<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>MT - Mathematic Education</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/7902" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Thesis Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/7902</id>
<updated>2026-07-14T14:13:37Z</updated>
<dc:date>2026-07-14T14:13:37Z</dc:date>
<entry>
<title>Dampak  Resiliensi  Matematis,  Iklim  Belajar, dan  Self  Lefficacy  terhadap  Kemampuan  Penalaran  Matematika  melalui  Gaya  Belajar Peserta  Didik: A  Multifaceted  Analysis</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12659" rel="alternate"/>
<author>
<name>Halisna, M. Iqbal Maulana</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12659</id>
<updated>2026-01-22T04:54:51Z</updated>
<published>2025-02-06T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak  Resiliensi  Matematis,  Iklim  Belajar, dan  Self  Lefficacy  terhadap  Kemampuan  Penalaran  Matematika  melalui  Gaya  Belajar Peserta  Didik: A  Multifaceted  Analysis
Halisna, M. Iqbal Maulana
Kemampuan  penalaran  matematis  merupakan  keterampilan  esensial  dalam  pembelajaran  matematika  yang  berperan  ldalam  lmeningkatkan  lkemampuan  lberpikir  llogis  ldan  lpemecahan  lmasalah.  lKemampuan  lini  lsangat  lpenting  ldalam  lmenghadapi  ltantangan  lakademik  lmaupun  lkehidupan  lsehari-hari,  ldi  lmana  lsiswa  lharus  lmampu  lmenganalisis,  lmenyusun  largumen,  ldan  lmenyelesaikan  lmasalah  lsecara  lsistematis.  lNamun,  lbanyak  lsiswa  lmasih  lmengalami  lkesulitan  ldalam  lmengembangkan  lkemampuan  lini,  lyang  ldapat  lberdampak  lpada  lpencapaian  lakademik  lmereka.  lKesulitan  ltersebut  ldapat  ldisebabkan  loleh  lberbagai  lfaktor,  lseperti  lresiliensi  lmatematis,  liklim  lbelajar,  ldan  lself-efficacy.  lResiliensi  lmatematis  lmerujuk  lpada  lkemampuan  lsiswa  luntuk  lbertahan  ldan  lmenghadapi  ltantangan  ldalam  lpembelajaran  lmatematika,  lsementara  liklim  lbelajar  lberkaitan  ldengan  lkondisi  llingkungan  lsekolah  lyang  lmendukung,  ldan  lself-efficacy  lmencerminkan  ltingkat  lkeyakinan  ldiri  lsiswa  ldalam  lmenyelesaikan  ltugas-tugas  lmatematika.  lOleh  lkarena  litu,  lpenelitian  lini  lbertujuan  luntuk  lmenganalisis  lpengaruh  lketiga  lfaktor  ltersebut  lterhadap  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis,  ldengan  lmempertimbangkan  lgaya  lbelajar  lsebagai  lvariabel  lmediasi.&#13;
Penelitian  lini  lmenggunakan  lpendekatan  lkuantitatif  ldengan  ldesain  leksplanatori,  lyang  lbertujuan  luntuk  lmengetahui  lhubungan  lsebab  lakibat  lantarvariabel  lyang  lditeliti.  lPopulasi  lpenelitian  lterdiri  ldari  lsiswa  lkelas  lX  ldi  lSMK  lBina  lBangsa  ldan  lSMK  lAn-Nur  lAl-Munir  ldengan  ltotal  lkeseluruhan  l398  lsiswa.  lSampel  lpenelitian  ldiambil  lmenggunakan  lteknik  lcluster  lsampling  ldengan  ljumlah  lsebanyak  l120  lsiswa,  ldipilih  lberdasarkan  lkriteria  ltertentu  lyang  lrelevan  ldengan  lpenelitian.  lData  ldikumpulkan  lmelalui  langket  lyang  lmengukur  lresiliensi  lmatematis,  liklim  lbelajar,  lself-efficacy,  lserta  lgaya  lbelajar  lsiswa,  lserta  ltes  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis  lyang  lmenguji  laspek  lpenalaran  ldeduktif  ldan  linduktif.  lData  lyang  ldiperoleh  lkemudian  ldianalisis  lmenggunakan  lteknik  lanalisis  ljalur  l(path  lanalysis)  ldengan  lbantuan  lperangkat  llunak  lSmartPLS  l4  luntuk  lmenguji  lhubungan  llangsung  lmaupun  ltidak  llangsung  lantarvariabel  ldalam  lpenelitian  lini.&#13;
