<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Agribusiness</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/62" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Agribisnis</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/62</id>
<updated>2026-07-14T11:26:43Z</updated>
<dc:date>2026-07-14T11:26:43Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Nilai Tambah Dan Strategi Pengembangan Pangan Fungsional Tepung Sayur Pakcoy Umkm Mahesty Kota Malang</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13061" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maulita, Shinta</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13061</id>
<updated>2026-02-09T05:44:42Z</updated>
<published>2025-08-03T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Nilai Tambah Dan Strategi Pengembangan Pangan Fungsional Tepung Sayur Pakcoy Umkm Mahesty Kota Malang
Maulita, Shinta
UMKM Mahesty merupakan salah satu pencetus inovasi baru produk tepung sayur pakcoy di Kota Malang yang baru dilucurkan pata tahun 2023. Produk ini memiliki nilai jual tinggi karena menggunakan 100% bahan baku sayur pakcoy hidroponik tanpa pestisida, yang dibudidayakan secara mandiri melalui kerja sama dengan Kebun Baryat Jatimulyo dan beberapa mitra hidroponik lainnya. Produk tepung sayur pakcoy dijual seharga Rp75.000 per kemasan 50 gram. Pengolahan tersebut memberikan nilai tambah menjadi produk yang kompetitif sekaligus meningkatkan profitabilitas perusahaan. Namun, UMKM Mahesty menghadapi beberapa kendala diantaranya belum ada pengolahan biaya yang mendetail dan perusahaan belum memiliki administrasi yang tersistematis sehingga tidak diketahui seberapa besar nilai tambah yang dihasilkan dan  profitabilitas yang diperoleh dari penjualan tepung sayur pakcoy. Selain itu, tepung sayur pakcoy merupakan inovasi baru yang perlu diteliti lebih dalam terkait kualitas, variasi, harga, kemasan dan citra merek produk untuk meningkatkan kualitas, daya saing dan citra produk ketika dipasarkan secara luas. Sehingga diperlukan strategi pengembangan produk yang efektif untuk meningkatkan daya saing produk. Oleh karena itu, adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai tamah, profitabilitas dan startegi pengembangan produk tepung sayur pakcoy UMKM Mahesty. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2025 di UMKM Mahesty dengan pendekatan kualitatif dan kuantitaif. Responden pada penelitian ini diambil secara purposive sampling yakni berasal dari pelaku usaha sebagai key informan dan 50 konsumen tepung sayur pakcoy. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara secara langsung dengan media kuesioner cetak, observasi dan laporan perusahaan. Analisis pada penelitian ini mencakup analisis nilai tambah menggunakan metode hayami, analisis profitabilitas dengan dihitung nilai Break Event Point (BEP), Margin Of Safety (MOS) dan Marginal Income Ratio dan strategi pengembangan produk mengggunakan SWOT.&#13;
Berdasarkan hasil analisis nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan sayur pakcoy menjadi tepung sayur pakcoy menunjukkan bahwa 30 kg sayur pakcoy menjadi 1 kg tepung menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 26.000 per kilogram sayur pakcoy. Rasio nilai tambah yang didapatkan pada produksi tepung sayur  pakcoy termasuk dalam kategori nilai tambah tinggi yaitu 52% yang menunjukkan bahwa nilai tersebut di atas 15-40%.&#13;
Analisis Profitabilitas tepung sayur pakcoy menunjukkan bahwa nilai BEP sebesar Rp190.409,48, MIR mencapai 38,67%, dan MOS berada pada angka 87,31%. Dari keseluruhan data, diperoleh tingkat profitabilitas sebesar 33,76%, yang tergolong tinggi karena melebihi standar 20%. Temuan ini mengindikasikan bahwa jika UMKM Mahesty mampu menjual seluruh volume produksi, maka usaha ini berpotensi menghasilkan laba bersih sebesar 33,76%.&#13;
Hasil analisis SWOT mengenai startegi pengembangan produk tepung sayur pakcoy UMKM Mahesty berada di kuadran 1 atau berada pada strategi agresif, dimana strategi yang digunakan adalah SO (Strength-Opportunity).  Posisi ini sangat menguntungkan bagi pelaku usaha karena memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk secara maksimal. Strategi yang harus diterapkan adalah meningkatkan kualitas dengan menggunakan mesin terbaru freeze dryer, memperkuat merek dengan menambah tagline premium healt brand untuk meningkatkan kebutuhan konsumen serta memanfaatkan kebijakan pemerintah melalui fasilitas promosi dan pelatihan pengembangan produk UMKM untuk membranding, memperkuat citra merek dan produk.&#13;
Adapun saran yang bisa diberikan kepada UMKM Mahesty melalui adanya penelitian ini yaitu menambah periode produksi untuk memberikan pemasukan yang maksimal pada usaha dan pelaku usaha. Selain itu diisarankan UMKM Mahesty menerapkan startegi agresif yang sesuai dengan hasil penelitian. Serta meningkatkan pangsa pasar seperti bermitra dengan pengusaha makanan bayi dan melakukan penjualan secara online.
