<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/40">
<title>UT - Faculty of Animal Husbandry</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/40</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Fakultas Peternakan</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14193"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14170"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14131"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14130"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-13T23:55:04Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14193">
<title>Analisis Peran Penyuluhan Terhadap Performa Ayam Petelur Dan Pendapatan Peternak Di Kabupaten Mojokerto</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14193</link>
<description>Analisis Peran Penyuluhan Terhadap Performa Ayam Petelur Dan Pendapatan Peternak Di Kabupaten Mojokerto
PRASTANDI, MOCHAMMAD MAULANA
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, meliputi Kecamatan Ngoro, Trawas, Pungging, dan Pacet pada tanggal 08 Desember 2025 sampai 05 Januari 2026. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluhan peternakan terhadap peningkatan performa ayam petelur serta pendapatan peternak ayam petelur di Kabupaten Mojokerto.&#13;
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Responden penelitian berjumlah 18 orang peternak ayam petelur, yang terdiri dari 13 peternak yang telah mengikuti penyuluhan dan 5 peternak yang belum mengikuti penyuluhan, dengan total populasi ternak sekitar 36.000 ekor ayam petelur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei komparatif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Variabel yang diamati meliputi kegiatan penyuluhan (frekuensi, partisipasi, materi, dan tingkat penerapan), performa ayam petelur yang terdiri dari Hen Day Production (HDP), deplesi, dan Feed Conversion Ratio (FCR), serta pendapatan peternak. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji t (Independent Sample t-test).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan peternakan berperan signifikan terhadap peningkatan performa ayam petelur. Rata-rata nilai Hen Day Production (HDP) pada peternak yang mengikuti penyuluhan sebesar 83,12%, lebih tinggi dibandingkan peternak yang tidak mengikuti penyuluhan yaitu 74,68%. Tingkat deplesi pada peternak yang mengikuti penyuluhan lebih rendah, yaitu berkisar 5–12% per siklus produksi, sedangkan pada peternak yang tidak mengikuti penyuluhan mencapai 10–15% per siklus. Nilai Feed Conversion Ratio (FCR) pada peternak yang mengikuti penyuluhan berada pada kisaran 2,0–2,2, lebih efisien dibandingkan peternak yang tidak mengikuti penyuluhan dengan FCR 2,3–2,4. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan dengan nilai p &lt; 0,05.&#13;
Selain berdampak pada performa ayam petelur, penyuluhan peternakan juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak. Peternak yang mengikuti penyuluhan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan peternak yang tidak mengikuti penyuluhan. &#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penyuluhan peternakan berperan penting dan signifikan dalam meningkatkan performa ayam petelur serta pendapatan peternak di Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah dan instansi terkait meningkatkan frekuensi dan kualitas kegiatan penyuluhan, penyuluh melakukan pendampingan secara berkelanjutan, serta peternak lebih aktif mengikuti dan menerapkan hasil penyuluhan untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan usaha peternakan ayam petelur.
</description>
<dc:date>2026-04-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14170">
<title>Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Penetapan Harga Jual Kambing Di Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14170</link>
<description>Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Penetapan Harga Jual Kambing Di Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi
KAMALUDIN, MUHAMMAD FAHMI
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 September – 10 Desember 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga jual kambing. Materi penelitian meliputi pedagang kambing aktif (blantik) dengan jumlah responden sebanyaK 46 orang yang mlipurti pengeppul, dan peternak sebagai responden pengisi kuesioner. Responden merupakan penjual kambing dari berbagai ras dengan usia ternak 8–24 bulan, bukan pedagang musiman, rutin bertransaksi, dan memiliki jaringan pemasaran yang aktif. Penelitian juga menggunakan kuesioner yang disusun peneliti sebagai instrumen utama pengumpulan data. Penelitian menggunakan mix methods dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda dan pendekatan kualitatif melalui observasi serta wawancara. Variabel yang digunakan meliputi umur(x1), bobot badan(x2), skor eksterior(x3), jenis kelamin, musim penjualan, dan saluran distribusi.&#13;
Hasil penelitian dari 46 responden menunjukkan bahwa faktor umur kambing(x1), bobot badan kambing(x2), dan skor eksterior kambing(x3) berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap harga jual, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 80,5%. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, diperoleh persamaan Y = –743.611,398 + 26.586,001(X1) + 35.073,063(X2) + 259.242,367(X3). Seluruh koefisien&#13;
bernilai positif, sehingga peningkatan umur, bobot, dan skor eksterior terbukti meningkatkan harga jual kambing. Bobot memiliki pengaruh terbesar, disusul skor eksterior dan umur. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor fisik kambing merupakan penentu utama dalam penetapan harga jual di pasar hewan Kecamatan Tegalsari. Secara deskriptif, jenis kelamin juga mempengaruhi penetapan harga jual, di mana kambing jantan lebih banyak diminati. Faktor musim penjualan menunjukkan bahwa periode Idul Adha dan musim hajatan meningkatkan permintaan sehingga harga cenderung naik. Dari sisi saluran distribusi, terdapat dua saluran dominan masing-masing 41,3%, yaitu Peternak–Pengepul dan Peternak–Belantik– Pengepul. Harga akhir pada saluran Peternak–Pengepul lebih tinggi dibandingkan saluran Peternak– Belantik–Pengepul.&#13;
&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa harga jual kambing di Pasar Hewan Kecamatan Tegalsari dipengaruhi oleh faktor fisik, khususnya bobot&#13;
 &#13;
sebagai variabel paling dominan, serta faktor pasar seperti jenis kelamin, musim, dan saluran distribusi. Disarankan agar peternak meningkatkan bobot dan skor eksterior kambing serta memanfaatkan musim permintaan tinggi. Belantik dan pengepul perlu menerapkan penetapan harga yang lebih transparan menggunakan timbangan, sementara penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain dan dilakukan di lokasi berbeda untuk hasil yang lebih komprehensif.
