<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Civil Engineering</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/67" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Teknik Sipil</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/67</id>
<updated>2026-07-15T11:27:50Z</updated>
<dc:date>2026-07-15T11:27:50Z</dc:date>
<entry>
<title>Studi Pemetaan Daerah Rawan Banjir Dengan Metode Skoring Dan Pembobotan Di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12593" rel="alternate"/>
<author>
<name>Natsir, Muh</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12593</id>
<updated>2026-01-14T02:58:16Z</updated>
<published>2025-08-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Studi Pemetaan Daerah Rawan Banjir Dengan Metode Skoring Dan Pembobotan Di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat
Natsir, Muh
Banjir merupakan bencana yang kerap terjadi di Indonesia, khususnya saat musim&#13;
hujan. Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, termasuk wilayah&#13;
yang rawan banjir akibat kondisi topografi dataran rendah dan meluapnya sungai.&#13;
Sayangnya, belum tersedia data spasial yang memetakan tingkat kerawanan banjir di&#13;
wilayah ini secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan&#13;
daerah rawan banjir menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan pendekatan&#13;
skoring dan pembobotan.&#13;
Hasil dari penelitian ini adalah Lima parameter utama yang digunakan dalam&#13;
analisis ini yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan&#13;
buffer sungai. Setiap parameter diberi bobot dan skor berdasarkan tingkat pengaruhnya&#13;
terhadap risiko banjir, lalu dilakukan proses overlay untuk mendapatkan peta kerawanan&#13;
banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,65 km² (59,90%) wilayah termasuk dalam&#13;
kategori sangat rawan banjir, 17,22 km² (22,11%) dalam kategori Rawan, dan 14,01 km²&#13;
(17,99%) termasuk wilayah aman dari banjir. Luas wilayah yang terdampak sebagai&#13;
daerah rawan banjir di Kecamatan Bolo adalah sebesar 70,76 km² atau 93,52% dari total&#13;
luas wilayah penelitian, Luasan ini terdiri terdiri dari dua kelas kerawanan, yaitu rawan&#13;
dan sangat rawan.&#13;
Faktor yang paling dominan mempengaruhi kerawanan adala kemiringan lereng&#13;
yang sebagian besar berupa dataran dengan kemiringan 0–8%., yang dominan berada&#13;
pada dataran rendah dengan pemanfaatan lahan sebagai ladang dan tegalan, serta jenis&#13;
tanah Chromic Luvisols yang mempunyai hari infiltrasi rendah, serta penggunaan Lahan&#13;
sebagai ladang dan tegalan juga memperburuk potensi banjir. Daerah dalam jarak 0–25&#13;
meter dari sungai termasuk zona sangat rawan. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi&#13;
sistem drainase permukiman, dilakukan pengukuran topografi, Pengembangan bangunan&#13;
pengendali banjir seperti kolam retensi, embung, dan tanggul dapat menjadi solusi teknis&#13;
yang direkomendasikan.
</summary>
<dc:date>2025-08-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Sebagai  Dasar Penentuan Perbaikan Jalan Kapten Naiman Kabupaten Pulau Taliabu– Maluku Utara</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12591" rel="alternate"/>
<author>
<name>Anam, Asroful</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12591</id>
<updated>2026-01-14T02:53:30Z</updated>
<published>2025-08-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Sebagai  Dasar Penentuan Perbaikan Jalan Kapten Naiman Kabupaten Pulau Taliabu– Maluku Utara
Anam, Asroful
Jalan yang berada di Desa Bobong adalah jalan dengan tipe 1 lajur 2 arah dengan status jalan kabupaten dan fungsi sebagai jalan lokal primer, juga tergolong pada jenis jalan kelas II. Jalan ini kesehariannya di sibukkan oleh aktivitas masyarakat yang beragam, mulai dari aktivitas kekantor, kesekolah, pertanian atau perkebunan. Selain itu, jalan ini menjadi penghubung ke jalan menuju pelabuhan, pasar besar dan juga jalur yang menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulau Taliabu. Penggunaan jalan yang berkelanjutan di daerah tersebut akan menyebabkan timbulnya kerusakan yang terus menerus. Oleh karena itu dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi di ruas jalan kapten Naiman, dengan menentukan penanaganan yang sesuai dengan kondisi kerusakan jalan yang terjadi. Jalan yang dijadikan sebagai penelitian sejauh 5 km pada STA 0+000 – STA 5 +000 tepatnya pada Jalan Kapten Naiman.&#13;
