<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Agribusiness</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/62" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Agribisnis</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/62</id>
<updated>2026-09-13T23:11:58Z</updated>
<dc:date>2026-09-13T23:11:58Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Efisiensi Dan Determinan Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida Di Desa Bringin Kecamatan Wajak Kabupaten Malang</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14194" rel="alternate"/>
<author>
<name>RAMADHAN, ROSSIANO FERDINAN</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14194</id>
<updated>2026-09-10T02:03:26Z</updated>
<published>2026-03-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Efisiensi Dan Determinan Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida Di Desa Bringin Kecamatan Wajak Kabupaten Malang
RAMADHAN, ROSSIANO FERDINAN
Jagung hibrida merupakan salah satu komoditas pertanian strategis yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani serta mendukung ketahanan pangan. Di Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, usahatani jagung hibrida berkembang cukup pesat, namun tingkat pendapatan petani masih bervariasi akibat perbedaan pengelolaan faktor produksi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan dan efisiensi usahatani jagung hibrida serta mengidentifikasi faktor-faktor produksi yang memengaruhi pendapatan petani.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang dengan menggunakan metode survei. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani responden dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis data meliputi perhitungan pendapatan usahatani, analisis efisiensi menggunakan R/C ratio, serta analisis pengaruh faktor produksi terhadap pendapatan menggunakan regresi linier berganda. Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara simultan, sedangkan uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani jagung hibrida di Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang sebesar Rp 19.466.089,75 per hektar per musim tanam. Berdasarkan perhitungan efisiensi usaha menggunakan pendekatan Return Cost Ratio (R/C ratio), diperoleh nilai sebesar 2,81. Nilai R/C ratio yang lebih besar dari satu menunjukkan bahwa usahatani jagung hibrida di lokasi penelitian tergolong efisien dan menguntungkan, sehingga layak untuk terus dikembangkan. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel luas lahan, biaya benih, biaya pupuk kandang, biaya pupuk Phonska, biaya pupuk urea, biaya pestisida, dan biaya tenaga kerja secara simultan berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung hibrida. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh faktor produksi yang digunakan secara bersama-sama memiliki peran penting dalam menentukan besarnya pendapatan petani, serta mengindikasikan bahwa model regresi yang digunakan telah layak dan sesuai untuk menjelaskan variasi pendapatan usahatani jagung hibrida.&#13;
Secara parsial, masing-masing variabel menunjukkan pengaruh yang berbeda baik dari sisi arah maupun tingkat signifikansinya. Luas lahan (X1) berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung hibrida. Hal ini menunjukkan bahwa semakin luas lahan yang diusahakan oleh petani, semakin besar peluang peningkatan produksi dan pendapatan yang dapat diperoleh. Biaya benih (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, yang mengindikasikan bahwa penggunaan benih jagung hibrida yang berkualitas dan sesuai kebutuhan tanaman mampu meningkatkan produktivitas dan hasil panen. Kondisi ini menunjukkan bahwa alokasi biaya benih masih berada pada tingkat yang relatif efisien di tingkat petani responden.&#13;
Biaya pupuk kandang (X3) berpengaruh nyata namun bersifat negatif terhadap pendapatan usahatani jagung hibrida. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan pupuk kandang pada tingkat petani telah melampaui dosis optimal, sehingga tambahan biaya yang dikeluarkan tidak lagi memberikan peningkatan hasil produksi yang sebanding, melainkan justru menambah beban biaya yang menurunkan pendapatan. Namun, biaya pupuk Phonska (X4) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung hibrida. Kondisi ini mengindikasikan bahwa variasi penggunaan pupuk Phonska di tingkat petani belum memberikan dampak nyata terhadap perubahan pendapatan, yang kemungkinan disebabkan oleh keseragaman dosis pemakaian atau penggunaan pupuk yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan setempat.&#13;
Biaya pupuk urea (X5) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung hibrida. Hal ini menunjukkan bahwa unsur nitrogen yang terkandung dalam pupuk urea masih berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman, sehingga penggunaan pupuk urea yang tepat mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani. Namun, biaya pestisida berpengaruh nyata namun bersifat negatif terhadap pendapatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan pestisida yang berlebihan tidak lagi efektif dalam meningkatkan hasil produksi, melainkan hanya menambah biaya produksi dan berpotensi menurunkan pendapatan petani. Selain itu, penggunaan pestisida secara berlebihan juga berisiko menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sama halnya dengan biaya bestisida (X6), biaya tenaga kerja (X7) juga berpengaruh nyata dan negatif terhadap pendapatan usahatani jagung hibrida. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan biaya tenaga kerja belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan produktivitas, sehingga tambahan biaya tenaga kerja justru menekan pendapatan yang diterima petani.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa usahatani jagung hibrida di Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang layak untuk dikembangkan karena memberikan pendapatan yang tinggi dan efisien secara ekonomi. Faktor-faktor produksi secara simultan berperan penting dalam menentukan pendapatan usahatani, namun secara parsial menunjukkan arah dan tingkat pengaruh yang berbeda. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar petani lebih memperhatikan efisiensi penggunaan faktor produksi untuk meningkatkan pendapatan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang belum dikaji agar hasil penelitian lebih komprehensif. Selain itu, pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan pendampingan dan kebijakan yang mendukung optimalisasi penggunaan faktor produksi secara berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2026-03-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Efisiensi Usahatani Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Bawang Merah  Di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo  Kota Batu</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14192" rel="alternate"/>
<author>
<name>MAISYARAH, ALIYAH</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14192</id>
<updated>2026-09-07T02:50:57Z</updated>
<published>2026-03-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Efisiensi Usahatani Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Bawang Merah  Di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo  Kota Batu
