<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/43">
<title>UT - Public Administration</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/43</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Negara</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13559"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13555"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13548"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13547"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-20T03:48:03Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13559">
<title>Strategi Revitalisasi Tata Kelola Dalam Upaya Pengembangan Pasar Induk Among Tani Kota Batu</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13559</link>
<description>Strategi Revitalisasi Tata Kelola Dalam Upaya Pengembangan Pasar Induk Among Tani Kota Batu
Anggraeni, Dewi Ratna Ayu
Bahwa esensialitas tata kelola terhadap pengelolaan pasar pasca dilakukan revitalisasi harus beradaptasi dengan modernisasi dengan menyusun strategi kedepannya dalam keberlanjutan pasar. Pasar Induk Among Tani menjadi salah satu pasar yang berhasil dilakukannya program revitalisasi secara fisik, namun secara non-fisik berupa manajemen, sosial, dan ekonomi belum menyentuh terhadap pedagang. Realitas permasalahan yang terjadi terhadap keberhasilan revitalisasi yang telah dilakukan berupa kurangnya pemasaran yang berdampak pada sepi nya pengunjung serta kondisi banyaknya kios/los yang tutup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis strategi revitalisasi tata kelola dalam upaya pengembangan Pasar Induk Among Tani.&#13;
&#13;
Metode riset ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis menggunakan metode Miles, Huberman dan Saldana disajikan dengan proses data collection, data condensation, data display, conclusions drawing/verifying. Dengan fokus utama pada 3 indikator utama dari teori manajemen strategi terdiri formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi.&#13;
&#13;
Hasil riset menyatakan bahwa strategi revitalisasi tata kelola merujuk pada pendekatan perencanaan secara komprehensif dengan mengintegrasikan digitalisasi sebagai konsep pasar digital berupa rencana adanya Sistem Informasi Manajemen (SIM) pasar yang membutuhkan pendanaan yang besar. Dengan strategi alternatif regenerasi pedagang serta kolaborasi secara high cyclic. Meski demikian, implementasi strategi berupa sekolah pasar yang hanya dilakukan pada momen tertentu serta penggunaan QRIS yang minim sebesar 10%. Evaluasi strategi belum terpenuhinya infrastruktur digital serta dibutuhkan pemasaran digital.&#13;
&#13;
Kesimpulan dari hasil riset ini ialah bahwa dengan strategi berupa rencana mengadopsi digital pada pasar rakyat menjadi rekomendasi alternatif terhadap strategi revitalisasi tata kelola sebagai upaya pengembangan Pasar Induk Among Tani Kota Batu yang dapat memperbaiki kualitas sistem administrasi data yang otentikasi bersifat transparan, responsif, serta efisien. Namun demikian, pentingnya dukungan berupa regulasi dari lintas sektor, pemenuhan infrastruktur digital, pemasaran yang terintegrasi, partisipasi pedagang, serta penguatan kapabilitas pengelola serta pedagang.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Revitalisasi, Manajemen Strategi, Tata Kelola Pasar
</description>
<dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13555">
<title>Implementasi Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (Studi Kasus Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13555</link>
<description>Implementasi Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (Studi Kasus Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu)
Aji, Dwi Krisnanto
Upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, yang mencakup berbagai bentuk bantuan sosial. Salah satu bentuk pelaksanaannya adalah pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Sumbergondo, yang mulai diterapkan sejak tahun 2020 sebagai strategi untuk menurunkan tingkat kemiskinan. Penelitian ini menelaah pelaksanaan BLT-DD, di mana dalam praktiknya masih dijumpai sejumlah tantangan seperti kecemburuan sosial, komunikasi yang kurang efektif antara pemerintah desa dan warga, serta rendahnya pemahaman masyarakat yang tidak menerima bantuan.&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana BLT-DD diimplementasikan di Desa Sumbergondo, serta mengungkap faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan teori implementasi dari George Edward III (dalam Agustino, 2016:136–141), yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus utama penelitian ini adalah pada pelaksanaan BLT-DD, termasuk prosesnya serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan BLT-DD di Desa Sumbergondo telah berjalan cukup baik dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Program ini memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat miskin dan berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan. Meski terdapat hambatan, BLT-DD tetap menunjukkan indikator keberhasilan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah desa untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Ketua RT/RW guna mengurangi kecemburuan dari warga yang tidak menerima bantuan.&#13;
Kata Kunci : Implementasi, Kemiskinan, BLT-DD
</description>
<dc:date>2025-08-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13548">
<title>Evaluasi Upaya Pencegahan Pernikahan Dini  Dan Dampak Bagi Kesejahteraan Keluarga  Di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13548</link>
<description>Evaluasi Upaya Pencegahan Pernikahan Dini  Dan Dampak Bagi Kesejahteraan Keluarga  Di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo
Nabila, Siti Nur
