<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/1632">
<title>National Proceedings</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/1632</link>
<description>Koleksi Prosiding Nasional Sivitas Akademis Universitas Islam Malang (UNISMA)</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9371"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9337"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9336"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9333"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-14T13:31:08Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9371">
<title>Inventarisasi potensi sumber daya ikan padang lamun sebagai dasar pengelolaan perikanan berbasis ekosistem di Pulau Buntal-Teluk Kotania Kabupaten Seram Barat</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9371</link>
<description>Inventarisasi potensi sumber daya ikan padang lamun sebagai dasar pengelolaan perikanan berbasis ekosistem di Pulau Buntal-Teluk Kotania Kabupaten Seram Barat
Latuconsina, Husain; Al’aidy, Maulana Abas
Padang lamun merupakan salah satu ekosistem perairan pesisir sebagai habitat potensial sum ber daya hayati ikan. Penelitian yang dilaksanakan bulan Juni 2013 di ekosistem padang lamun &#13;
perairan pulau Buntal-Teluk Kotania, Seram Barat, Maluku; bertujuan menjelaskan peranan eko logis padang lamun bagi komunitas ikan dengan menginventarisasi spesies ikan pada areal &#13;
padang lamun. Ikan dikoleksi menggunakan jaring insang dasar yang diletakkan di hamparan &#13;
padang lamun saat pasang bergerak surut pada dua stasiun dengan karakteristik fisik habitat &#13;
lamun yang berbeda. Hasil penelitian berhasil mengoleksi ikan dengan total 2.680 individu, 65 &#13;
spesies, 48 genera dari 33 famili. Pada stasiun I yang diapit mangrove dan terumbu karang di koleksi 1.224 individu, 54 spesies, 41 genera dari 29 famili. Sedangkan stasiun II yang hanya ber dekatan dengan mangrove dikoleksi 1.456 individu, 23 spesies, 19 genera dari 18 famili. Potensi &#13;
spesies ikan yang ditemukan 75% merupakan ikan konsumsi dan 25% merupakan ikan hias. &#13;
Spesies ikan yang ditemukan 6% merupakan khas padang lamun, 28% khas mangrove, 57% khas &#13;
terumbu karang, dan 9% ikan yang terdistirbusi pada ketiga habitat tersebut. Fenomena ini &#13;
membuktikan peranan ekologis padang lamun sebagai jalur migrasi harian antar habitat yang &#13;
memanfaatkan ritme pasang-surut untuk berbagai tujuan seperti mencari makanan, pembesar an, dan berlindung. Dengan demikian diperlukan upaya konservasi ketiga habitat tersebut un tuk pemanfaatan sumber daya perikanan berkelanjutan berbasis ekosistem.
[ARCHIVES] Copyright Article from: Seminar Nasional Ikan ke 8
</description>
<dc:date>2015-02-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9337">
<title>ASOSIASI IKAN SAMANDAR Siganus canaliculatus Park, 1797 PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN PERAIRAN PULAU BUNTAL TELUK KOTANIA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9337</link>
<description>ASOSIASI IKAN SAMANDAR Siganus canaliculatus Park, 1797 PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN PERAIRAN PULAU BUNTAL TELUK KOTANIA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
Latuconsina, Husain; Wasahua, Jahra
Padang Lamun merupakan habitat potensial bagi sumberdaya hayati ikan, salah satu ikan ekonomis penting yang diketahui berasosiasi kuat dengan ekosistem padang lamun adalah Ikan Samandar (Siganus canaliculatus), karena senantiasa didapatkan pada daerah padang lamun dalam jumlah melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan ekologi padang lamun bagi ikan Samndar (S. canaliculatus) berdasarkan kelimpahan dan struktur ukuran ikan kaitannya dengan tingkat kerapatan vegetasi lamun yang berbeda berdasarkan perode bulan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Perairan Pulau Buntal-Teluk Kotania Seram Bagian Barat selama bulan Pebruari-Mei 2015. Dipilih dua lokasi stasiun pengamatan berdasarkan perbedaan kerapatan vegetasi lamun dan kedekatan ekosistem padang lamun dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang dengan asumsi bahwa karakteristik habitat lamun yang berbeda akan memberikan peranan ekologi yang berbeda ditinjau dari perbedaan kelimpahan dan ukuran ikan yang berasosiasi di dalamnya. Koleksi ikan menggunakan jaring insang dasar selama dengan dua kali penarikan sampel setiap bulan mewakili periode bulan gelap dan bulan terang. Dilakukan pengukuran panjang total (TL) setiap individu ikan yang tertangkap. Hasil rata-rata kisaran nilai parameter oseanografi meliputi kecepatan arus, kedalaman, suhu, salinitas, pH dan Do sangat mendukung kehidupan dan distribusi ikan Samandar S. canaliculatus. Selain itu tingkat kerapatan vegetasi lamun yang berbeda tidak mempengaruhi perbedaan kelimpahan dan kisaran ukuran panjang ikan Samandar (S. canaliculatus) yang didapatkan. Kata Kunci : Ikan Samandar (S. canaliculatus), Pulau Buntal, Teluk Kotania
[ARCIVES] Copyright Article From : Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Malang
</description>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9336">
