<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Faculty of Administrative Science</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/38" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/38</id>
<updated>2026-08-03T15:33:17Z</updated>
<dc:date>2026-08-03T15:33:17Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Kinerja Pegawai Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik  (Studi Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sampang)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13887" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hofiyah, Anis</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13887</id>
<updated>2026-07-28T06:18:12Z</updated>
<published>2025-11-08T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kinerja Pegawai Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik  (Studi Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sampang)
Hofiyah, Anis
Pelaksanaan pelayanan publik di Indonesia khususnya di Kabupaten Sampang diterapkan melalui berbagai inovasi peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan, salah satunya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Namun, dalam praktiknya masih ditemui sejumlah permasalahan seperti kinerja pegawai yang belum optimal, prosedur pelayanan yang rumit, serta fasilitas pelayanan yang kurang memadai. Selain itu, kurangnya informasi dan sosialisasi kepada masyarakat menyebabkan proses pelayanan belum berjalan efektif dan efisien sesuai dengan harapan publik.&#13;
	&#13;
           Penelitian ini menggunakan dua teori indikator yang mana 1) indikator Kinerja Pegawai menurut Robbins (2006) yaitu: a) Kualitas (Mutu), b) Kuantitas (Jumlah), c) Ketepatan Waktu, d) Efektivitas, e) Kemandirian. Sedangkan yang kedua Indikator Kualitas Pelayanan Publik yang mana Menurut Zeithaml (1990) dalam Pasolong (2013:135) yaitu a) Tangible, b) Reliability, c) Responsiveness, d) Assurance, e) EmphatyJenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Milles, Huberman, &amp; Saldana. (2014) yang meliputi 4 tahap yaitu pengumpulan data, Kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis kinerja pegawai Dispendukcapil Kab.Sampang dan Kualitas Pelayanan yang diberikan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. &#13;
&#13;
          Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelayanan publik dan kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sampang dari seluruh indikator masih belum berjalan maksimal secara efektif. Pada aspek pelayanan publik, masih ditemukan berbagai kendala seperti proses pelayanan yang belum efisien, keterbatasan fasilitas, serta kurangnya kejelasan informasi kepada masyarakat. Sementara itu, pada aspek kinerja pegawai, masih terlihat rendahnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta efektivitas dalam penyelesaian pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi pelayanan publik dan kinerja pegawai di Dispendukcapil Kabupaten Sampang sebagai upaya mewujudkan layanan administrasi kependudukan yang cepat, tepat, dan berkualitas dapat dikatakan telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan dari segi profesionalitas aparatur, kecepatan pelayanan, dan optimalisasi sarana prasarana agar kepuasan masyarakat dapat tercapai secara menyeluruh.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kinerja Pegawai, Kualitas Pelayanan Publik, Dispendukcapil Kabupaten Sampang
</summary>
<dc:date>2025-11-08T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Partisipasi Masyarakat Lokal Terhadap Pengembangan Wisata   (Studi Kasus Pada Wisata Paralayang Modangan Donomulyo Kabupaten Malang)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13886" rel="alternate"/>
<author>
<name>Putri, Sheylla Farizqiyah Mahadika</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13886</id>
<updated>2026-07-28T06:17:24Z</updated>
<published>2025-12-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Partisipasi Masyarakat Lokal Terhadap Pengembangan Wisata   (Studi Kasus Pada Wisata Paralayang Modangan Donomulyo Kabupaten Malang)
Putri, Sheylla Farizqiyah Mahadika
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya partisipasi masyarakat terhadap pengembangan wisata sebagai strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Wisata Paralayang Modangan di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang merupakan salah satu destinasi wisata minat khusus yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tingkat dan kualitas partisipasi masyarakat lokal.&#13;
	Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis partisipasi masyarakat mengacu pada teori tangga partisipasi Arnstein yang mencakup delapan tingkat partisipasi, mulai dari manipulasi hingga kendali penuh.&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan Wisata Paralayang Modangan berada pada berbagai tingkatan partisipasi menurut teori tangga partisipasi Arnstein. Masyarakat telah terlibat dalam bentuk pemberian informasi, konsultasi, kemitraan, hingga pendelegasian kewenangan tertentu dalam pengelolaan wisata. Namun demikian, partisipasi tersebut belum sepenuhnya mencapai tingkat kendali penuh oleh masyarakat karena masih adanya ketergantungan pada pemerintah desa dan pengelola dalam aspek strategis dan administratif. Faktor pendukung partisipasi masyarakat meliputi potensi alam yang menarik, dukungan pemerintah desa, serta peluang ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas wisata. Sementara itu, faktor penghambatnya antara lain perbedaan kepentingan antarwarga, keterbatasan sumber daya manusia, minimnya sarana prasarana pendukung, serta konflik sosial terkait pengelolaan lahan dan distribusi manfaat ekonomi.&#13;
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat lokal memiliki peran penting dalam pengembangan Wisata Paralayang Modangan, namun masih memerlukan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pola kemitraan yang lebih adil dan transparan agar pengembangan wisata dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat lokal.&#13;
Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Pariwisata Berbasis Masyarakat, Wisata Paralayang Modangan, Pengembangan Wisata
</summary>
