<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>MT - Mathematic Education</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/7902" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Thesis Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/7902</id>
<updated>2026-08-03T15:18:44Z</updated>
<dc:date>2026-08-03T15:18:44Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengembangan E-Book Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Kelas VII SMP melalui Culturally Responsive Teaching (CRT)</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13978" rel="alternate"/>
<author>
<name>Suwarji, Wahid Kurniawan</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13978</id>
<updated>2026-07-30T05:42:36Z</updated>
<published>2026-02-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan E-Book Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Kelas VII SMP melalui Culturally Responsive Teaching (CRT)
Suwarji, Wahid Kurniawan
Literasi numerasi merupakan salah satu kompetensi esensial dalam Kurikulum Merdeka yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Hasil observasi di MTsN 2 Kota Jambi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VII masih berada pada kategori dasar, khususnya dalam materi data dan diagram. Rendahnya capaian ini tidak hanya disebabkan oleh kesulitan memahami konsep abstrak, tetapi juga oleh keterbatasan media pembelajaran yang masih dominan berupa buku cetak atau modul digital statis, sehingga kurang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan siswa. Kondisi tersebut membuat pembelajaran kurang bermakna, siswa cepat merasa bosan, serta keterampilan berpikir kritis dan pengambilan keputusan berbasis data tidak berkembang optimal. Selain itu, pembelajaran belum sepenuhnya mempertimbangkan latar belakang budaya siswa, padahal konteks budaya lokal dapat menjadi jembatan penting untuk mengaitkan materi matematika dengan pengalaman nyata mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan e-book interaktif berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) yang dirancang agar valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi numerasi siswa kelas VII MTsN 2 Kota Jambi.&#13;
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan e-book interaktif berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) menggunakan model ADDIE (Branch) yang terdiri atas lima tahap sistematis. Tahap Analyze dilakukan dengan mengidentifikasi kesenjangan kinerja serta kebutuhan guru dan siswa terhadap media kontekstual. Tahap Design merumuskan inventarisasi tugas pembelajaran dan strategi instruksional yang mengintegrasikan literasi numerasi dengan budaya Jambi melalui komponen Condition, Performance, dan Criterion. Tahap Development merealisasikan konten menggunakan Canva dan Heyzine, mengembangkan media pendukung (video, audio, Kahoot, Padlet, Wayground), serta menyusun panduan bagi siswa dan guru. Pada tahap ini pula dilakukan formative revision melalui validasi ahli materi, media, dan budaya. Tahap Implementation dilakukan dengan menyiapkan lingkungan belajar serta menguji cobakan media pada 32 siswa kelas VII MTsN 2 Kota Jambi. Tahap Evaluation dilakukan untuk mengukur kualitas produk secara menyeluruh guna memastikan media yang dihasilkan valid, praktis, dan efektif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book interaktif berbasis CRT dinyatakan valid dengan kategori sangat baik berdasarkan penilaian para ahli. Uji kepraktisan melalui angket respon guru dan siswa menunjukkan persentase sebesar 78,02% dalam kategori baik, yang mengonfirmasi bahwa media mudah digunakan dan navigasinya jelas. Uji efektivitas pada tahap implementasi memperlihatkan peningkatan signifikan literasi numerasi, di mana rata-rata nilai siswa meningkat dari 67,34 (pre-test) menjadi 83,88 (post-test), dengan ketuntasan klasikal naik dari 34,37% menjadi 81,25%. Hasil uji statistik paired sample t-test memperoleh p-value = 0,000 (&lt; 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan yang menunjukkan peningkatan kemampuan siswa. Dengan demikian, e-book interaktif berbasis CRT yang dikembangkan dengan model ADDIE terbukti valid, praktis, dan efektif digunakan dalam meningkatkan literasi numerasi pada materi data dan diagram.&#13;
Penelitian ini telah menghasilkan e-book interaktif berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) pada materi data dan diagram yang terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi numerasi siswa kelas VII. Validitas ditunjukkan melalui penilaian ahli dengan kategori sangat baik, kepraktisan dibuktikan melalui respon positif guru dan siswa dengan persentase penerimaan 78,02%, dan efektivitas terlihat dari peningkatan signifikan literasi numerasi berdasarkan uji paired sample t-test (p-value = 0,000 &lt; 0,05). Dengan demikian, e-book interaktif berbasis CRT layak dijadikan alternatif media pembelajaran digital yang mendukung Kurikulum Merdeka serta memperkuat keterkaitan konsep matematika dengan budaya lokal. Disarankan agar guru memanfaatkan media ini dengan menyediakan akses yang lebih luas, peneliti selanjutnya memperluas cakupan uji coba pada kelas dan materi berbeda, serta mengembangkan fitur interaktif yang lebih sederhana dan ramah pengguna agar pemanfaatan e-book semakin optimal.