MAISYARAH, ALIYAH
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Desa ini termasuk sentra produksi bawang merah, namun dalam pelaksanaannya tingkat produktivitas dan efisiensi usahatani yang dicapai petani masih belum optimal serta menunjukkan variasi hasil produksi antarpetani. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh perbedaan dalam penggunaan faktor-faktor produksi dan karakteristik sosial ekonomi petani. Oleh karena itu, diperlukan analisis efisiensi usahatani sekaligus kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat efisiensi usahatani bawang merah di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani bawang merah di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.&#13;
Penelitian dilaksanakan di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. opulasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani bawang merah di Desa Torongrejo sebanyak 60 orang, yang seluruhnya dijadikan responden dengan metode sensus. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani, analisis R/C Ratio untuk mengukur efisiensi usaha, serta analisis fungsi produksi Cobb-Douglas yang ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma natural dan diestimasi menggunakan regresi linier berganda.&#13;
Berdasarkan hasil analisis tingkat biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan usahatani bawang merah sebesar Rp150.327.085 per hektar per musim tanam dengan total biaya sebesar Rp57.133.384 per hektar, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp93.193.701 per hektar. Nilai R/C Ratio sebesar 2,73 (&gt;1) menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Torongrejo tergolong efisien dan layak secara ekonomi untuk diusahakan serta dikembangkan.&#13;
Berdasarkan hasil analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah. Secara parsial, variabel luas lahan, jumlah bibit, pupuk kandang, pestisida, tenaga kerja, pendidikan, pengalaman, dan keanggotaan kelompok tani berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi. Sementara itu, penggunaan pupuk ZA dan pupuk NPK menunjukkan pengaruh negatif terhadap produksi. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi bawang merah sangat dipengaruhi oleh pengelolaan input produksi yang tepat serta faktor sosial ekonomi petani.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Torongrejo telah efisien dan menguntungkan, serta produksi dipengaruhi secara nyata oleh kombinasi faktor teknis dan sosial ekonomi petani. Oleh karena itu, petani disarankan untuk mengoptimalkan penggunaan input yang berpengaruh signifikan serta meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan dalam kelompok tani. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat meningkatkan pendampingan teknis dan akses terhadap sarana produksi guna mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas usahatani bawang merah.
</summary>
<dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Risiko Produksi Usahatani Jagung Manis Di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14191" rel="alternate"/>
<author>
<name>SALSABILLA, NAURA YONNA</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14191</id>
<updated>2026-09-07T02:49:44Z</updated>
<published>2026-01-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Risiko Produksi Usahatani Jagung Manis Di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu
SALSABILLA, NAURA YONNA
Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dengan jagung manis sebagai salah satu komoditas hortikultura yang permintaannya terus meningkat. Meskipun Jawa Timur menjadi sentra produksi jagung nasional, data beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya fluktuasi dan kecenderungan penurunan luas panen, produksi, dan produktivitas jagung yang mencerminkan adanya risiko produksi. Risiko tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, keterbatasan input produksi, serta perbedaan kemampuan petani dalam mengelola usahatani. Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu sebagai wilayah dataran tinggi memiliki karakteristik agroekologi yang berbeda, sehingga risiko produksi jagung manis yang dihadapi petani berpotensi berbeda dengan wilayah dataran rendah. Hingga saat ini, penelitian mengenai risiko produksi jagung manis di wilayah dataran tinggi masih terbatas dan belum banyak mengkaji peran faktor sosial ekonomi petani secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis tingkat risiko produksi, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi usahatani jagung manis di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu, serta 3) menganalisis faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi risiko produksi usahatani jagung manis di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu.&#13;
Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif, analisis risiko produksi, dan analisis faktor sosial ekonomi. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik petani yang meliputi umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani. Risiko produksi jagung manis dianalisis menggunakan Koefisien Variasi (CV) berdasarkan rata-rata produksi dan standar deviasi. Faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi dianalisis menggunakan model Just and Pope dengan variabel input benih, pupuk urea, pupuk phonska, pestisida, dan tenaga kerja, serta regresi linier berganda dengan variabel sosial ekonomi umur petani, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani.&#13;
Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat risiko produksi usahatani jagung manis di Desa Pendem tergolong tinggi, dengan nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,679. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variasi hasil produksi relatif besar dibandingkan dengan rata-rata produksi yang diperoleh petani, sehingga terdapat ketidakpastian hasil panen yang cukup tinggi. Tingginya risiko produksi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain penggunaan input produksi seperti benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja, serta faktor lingkungan seperti kondisi cuaca dan serangan organisme pengganggu tanaman.&#13;
Analisis fungsi produksi Cobb-Douglas menunjukkan bahwa beberapa variabel input produksi memiliki pengaruh yang berbeda terhadap hasil produksi dan risiko produksi. Penggunaan input produksi yang tidak tepat, baik dari segi jumlah maupun waktu aplikasi, dapat meningkatkan ketidakpastian hasil panen. Selain itu, faktor sosial ekonomi petani seperti umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani juga turut memengaruhi cara petani dalam mengambil keputusan dalam kegiatan usahatani.&#13;
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani jagung manis di Desa Pendem menghadapi tingkat risiko produksi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan manajemen usahatani melalui penggunaan input produksi yang lebih efisien, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengurangi risiko produksi dan meningkatkan produktivitas usahatani jagung manis di daerah penelitian.
