<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/61">
<title>UT - Agrotechnology</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/61</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Agroteknologi</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13889"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13062"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12958"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12926"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-05T15:03:28Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13889">
<title>Pengaruh Aplikasi Macam Nano Partikel Dan Dosis Vermikompos Powder Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga ( Brassica Oleraceavar )Varietas Larisa F1</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13889</link>
<description>Pengaruh Aplikasi Macam Nano Partikel Dan Dosis Vermikompos Powder Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga ( Brassica Oleraceavar )Varietas Larisa F1
NUGROHO, MOCHAMAD NUR
Kubis bunga merupakan salah satu sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki manfaat dalam mencukupi gizi masyarakat sehingga sangat prospektif untuk dibudidayakan. Praktik pertanian yang biasa dilakukan dalam upaya meningkatkan produksi yaitu melalui pemupukan kimia NPK, aplikasi NPK dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek negatif terhadap tanah juga biayanya yang relatif mahal. Salah satu upaya untuk mengurangi pupuk anorganik yaitu dengan menggunakan pupuk organik seperti vermikompos dan juga penambahan nano partikel ZnO dan SiO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi macam nano partikel dan dosis vermikompos powder terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga varietas Larisa F1. Penelitian ini merupakan percobaan pot di green house yang berlokasi di Desa Merjosari,  Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.&#13;
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK Faktorial vs kontrol dengan perlakuan yang diujikan yaitu: P1D1 (SiO2 50 mg/kg+ vermikompo 300g/pot), P1D2 (SiO2 50 mg/kg+ vermikompos 600g/pot), P1D3 (SiO2 50 mg/kg+ vermikompos 900g/pot), P2D1 (ZnO 100 mg/kg+ vermikompos 300g/pot), P2D2 (ZnO 100 mg/kg+ vermikompos 600g), P2D3 (ZnO 100 mg/kg+ vermikompos 900g/pot),  P3D1 ((SiO2+ZnO)+ vermikompos 300g/pot), P3D2 ((SiO2+ZnO)+ vermikompos 600g/pot), P3D3 ((SiO2+ZnO)+ vermikompos 900g/pot) dan satu perlakuan pembanding menggunakan pupuk NPK. Variabel yang diamati meliputi : Pertumbuhan (Tinggi tanaman, Jumlah daun, Luas daun), Hasil (Bobot segar kubis bunga per tanaman, Keliling crop kubis bunga, Bobot segar total tanaman, Bobot kering total tanaman, Indeks panen). &#13;
 Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan macam nano partikel dan dosis vermikompos terhadap variabel pertumbuhan tanaman pada parameter tinggi tanaman dan hasil tanaman kubis bunga varietas Larisa F1 yang meliputi parameter bobot segar kubis bunga per tanaman, keliling crop kubis bunga, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, indeks panen. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan perlakuan P1D3 (SiO2 50 mg/kg+ vermikompos 900g/pot)menunjukan hasil terbaik.
</description>
<dc:date>2025-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13062">
<title>Pengaruh Aplikasi Nano Kompos, Nano Partikel Zno Dan Sio2 Pada Pertumbuhan Bibit (Main Nursery) Tanaman Sawit (Elaeis Guineensis Jacg)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13062</link>
<description>Pengaruh Aplikasi Nano Kompos, Nano Partikel Zno Dan Sio2 Pada Pertumbuhan Bibit (Main Nursery) Tanaman Sawit (Elaeis Guineensis Jacg)
CITRA PRATIWI, ANNISA AZZARAH EKI
Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak nabati terbesar di Indonesia, dengan luas areal 15,93 juta hektar dan produksi CPO mencapai 47,08 juta ton pada tahun 2023. Meskipun ekspor minyak sawit mengalami penurunan dari tahun 2019 hingga 2022, volume ekspor kembali meningkat pada tahun 2023 setelah penurunan terbesar terjadi pada tahun 2020, di mana ekspor mencapai 27,63 juta ton, turun 8,55 persen dibandingkan tahun 2019.&#13;
Pengembangan perkebunan kelapa sawit memerlukan ketersediaan bibit berkualitas dan media tanam yang mendukung pertumbuhan. Pada tahap pembibitan utama, pemupukan menjadi sangat penting, karena kelapa sawit membutuhkan unsur hara makro dan mikro untuk tumbuh dengan optimal. Pupuk nano yang terdiri dari nanokompos dan nanopartikel seperti ZnO dan SiO2, dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dan mendukung pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemberian nanokompos dan nanopartikel terhadap pertumbuhan kelapa sawit pada tahap awal pembibitan.&#13;
             Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse di Dusun Tebelo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada ketinggian 540 mdpl, mulai bulan Juli 2024-Januari 2025. Analisis hasil tanaman sawit dilakukan di Lab Terpadu Fakultas Pertanian (Unisma). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan, di mana setiap ulangan memiliki 3 sampel tanaman dan jumlah keseluruhan sampel tanaman adalah 54. Sampel perlakuan diacak menggunakan undian dalam setiap kelompok. Penelitian ini menggunakan perlakuan nano kompos dan nano partikel ZnO dan SiO2  sebagai berikut: P0 (Kontrol), P1 (100% NPK (2,5 g/pot)), P2  (Nanokompos 1.000 ppm + 50% NPK), P3 (Nanokompos 500 ppm + ZnO 100 ppm + SiO2 50 ppm + 50% NPK), P4 (Nanokompos 1.000 ppm + ZnO 200 ppm + SiO2 100 ppm + 50% NPK), P5 (Nanokompos 1.500 ppm + ZnO 300 ppm + SiO2 150 ppm + 50% NPK). Parameter yang di amati yaitu: tinggi tanaman (cm), jumlah pelepah daun (helaian), luas pelepah daun (cm²), diameter batang, volume akar (cm³), panjang akar primer (cm), bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman, bobot segar akar dan bobot kering akar, kandungan klorofil (spad). Untuk mengertahui pengaruh perlakuan dilakukan uji analisis ragam dan uji BNJ 5% (ANOVA). &#13;
             Hasil penelitian menunjukkan aplikasi nano kompos dan nano partikel Zno dan SiO2 berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan sawit pada tahap pembibitan utama (main nursery) dimana perlakuan terbaik adalah dan P4 (Nanokompos 1.000 ppm + ZnO 200 ppm + SiO2 100 ppm + 50% NPK).
</description>
<dc:date>2025-06-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12958">
<title>Pengaruh Penanaman Jenis Refugia Terhadap Keanekaragaman Musuh Alami Dan Intensitas Serangan Hama Ulat (Spodoptera Exigua Hubner) Pada Tanaman  Bawang Merah (Allium Ascalonicum l.)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12958</link>
<description>Pengaruh Penanaman Jenis Refugia Terhadap Keanekaragaman Musuh Alami Dan Intensitas Serangan Hama Ulat (Spodoptera Exigua Hubner) Pada Tanaman  Bawang Merah (Allium Ascalonicum l.)
TURRIZQI, FATIHA
Seiring kebutuhan bawang merah yang meningkat, petani melakukan budidaya secara intensif. Hal ini meningkatkan kemungkinan hama menyerang tanaman bawang merah. Secara umum petani mengendalikan hama ulat menggunakan pestisida kimia dengan dosis tinggi. Salah satu dampak negatif dari pestisida kimia adalah penurunan keanekaragaman hayati. Metode pengendalian dapat memanfaatkan musuh alami melalui penanaman refugia. Jenis refugia yang telah menunjukkan potensi dalam mengendalikan populasi S. exigua pada bawang merah adalah marigold dan zinnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penanaman kombinasi refugia dengan berbagai warna terhadap keanekaragaman musuh alami dan intensitas serangan hama pada tanaman bawang merah.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari – Maret 2025 di Jln. Tirto Taruno Gang II Dusun Klandungan, Landungsari, Kec. Dau, Kota Malang pada ketinggian 500-800 mdpl. Identifikasi serangga dilakukan dengan bantuan buku Identifikasi Serangga. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan sepuluh perlakuan yaitu, R0 (Kontrol/Tanpa refugia), R1 (Marigold Kuning + Zinnia Merah), R2 (Marigold Kuning + Zinnia Ungu), R3 (Marigold Kuning + Zinnia Pink), R4 (Marigold Orange + Zinnia Merah), R5 (Marigold Orange + Zinnia Ungu), R6 (Marigold Orange + Zinnia Pink), R7 (Marigold Putih + Zinnia Merah), R8 (Marigold Putih + Zinnia Ungu), R9 (Marigold Putih + Zinnia Pink) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang didapat dilakukan uji F (ANOVA), apabila terdapat perbedaan nyata dilakukan uji lanjut BNJ 5%.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R1 – R9 memberikan hasil kepadatan populasi hama 3 – 8 populasi, kejadian serangan hama antara 9,1% hingga 30,3%, intensitas serangan hama antara 8,3% sampai 50,0%, indeks keanekaragaman musuh alami antara 1,24 hingga 2.03, indeks kemerataan antara 0,80 hingga 1.02, indeks Kekayaan Spesies 0,96 hingga 2,02, dan indeks dominasi dominasi spesies antara 0,15 hingga 0,88.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penanaman refugia yang beragam terbukti dapat menekan populasi hama (Spodoptera exigua) dengan kehadiran musuh alami. Selanjutnya penanaman kombinasi refugia terbukti dapat menekan intensitas serangan hama ulat (Spodoptera exigua) dibandingkan perlakuan tanpa refugia pada pertanaman bawang merah.
