<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Ahwal Al Syakhsyiyyah</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/72" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Ahwal Al Syakhsyiyyah</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/72</id>
<updated>2026-08-06T22:45:10Z</updated>
<dc:date>2026-08-06T22:45:10Z</dc:date>
<entry>
<title>Pemenuhan Hak Dan Kewajiban Suami Istri Dalam Hal Nafkah Di Kalangan Pasangan Warung Madura 24 Jam Perspektif Qirā’Ah Mubadalah Di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13892" rel="alternate"/>
<author>
<name>WIBOWO, ERIK</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13892</id>
<updated>2026-07-29T01:56:49Z</updated>
<published>2024-11-06T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pemenuhan Hak Dan Kewajiban Suami Istri Dalam Hal Nafkah Di Kalangan Pasangan Warung Madura 24 Jam Perspektif Qirā’Ah Mubadalah Di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang
WIBOWO, ERIK
Penelitian ini mengangkat fenomena unik yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga pasangan suami istri pemilik Warung Madura 24 jam di Kelurahan Pagentan, Singosari, Malang. Di tengah kesibukan menjaga warung yang hampir tidak pernah tutup, bagaimana sesungguhnya mereka menjalankan relasi suami istri dalam konteks hak dan kewajiban, khususnya dalam hal nafkah? Lebih dari sekadar pemenuhan materi, penelitian ini mengupas dinamika relasi yang terbentuk dalam kesibukan, kelelahan, cinta, dan komitmen yang terus diperjuangkan bersama.&#13;
Penelitian ini berjudul “Pemenuhan Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Hal Nafkah di Kalangan Pasangan Warung Madura 24 Jam Perspektif Qirā’ah Mubādalah di Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.” Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pasangan suami istri pemilik Warung Madura 24 jam memenuhi hak dan kewajiban mereka, serta bagaimana prinsip kesalingan (mubādalah) diterapkan dalam realitas keseharian mereka.&#13;
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa mayoritas pasangan tetap memegang prinsip agama dan budaya: suami bertanggung jawab utama atas nafkah, sementara istri hadir sebagai penyokong, bukan pengganti. Peran istri dalam membantu mengelola warung dilakukan atas dasar keikhlasan dan musyawarah, bukan paksaan. Sikap saling mendukung, saling percaya, dan berbagi beban secara proporsional menjadi warna dalam hubungan mereka.&#13;
Dalam perspektif qirā’ah mubādalah, hubungan suami istri di kalangan pemilik Warung Madura ini mencerminkan prinsip kesalingan yang adil dan manusiawi. Nafkah bukan sekadar beban materi, melainkan bagian dari komitmen bersama membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Di balik etalase rokok dan rak mie instan, tersimpan cerita tentang cinta yang bekerja dalam diam, tentang kerjasama yang lahir dari kasih sayang, serta tentang kekuatan keluarga yang tumbuh dari kerja keras dan kebersamaan.
</summary>
<dc:date>2024-11-06T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kekerasan Terhadap Anak Di Kota Malang (Perspektif Hukum Islam)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13876" rel="alternate"/>
<author>
<name>ANWAR, GHOISUL</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13876</id>
<updated>2026-07-28T05:02:12Z</updated>
<published>2025-03-20T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kekerasan Terhadap Anak Di Kota Malang (Perspektif Hukum Islam)
ANWAR, GHOISUL
Kekerasan terhadap anak merupakan segala bentuk tindakan atau perilaku yang dapat menyebabkan kerugian, berfokus pada konten esensial, mengacu pada aspek-aspek penting yang harus diperhatikan untuk memahami, mencegah, dan menangani tindakan kekerasan. Kota Malang merupakan daerah yang terdapat kekerasan terhadap anak akan tetapi masih ada kekerasan anak yang yang terjadi. Maka dari itu peneliti merumuskan fokus penelitian, yaitu tentang (1) Bagaimana faktor dan bentuk kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota malang? (2) Bagaimana dampak kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota malang? (3) Bagaimana Hukum Islam mengenai kekerasan terhadap anak di Kota malang?&#13;
Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mendeskripsikan faktor dan bentuk kekerasan terhadap anak di Kota Malang (2) Untuk mendeskripsikan dampak kekerasan terhadap anak di Kota Malang (3) Untuk mendeskripsikan perspektif Hukum Islam terhadap kekerasan terhadap anak di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dengan mengunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat beberapa faktor dan bentuk kekerasan terhadap anak di Kota Malang, faktor nya yaitu seorang anak yang telat mengaji dan menghilangkan sepeda motor sehingga anak tersebut mendapatkan perlakuan kekerasan verbal maupun fisik yang berbentuk pukulan, toxicity serta penelantaran dari keluarga nya.&#13;
Penelitian ini juga menjelaskan dampak kekerasan terhadap anak tersebut salah satu nya adalah tidak betah tinggal bersama keluarga, kelaian seksual serta kebencian terhadap keluarga. Sehingga hukum Islam mengajarkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh keluarga tidak sepatutnya diperlakukan karna perintah yang terdapat di dalam Islam, kekerasan yang diperbolehkan dalam Islam adalah menghukum anak yang tidak melakukan solat dan sewajarnya.