</summary>
<dc:date>2026-01-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Saluran Pemasaran Jagung  Studi Kasus: Pada PT.CMK Di Kabupaten Pasuruan</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14190" rel="alternate"/>
<author>
<name>PURBAYANTI, DELIA</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14190</id>
<updated>2026-09-05T04:21:38Z</updated>
<published>2026-03-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Saluran Pemasaran Jagung  Studi Kasus: Pada PT.CMK Di Kabupaten Pasuruan
PURBAYANTI, DELIA
Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian strategis yang memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan serta sebagai bahan baku utama pakan ternak di Indonesia. Tingginya permintaan jagung menuntut adanya sistem pemasaran yang efisien agar distribusi hasil produksi dapat berjalan optimal serta petani memperoleh bagian harga yang lebih adil. PT. CMK merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran dan distribusi jagung yang menjalin kemitraan dengan petani di Kabupaten Pasuruan. Dalam praktiknya terdapat beberapa pola saluran pemasaran yang berbeda yang memengaruhi besarnya margin pemasaran, efisiensi pemasaran, serta bagian harga yang diterima petani (farmer’s share).&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pola saluran pemasaran jagung yang terbentuk antara petani dan PT.CMK di Kabupaten Pasuruan, (2) menganalisis besarnya margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran jagung, dan (3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran serta farmer’s share pada setiap saluran pemasaran jagung. Penelitian dilaksanakan di PT.CMK Kabupaten Pasuruan pada bulan November 2024 hingga Februari 2025 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penentuan sampel dilakukan secara purposive terhadap petani mitra, tengkulak, pihak perusahaan, dan pengecer. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, efisiensi pemasaran, dan farmer’s share.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola saluran pemasaran jagung yang terbentuk antara petani dan PT.CMK, yaitu: (1) petani – PT.CMK – konsumen, (2) petani – PT.CMK – pengecer – konsumen, dan (3) petani – tengkulak – PT.CMK – pedagang besar – pengecer – konsumen. Margin pemasaran pada setiap saluran berbeda seiring dengan jumlah lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses distribusi. Saluran pemasaran I memiliki margin sebesar Rp1.500/kg, saluran pemasaran II sebesar Rp2.300/kg, dan saluran pemasaran III sebesar Rp2.900/kg. Berdasarkan analisis farmer’s share, saluran pemasaran I memberikan bagian harga terbesar bagi petani yaitu sebesar 80,00%, diikuti saluran pemasaran II sebesar 72,29%, dan saluran pemasaran III sebesar 68,13%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin panjang saluran pemasaran yang terbentuk, maka bagian harga yang diterima petani cenderung semakin kecil. Hasil analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa seluruh saluran pemasaran yang digunakan PT.CMK tergolong efisien karena memiliki nilai efisiensi pemasaran di bawah 15%. Saluran pemasaran I merupakan saluran yang paling efisien dengan nilai efisiensi sebesar 10,97%, diikuti saluran pemasaran II sebesar 12,43%, dan saluran pemasaran III sebesar 14,89%. Dengan demikian, saluran pemasaran yang lebih pendek terbukti memberikan efisiensi pemasaran yang lebih baik serta farmer’s share yang lebih tinggi bagi petani.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar petani jagung mitra PT.CMK lebih memanfaatkan saluran pemasaran langsung dengan perusahaan karena terbukti lebih efisien dan memberikan bagian harga yang lebih besar bagi petani. Bagi PT.CMK, diharapkan dapat terus memperkuat pola kemitraan dengan petani melalui peningkatan transparansi harga serta dukungan fasilitas pascapanen. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan kebijakan dalam menciptakan sistem distribusi jagung yang lebih efisien. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian dengan pendekatan rantai nilai (value chain) agar memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai sistem pemasaran jagung
</summary>
<dc:date>2026-03-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
