<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/40">
<title>UT - Faculty of Animal Husbandry</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/40</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Fakultas Peternakan</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12715"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12662"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12661"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12660"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-14T13:36:57Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12715">
<title>Perbedaan Jenis Telur Terhadap Kadar Air Dan Kualitas Organoleptik Telur Asin</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12715</link>
<description>Perbedaan Jenis Telur Terhadap Kadar Air Dan Kualitas Organoleptik Telur Asin
-, RASIDIN
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang, pada tanggal 09 Januari sampai dengan 10 Februari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jenis telur terhadap kadar air dan kualitas organoleptik telur asin.&#13;
Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu telur itik dan telur ayam ras, pengaduk kayu, wadah karton, ember plastik, panci, sendok, tissue, kompor gas, pengukus (alat masak), pisau, kuisioner, dan alat tulis untuk mencatat data. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, bubuk bata merah dan garam krasak dengan perbandingan adonan 4:1 yaitu 400 gram bubuk bata merah dan 100 gram garam dan air. Metode penelitian ini adalah experimen. Perlakuan pada penelitian ini yaitu perbedaan jenis telur yang terbagi atas 2 (dua) perlakuan, antara lain P1 = telur ayam ras dan P2 = telur itik, dengan masing–masing ulangan sebanyak 15 kali. Variabel yang diamati adalah kadar air dan kualitas organoleptik. Data diperoleh dan dianalisis menggunakan uji T tidak berpasangan (Independent Samples T-Test).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sangat nyata pada kedua jenis telur (P&lt;0,01) terhadap kadar air, nilai rata-rata kadar air (%) dari masing-masing perlakuan yaitu 28,13 (P1) dan 38,47 (P2). Ada perbedaan nyata (P&lt;0,05) pada jenis telur terhadap warna kuning telur dan kesukaan, nilai rata-rata pada warna kuning telur dari masing-masing perlakuan yaitu 3,47 (P1) dan 4,47 (P2), nilai rata-rata pada kesukaan dari masing-masing perlakuan yaitu 3,33 (P1) dan 4,53 (P2). Tidak terdapat perbedaan nyata (P&gt;0,05) pada kedua jenis telur terhadap rasa, aroma, tekstur dan warna putih telur, nilai rata-rata pada rasa terhadap telur asin dari masing-masing perlakuan yaitu 3,6 (P1) dan 3,67 (P2), nilai rata-rata pada aroma terhadap telur asin dari masing-masing perlakuan yaitu 3 (P1) dan 3,13 (P2), nilai rata-rata pada tekstur terhadap telur asin dari masing-masing perlakuan yaitu 2,73 (P1) dan 3,4 (P2), nilai rata-rata pada warna putih  terhadap telur asin dari masing-masing perlakuan yaitu 3,53 (P1) dan 4,43 (P2).&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan jenis telur terhadap kadar air dan kualitas organoleptik pada warna kuning telur dan kesukaan telur asin. Pada rasa, aroma tekstur dan warna putih telur tidak terdapat perbedaan. Telur itik menghasilkan telur asin dengan kadar air yang tinggi dan kuning telur berwarna kuning hingga sangat kuning dan tingkat kesukaan sangat suka. Saran : memproduksi telur asin sebaiknya menggunakan telur itik dengan media 400 gram bubuk bata merah, 100 gram garam, dan air, dengan lama pemeraman 12 hari. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya diadakan penelitian dengan variabel kadar protein, kadar lemak, kadar NaCl pada kedua jenis telur asin tersebut.
</description>
<dc:date>2025-08-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12662">
<title>Perbedaan Sistem Perkandangan Terhadap Produksi Dan Berat Jenis Susu Segar Di Kemitraan Koperasi Susu Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12662</link>
<description>Perbedaan Sistem Perkandangan Terhadap Produksi Dan Berat Jenis Susu Segar Di Kemitraan Koperasi Susu Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur
FADILLAH, DAFFA AKBAR
bertempat di Kandang rearing milik Koperasi Sinau Andandani Ekonomi (KOPSAE) dan kandang tertutup milik mitra KOP SAE. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sistem perkandangan terhadap produksi dan berat jenis susu segar. Kegunaan penelitian untuk mengetahui jenis sistem perkandangan yang baik dalam meningkatkan produktivitas sapi perah.&#13;
	Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 ekor sapi perah jenis peranakan frisiean holstein (PFH) pada masa laktasi 3-4. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah milk can, laktodensimeter, dan gelas ukur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, 2 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah P1: pemeliharaan sapi di kandang tertutup. P2: pemeliharaan sapi di kandang terbuka. Variabel yang diamati adalah produksi susu dan berat jenis susu. Data yang diperoleh dianalisa Uji t-tidak berpasangan (independent t test).&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem perkandangan berbeda sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap produksi susu dan berat jenis susu. Rata – rata produksi susu pada P1 adalah 14,85 l/hari, sedangkan pada kandang terbuka P2 adalah13,15 l/hari. Rata – rata berat jenis susu pada kandang tertutup adalah P0 = 1,027 g/ml, sedangkan berat jenis pada kandang terbuka adalah P1 = 1,025 g/ml.&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan sistem perkandangan sangat berbeda terhadap produksi dan berat jenis susu sapi segar. Jumlah produksi dan berat jenis pada kandang tertutup lebih tinggi daripada kandang terbuka. Saran penelitian ini adalah sebaiknya para peternak untuk menerapkan sistem perkandangan tertutup. Saran untuk penelitian lanjutan adalah perlunya meneliti performa sapi perah dan angka kejadian mastitis.
