<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Pharmaceutical</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/80" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Farmasi</subtitle>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/80</id>
<updated>2026-08-26T02:39:51Z</updated>
<dc:date>2026-08-26T02:39:51Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Dextrose 5% Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Ampisilin</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14062" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sari, Dwi Nurvita</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14062</id>
<updated>2026-08-11T04:25:27Z</updated>
<published>2026-02-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Dextrose 5% Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Ampisilin
Sari, Dwi Nurvita
Pendahuluan: injeksi ampisilin memiliki kompatibilitas terbatas dengan cairan infus dalam praktik pencampuran sediaan intravena. Hingga saat laporan ilmiah tentang pengaruh durasi interaksi injeksi ampisilin dengan larutan infus dextrose 5% masih terbatas. Evaluasi perlu dilakukan untuk menilai sifat fisikokimia injeksi ampisilin dalam infus dextrose 5% dalam jangka waktu tertentu.&#13;
Metode: penelitian bersifat observasi laboratorium untuk mengevaluasi kompatibilitas pencampuran injeksi ampisilin dalam larutan infus dextrose 5% pada pengamatan jam ke-0, 2, 4, dan 6. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik yaitu organoleptis dan kejernihan, serta sifat kimia yaitu pH dan kadar. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05, yang dilanjutkan dengan uji tukey HSD p&lt;0,05 dan uji korelasi pearson.&#13;
Hasil: Pencampuran injeksi ampisilin dengan dextrose 5% tidak menunjukan adanya perubahan warna dalam rentang waktu pengamatan. Kekeruhan meningkat pada jam ke-4 hingga ke-6 sebesar 30-70% dibandingkan pada jam ke-0 (p&lt;0,05). Terdapat penurunan pH dan kadar yang berturut-turut sebesar 3-5% dan 10% dibandingkan jam ke-0 (p&lt;0,05). Durasi waktu pencampuran memiliki pengaruh kuat dan signifikan terhadap kekeruhan (r=0,980), pH (r=0,949) dan kadar (r=0,985).&#13;
Kesimpulan: Pencampuran larutan infus dextrose 5% dengan injeksi ampisilin mempengaruhi sifat fisikokimia yaitu kejernihan, pH dan kadar.&#13;
Kata Kunci: Ampisilin, Dextrose 5%, Inkompatibilitas, Durasi Interaksi, Fisikokimia
</summary>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Metabolite Profiling Dan Studi In Silico Potensi Antiinflamasi Ekstrak Metanol  Rimpang Jahe Emprit (Zingiber Officinale Var. Amarum) Melalui Jalur Cyclooxygenase-2 Dan 5-Lipoxygenase</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14061" rel="alternate"/>
<author>
<name>Humaira, Intan Nurkumala</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14061</id>
<updated>2026-08-11T04:24:19Z</updated>
<published>2025-08-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Metabolite Profiling Dan Studi In Silico Potensi Antiinflamasi Ekstrak Metanol  Rimpang Jahe Emprit (Zingiber Officinale Var. Amarum) Melalui Jalur Cyclooxygenase-2 Dan 5-Lipoxygenase
Humaira, Intan Nurkumala
Pendahuluan: Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif sendi yang ditandai dengan proses inflamasi. Pengobatan standar yang dapat dilakukan untuk mengobati proses inflamasi salah satunya golongan Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID). Pemberian NSAID dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping gastrointestinal (GI) yang merugikan. Langkah yang efektif untuk menutupi kelemahan terapi sintetik dapat menggunakan terapi herbal. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber officinale var. amarum) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang diduga berpotensi sebagai agen antiinflamasi melalui penghambatan enzim COX-2 dan 5-LOX.&#13;
Metode: Penelitian ini teridentifikasi sebanyak 34 senyawa aktif hasil metabolite profiling UHPLC-HRMS. Senyawa aktif dilakukan pendekatan in silico dengan metode molecular docking terhadap protein COX-2 (PDB ID: 5IKR) dan 5-LOX (PDB ID: 6N2W). Analisis dilanjutkan dengan prediksi farmakokinetika dan prediksi sifat fisikokimia menggunakan SwissADME.&#13;
Hasil: Senyawa Shogaol (-7.3 kcal/mol), Ferulic acid (-7.3 kcal/mol), Nootkatone (-7.3 kcal/mol) dengan nilai konstanta inhibisi 0.0044 µm memiliki afinitas terbaik terhadap COX-2 (5IKR) dan persentase kemiripan dengan Rofecoxib sebesar 42.85%, 14.28%, dan 28.57%. Hasil terhadap 5-LOX (6N2W) diperoleh Shogaol (-6.2 kcal/mol; Ki 0.0282 µm), Nootkatone (-6.0 kcal/mol; Ki 0.0395 µm), dan 6-Gingerol (-5.5 kcal/mol; Ki 0.0920 µm) dan persentase kemiripan dengan NDGA sebesar 50%, 12.5% dan 25%. Prediksi ADMET menunjukkan permeabilitas kulit yang baik dan tidak memengaruhi P-gp maupun OCT2, meskipun Shogaol dan 6-Gingerol merupakan substrat CYP2D6 dan Nootkatone berpotensi menyebabkan iritasi kulit.&#13;
