,001 pada kedua kelas, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Namun, peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dengan selisih 23,16 poin, dibandingkan kelas kontrol sebesar 20,65 poin. Hasil ini diperkuat dengan analisis regresi linear sederhana yang menghasilkan nilai R Square sebesar 0,433, menunjukkan bahwa 43,3% variasi dalam hasil belajar dipengaruhi oleh perlakuan model pembelajaran Jigsaw.&#13;
Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memberikan pengaruh yang signifikan dan positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI. Selain berdampak pada hasil kognitif, penerapan model ini juga membentuk keterampilan sosial siswa seperti kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab dalam pembelajaran kelompok. Model ini sangat direkomendasikan untuk digunakan oleh guru PAI di tingkat SMA guna menciptakan suasana belajar yang aktif dan kolaboratif.
</summary>
<dc:date>2025-07-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Sikap Toleransi Beragama Siswa Di Sma Negeri 2 Sebulu</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13447" rel="alternate"/>
<author>
<name>HANIFATUZZAHRA, SHAFIRA</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13447</id>
<updated>2026-07-14T06:20:15Z</updated>
<published>2025-07-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Sikap Toleransi Beragama Siswa Di Sma Negeri 2 Sebulu
HANIFATUZZAHRA, SHAFIRA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana interaksi sosial siswa di SMA Negeri 2 Sebulu, (2) bagaimana sikap toleransi beragama siswa di SMA Negeri 2 Sebulu, dan (3) apakah terdapat pengaruh antara interaksi sosial terhadap sikap toleransi beragama. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya sikap saling menghargai dalam lingkungan pendidikan yang multikultural, di mana interaksi sosial diyakini memiliki peran penting dalam membentuk sikap toleransi antar siswa dari latar belakang agama yang berbeda.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 76 siswa yang dipilih secara acak dari total populasi 768 siswa. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert, yang mengukur dua variabel: interaksi sosial sebagai variabel bebas (X), dan sikap toleransi beragama sebagai variabel terikat (Y). Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana menggunakan bantuan SPSS versi 25.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial siswa berada pada kategori tinggi. Siswa menunjukkan kemampuan menjalin kerja sama, akomodasi, dan asimilasi secara positif dengan teman yang berbeda latar belakang. Sikap toleransi beragama siswa juga tergolong baik, ditandai dengan kebebasan beragama dan penghormatan dan eksistensi agama lain dalam kehidupan sekolah. Selain itu, terdapat pengaruh yang signifikan antara interaksi sosial dan sikap toleransi beragama, dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,334. Artinya, interaksi sosial memberikan kontribusi sebesar 33,4% terhadap pembentukan sikap toleransi beragama siswa.
</summary>
<dc:date>2025-07-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