</summary>
<dc:date>2025-03-20T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efektivitas Implementasi Sema Nomor 3 Tahun 2023 Dalam Mengurangi Angka Perceraian Di Pengadilan Agama Kraksaan</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13875" rel="alternate"/>
<author>
<name>IMROAH, AZIZATUL</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13875</id>
<updated>2026-07-28T04:58:46Z</updated>
<published>2025-07-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efektivitas Implementasi Sema Nomor 3 Tahun 2023 Dalam Mengurangi Angka Perceraian Di Pengadilan Agama Kraksaan
IMROAH, AZIZATUL
Meningkatnya angka perceraian setiap tahun, khususnya yang disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus, mendorong Mahkamah Agung untuk menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2023. SEMA ini mengatur bahwa pasangan suami istri yang mengajukan perceraian dengan alasan tersebut harus menjalani masa pisah rumah selama enam bulan terlebih dahulu sebelum perkara dapat diproses. Kebijakan ini bertujuan untuk mempersulit perceraian guna mendorong upaya perdamaian dan mempertahankan keutuhan rumah tangga.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di Pengadilan Agama Kraksaan, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, serta literatur yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penerapan SEMA No. 3 Tahun 2023 dalam mengurangi angka perceraian di wilayah tersebut.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2024, angka perkara perceraian di Pengadilan Agama Kraksaan mengalami peningkatan, baik untuk perkara cerai talak maupun cerai gugat. Hal ini menunjukkan bahwa pemberlakuan SEMA No. 3 Tahun 2023 belum menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam menekan angka perceraian. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah diterapkan, akar permasalahan perceraian belum sepenuhnya tersentuh oleh kebijakan ini. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui penguatan mediasi, edukasi pranikah, dan dukungan sosial untuk menjaga keutuhan rumah tangga.
</summary>
<dc:date>2025-07-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dampak Ketidakharmonisan Keluarga Terhadap Gangguan Emosional Mahasiswa (Studi Kuantitatif pada Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Malang dalam Perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah Imam Asy-Syāṭibī)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13874" rel="alternate"/>
<author>
<name>FADILA, NUR</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13874</id>
<updated>2026-07-28T03:12:46Z</updated>
<published>2025-07-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Ketidakharmonisan Keluarga Terhadap Gangguan Emosional Mahasiswa (Studi Kuantitatif pada Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Malang dalam Perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah Imam Asy-Syāṭibī)
FADILA, NUR
Keluarga turut andil secara signifikan dalam membentuk kestabilan emosi dan perkembangan kepribadian individu. Ketidakharmonisan dalam keluarga, seperti konflik berkepanjangan dan komunikasi yang buruk, dapat memicu gangguan emosional pada mahasiswa, yang berpotensi mengganggu kehidupan akademik dan sosial mereka. Mahasiswa Hukum Keluarga Islam di Universitas Islam Malang merupakan kelompok yang relevan untuk mengkaji dampak ini, terutama dalam konteks pemikiran maqāṣid al-sharī‘ah (ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-‘aql) Imam Asy-Syāṭibī. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ketidakharmonisan keluarga terhadap gangguan emosional mahasiswa (depresi, kecemasan, dan stres), dengan mengkaji temuan tersebut melalui kerangka maqāṣid al-sharī‘ah, terutama dalam dimensi pelestarian jiwa dan pemeliharaan akal.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen DASS-21 yang telah disesuaikan melalui proses pengujian untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan mencakup analisis deskriptif, korelasi pearson serta regreXsi linear sederhana, dengan partisipan berupa mahasiswa aktif Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Malang.&#13;
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat ketidakharmonisan keluarga berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan gangguan emosional mahasiswa juga cukup signifikan dengan dominasi kecemasan. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara ketidakharmonisan keluarga dan gangguan emosional (r = 0,618, p &lt; 0,05). Hasil regresi linear sederhana menunjukkan koefisien sebesar 0,756 dan tingkat signifikansi p &lt; 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa konflik dalam keluarga berperan secara signifikan dalam mempengaruhi kondisi emosional pada mahasiswa.&#13;
Ketidakharmonisan keluarga berpengaruh signifikan terhadap gangguan emosional mahasiswa, yang berdasarkan prinsip-prinsip dalam maqāṣid al-sharī‘ah, kondisi tersebut berpotensi melemahkan fungsi perlindungan terhadap eksistensi jiwa (ḥifẓ al-nafs) serta nalar atau rasio (ḥifẓ al-‘aql). Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga kesejahteraan mental mahasiswa. &#13;
Disarankan agar kampus dan pihak terkait menyediakan layanan konseling yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam untuk mendukung mahasiswa. Penelitian lanjutan dapat mencakup cakupan responden yang lebih luas serta menambahkan variabel lain yang mungkin berkontribusi terhadap gangguan emosional.
</summary>
<dc:date>2025-07-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