Kesimpulan: Hasil metabolite profiling rimpang Jahe Emprit teridentifikasi 34 senyawa aktif dengan puncak tertinggi berupa Choline pada waktu retensi 1,21 menit. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Shogaol, Ferulic acid, dan Nootkatone memiliki afinitas terbaik terhadap COX-2 (5IKR), Shogaol, Nootkatone, dan 6-Gingerol terbaik terhadap 5-LOX (6N2W). Hasil prediksi farmakokinetik, Ferulic acid memenuhi seluruh parameter yang ditetapkan dan dinilai sebagai kandidat dengan profil farmakokinetik paling baik. &#13;
Kata kunci: 5-LOX, COX-2, antiinflamasi, Jahe Emprit, molecular docking
</summary>
<dc:date>2025-08-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Outcome Terapi Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit TNI AU LANUD Abdulrachman Saleh</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14060" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kharisma, Gaby Fitri</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14060</id>
<updated>2026-08-11T04:22:43Z</updated>
<published>2026-02-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Outcome Terapi Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit TNI AU LANUD Abdulrachman Saleh
Kharisma, Gaby Fitri
Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan pengendalian tekanan darah secara konsisten untuk mencegah komplikasi. Keberhasilan terapi hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya dukungan keluarga dan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat. Dukungan keluarga berperan dalam memberikan motivasi, pengawasan, serta bantuan emosional, sedangkan kepatuhan minum obat menentukan efektivitas terapi yang dijalankan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat terhadap outcome terapi pada pasien hipertensi.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit TNI AU Lanud Abdulrachman Saleh. Sampel penelitian berjumlah 89 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga, kuesioner MMAS-8, serta data rekam medis untuk menilai tekanan darah. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.&#13;
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan dukungan keluarga tinggi memiliki tekanan darah terkontrol 46% dan responden dengan kepatuhan pengobatan tinggi memiliki tekanan darah terkontrol 47,2%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan dari dukungan keluarga dengan outcome terapi pasien hipertensi dengan nilai signifikansi (p=0,000) dan terdapat hubungan dari kepatuhan pengobatan terhadap outcome terapi pasien hipertensi (p=0,001).&#13;
Kesimpulan: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dari  dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan terhadap outcome terapi pasien hipertensi.&#13;
Kata Kunci: Hipertensi, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Outcome terapi.
</summary>
<dc:date>2026-02-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Dextrose 10% Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Aminofilin</title>
<link href="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14059" rel="alternate"/>
<author>
<name>Erinda, Meylita Shierly</name>
</author>
<id>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14059</id>
<updated>2026-08-11T04:21:39Z</updated>
<published>2026-02-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Dextrose 10% Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Aminofilin
Erinda, Meylita Shierly
Pendahuluan: Injeksi aminofilin memiliki kompatibilitas terbatas dengan cairan infus dalam praktik pencampuran sediaan intravena. Aminofilin merupakan kompleks teofilin dan etilendiamina yang stabilitasnya dipengaruhi oleh pH. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi inkompatibilitas pencampuran injeksi aminofilin dengan larutan infus dextrose 10% dalam jangka waktu tertentu.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasi laboratorium untuk mengevaluasi kompatibilitas pencampuran injeksi aminofilin dalam larutan infus dextrose 10% pada jam ke-0, 2, 4, dan 6. Parameter yang diamati meliputi sifat fisika (warna, kejernihan, kekeruhan) dan sifat kimia (pH dan kadar obat). Data kekeruhan, pH, dan kadar dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA (p&lt;0,05), dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey HSD dan korelasi Pearson.&#13;
Hasil dan Diskusi: Pencampuran larutan infus dextrose 10% dengan injeksi aminofilin pada uji organoleptis menunjukkan tidak adanya perubahan warna dan kejernihan selama pengamatan. Terjadi peningkatan kekeruhan yang signifikan pada jam ke-2, 4, dan 6 sebesar 1,5-3 kali lipat dibandingkan jam ke-0 (p&lt;0,05). Terjadi penurunan pH yang signifikan sebesar 0,62%-2%, dan penurunan kadar obat melebihi 10% pada durasi pengamatan tersebut. Durasi pencampuran memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap kekeruhan (r=0,818), pH (r=0,976), dan kadar obat (r=0,908) (p&lt;0,05).&#13;
Kesimpulan: Durasi pencampuran berhubungan signifikan dengan sifat fisikokimia obat injeksi aminofilin dalam larutan infus dextrose 10%.&#13;
Kata Kunci: Durasi pencampuran, Inkompatibilitas, Aminofilin, Dextrose 10%, Sifat fisika, Sifat kimia.
</summary>
<dc:date>2026-02-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