<dc:date>2025-12-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Implementasi Aplikasi Sw Bank Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Mewujudkan Program Zero Waste Kota Kediri (Studi Kasus Pada Bank Sampah Sri Wilis Mojoroto)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13885" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rafli, Muhammad Rizky Nur</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13885</id>
<updated>2026-07-28T06:16:34Z</updated>
<published>2025-11-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Implementasi Aplikasi Sw Bank Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Mewujudkan Program Zero Waste Kota Kediri (Studi Kasus Pada Bank Sampah Sri Wilis Mojoroto)
Rafli, Muhammad Rizky Nur
Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Kediri semakin kompleks seiring meningkatnya timbulan sampah setiap tahun, yang pada tahun 2024 mencapai 182,28 ton per hari dan masih didominasi oleh sampah organik serta anorganik bernilai daur ulang. Pemerintah Kota Kediri telah menerapkan Program Zero Waste sebagai upaya pengurangan sampah dari sumber, salah satunya melalui penguatan peran bank sampah. Namun, pengelolaan Bank Sampah Sri Wilis sebagai salah satu bank sampah aktif masih menghadapi kendala administratif akibat pencatatan manual yang berdampak pada rendahnya efisiensi, transparansi, dan akurasi pelaporan. Oleh karena itu, penerapan Aplikasi SW Bank sebagai inovasi digital menjadi penting untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada Bank Sampah Sri Wilis, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola bank sampah, nasabah, serta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan kerangka analisis implementasi kebijakan mengacu pada teori George C. Edwards III yang menekankan empat indikator utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori pengelolaan sampah berbasis masyarakat dari Kastaman, Douglas dkk., Anschütz, dan Aryenti yang menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan sampah serta konsep Zero Waste Paul Connett (2013), yang menekankan pengurangan timbulan sampah dari sumber melalui pemilahan dan pendaurulangan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Aplikasi SW Bank mampu meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, mempercepat proses pelaporan, serta meningkatkan transparansi pengelolaan sampah di Bank Sampah Sri Wilis. Aplikasi ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah dan menyetorkan sampah karena adanya sistem pencatatan digital yang memberikan nilai ekonomi secara jelas. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi hambatan berupa rendahnya literasi digital sebagian nasabah, keterbatasan sarana pendukung, serta adaptasi pengguna terhadap sistem baru. Kesimpulannya, Aplikasi SW Bank berperan penting dalam mendukung Program Zero Waste di Kota Kediri, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada penguatan edukasi, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.&#13;
Kata Kunci: Aplikasi SW Bank; Implementasi Kebijakan; Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat; Zero Waste; George C. Edwards III; Paul Connet
</summary>
<dc:date>2025-11-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Partisipasi Digital Masyarakat Dalam Pelestarian Tradisi Abda’U Sebagai Pariwisata Berbasis Komunitas (Studi Kasus di Negeri Tulehu Kabupaten Maluku Tengah)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13884" rel="alternate"/>
<author>
<name>Tatuhey, Ririn Dwi Iriyanti</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13884</id>
<updated>2026-07-28T06:15:30Z</updated>
<published>2026-01-23T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Partisipasi Digital Masyarakat Dalam Pelestarian Tradisi Abda’U Sebagai Pariwisata Berbasis Komunitas (Studi Kasus di Negeri Tulehu Kabupaten Maluku Tengah)
Tatuhey, Ririn Dwi Iriyanti
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian Tradisi Abda’u sebagai warisan budaya takbenda masyarakat Negeri Tulehu yang memiliki nilai religius, sosial, dan kearifan lokal, serta berpotensi dikembangkan sebagai pariwisata berbasis komunitas. Di tengah perkembangan teknologi digital dan arus modernisasi, pelestarian Tradisi Abda’u menghadapi berbagai tantangan, antara lain menurunnya antusiasme generasi muda serta belum optimalnya pemanfaatan media digital sebagai sarana pelestarian dan promosi budaya. Oleh karena itu, partisipasi digital masyarakat menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi tersebut.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan bentuk, peran, dan tantangan partisipasi digital masyarakat dalam pelestarian Tradisi Abda’u. Analisis penelitian ini didasarkan pada teori digital citizenship yang dikemukakan oleh Ribble (2015), yang menekankan akses digital, komunikasi digital, literasi digital, etika digital, hak dan tanggung jawab digital, serta didukung oleh konsep Community Based Tourism (CBT) yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa partisipasi digital masyarakat dalam pelestarian Tradisi Abda’u diwujudkan melalui pemanfaatan media sosial untuk dokumentasi, promosi, penyebaran informasi, dan komunikasi budaya, dengan generasi muda berperan dominan dalam pengelolaan konten digital serta pemerintah negeri sebagai fasilitator. Hasil penelitian mencerminkan praktik digital citizenship yang sejalan dengan prinsip pariwisata berbasis komunitas, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital, infrastruktur teknologi, dan pengelolaan promosi yang belum optimal. &#13;
Kesimpulannya yaitu keterlibatan aktif masyarakat dalam membagikan konten digital yang dibuat panitia secara intens melalui media sosial sebagai bentuk promosi dan dokumentasi. Tetapi, masih diperlukan peningkatan kapasitas, dukungan teknologi, serta kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat dan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan tradisi tersebut. Saran yang dapat diberikan yaitu penguatan pengelolaan arsip digital Tradisi Abda’u, peningkatan kualitas konten digital secara bertahap, penyusunan pedoman digital berbasis adat, penguatan koordinasi antar panitia, tokoh adat, dan pemerintah, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi budaya.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Partisipasi Digital, Budaya, Tradisi Abda’u, Pariwisata Berbasis Komunitas, Kewargaan Digital
</summary>
<dc:date>2026-01-23T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
