<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Biology</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/75" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Biologi</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/75</id>
<updated>2026-10-10T08:22:54Z</updated>
<dc:date>2026-10-10T08:22:54Z</dc:date>
<entry>
<title>Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Bunga Dan Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Sebagai Bioinsektisida Alami Terhadap Mortalitas Kutu Kucing (Ctenocephalides felis)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14233" rel="alternate"/>
<author>
<name>Adiska</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14233</id>
<updated>2026-10-09T04:08:54Z</updated>
<published>2026-07-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Bunga Dan Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Sebagai Bioinsektisida Alami Terhadap Mortalitas Kutu Kucing (Ctenocephalides felis)
Adiska
Kutu kucing (Ctenocephalides felis) merupakan salah satu ektoparasit yang umum ditemukan pada kucing. Sebagai alternatif untuk mengendalikan populasi kutu kucing, yaitu dengan penggunaan insektisida dari sumber nabati. Salah satu tanaman herbal yang sedang diteliti adalah daun dan bunga pepaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi bunga dan daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas kutu kucing (Ctenocephalides felis). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 jenis perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali untuk setiap perlakuan. Dilakukan uji normalitas data untuk mengetahui jenis uji beda yang cocok digunakan. Selanjutnya Uji Kruskal-Walis, jika terdapat beda signifikan maka dilanjut dengan Uji Mann-Whitney. Data pengujian toksisitas didapatkan melalui analisis nilai LC50 dengan menggunakan uji probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase mortalitas kutu kucing menggunakan ekstrak daun pepaya  tertinggi dengan rata-rata 3,33 pada konsentrasi 50%. Nilai LC50 ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 5000 ppm menghasilkan mortalitas 48%. Perlakuan menggunakan ekstrak bunga pepaya rata-rata kematian tertinggi  yaitu 3,33 pada konsentrasi 50% dan nilai LC50 pada konsentrasi 5000 ppm menghasilkan mortalitas 48%. Perlakuan kombinasi bunga dan daun pepaya rata-rata kematian tertinggi yaitu 6,67 pada konsentrasi 50% dan nilai LC50 pada konsentrasi 3000 ppm menghasilkan mortalitas 76% dan konsentrasi 5000 ppm mortalitas  95%.&#13;
Kata Kunci: bunga pepaya, daun pepaya, ekstrak, insektisida, kutu
</summary>
<dc:date>2026-07-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Lingkungan Air Limbah Produksi Kerupuk Ikan Pada Parameter Fisika, Kimia, Mikrobiologi</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14232" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mudzakaroh, Luluk</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14232</id>
<updated>2026-10-09T04:07:20Z</updated>
<published>2026-06-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Lingkungan Air Limbah Produksi Kerupuk Ikan Pada Parameter Fisika, Kimia, Mikrobiologi
Mudzakaroh, Luluk
Sektor industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, peningkatan produksi kerupuk ikan berpotensi meningkatkan volume air limbah yang mengandung bahan organik tinggi dari sisa ikan dan pati. Pembuangan limbah tanpa pengolahan yang memadai dapat menurunkan kualitas badan air penerima dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pencemaran air sungai irigasi di sekitar lokasi produksi kerupuk ikan. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif dengan penentuan status mutu air berdasarkan metode Indeks Pencemaran (IP). Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun, yaitu sungai sebelum outlet pembuangan limbah, outlet pembuangan limbah, dan sungai sesudah outlet pembuangan limbah. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi suhu, total dissolved solids (TDS), pH, dissolved oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), dan parameter mikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air limbah produksi kerupuk ikan berwarna putih keruh dan berbau amis menyengat, dengan nilai TDS sebesar 1925 mg/L, BOD 14 mg/L, DO 2,8 mg/L, pH 5,7, serta jumlah mikroorganisme sebesar 1,35 × 10⁷ CFU/mL. Karakteristik tersebut menunjukkan kandungan bahan organik yang tinggi dan kondisi perairan yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan perairan penerima. Berdasarkan analisis Indeks Pencemaran, kualitas air sungai irigasi pada stasiun sebelum outlet, outlet, dan sesudah outlet tergolong dalam kategori tercemar ringan hingga sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembuangan limbah produksi kerupuk ikan berkontribusi terhadap penurunan kualitas air sungai irigasi sehingga diperlukan pengelolaan dan pengolahan limbah yang lebih baik sebelum dibuang ke lingkungan.&#13;