Hasil  lpenelitian  lmenunjukkan  lbahwa  lresiliensi  lmatematis,  liklim  lbelajar,  ldan  lself-efficacy  lberpengaruh  lsecara  lsignifikan  lterhadap  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis  lsiswa.  lSiswa  ldengan  lresiliensi  lmatematis  lyang  ltinggi  lcenderung  llebih  lmampu  lmenghadapi  lkesulitan  ldalam  lmemahami  lkonsep  lmatematika  ldan  lmenemukan  lsolusi  ldari  lpermasalahan  lyang  ldiberikan.  lIklim  lbelajar  lyang  lpositif  ljuga  lberkontribusi  lterhadap  lpeningkatan  lkemampuan  lberpikir  lsiswa,  lterutama  lmelalui  ldukungan  lyang  ldiberikan  loleh  lguru  ldan  llingkungan  lsekolah.  lSelain  litu,  lself-efficacy  lyang  ltinggi  lmembuat  lsiswa  llebih  lpercaya  ldiri  ldalam  lmenyelesaikan  lsoal-soal  lmatematika  ldan  lmendorong  lmereka  luntuk  lberusaha  llebih  lkeras  ldalam  lbelajar.  lGaya  lbelajar  lditemukan  lsebagai  lvariabel  lmediasi  lyang  lmemperkuat  lhubungan  lantara  lvariabel  lbebas  ldan  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis.  lNamun,  ltidak  lsemua  lhubungan  lyang  ldiuji  lmenunjukkan  lpengaruh  lyang  lsignifikan.  lMisalnya,  ltidak  lditemukan  lpengaruh  ltidak  llangsung  lself-efficacy  lterhadap  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis  lmelalui  lgaya  lbelajar.  lSelain  litu,  lhipotesis  lyang  lmenyatakan  lbahwa  liklim  lbelajar  lmemiliki  lpengaruh  lterhadap  lresiliensi  lmatematis  ljuga  ltidak  lterbukti.  lBegitu  lpula  ldengan  lhipotesis  lyang  lmenyatakan  ladanya  lpengaruh  ltidak  llangsung  liklim  lbelajar  lterhadap  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis  lmelalui  lresiliensi  lmatematis  ldan  lgaya  lbelajar,  lyang  ljuga  ltidak  lmenunjukkan  lhubungan  lyang  lsignifikan.&#13;
Kesimpulan  ldari  lpenelitian  lini  lmenunjukkan  lbahwa  lmeskipun  lresiliensi  lmatematis,  lself-efficacy,  ldan  liklim  lbelajar  lmemiliki  lpengaruh  lterhadap  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis  lsiswa,  ltidak  lsemua  lhubungan  lantarvariabel  ldalam  lpenelitian  lini  lsignifikan.  lHasil  lpenelitian  lini  lmemberikan  lpemahaman  lbahwa  lterdapat  lfaktor  llain  lyang  lmungkin  llebih  lberperan  ldalam  lmeningkatkan  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis  lsiswa,  lseperti  lmetode  lpembelajaran,  lmotivasi  lintrinsik,  ldan  ldukungan  ldari  lkeluarga.  lOleh  lkarena  litu,  ldiperlukan  lpenelitian  llebih  llanjut  luntuk  lmenggali  lfaktor  llain  lyang  lmungkin  lmemiliki  ldampak  llebih  lbesar  lterhadap  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis.  lSelain  litu,  lhasil  lpenelitian  lini  ldapat  lmenjadi  lreferensi  ldalam  lpengembangan  lstrategi  lpembelajaran  lyang  llebih  lefektif  luntuk  lmeningkatkan  lkemampuan  lpenalaran  lmatematis  lsiswa,  lseperti  lpenggunaan  lmetode  lpembelajaran  lyang  llebih  linteraktif  ldan  lberorientasi  lpada  lpemecahan  lmasalah,  lserta  lpelatihan  lbagi  lguru  ldalam  lmenerapkan  lstrategi  pembelajaran  yang  mendukung  peningkatan  self-efficacy  dan  resiliensi  matematis  siswa.