Kecamatan Tongas merupakan salah satu wilayah dengan angka pernikahan dini tertinggi di Kabupaten Probolinggo. Data Pengadilan Agama Kraksaan mencatat, pada periode 2020–2024 terdapat ratusan permohonan dispensasi kawin, sebagian besar dikabulkan. Hal ini menunjukkan bahwa praktik pernikahan usia anak masih marak terjadi meskipun telah diberlakukan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang menetapkan usia minimal menikah 19 tahun. Fenomena ini menimbulkan persoalan serius, seperti rendahnya tingkat pendidikan, tingginya risiko kesehatan reproduksi, serta penurunan kualitas kesejahteraan keluarga. Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui DP3AP2KB bekerja sama dengan PLKB, tokoh agama, dan organisasi masyarakat, melaksanakan program pencegahan dan penanganan pernikahan dini dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga.&#13;
Penelitian ini menggunakan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn yang menekankan enam aspek, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Selain itu, teori kesejahteraan keluarga BKKBN yang meliputi indikator pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan ketahanan keluarga juga digunakan sebagai kerangka analisis. Metode yang dipakai adalah pendekatan penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.. Tujuan penelitian adalah menilai implementasi kebijakan pencegahan pernikahan dini serta dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga, khususnya di Kecamatan Tongas.&#13;
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemerintah daerah melalui DP3AP2KB, PLKB, dan lembaga terkait telah melaksanakan berbagai program pencegahan pernikahan dini, seperti sosialisasi, konseling pranikah, pembinaan remaja melalui PIK-R dan BKR, serta kerja sama dengan sekolah dan lembaga keagamaan. Namun, efektivitas kebijakan masih terbatas karena terkendala budaya yang masih melegitimasi perkawinan anak, keterbatasan tenaga penyuluh, rendahnya kesadaran masyarakat, serta praktik nikah siri yang sulit diawasi secara hukum. Dengan demikian, implementasi kebijakan telah berjalan, tetapi belum menjangkau seluruh sasaran secara optimal di Kecamatan Tongas. Dari sisi dampak, pernikahan dini terbukti berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga, terutama pada aspek pendidikan, kesehatan ibu-anak, kondisi ekonomi rumah tangga, hingga ketahanan keluarga. Banyak pasangan muda belum memiliki kesiapan mental dan finansial, sehingga berpotensi menimbulkan konflik, perceraian, serta risiko stunting pada anak.&#13;
Dapat disimpulkan bahwa kebijakan pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Tongas telah berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan kesehatan reproduksi, tetapi belum sepenuhnya berhasil mengurangi angka pernikahan dini. Faktor budaya, kondisi ekonomi keluarga, dan kurangnya kesiapan masyarakat masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi berkelanjutan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, dan mengembangkan program intervensi berbasis masyarakat agar kebijakan pencegahan pernikahan dini dapat lebih efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan keluarga.&#13;
Kata Kunci: Pencegahan Pernikahan Dini, Kesejahteraan Keluarga, Kecamatan Tongas
</description>
<dc:date>2025-10-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13547">
<title>Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Trijaya Di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13547</link>
<description>Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Trijaya Di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik
Al Ayyubi, Muhammad Salahudin
Penelitian ini mengkaji Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Trijaya di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik dengan tujuan menciptakan tata kelola yang efektif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun tujuan penelitian adalah untuk memahami, mendeskripsikan, serta menganalisis proses pengelolaan BUMDesa Trijaya sekaligus mengidentifikasi kendala-kendala yang muncul selama pelaksanaannya.&#13;
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pada penelitian ini teknik analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana (2014), yang meliputi tahap pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian ini adalah pengelolaan BUMDesa Trijaya di Desa Wadeng, yang diukur dengan menggunakan indikator pengelolaan menurut George Robert Terry, yaitu: a. Perencanaan (Planning), b. Pengorganisasian (Organizing), c. Memberi Dorongan (Actuating), dan d. Pengawasan (Controlling).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BUMDesa Trijaya belum berjalan secara optimal. Berdasarkan indikator George Robert Terry (2021), pada aspek perencanaan, pengurus telah menyusun rencana kerja, namun terdapat kendala berupa analisis potensi lokal yang kurang mendalam dan keterlibatan masyarakat yang masih minim. Dalam pengorganisasian, struktur organisasi sudah terbentuk, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dan koordinasi internal yang belum stabil. Pada aspek pemberian dorongan, unit usaha sudah beroperasi, tetapi kurang inovatif dan belum melibatkan partisipasi masyarakat secara menyeluruh. Sedangkan dalam pengawasan, pencatatan dan pelaporan telah dilakukan, namun mekanisme evaluasi dan tindak lanjut belum berjalan secara sistematis. Dapat disimpulkan bahwa pengelolaan BUMDesa Trijaya di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik masih belum optimal karena beberapa indikator belum terpenuhi dan terdapat hambatan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, penulis memberikan saran sebagai berikut: 1) Perencanaan harus diperkuat melalui analisis potensi desa yang lebih presisi serta peningkatan keterlibatan masyarakat, 2) Pembagian tugas diperlukan untuk diperjelas berdasarkan kompetensi, disertai peningkatan kemampuan pengurus guna mencapai koordinasi yang lebih efektif, 3) Inovasi dalam usaha dan partisipasi masyarakat wajib ditingkatkan lewat sosialisasi serta motivasi yang berkelanjutan, 4) Pengawasan harus diperbaiki dengan menerapkan laporan secara rutin dan evaluasi berkala supaya masalah dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan.&#13;
Kata Kunci : Pengelolaan, BUMDesa, Desa Wadeng
</description>
<dc:date>2025-10-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
