<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/153">
<title>MT - Animal Husbandry</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/153</link>
<description>Koleksi Thesis Mahasiswa Prodi Peternakan</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13945"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13943"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13942"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13941"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-05T03:16:00Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13945">
<title>Analisis Tematik, Net Satisfaction Performance  (NSP) dan Model Regresi pada Lima Dimensi Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan  di RPH Gadang Kota Malang</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13945</link>
<description>Analisis Tematik, Net Satisfaction Performance  (NSP) dan Model Regresi pada Lima Dimensi Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan  di RPH Gadang Kota Malang
Kaka, Matius Tikiman
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan prosedur pelayanan rumah potong hewan (RPH), menilai tingkat kepuasan pelanggan terhadap lima dimensi layanan dengan metode Net Satisfaction Performance (NSP), menganalisis pengaruh lima dimensi layanan terhadap kepuasan pelanggan, mengidentifikasi dimensi layanan yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan, membangun model keterkaitan antar dimensi layanan terhadap kepuasan pelanggan. Metode penelitian menggunakan mixed methods dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Objek penelitian yang digunakan adalah RPH Gadang Kota Malang dengan melibatkan 40 responden yang terdiri dari dua kelompok, yaitu: 10 orang petugas RPH Gadang dan 30 orang pelanggannya. Variabel yang diamati adalah lima dimensi layanan meliputi: prosedur dan kualitas layanan, kecepatan dan ketepatan layanan, efektivitas komunikasi, kompetensi SDM, serta implementasi SOP. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik untuk data kualitatif, sedangkan data kuantitatif digunakan untuk menganalisis NSP, regresi linier berganda. &#13;
Hasil penelitian pada lima dimensi layanan di RPH Gadang berdasarkan analisis tematik dan NSP adalah baik. Pada prosedur dan kualitas layanan pada analisis tematik dan NSP berada pada skor  yang sama 4,00 – 5,00 dengan tingkat kesesuaian 80-100%. Kecepatan dan ketepatan layanan memperoleh skor 4,00-5,00 (tematik) dan 3,80-4,00 (NSP) dengan tingkat kesesuaian 77,20-100%. Efektivitas komunikasi skor 3,00-5,00 (tematik) dan 3,00-4,10 (NSP) dengan tingkat kesesuaian 60-100%. Kompetensi SDM pada analisis tematik dan NSP berada pada skor  yang sama 4,00-5,00 dengan tingkat kesesuaian 80-100%. Implementasi SOP skor 3,00-5,00 (tematik) dan 4,00-4,30 (NSP) dengan tingkat kesesuaian 60-100%. Hasil analisis model regresi menunjukkan lima dimensi layanan berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap kepuasan pelanggan (Y) mempunyai nilai konstanta 8.421, dengan koefisien regresi prosedur dan kualitas layanan (X1) sebesar 0,285, kecepatan dan ketepatan layanan (X2) 0,241, efektivitas komunikasi (X3) 0,198, kompetensi SDM (X4) 0,264, serta implementasi SOP (X5) 0,173. Berdasarkan hasil analisis tematik dapat disimpulkan bahwa RPH Gadang menunjukkan kinerja yang baik dengan nilai skor rataan 4,40 dan tingkat kesesuaian 88%. Kepuasan pelanggan berada pada kategori puas dengan skor rataan 4,14 dengan tingkat kesesuain mencapai 83,2% berdasarkan analisis NSP. Analisi model regresi membuktikan lima dimensi layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dengan pengaruh dominan pada prosedur dan kualitas layanan, dengan persamaan regresi Y=8,421 + 0,285X1 +  0,241X2 + 0,198X3 + 0,264X4 + 0,173X5.