</summary>
<dc:date>2025-08-03T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada UMKM Mou-Mou By Dhina Eka</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12960" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maulana, Rian</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12960</id>
<updated>2026-02-02T03:57:52Z</updated>
<published>2025-08-06T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada UMKM Mou-Mou By Dhina Eka
Maulana, Rian
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, UMKM menyumbang sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di Indonesia (Kementerian Koperasi dan UKM, 2021). Keberadaan UMKM tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran. Dalam konteks UMKM Mou-Mou By Dhina Eka, yang bergerak di bidang kuliner, memiliki potesi besar untuk berkontribusi lebih dalam perekonomian.	 Namun, meskipun memiliki produk berkualitas, banyak UMKM termasuk Mou-Mou By Dhina Eka, menghadapi tantangan dalam meningkatkan volume penjualan. Persaingan yang sangat ketat di pasar, baik dari UMKM lain maupun dari perusahaan besar, membuat strategi pemasaran yang efektif menjadi sangat penting. Fenomena ini menunjukkan bahwa tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, strategi pemasaran yang tepat juga diperlukan untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan. Dalam dunia bisnis pemasaran yang efektif adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Segmenting, Targeting, Positioning (STP) dan menganalisis strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif) dengan analisis STP dan SWOT, data dikumpulkan melalui wawancara dan survei 50 responden yang akan diambil berdasarkan kriteria tertentu, yaitu berdomisili di wilayah Kabupaten Pasuruan dan pernah melakukan pembelian. Penentuan 50 responden ini didasarkan pada pertimbangan bahwa jumlah tersebut dianggap memadai dan praktis untuk penelitian ini. Dalam analisis STP, Mou-Mou By Dhina Eka menunjukkan segmentasi pasar yang luas, mencakup karakteristik demografis seperti usia &lt;50 tahun (ibu rumah tangga), geografis di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya, psikografis pada kelas sosial menengah ke bawah dengan gaya hidup milenial yang menyukai inovasi, serta perilaku konsumen yang mencari produk untuk acara khusus seperti ulang tahun dan pernikahan. Target pasar utama mereka adalah konsumen di Kabupaten Pasuruan, khususnya ibu rumah tangga yang berusia &lt;50 tahun, yang mencari produk praktis, terjangkau, dan menarik. Mou-Mou By Dhina Eka berhasil memposisikan dirinya sebagai penyedia kue berkualitas tinggi dengan desain unik, kekinian, dan dapat di-custom, serta harga yang terjangkau, menciptakan citra positif di benak konsumen dan membedakan produk mereka dari pesaing&#13;