Metode yang dipakai untuk menentukan nilai kerusakan jalan menggunakan road condition index (RCI) dan surface distress index (SDI dengan perhitungan memakai 10 segmen tiap 1 km.&#13;
Hasil dan Analisa pada ruas jalan Kapaten Naiman terdapat 4 macam Nilai, yaitu : Baik, Rusak Sedang, Rusak Ringan, Rusak Berat. Dan terdapat beberapa jenis kerusakan diantaranya : Kerusakan lubang disepanjang ruas jalan Kapten Naiman. Kerusakan bekas roda di Sta 0+000 – 0+100, Sta 3+500 – 3+600, Sta 3+700 – 3+900, Sta 4+000 – 4+100, Sta 4+300 – 4+400, Sta 4+500 – 4+600, Sta 4+800 – 5+000. Retak – retak di Sta 0+000 – 2+000, Sta 0+300 – 0+800, Sta 0+900 – 2+900, Sta 3+000 – 3+100, Sta 3+200 – 3+400, Sta 3+500 – 3+600, Sta 3+700 – 5+000. Kerusakan tepi dibeberapa segment jalan disepanjang ruas jalan Kapten Naiman. Dan juga jenis penanganan jalan : Sta 0+000 – Sta 1+000 Rehabilitas. Sta 1+000 – Sta 2+000 Peningkatan struktur. Sta 2+000 – Sta 3+000 pemeliharaan berkala. Sta 3+000 – Sta 4+000 pemeliharaan berkala. Sta 4+000 – Sta 5+000 pemeliharaan berkala.
</summary>
<dc:date>2025-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Dampak Keberadaan Jembatan Tunggulmas Terhadap Kinerja Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Raya Tlogomas Dan Saxophone Kota Malang</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12587" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wailissa, Afifa Zahra</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12587</id>
<updated>2026-01-14T02:18:18Z</updated>
<published>2025-08-06T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Dampak Keberadaan Jembatan Tunggulmas Terhadap Kinerja Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Raya Tlogomas Dan Saxophone Kota Malang
Wailissa, Afifa Zahra
Pertumbuhan penduduk dan kendaraan di Kota Malang meningkatkan kebutuhan akan sistem transportasi yang efisien. Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah pembangunan Jembatan Tunggulmas pada Februari 2022 yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan, khususnya di Jalan Raya Tlogomas dan Jalan Saxophone. Penelitian ini menggunakan metode PKJI 2023 dan simulasi PTV Vissim untuk menganalisis dampak operasional jembatan terhadap kinerja lalu lintas. Volume puncak di Tlogomas turun dari 4345,25 menjadi 3713,4 kend/jam (DJ 1,5; LOS F), dan di Saxophone dari 1195,65 menjadi 1031,5 kend/jam (DJ 0,7; LOS D). Hasil menunjukkan redistribusi arus dan peningkatan kinerja lalu lintas.
</summary>
<dc:date>2025-08-06T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Simpang Bersinyal (Simpang Empat Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Dengan Sofware Vissim)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12564" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dermawan, Hardiansyah Wahyu</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12564</id>
<updated>2026-01-13T03:46:55Z</updated>
<published>2025-03-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Simpang Bersinyal (Simpang Empat Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Dengan Sofware Vissim)
Dermawan, Hardiansyah Wahyu
Kota Malang, sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur, menghadapi permasalahan lalu lintas yang kompleks, khususnya pada perempatan Candi Eng An Kiong. Persimpangan ini terletak di kawasan dengan aktivitas padat, seperti pasar, pertokoan, dan sekolah, sehingga sering mengalami antrian panjang dan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis panjang tundaan, panjang antrian, dan kinerja persimpangan dengan menggunakan metode simulasi lalu lintas VISSIM dan analisis berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023).&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi persimpangan tersebut sangat buruk dengan derajat kejenuhan yang tinggi. Untuk itu, beberapa alternatif solusi diusulkan, yaitu: (1) mengubah waktu siklus dari 114 detik dengan 3 fase menjadi 80 detik dengan 2 fase, dan (2) mengubah waktu siklus menjadi 130 detik dengan 4 fase. Kedua alternatif tersebut menunjukkan penurunan derajat kejenuhan di bawah 0,85 smp/jam, dengan alternatif kedua lebih aman bagi kendaraan. Penelitian ini menyarankan agar penelitian lebih lanjut menggunakan peraturan yang lebih mutakhir dan menerapkan skenario yang diusulkan untuk meningkatkan kinerja persimpangan tersebut.
</summary>
<dc:date>2025-03-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