</description>
<dc:date>2026-01-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13943">
<title>Analisis Variasi Genetik dan Fenotipe Kuantitatif serta Penerapan Grading pada Pejantan Sapi Pasundan</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13943</link>
<description>Analisis Variasi Genetik dan Fenotipe Kuantitatif serta Penerapan Grading pada Pejantan Sapi Pasundan
Wibowo, Heru Budi
Sapi Pasundan merupakan sapi lokal sebagai plasma nutfah yang strategis untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi genetik dan fenotipe kuantitatif serta penerapan grading pada pejantan Sapi Pasundan sebagai dasar informasi dalam pengembangan breeding ke depan. &#13;
Metode penelitian adalah case study dengan pengambilan sampel purposive sampling yang kriteranya adalah sapi pejantan dengan umur 25 bulan ke atas. Materi yang digunakan adalah sapi jantan Pasundan yang dipelihara di UPTD BPPIBT Sapi Pasundan Ciamis Propinsi Jawa Barat sebanyak 20 ekor. &#13;
Pengamatan sifat kuantitatif dengan berdasarkan pada sifat kuantitatif (lingkar dada, tinggi Pundak, panjang badan dan bobot badan) pada berbagai umur. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji One Way Anova, analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai rataan Cq menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok gen BMP15 dan GDF9. Nilai F = 0,202 dengan P = 0,659 (P &gt; 0,05). (2) hasil analisis One-Way ANOVA  terhadap variasi fenotipe menunjukkan bahwa ada perbedaan variasi fenotipe berdasarkan ukuran lingkar dada, tinggi pundak, panjang badan, dan bobot badan pada pejantan Sapi Pasundan. (3) hasil analisis Bonferroni terhadap variasi fenotipe menunjukkan bahwa ada variasi penerapan grading yang terdapat pada pejantan Sapi Pasundan. (4) hasil analisis Korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna terhadap variasi genetik dan fenotipe berdasarkan penerapan grading pejantan Sapi Pasundan. Nilai koefisien korelasi berkisar 0,145 hingga 0,477 dengan nilai signifikansi (P &gt; 0,05).&#13;
Perlu penelitian variasi genetik dengan gen lainnya yang utamanya berhubungan langsung dengan pertumbuhan Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam dampak pemuliaan ternak terhadap kualitas daging pejantan Sapi Pasundan, terutama terkait dengan kualitas karkas.
</description>
<dc:date>2025-08-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13942">
<title>Struktur Populasi, Insidensi Penyakit dan Respon Antibodi pada Sapi  Lokal dan Kerbau Pampangan Pascavaksinasi Septicaemia Epizootica (SE) di Kabupaten Ogan Komering Ilir  Provinsi Sumatera Selatan</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13942</link>
<description>Struktur Populasi, Insidensi Penyakit dan Respon Antibodi pada Sapi  Lokal dan Kerbau Pampangan Pascavaksinasi Septicaemia Epizootica (SE) di Kabupaten Ogan Komering Ilir  Provinsi Sumatera Selatan
Aksi, Literacy
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi, insidensi penyakit, serta respon antibodi pada sapi lokal dan kerbau Pampangan pascavaksinasi Septicaemia Epizootica (SE) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten OKI merupakan salah satu wilayah sentra pengembangan sapi lokal dan kerbau Pampangan dengan sistem pemeliharaan semi intensif di lahan rawa, namun rentan terhadap wabah penyakit menular. Wabah SE yang terjadi tahun 2024 menyebabkan tingginya angka kasus penyakit dan kematian ternak, sehingga diperlukan evaluasi terhadap perubahan populasi, kejadian kasus penyakit, serta efektivitas program vaksinasi. Fokus penelitian ini mengkaji perbedaan struktur populasi meliputi jumlah ternak, komposisi umur, rasio jantan-betina, serta breeding herd pada sapi dan kerbau Pampangan, menganalisis insidensi penyakit dan cakupan vaksinasi SE, serta respon antibodi pascavaksinasi berdasarkan jenis ternak, bangsa ternak, dan lokasi. Penelitian ini menggunakan metode observasional kuantitatif longitudinal. Data yang digunakan meliputi data sekunder rekording populasi, kasus penyakit dan vaksinasi SE periode Maret-Agustus 2024, serta data hasil uji respon antibodi pascavaksinasi menggunakan metode ELISA. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji statistik sesuai dengan karakteristik data.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan struktur populasi antara sapi dan kerbau Pampangan pada komponen terutama jenis ternak, komposisi umur, rasio jantan dan betina, dan breeding herd. Insidensi penyakit SE cenderung lebih tinggi pada periode pravaksinasi dan menurun pascavaksinasi. Respon antibodi pascavaksinasi SE menunjukkan sebagian besar sapi dan kerbau Pampangan mampu membentuk antibodi, meskipun terdapat variasi respon berdasarkan jenis ternak, bangsa ternak, dan lokasi kecamatan. Disimpulkan bahwa vaksinasi SE berperan penting dalam meningkatkan respon imun dan menekan insidensi penyakit, namun efektivitas pengendalian SE sangat dipengaruhi oleh dinamika struktur populasi ternak. Oleh karena itu, disarankan pendataan struktur populasi dilakukan secara rutin sebagai dasar perencanaan pengendalian penyakit, pelaksanaan vaksinasi SE secara berkelanjutan dan merata terutama di wilayah rawa, serta monitoring respon antibodi dan penguatan regenerasi ternak melalui perlindungan anak dan betina muda untuk menjaga ketersediaan replacement stock. Penelitian selanjutnya perlu difokuskan pada analisis manajemen pemeliharaan ternak guna mendukung pencegahan SE secara berkelanjutan di Kabupaten OKI.