</summary>
<dc:date>2026-02-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Disposisi Matematis dan Self-Efficacy</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13977" rel="alternate"/>
<author>
<name>Syarqiyah, Rosyidatus</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13977</id>
<updated>2026-07-30T05:41:54Z</updated>
<published>2026-02-06T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Disposisi Matematis dan Self-Efficacy
Syarqiyah, Rosyidatus
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada materi Sistem Persamaan Linear Satu Variabel (SPLSV) ditinjau dari disposisi matematis dan self-efficacy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari tiga peserta didik yang dipilih secara purposif berdasarkan hasil angket disposisi matematis, self-efficacy, serta hasil tes pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes tertulis, dan wawancara mendalam untuk memperoleh gambaran kemampuan pemecahan masalah peserta didik secara komprehensif. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek memiliki karakteristik kemampuan pemecahan masalah yang berbeda. Subjek pertama menunjukkan kesesuaian antara sikap positif terhadap matematika, keyakinan diri dalam belajar, dan ketepatan dalam menyelesaikan soal. Subjek kedua mampu menunjukkan proses penyelesaian masalah yang baik meskipun sikap matematis dan keyakinan dirinya tidak sekuat subjek pertama, sehingga menunjukkan bahwa keberhasilan pemecahan masalah tidak hanya dipengaruhi oleh satu aspek afektif saja. Sementara itu, subjek ketiga memiliki sikap positif terhadap matematika serta keyakinan diri yang baik, namun masih mengalami kesulitan dalam memahami informasi pada soal, menyusun rencana penyelesaian, serta melakukan pengecekan kembali terhadap hasil yang diperoleh.&#13;
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa disposisi matematis dan self-efficacy memiliki peran dalam proses pemecahan masalah, namun keduanya tidak selalu berjalan selaras dengan keberhasilan penyelesaian soal. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan kognitif, tetapi juga untuk mengembangkan disposisi matematis dan self-efficacy peserta didik secara seimbang agar kemampuan pemecahan masalah dapat berkembang secara optimal.
</summary>
<dc:date>2026-02-06T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Menggunakan Model Multi Level Learning Terintegrasi Learning Menagement System</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13976" rel="alternate"/>
<author>
<name>Munhar, Literacy</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13976</id>
<updated>2026-07-30T05:39:33Z</updated>
<published>2026-02-21T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Menggunakan Model Multi Level Learning Terintegrasi Learning Menagement System
Munhar, Literacy
Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi krusial abad ke-21 yang seringkali terhambat oleh kesenjangan kemampuan siswa di dalam kelas Di MAN Karangasem. Tantangan berpikir kreatif terlihat jelas dari hasil Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) 2023 yang menunjukkan bahwa 72% dari 140 siswa kelas XI kesulitan merumuskan strategi alternatif untuk menyelesaikan soal matematika, seperti menghitung luas lingkaran dengan lebih dari satu pendekatan. Wawancara dengan dua guru matematika mengungkapkan bahwa 90% pembelajaran di kelas masih menggunakan model ceramah yang cenderung menghambat diskusi dan eksplorasi siswa.&#13;
 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan model Multi Level Learning (MLL) terintegrasi Learning Management System (LMS); (2) mendeskripsikan proses implementasi model tersebut; dan (3) menganalisis distribusi peningkatan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan level kelompok siswa. Penelitian secara khusus menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa yang menggunakan Multi Level Learning berbasis Learning Managament System.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method) dengan desain Sequential Explanatory. Subjek penelitian adalah siswa MAN Karangasem yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kreatif dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji-t (Independent Sample t-test) dan kualitatif melalui analisis transkrip wawancara.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat peningkatan signifikan kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen dengan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05 dan rata-rata nilai akhir 88,31, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (81,19); (2) Implementasi model berjalan efektif melalui integrasi fitur video replay di LMS sebagai sumber belajar mandiri dan strategi Upline-Downline dalam MLL sebagai sarana kolaborasi; (3) Peningkatan terjadi di seluruh level dengan karakteristik berbeda: kelompok Pemula meningkat pada indikator Kelancaran (Fluency) berkat fitur pengulangan video, kelompok Menengah meningkat pada Keluwesan (Flexibility) melalui diskusi, dan kelompok Mahir menguat pada Kebaruan (Originality) dan Kerincian (Elaboration) melalui peran tutor sebaya. Temuan ini merekomendasikan penggunaan MLL-LMS sebagai solusi adaptif untuk mengatasi heterogenitas kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika.
</summary>
<dc:date>2026-02-21T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kemampuan Literasi Matematika Melalui Model Contextual Teaching and Learning (CTL)  dengan Konteks Green Education pada Siswa Kelas XI MAN 2 Kerinci</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13975" rel="alternate"/>
<author>
<name>Puspita, Nesya</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13975</id>
<updated>2026-07-30T05:38:33Z</updated>
<published>2026-02-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kemampuan Literasi Matematika Melalui Model Contextual Teaching and Learning (CTL)  dengan Konteks Green Education pada Siswa Kelas XI MAN 2 Kerinci
Puspita, Nesya
Kemampuan literasi matematika merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Literasi matematika tidak hanya berkaitan dengan penguasaan prosedur dan perhitungan, tetapi mencakup kemampuan untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan konsep matematika dalam berbagai konteks kehidupan.&#13;
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi matematika siswa yang ditandai dengan kurangnya kemampuan dalam memahami konteks, melakukan pemodelan matematis, penalaran dan argumentasi, serta komunikasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keefektifan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan konteks Green Education terhadap kemampuan literasi matematika siswa; (2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa yang menggunakan dan yang tidak menggunakan model tersebut; serta (3) mendeskripsikan integrasi hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kerinci pada siswa kelas XI dengan menggunakan pendekatan mixed methods desain sequential explanatory. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa tes pretest–posttest kemampuan literasi matematika pada materi statistika, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan dan keefektifan perlakuan, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CTL dengan konteks Green Education efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi matematika siswa yang belajar menggunakan model CTL dengan konteks Green Education dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Secara deskriptif, siswa pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih baik pada indikator pemahaman konteks, pemodelan matematis, penalaran dan argumentasi, serta komunikasi matematis. Integrasi hasil analisis kuantitatif dan kualitatif saling menguatkan bahwa model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) dengan konteks  Green Education  mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, meningkatkan keterlibatan siswa, serta mengembangkan kemampuan literasi matematika secara komprehensif.
</summary>
<dc:date>2026-02-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