<title>Hubungan Panjang - Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Samandar (Siganus Canaliculatus Park, 1797) pada Ekosistem Padang Lamun Perairan Pulau Buntal Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9336</link>
<description>Hubungan Panjang - Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Samandar (Siganus Canaliculatus Park, 1797) pada Ekosistem Padang Lamun Perairan Pulau Buntal Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat
Latuconsina, Husain; Wasahua, Jahra
Padang Lamun merupakan salah satu habitat potensial bagi sumberdaya ikan ekonomis penting, khususnya ikan Samandar (Siganus Canaliculatus) baik sebagai tempat pembesaran, maupun tempat pemijahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi ikan samandar pada ekosistem padang lamun Perairan Pulau Buntal-Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat. Koleksi ikan menggunakan jaring insang dasar selama 3 bulan mengikuti periode bulan gelap dan terang, selama bulan Pebruari - April 2015. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi dua stasiun dengan karakteristik habitat lamun yang berbeda dan kedekatannya dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang. Hasil penelitian menemukan sebanyak 520 individu ikan Samandar yang terdistribusi pada kedua stasiun, stasiun I ditemukan sebanyak 282 individu, meliputi 154 jantan dan 128 individu betina, sedangkan stasiun II ditemukan 238 individu, meliputi jantan sebanyak 159 individu dan 79 individu betina. Kisaran panjang tubuh ikan jantan pada stasiun I adalah 111,3-186,4 mm dengan kisaran bobot 31,3-82,1 g, dan betina dengan kisaran panjang 106,3-191,4 mm, dengan bobot 31,1-95,9 g. Sedangkan kisaran panjang tubuh ikan jantan pada stasiun II adalah 107,0-174,2 mm dengan bobot 31,4-75,8 g dan betina adalah 121,5-179,2 mm dengan bobot 35,7-85,4 g. Hasil analisa Hubungan Panjang-Bobot mendapatkan bahwa ikan jantan maupun betina pada kedua stasiun pengamatan memiliki pertumbuhan alometriknegatif yang berarti pertambahan panjang tubuh lebih cepat dari pertambahan bobot tubuhnya. Sedangkan hasil analisa korelasi menunjukkan hubungan yang kuat dan sangat kuat antara panjang dan bobot tubuh ikan jantan maupun betina pada kedua stasiun pengamatan dengan kisaran nilai r (0,708-0.902) yang menunjukkan semakin panjang ukuran tubuh ikan, maka akan semakin berat bobot tubuhnya. Nilai faktor kondisi ikan smandar yang ditemukan pada lokasi penelitian bervariasi baik jantan maupun betina, dan meningkat seiring dengan bertambahnya ukuran panjan total (TL) ikan. Kata kunci : Ikan Samandar (Siganus Canaliculatus), Hubungan Panjang-Bobot, Faktor Kondisi, Perairan Pulau Buntal-Teluk Kotania, Seram Barat-Maluku
[ARCHIVES] Copyright Article From : Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan II, Universitas Hasanuddin
</description>
<dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9333">
<title>Variabilitas Harian Kounitas Ikan Padang Lamun Terkait Keberadaan Mangrove Dan Terumbu Karang Di Perairan Pulau Buntal Telukkotania – Seram Bagian Barat</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9333</link>
<description>Variabilitas Harian Kounitas Ikan Padang Lamun Terkait Keberadaan Mangrove Dan Terumbu Karang Di Perairan Pulau Buntal Telukkotania – Seram Bagian Barat
Latuconsina, Husain; Sangadji, Madehusen; Naudin
Penelitian dilaksanakan selama bulan Mei – Juli 2014 di perairan pulau Buntal-Teluk Kotania Seram Bagian Barat yang bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan keragaman spesies dan struktur komunitas ikan padang lamun pada habitat lamun berbeda dan pada periode siang dan malam hari. Ikan dikoleksi mengunakan jaring insang dasar yang diletakan pada hamparan padang lamun yang dibagi menjadi tiga stasiun pengmatan, yaitu: (I) Tepian padang lamun yang berdekatan dengan terumbu karang, (II) Pusat padang lamun, (3) Tepian padang lamun yang berbatasan dengan ekosistem mangrove. Pengamatan dilakukan sebanyak 14 kali (7 kali mewakili periode siang dan 7 kali mewakili periode malam hari) pada setiap stasiun pengamatan dan dilakukan saat pasang bergerak surut. Parameter oseanografi diamati setiap kali penangkapan ikan, meliputi : suhu, salinitas, pH, dan kecepatan yang diukur secara insitu. Variasi struktur komunitas ikan secara temporal dianalisis menggunakan uji-t, dan variasi struktur komunitas ikan secara spasial dianalisis menggunakan Uji F (One Way Anova). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah ikan sebanyak 843 individu, 40 spesies, 28 genera dari 25 famili. Variasi keragaman spesies ikan lebih tinggi pada stasiun I dan terendah pada stasiun III. Secara spasial indeks keanekragaman dan keseragaman lebih tinggi pada stasiun I, dan terendah pada stasiun II, sedangkan indeks dominansi lebih tinggi pada stasiun II dan terendah pada stasiun III. Sementara itu secara temporal pada semua stasiun pengamatan didapatkan Indeks keanekaragaman dan keseragaman lebih tinggi pada malam hari, sebaliknya indeks dominansi lebih tinggi pada siang hari. Kata kunci: variabilitas harian, padang lamun, komunitas ikan, Pulau Buntal-Teluk Kotania
[ARCHIVES] Copyright Article from: Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan XI
</description>
<dc:date>2024-04-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