</description>
<dc:date>2026-02-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13941">
<title>Efisiensi Penetasan pada Bebek Hibrida dengan Perbedaan Komposisi Pakan</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13941</link>
<description>Efisiensi Penetasan pada Bebek Hibrida dengan Perbedaan Komposisi Pakan
Khusna, Mustakim Saiful
Inovasi pakan, termasuk pemanfaatan bahan lokal dan limbah agroindustri, terbukti meningkatkan performa dan efisiensi penetasan bebek hibrida. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh komposisi pakan terhadap fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas, dan daya hidup bebek hibrida guna merumuskan formulasi pakan yang optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan bebek yang genetik dan lingkungan dan mesin tetas yang sama spesifikasi. Hasilnya diharapkan memberikan informasi ilmiah dan rekomendasi formulasi pakan yang efisien bagi peternak dan peneliti dalam bidang breeding.&#13;
Metode penelitian ini merupakan studi kasus dengan analisis ragam satu arah ANOVA untuk menguji pengaruh tiga komposisi pakan (pakan A, pakan B, pakan C) terhadap efisiensi penetasan bebek hibrida, yang diamati melalui fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas, dan daya hidup. Jika hasil signifikan, dilanjutkan dengan uji BNT. Pakan berupa campuran bekatul, jagung, karak, kebi, dan konsentrat diberikan di tiga peternakan di Blitar dengan masing-masing 250 butir telur. Penetasan dilakukan dengan mesin tetas yang sama spesifikasinya, sedangkan pengukuran telur fertil menggunakan candling dan penimbangan DOD dengan menggunakan timbangan digital.&#13;
Penelitian ini mengevaluasi tiga formulasi pakan bebek hibrida, yaitu Pakan A (50% konsentrat, 16,67% bekatul, 16,67% kebi, 16,67% jagung; PK 19,98%, EM 2918,33 Kkal/kg), Pakan B (50% konsentrat, 25% bekatul, 25% kebi; PK 20,41%, EM 2762,5 Kkal/kg), dan Pakan C (50% konsentrat, 16,67% bekatul, 16,67% kebi, 16,67% karak; PK 20,21%, EM 2808,33 Kkal/kg). Penelitian dilakukan menggunakan 250 butir telur bebek per peternaknya dengan mesin tetas manual kapasitas 1.000 butir, suhu awal 42 °C diturunkan 0,1 °C per hari, pembalikan telur setiap 6 jam, dan kelembaban dijaga melalui penyemprotan manual serta baskom air di bawah rak. Hasil menunjukkan produksi fertilitas 74,81–75,48% berbeda sangat nyata (P&lt;0,01), dengan uji BNT membedakan Pakan A (terendah), Pakan B (sedang) dan Pakan C (tertinggi), daya tetas 72,32–72,80% tidak berbeda nyata (P&gt;0,05) sementara bobot tetas DOD seragam (45,90–45,95 g; P&gt;0,05) serta daya hidup 12 jam pertama sangat tinggi (99,25–99,70%; P&gt;0,05). Kesimpulannya, variasi pakan tidak memengaruhi daya tetas, bobot tetas, dan daya hidup, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap fertilitas, karena Pakan C menghasilkan fertilitas (75,483%), daya tetas (72,32%),  bobot tetas (45,95 gram), dan daya hidup (99,247%). Secara umum, formulasi pakan C dengan kandungan PK 20,21 %, EM 2808,33 %, LK 4,5 %, SK 14,39 %, Abu 23,59 % ).
</description>
<dc:date>2025-11-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