</summary>
<dc:date>2025-02-06T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengembangan Video Interaktif Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12631" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nasikah, Faridhatun</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12631</id>
<updated>2026-01-20T06:21:49Z</updated>
<published>2025-05-08T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Video Interaktif Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi
Nasikah, Faridhatun
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi limit fungsi aljabar. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi bagaimana proses dan hasil pengembangan video interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media video interaktif yang efektif dan relevan secara kontekstual, serta mengevaluasi kelayakan dan dampaknya terhadap peningkatan kompetensi dasar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), dengan data diperoleh dari observasi, angket, wawancara, dan tes literasi serta numerasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi, media, dan praktisi pendidikan, serta diimplementasikan secara terbatas pada siswa kelas XI SMAN 1 Singosari. Tahapan pengembangan dilakukan secara sistematis untuk menghasilkan media yang layak digunakan dalam pembelajaran.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video interaktif berbasis PBL yang dikembangkan memperoleh skor validasi rata-rata sebesar 92,4% (kategori sangat valid), dan kepraktisan 90,8% (kategori sangat praktis). Uji efektivitas menggunakan desain pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi dan numerasi siswa, dengan nilai gain score sebesar 0,68 (kategori sedang-tinggi). Uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan nilai p &lt; 0,05, yang mengindikasikan bahwa peningkatan tersebut signifikan. Selain itu, reliabilitas instrumen pengukuran berada pada kategori sangat baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,89. Video interaktif yang dikembangkan menyajikan materi secara visual, interaktif, dan kontekstual dengan simulasi, kuis, serta latihan soal. Fitur-fitur ini secara efektif mendorong partisipasi aktif, berpikir kritis, dan pemahaman konseptual yang lebih mendalam.&#13;
Rekomendasi pembelajaran dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam penyampaian materi matematika yang abstrak, terutama pada materi limit fungsi aljabar. Guru disarankan untuk menggunakan video interaktif berbasis PBL sebagai alternatif media ajar yang mendukung pembelajaran kontekstual, fleksibel, dan mandiri. Video ini dapat digunakan baik dalam pembelajaran tatap muka maupun daring, serta dalam model pembelajaran seperti flipped classroom dan blended learning. Keterlibatan peserta didik dalam penggunaan media ini juga berdampak positif terhadap motivasi dan sikap terhadap matematika. Oleh karena itu, pelatihan bagi guru dalam merancang dan menggunakan media interaktif berbasis masalah perlu ditingkatkan. Sekolah diharapkan mendukung penyediaan infrastruktur dan kebijakan yang menunjang penerapan media berbasis teknologi dalam pembelajaran.&#13;
Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji keefektifan media ini dalam skala yang lebih luas dan pada jenjang pendidikan yang berbeda, guna mengetahui konsistensi dampaknya. Perlu juga dilakukan adaptasi materi video untuk topik matematika lainnya yang memiliki tingkat kompleksitas serupa. Pengembangan media berbasis teknologi sebaiknya melibatkan tim multidisiplin untuk menghasilkan produk dengan kualitas visual, audio, dan pedagogik yang lebih optimal. Analisis jangka panjang mengenai perubahan kemampuan literasi dan numerasi setelah penggunaan media secara berkelanjutan juga menjadi aspek penting yang perlu diteliti. Penelitian mendatang dapat mengeksplorasi integrasi kecerdasan buatan dan personalisasi dalam video interaktif untuk meningkatkan efektivitas belajar individual. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran berbasis PBL akan terus relevan dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan matematika abad ke-21.
