<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Mechanical Engineering</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/68" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Teknik Mesin</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/68</id>
<updated>2026-07-16T19:06:44Z</updated>
<dc:date>2026-07-16T19:06:44Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Variasi Kuat Arus Dan Ketebalan Plat Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Proses Pemotongan Baja Aisi 1041 Dengan Mesin Cnc Plasma</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12590" rel="alternate"/>
<author>
<name>SETYAWAN, ERWIN</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12590</id>
<updated>2026-01-14T02:51:21Z</updated>
<published>2025-08-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Variasi Kuat Arus Dan Ketebalan Plat Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Proses Pemotongan Baja Aisi 1041 Dengan Mesin Cnc Plasma
SETYAWAN, ERWIN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh kuat arus dan ketebalan plat terhadap kekasaran permukaan pada proses pemotongan plat baja AISI 1041dengan mesin CNC Plasma Cutting. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif eksperimental. Data yang diperoleh berupa hasil pengujian kekasaran material baja AISI 1041. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik ANOVA Two factors with Replication, Uji T dan Uji Regresi. Hasil dari penelitian ini mnegungkapkan bahwa ketebalan plat, kecepatan pemotongan, serta interaksi antara keduanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekasaran permukaan pada proses pemotongan baja AISI 1041 menggunakan CNC Plasma Cutting. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung yang lebih besar dibandingkan Ftabel pada semua faktor, yang menunjukkan bahwa masing-masing variabel serta interaksinya memberikan dampak nyata terhadap hasil pemotongan, serta P-value yang lebih kecil dari 0,05, serta nilai Thitung yang lebih besar dari nilai Ttabel, dan regresi linier yang mendekati 1 menunjukan bahwa model linear cukup akurat dalam mempersentasikan data.
</summary>
<dc:date>2025-08-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness Pada Mesin Packer Focke Fx 2 Di Pt Abc</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12589" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ramadhan, REDITYA CHIESA</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12589</id>
<updated>2026-01-14T02:49:16Z</updated>
<published>2025-03-21T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness Pada Mesin Packer Focke Fx 2 Di Pt Abc
Ramadhan, REDITYA CHIESA
Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan performa dan efisiensi mesin Packer Focke FX 2 di PT ABC. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasil nilai OEE dianalisa menggunakan metode Six Big Losses untuk menemukan faktor kerugian dan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) serta fishbone diagram untuk menemukan akar permasalahan dan memberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa nilai OEE pada periode bulan Juni 2024 sampai dengan Agustus 2024 yaitu 43,4 %. Hasil tersebut lebih rendah dari standar OEE dunia yaitu 85 %. Hasil tersebut dipengaruhi tingginya nilai idling and minor stoppage losses diangka 15,84% dan breakdown losses diangka 13,46%. akar permasalahan yang ditemukan menggunakan metode FMEA dengan nilai RPN 228 yaitu jenis kegagalan pada proses Blank feeding dengan mode kegagalan material blank jamming pada area blank track karena spray glue jet tidak berfungsi maksimal. Sehingga usulan perbaikan yang diberikan adalah terkait metode pencegahan, management spare part, dan kompetensi karyawan.
</summary>
<dc:date>2025-03-21T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Karakteristik Penguapan Campuran Bahan Bakar Solar Pertamina Dex Dengan Butanol Sebagai Alternatif Energi Yang Bersih</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12588" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hidayat, Fahrul Rozziq</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12588</id>
<updated>2026-01-14T02:20:47Z</updated>
<published>2025-07-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Karakteristik Penguapan Campuran Bahan Bakar Solar Pertamina Dex Dengan Butanol Sebagai Alternatif Energi Yang Bersih
Hidayat, Fahrul Rozziq
Permasalahan lingkungan dan ketergantungan dunia terhadap bahan bakar fosil terus menjadi&#13;
perhatian utama dalam kebijakan energi global. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana&#13;
sifat penguapan bahan bakar campuran memengaruhi proses pembakaran, efisiensi energi, dan&#13;
pembentukan emisi di mesin diesel. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen&#13;
laboratorium, yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik penguapan campuran bahan bakar&#13;
solar dan butanol dengan variasi komposisi. Eksperimen dilakukan dalam kondisi terkendali untuk&#13;
menganalisis fenomena fisik dari proses evaporasi bahan bakar. Campuran bahan bakar S95B5&#13;
menunjukkan kenaikan suhu yang relatif lebih lambat pada tahap awal pemanasan dibandingkan&#13;
dengan solar murni (S100). Campuran S95B5 lebih mudah membentuk uap pada suhu rendah,&#13;
yang terlihat dari kestabilan suhu yang lebih rendah di awal pemanasan. Hal ini mengindikasikan&#13;
bahwa butanol meningkatkan volatilitas bahan bakar secara keseluruhan, sehingga dapat&#13;
mempercepat proses penguapan saat pemanasan berlangsung. Campuran S95B5 memiliki titik&#13;
nyala sebesar 47,5 °C, yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan solar murni&#13;
(S100) sebesar 63 °C berdasarkan data literatur. Penurunan ini secara langsung menunjukkan&#13;
bahwa campuran bahan bakar yang mengandung butanol lebih mudah terbakar, karena uap bahan&#13;
bakar mudah terbentuk pada suhu yang lebih rendah dan dapat menyala dengan cepat saat kontak&#13;
dengan sumber api. Penambahan 5% n-butanol ke dalam solar (S95B5) secara umum memberikan&#13;
perubahan yang signifikan terhadap karakteristik fisik dan termal bahan bakar, serta meningkatkan&#13;
potensi performa dalam proses pembakaran awal
</summary>
<dc:date>2025-07-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Kecepatan Pemotongan Dan Ketebalan Plat Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Proses Pemotongan Baja Aisi 1041 Dengan Cnc Plasma Cutting</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12561" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fudhola, M. Syahrul</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12561</id>
<updated>2026-01-13T03:38:18Z</updated>
<published>2025-02-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Kecepatan Pemotongan Dan Ketebalan Plat Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Proses Pemotongan Baja Aisi 1041 Dengan Cnc Plasma Cutting
Fudhola, M. Syahrul
CNC Plasma Cutting adalah sebuah mesin yang memiliki fungsi untuk memotong berbagai jenis logam atau plat dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Dalam proses pemotongan dengan CNC Plasma Cutting, terdapat beberapa parameter yang perlu diperhatikan, termasuk kecepatan pemotongan, tekanan gas, kuat arus, dan ketinggian torch. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh kecepatan pemotongan terhadap kekasaran permukaan pada proses pemotongan plat baja AISI 1041dengan mesin CNC Plasma Cutting. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif eksperimental. Data yang diperoleh berupa hasil pengujian kekasaran material baja AISI 1041. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik ANOVA Two factors with Replication, Uji T dan Uji Regresi. Hasil dari penelitian ini mnegungkapkan bahwa ketebalan plat, kecepatan pemotongan, serta interaksi antara keduanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekasaran permukaan pada proses pemotongan baja AISI 1041 menggunakan CNC Plasma Cutting. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung yang lebih besar dibandingkan Ftabel pada semua faktor, serta P-value yang lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan bahwa masing-masing variabel serta interaksinya memberikan dampak nyata terhadap hasil pemotongan.
</summary>
<dc:date>2025-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