Penerapan bauran pemasaran 4P oleh Mou-Mou By Dhina Eka juga dievaluasi. Dari segi Produk, mereka berhasil memenuhi kebutuhan pelanggan dengan variasi kue yang unik dan berkualitas, meskipun masih ada kekurangan dalam desain kemasan yang memengaruhi kepuasan. Harga produk dianggap kompetitif dan sesuai dengan nilai yang dirasakan pelanggan, dengan diskon dan promosi yang cukup efektif memengaruhi keputusan pembelian, sementara fluktuasi harga bahan baku memiliki pengaruh rendah pada harga jual. Dalam hal Tempat (Place), toko fisik mereka mudah diakses, namun distribusi ke platform online masih kurang optimal, meskipun konsumen menganggap perluasan ke platform online sangat penting. Terakhir, Promosi produk cukup jelas dalam menjelaskan manfaat, namun frekuensi promosi di media sosial masih rendah, meskipun promosi melalui media sosial efektif dalam meningkatkan kesadaran merek.&#13;
Analisis SWOT menunjukkan bahwa Mou-Mou By Dhina Eka memiliki kekuatan internal yang signifikan, seperti produk yang unik dan memenuhi kebutuhan pelanggan, harga kompetitif, memiliki offline store, dan promosi yang jelas. Namun, terdapat kelemahan seperti kurangnya desain kemasan yang optimal dan visibilitas merek di beberapa segmen pasar. Di sisi eksternal, peluang besar datang dari inovasi produk sesuai tren pasar terbaru, penawaran harga menarik untuk pelanggan baru, perluasan saluran distribusi online, dan peningkatan keterlibatan pelanggan melalui media sosial. Ancaman yang dihadapi meliputi persaingan produk sejenis yang ketat, fluktuasi harga bahan baku, perubahan persepsi pelanggan, dan kampanye pemasaran pesaing yang agresif. Berdasarkan hasil analisis ini, Mou-Mou By Dhina Eka berada pada Kuadran 1 SWOT, menunjukkan posisi yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan agresif. Oleh karena itu, strategi yang paling disarankan adalah Strategi SO (Strengths-Opportunities), yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal secara maksimal, seperti inovasi produk berdasarkan keunikan, promosi menarik untuk menjangkau pelanggan baru, ekspansi saluran distribusi online, dan peningkatan keterlibatan pelanggan melalui media sosial.&#13;
Saran untuk penelitian lanjutan, yang mencakup fokus pada eksplorasi penggunaan digital marketing, studi perbandingan antara UMKM yang berhasil dan yang tidak, serta analisis perilaku konsumen untuk memahami preferensi dan motivasi pembelian mereka. Dari sisi kebijakan praktis, penting untuk meningkatkan pelatihan bagi sumber daya manusia (SDM) di UMKM melalui workshop tentang pemasaran digital dan manajemen usaha, serta memberikan dukungan dari pemerintah dalam bentuk subsidi untuk membantu UMKM mengadopsi teknologi digital. Selain itu, kolaborasi antar UMKM untuk melakukan promosi bersama dapat mengurangi biaya pemasaran dan meningkatkan visibilitas produk. Dalam hal perbaikan metode, penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan metode pengumpulan data yang lebih luas, seperti survei online dan wawancara mendalam, serta mengintegrasikan analisis kuantitatif untuk mengukur dampak dari strategi pemasaran yang diterapkan. Untuk menutupi kelemahan penelitian, peluang tindak lanjut dapat difokuskan pada pengembangan sistem pengiriman untuk meningkatkan aksesibilitas produk, inovasi varian produk yang lebih tahan lama, dan penerapan strategi pemasaran yang fleksibel untuk menyesuaikan dengan perubahan kondisi pasar.