</description>
<dc:date>2025-12-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14131">
<title>Potensi Larutan Daun Pare Sebagai Antiseptic Teat Dipping Terhadap Score Mastitis  Dan Nilai PH Susu Segar</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14131</link>
<description>Potensi Larutan Daun Pare Sebagai Antiseptic Teat Dipping Terhadap Score Mastitis  Dan Nilai PH Susu Segar
FERDIANSYAH, HANIM NOVAN
Materi yang digunakan adalah 9 ekor sapi perah peranakan Freisen Holstein. Bahan yang digunakan adalah Daun Pare muda yang masih segar, tidak layu dan berwarna hijau, air untuk campuran membuat larutan dan susu segar sapi perah hasil teat dipping. Metode penelitian  adalah percobaan, Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, Perlakuan yaitu P0= Kontrol yaitu teat dipping dengan Povine Iodine, P1= teat dipping dengan larutan Daun Pare 15% dan P2 = konsentrasi Larutan Daun Pare 20%. Variabel yang diamati adalah score mastitis dan pH susu segar. Analisis data menggunakan ANOVA.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan daun pare tidak berpengaruh signifikan (nilai P&gt;0,05) terhadap pH dan CMT susu. Rata-rata hasil nilai pH susu adalah  P0 = 6,6 ; P1 = 6,6 ; dan P2 = 6,5. Rata-rata nilai CMT semua perlakuan adalah PO = 1,08, P1= 1.0, P2 = 1,0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa larutan Daun Pare (Momordica charantia) sebagai antiseptik mempunyai potensi antiseptik teat dipping sama dengan larutan povine iodine berdasarkan score mastitis dan nilai pH. Saran pada penelitian ini adalah supaya untuk meninggkatkan Kesehatan ternak sapi perah dengan menggunakan larutan Daun Pare konsentrasi 15% untuk teat dipping sapi perah, serta perlu dilakukan uji lanjut dengan menggunakan metode ekstraksi yang berbeda.
</description>
<dc:date>2025-11-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14130">
<title>Analisis Usaha Ternak Ayam Broiler Secara Open House System Dan Closed House System Di Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14130</link>
<description>Analisis Usaha Ternak Ayam Broiler Secara Open House System Dan Closed House System Di Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik
MUNAJJAH, AHMAD ANANG
Ayam broiler merupakan komoditas unggas yang banyak dikembangkan karena pertumbuhannya cepat dan menghasilkan daging yang disukai masyarakat. Usaha peternakan ayam broiler di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, memiliki potensi besar karena didukung oleh kondisi geografis dan jumlah produksi yang signifikan, yaitu 5.889,29 ton pada tahun 2021 (BPS, 2021). Sistem pemeliharaan yang digunakan oleh peternak di wilayah ini umumnya terbagi menjadi dua, yaitu open house system dan closed house system, yang masing-masing memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri.&#13;
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 September 2024 – 30 November 2024 bertempat di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja usaha ayam broiler berdasarkan sistem pemeliharaannya dan membandingkan efektivitas produksi antara open house system dan closed house system. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana perbandingan kinerja produksi antara kedua sistem tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui profil peternak yang menggunakan masing-masing sistem sebagai dasar evaluasi pengembangan usaha peternakan yang lebih optimal.&#13;
	Lokasi ini dipilih karena merupakan sentra populasi ayam broiler dengan potensi pengembangan yang tinggi. Materi penelitian meliputi 10 peternakan ayam broiler, masing-masing 5 peternak menggunakan kandang open house system (rata-rata 4.760 ekor) dan closed house system (rata-rata 33.240 ekor). Sampel diambil secara purposive sampling berdasarkan kriteria: populasi &gt;1.000 ekor, sistem kepemilikan mandiri/kemitraan, dan pengalaman beternak &gt;1 tahun. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan fokus pada: Profil peternak, Biaya total (TC = TFC + TVC), Penerimaan (R = p × Q), Keuntungan (π = TR – TC), Break Even Point (BEP): baik BEP harga (TC/Q) maupun BEP produksi (TC/P) dan Revenue Cost Ratio (R/C) = R / C Prosedur wawancara mengikuti tahapan sistematis mulai dari penentuan responden hingga penyusunan laporan. Hasil analisis akan memberikan gambaran perbandingan efisiensi dan profitabilitas antara kandang open house system dan closed house system.
</description>
<dc:date>2025-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