Kata Kunci: Air Sungai, Air Limbah, Indeks Pencemaran
</summary>
<dc:date>2026-06-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kombinasi Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana) Dan Daun Pepaya (Carica Papaya) Terhadap Daya Hambat Salmonella Typhi Secara In Vitro</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14231" rel="alternate"/>
<author>
<name>Safira, Anggita Berliana</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14231</id>
<updated>2026-10-09T04:06:37Z</updated>
<published>2026-06-08T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kombinasi Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana) Dan Daun Pepaya (Carica Papaya) Terhadap Daya Hambat Salmonella Typhi Secara In Vitro
Safira, Anggita Berliana
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dengan angka kematian yang masih tinggi di Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami yang lebih aman. Daun alpukat (Persea americana) dan daun pepaya (Carica papaya) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun pepaya terhadap daya hambat Salmonella typhi secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Perlakuan terdiri atas kontrol positif kloramfenikol 0,005%, kontrol negatif aquadest steril, ekstrak tunggal daun alpukat dan daun pepaya konsentrasi 25, 50, 75, dan 100%, serta kombinasi ekstrak rasio 1:1, 2:1, dan 1:2, setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan seluruh perlakuan mampu menghambat pertumbuhan Salmonella typhi dengan kategori daya hambat sedang. Ekstrak tunggal daun pepaya memiliki daya hambat lebih tinggi dibandingkan ekstrak daun alpukat maupun beberapa kombinasi ekstrak. Daya hambat tertinggi diperoleh pada ekstrak daun pepaya konsentrasi 50% dengan rerata diameter zona hambat sebesar 9,49 mm. Aktivitas antibakteri dipengaruhi oleh senyawa bioaktif yang bekerja merusak membran dan dinding sel bakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun pepaya menunjukkan efek antibakteri yang bersifat aditif, sedangkan ekstrak tunggal daun pepaya lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi dibandingkan kombinasi kedua ekstrak tersebut.&#13;
Kata Kunci: Zona Hambat, Aktivitas Antibakteri, Ekstrak Etanol, Difusi Cakram
</summary>
<dc:date>2026-06-08T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Kombinasi Ekstrak Benalu Teh Dan Mangga Terhadap Kadar Protein Total Serum Tikus Wistar Diet Tinggi Lemak</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14230" rel="alternate"/>
<author>
<name>Faricha, Fitria Nurul</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14230</id>
<updated>2026-10-09T04:05:13Z</updated>
<published>2026-05-16T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Kombinasi Ekstrak Benalu Teh Dan Mangga Terhadap Kadar Protein Total Serum Tikus Wistar Diet Tinggi Lemak
Faricha, Fitria Nurul
High Fat Diet (HFD) dapat meningkatkan stres oksidatif yang menyebabkan kerusakan hepatosit, sehingga mengganggu fungsi hepar dalam mensintesis protein plasma. Kombinasi ekstrak benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans.) dan benalu mangga (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan dan hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi ekstrak BTBM terhadap kadar protein total serum serta menentukan dosis optimal pada tikus model HFD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design menggunakan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol HFD, dan tiga kelompok perlakuan yang diberikan kombinasi ekstrak dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB. Induksi HFD dilakukan selama 37 hari, kemudian kadar protein total serum diukur menggunakan metode Biuret. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dengan memperoleh nilai                  P&lt; 0,05 dan dilanjutkan uji Tukey. Berdasarkan hasil uji statistik, dosis 100 mg/kgBB dengan rerata kadar protein total serum sebesar 6,72 ± 0,16 g/dL berbeda nyata dengan kelompok HFD dan tidak berbeda nyata dengan dosis yang lebih tinggi, sehingga ditetapkan sebagai dosis optimal. Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak benalu teh dan benalu mangga berpotensi mempertahankan kadar protein total serum melalui aktivitas antioksidan dan hepatoprotektif pada tikus model High Fat Diet.&#13;
&#13;
Kata Kunci: benalu mangga, benalu teh, diet tinggi lemak, kadar protein total, tikus wistar
</summary>
<dc:date>2026-05-16T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