</summary>
<dc:date>2025-08-06T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kelayakan Usaha Bibit Padi Siap Tanam Sebagai Prospek Bisnis Pertanian Di Kecamatan Gampengrejo</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12959" rel="alternate"/>
<author>
<name>PURNAMA, BEKTI WAHYU</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12959</id>
<updated>2026-02-02T03:56:12Z</updated>
<published>2025-02-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kelayakan Usaha Bibit Padi Siap Tanam Sebagai Prospek Bisnis Pertanian Di Kecamatan Gampengrejo
PURNAMA, BEKTI WAHYU
Padi merupakan tanaman pangan yang paling besar dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Padi adalah makanan utama bagi mayoritas penduduk Indonesia. Permintaan beras sebagai salah satu sumber makanan pokok masyarakat Indonesia terus bertambah. Pertumbuhan permintaan beras disertai dengan pertumbuhan produksi padi di tingkat nasional. Kenaikan kebutuhan padi setiap tahun juga membuat permintaan akan bibit padi meningkat. Bibit memiliki peranan yang sangat krusial dalam pertanian, sehingga keadaan perbibitan mencerminkan kemajuan sektor pertanian di suatu negara. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana kelayakan usaha dan mengidentifikasi prospek bisnis dalam bibit padi siap tanam di Kecamatan Gampengrejo. &#13;
Penelitian ini  menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Pemilihan lokasi untuk penelitian diambil secara sengaja (purposive sampling) dengan mempertimbangkan lokasi yang dekat dan mudah diakses. Penelitian ini menggunakan teknik sensus. Alasan menerapkan teknik sampling jenuh atau sensus adalah karena ukuran populasi tergolong kecil, yaitu kurang dari 30 orang, atau penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan generalisasi dengan kesalahan yang minimal. Walaupun memerlukan waktu lebih banyak untuk mengumpulkan data, teknik sampling jenuh atau sensus dapat mencapai akurasi data yang tinggi. &#13;
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa R/C (Revenue Cost Ratio) diketahui dengan cara pembagian antara penerimaan dengan biaya total. Jika R/C &gt;1, berarti usaha tersebut layak atau menguntungkan. Jika R/C berarti usaha tersebut tidak layak atau tidak menguntungkan. Tetapi, jika R/C =1, berarti usaha tersebut impas atau tidak untung dan tidak rugi. Pada penelitian ini penerimaan sebesar Rp. 174,000,000.00 dan biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp. 105,870,458. Berdasarkan hasil analisis dapat dijelaskan bahwa nilai R/C Ratio didapatkan sebesar 1.64. Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan layak untuk diteruskan. Dan diketahui prospek penjualan pada usaha bibit padi siap tanam di Kecamatan Gampengrejo untuk periode 12 bulan terakhir terus meningkat sesuai dengan musim yang ada. Pada grafik yang memperlihatkan naik turun dikarenakan musim tanam padi yang tidak pasti karena dipengaruhi cuaca yang ada dan juga permintaan bibit padi yang disesuaikan kebutuhan. Dengan demikian prospek penjualan bibit padi siap tanam di Kecamatan Gampengrejo masih tetap meningkat akibat masih besarnya peluang yang dapat diraih oleh usaha tersebut dan tingginya permintaan oleh petani padi. Namun ke depan berbagai tantangan baru akan dihadapi oleh usaha ini, jadi mengharuskan para pelaku usaha harus memiliki inovasi yang tinggi dalam mengembangkan usaha bibit padi siap tanam.&#13;
Saran yang dapat dilakukan bagi petani harus lebih inovatif dalam usaha bibit padi siap tanam sehingga produktivitas tersebut masih bisa dikembangkan agar lebih meningkatkan produksi bibit padi siap tanam bersertifikat di Kecamatan Gampengrejo. Pemilik usaha perlu meningkatkan jaringan pemasaran dengan membangun hubungan yang baik dengan pembeli. Mengingat hasil penelitian ini masih jauh dari kata sempurna karena pertimbangan waktu dan keterbatasan peneliti sendiri sehingga tidak memungkinkan untuk meneliti banyak aspek maka diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat mengkaji peluang dan pengembangan usaha lainnya secara lebih luas dan mendalam sehingga menambah wawasan dan pengetahuan serta bermanfaat bagi peneliti-peneliti selanjutnya. Bagi pemerintah diharapkan dapat mengembangkan potensi dan memberikan pengarahan serta kepedulian terhadap petani bibit padi siap tanam.