</description>
<dc:date>2025-06-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12661">
<title>Pengaruh Pemberian Probiotik Lactobacillus Salivarius Dan Lactobacillus Casei Dalam Air Minum Ayam Petelur Terhadap Indeks Kuning Telur Dan Haugh Unit Telur Ayam Ras Petelur</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12661</link>
<description>Pengaruh Pemberian Probiotik Lactobacillus Salivarius Dan Lactobacillus Casei Dalam Air Minum Ayam Petelur Terhadap Indeks Kuning Telur Dan Haugh Unit Telur Ayam Ras Petelur
MUBARROK, MOHAMMAD RAMADAN
Penelitian ini dilaksanakan selama 21 hari mulai 10 Desember sampai 31 Desember 2024. Lokasi penelitian ini bertempat di Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Probiotik Lactobacillus Salivarius dan Lactobacillus Casei pada Air Minum Terhadap Indeks Kuning Telur dan Haugh Unit Telur Ayam Ras Petelur meliputi : Indeks Kuning Telur dan Haugh Unit Telur Ayam Petelur&#13;
&#13;
Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Ayam Ras Petelur strain Isa brown yang berumur 70 minggu berjumlah 320 ekor, dan Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei. Perlakuan pemberian Probiotik selama 21 hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap unit perlakuan berisi 80 ekor. Perlakuan dalam penelitian ini sebagai berikut : P0 = air minum tanpa pemberian Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei  (sebagai kontrol), P1 = Pemberian Probiotik Lactobacillus salivarius sebanyak 5 ml/L pada air minum, P2 = Pemberian Probiotik Lactobacillus casei sebanyak 5 ml/L pada air minum, P3 = Pemberian Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei sebanyak 2,5 ml/L + 2,5 ml/L pada air minum. Variabel yang diukur yaitu Indeks kuning telur dan haugh unit telur ayam ras petelur. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA (Analysis Of Variance) dan dilanjut dengan Uji BNT.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei berpengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap nilai Indeks kuning telur dan tidak berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap Haugh unit. Adapun nilai rata-rata Indeks kuning telur setiap perlakuan yaitu P0 : 0,41 ± 0,008a, P1 : 0,43 ± 0,006ab, P2 : 0,46 ± 0,017c, P3 : 0,44 ± 0,017bc. Sedangkan nilai rata-rata Haugh unit setiap perlakuan yaitu P0 : 88,16 ± 3,306, P1 : 90,04 ± 3,425, P2 : 91,88 ± 7,501, P3 :89,44 ± 5,032.&#13;
&#13;
Kesimpulan penelitian ini adalah Pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei dengan dosis sebanyak 5 ml/L menghasilkan nilai terbaik indeks kuning telur 0,46 termasuk mutu I dan tidak berpengaruh terhadap haugh unit, namun mampu meningkatkan nilai haugh unit diatas rata-rata SNI yaitu nilai terbaik 91,88 pada telur ayam ras petelur yang berumur 70 minggu dan pengambilan data di umur 73 minggu.
</description>
<dc:date>2025-02-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12660">
<title>Pengaruh Perendaman Daging Kambing Dengan Pemberian Infusa Daun Salam (Syzygium Polyanthum), Terhadap Kadar Air Dan Keempukan</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12660</link>
<description>Pengaruh Perendaman Daging Kambing Dengan Pemberian Infusa Daun Salam (Syzygium Polyanthum), Terhadap Kadar Air Dan Keempukan
IBRAHIM, ISMET
Penelitian ini dilakukan 08 Januari sampai 07 Februari 2025. Lokasi penelitian bertempat di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman daging kambing Kacang dengan pemberian infusa daun salam terhadap kadar air dan keempukan. Kegunaan penelitian untuk mengetahui pengaruh perendaman daging kambing Kacang dengan pemberian infusa daun salam terhadap kadar air dan keempukannya.&#13;
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging kambing Kacang berumur 2 tahun dengan berat 700 gram diambil dari bagian has dalam, daun salam dengan berat 900 gram. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan analitik, oven, desikator, gelas ukur, botol timbang, pisau, plastik, talenan, alat tulis, stopwatch dan Warner braztler shear forca. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah P0 : perendaman daging kambing tanpa infusa daun salam. P1 : perendaman daging kambing dengan konsentrasi infusa daun salam 5% . P2 : perendaman daging kambing dengan konsentrasi infusa daun salam 10% P3 : perendaman daging kambing dengan konsentrasi infusa daun salam 15%. Waktu lama perendaman daging kambing dengan infusa daun salam 45 menit. Variabel yang diamati adalah kadar air dan keempukan. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan One – Way ANOVA (Analysis of Variance). Apabila hasil berpengaruh nyata maka dilanjut dengan uji BNT untuk menentukan perbedaan antar perlakuan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman daging kambing dengan pemberian infusa daun salam berpengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap kadar air dan keempukan. Rata – rata kadar air adalah P0 = 32,68%a, P1 = 38,21%b, P2 = 42,27%c, P3 = 49,95%d. Rata – rata keempukan daging adalah P0 = 27,61 Na, P1 = 33,87 Nb, P2 = 38,52 Nc, P3 = 43,51 Nd.&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah perendaman daging kambing Kacang dengan pemberian infusa daun salam mempengaruhi kadar air dan keempukan. Perendaman daging kambing dengan konsentrasi 15% selama 45 menit meningkatkan kadar air dan  keempukan daging kambing tersebut. Saran dari penelitian ini adalah perlunya merendam daging kambing dengan 15%  infusa daun salam selama 45 menit untuk meningkatkan kualitas fisik. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai pengaruh perendaman terhadap pH, susut masak, total bakteri dan uji organoleptik daging kambing.
</description>
<dc:date>2025-07-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