</summary>
<dc:date>2025-05-08T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Regulasi Diri dan Dukungan Sosial dalam Membentuk Kemandirian Belajar Matematika: Studi pada Siswa Kelas VIII MTs NU Menara</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12630" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ruf’aniyah</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12630</id>
<updated>2026-01-20T06:20:00Z</updated>
<published>2025-07-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Regulasi Diri dan Dukungan Sosial dalam Membentuk Kemandirian Belajar Matematika: Studi pada Siswa Kelas VIII MTs NU Menara
Ruf’aniyah
Kemandirian belajar merupakan salah satu kemampuan penting dalam pendidikan modern yang berperan dalam membentuk individu yang mampu mengelola proses belajarnya secara efektif dan berkelanjutan. Kemampuan ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah regulasi diri dan dukungan sosial. Regulasi diri memungkinkan siswa mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya, sedangkan dukungan sosial memberi penguatan emosional dan instrumental yang berdampak pada kepercayaan diri serta ketekunan belajar siswa.&#13;
Berdasarkan hasil wawancara awal dengan guru matematika di MTs NU Menara, ditemukan bahwa beberapa siswa masih menunjukkan ketergantungan tinggi dalam belajar. Mereka cenderung mengandalkan guru atau teman saat mengerjakan tugas, merasa kurang percaya diri ketika diminta mengerjakan soal di depan kelas, dan banyak yang mengerjakan pekerjaan rumah (PR) di sekolah.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi diri dan dukungan sosial dalam membentuk kemandirian belajar matematika siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian siswa kelas VIII MTs NU Menara yang telah mempelajari materi transformasi pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara mendalam. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai keterkaitan antar variabel yang diteliti.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi diri dan dukungan sosial saling berperan dalam membentuk dan memperkuat kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Kemandirian belajar tidak hanya terbentuk dari faktor internal siswa, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan sosial yang mendukung proses belajar.
</summary>
<dc:date>2025-07-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penerapan  Model  Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12628" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kholil, Mohamad</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12628</id>
<updated>2026-01-20T05:27:45Z</updated>
<published>2024-02-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penerapan  Model  Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Kholil, Mohamad
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi kongruensi segitiga melalui penerapan model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan pendekatan kontekstual. Kemampuan berpikir kritis dianalisis berdasarkan empat indikator, yaitu: memeriksa kebenaran argumen, menyusun pernyataan disertai alasan, mengidentifikasi asumsi dan data relevan maupun tidak relevan, serta menyusun solusi yang disertai alasan.&#13;
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas khusus di SMP Negeri 2 Ngantang yang dikategorikan ke dalam tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model POGIL dengan pendekatan kontekstual mampu memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara bertahap. Siswa dengan kemampuan tinggi menunjukkan penguasaan hampir seluruh indikator dengan baik. Siswa pada kategori sedang menunjukkan kekuatan dalam menyusun pernyataan dan mengidentifikasi asumsi, tetapi masih kesulitan dalam menyelesaikan proses penyelesaian soal secara utuh. Siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesulitan pada hampir semua indikator, terutama dalam memahami masalah dan menyusun solusi logis.&#13;
Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar guru membiasakan memberikan soal-soal yang mendorong berpikir kritis, siswa lebih aktif berlatih menyelesaikan masalah kontekstual, dan penelitian lebih lanjut mempertimbangkan aspek lain seperti gaya belajar atau variasi materi.
</summary>
<dc:date>2024-02-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