</summary>
<dc:date>2025-02-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Pada Pembelian Tanaman Hias Di Atha Flora Kota Batu</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12954" rel="alternate"/>
<author>
<name>AZIZ, MOHAMMAD RIZQI</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12954</id>
<updated>2026-02-02T03:47:41Z</updated>
<published>2025-02-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Pada Pembelian Tanaman Hias Di Atha Flora Kota Batu
AZIZ, MOHAMMAD RIZQI
Tanaman hias adalah komoditas holtikultura yang dibudidayakan untuk dinikmati keindahannya. Keunggulan tanaman hias adalah dapat meningkatkan prospek lapangan kerja dan menjadi sumber pendapatan bagi petani dan pedagang tanaman hias. Salah satu perusahaan produsen tanaman hias di Jawa Timur adalah Atha Flora Batu. Atha Flora Batu merupakan produsen tanaman hias yang berada di Bumiaji Kota Batu. Diketahui terjadi penurunan produksi yang juga mencerminkan penurunan permintaan pasar akan tanaman hias. Penurunan drastis bahkan terjadi hanya dalam kurun waktu satu tahun. Banyaknya permintaan pada tahun 2020 terjadi akibat adanya wabah Pandemi Covid-19 yang menciptakan gaya hidup baru bagi masyarakat Indonesia untuk gemar memelihara tanaman hias. Pemasaran yang dilakukan oleh Atha Flora pun meningkat tinggi hingga pengiriman tanaman hias dalam jumlah besar ke luar provinsi. Manager umum Atha Flora Batu 2 menyatakan bahwa hingga pada pertengahan tahun 2023 penjualan yang terjadi hanya menghasilkan penerimaan sebesar Rp2.000.000/hari saja padahal pada tahun 2020 penjualan dapat menghasilkan hingga Rp50.000.000/hari. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam pembelian tanaman hias di Atha Flora Batu, 2) Untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam pembelian tanaman di Atha Flora Kota Batu.&#13;
Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2024 di Atha Flora yang beralamatkan Jalan Anggrek Desa Banaran Bumiaji dengan pertimbangan bahwa pada Atha Flora tersebut memiliki jumlah jenis tanaman buang yang rata-rata paling banyak di daerah Desa Banaran Bumiaji dibandingkan dengan yang ada di lainnya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Responden yang digunakan adalah sejumlah 85 responden yang merupakan konsumen tanaman hias. Metode analisis data yang digunakan adalah metode SEM dengan SmartPLS.&#13;
Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam pembelian tanaman hias di Atha Flora Batu adalah harga dan kualitas pelayanan sedangkan faktor yang tidak mempengaruhi kepuasan konsumen dalam pembelian tanaman hias di Atha Flora Batu adalah kualitas produk. Faktor dominan yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam pembelian tanaman hias di Atha Flora Batu adalah kualitas pelayanan. Berdasarkan penjabaran penelitian, terdapat beberapa rekomendasi yang disarankan meliputi: 1) Pada lokasi penelitian untuk meningkatkan kualitas produk tanaman hias yang diproduksi sehingga kualitas produk dapat ditingkatkan dan konsumen dapat lebih tertarik untuk melakukan pembelian tanaman hias di Atha Flora Batu, 2) Atha Flora Batu mempertahankan faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam melakukan pembelian tanaman hias yakni harga dan kualitas pelayanan yang dinilai oleh responden sudah baik, 3) Melakukan kerjasama dengan instansi terkait untuk pembinaan produksi tanaman hias maupun pemasaran tanaman hias, 4) Bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan pengembangan variabel seperti menambahkan variabel gaya hidup, pendapatan dan motivasi.
</summary>
<dc:date>2025-02-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