</description>
<dc:date>2025-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12926">
<title>Uji Lama Induksi Siplo Dan Pemberian Konsentrasi Ammonium Carbonat Terhadap Pertumbuhan Dan Kualitas Hasil Pada Budidaya Tanaman Selada Keriting (Lactuca Sativa l.) Sistem Hidroponik Wick</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12926</link>
<description>Uji Lama Induksi Siplo Dan Pemberian Konsentrasi Ammonium Carbonat Terhadap Pertumbuhan Dan Kualitas Hasil Pada Budidaya Tanaman Selada Keriting (Lactuca Sativa l.) Sistem Hidroponik Wick
PRADANA, ARIZA ALIF
Selada keriting (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat saat ini. Peranan komoditas hortikultura berperan penting dalam pengembangan gizi masyarakat. Selada merupakan tanaman sayuran yang memiliki kandungan gizi tinggi, warna, tekstur, serta yang banyak diminati. Tanaman ini termasuk kedalam tanaman semusim yang dapat dibudidayakan didaerah dingin, lembab baik didataran tinggi maupun rendah.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama induksi siplo dan pemberian ammonium carbonat dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan selama kurun waktu ± 40 hari. Dimulai pada bulan Agustus – September 2022. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse bertepat di Bunulrejo, Belimbing, Kota Malang, Jawa Timur.&#13;
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor I Uji Lama Induksi Siplo yang terdiri dari 3 taraf level yaitu; S0 = 0 menit, S1= 30 menit, dan S2 = 60 menit dan Faktor II Dosis Ammonium Carbonat yang terdiri dari 4 taraf level yaitu ; A0 = 0 ml/L, A1&#13;
= 0,5 ml/L, A2 = 1 ml/L, dan A3 = 1,5 ml/L. Dua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 3 sampel. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, bobot konsumsi, bobot segar akar, bobot kering akar, susut bobot, klorofil, efisiensi biologi dan hasil ton per hektar.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara lama induksi siplo dan pemberian ammonium carbonat terhadap variabel pertumbuhan, pada parameter tinggi tanaman, luas daun dan jumlah daun, secara umum perlakuan S2A3 (Siplo 60 menit + Ammonium Carbonat 1,5 ml/L ) dan S2A2 (Siplo 60 menit + Ammonium Carbonat 1 ml/L ) memberikan hasil yang sama- sama baik. Pengamatan jumlah daun pada tanaman berumur 14, 28 dan 35 hst, perlakuan S2A3 dan S2A3 memberikan respon yang sama dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya, sedangkan pada Pengamatan jumlah daun secara terpisah menunjukkan nilai terbesar pada tanaman berumur 7 dan 21 HST, perlakuan S2 sebesar 9,42 helai dan perlakuan A3 sebesar 9,48 helai. Pengamatan luas daun pada 7hst perlakuan S2A2 dan memberikan respon yang baik sedangkan pada tanaman berumur 14,21,28 dan 35 perlakuan S2A3 memberikan respon tertinggi. Pengamatan tinggi tanaman pada umur 7 hst perlakuan S2A3 memberikan respon yang baik dan berbeda nyata dengan yang lainnya, pada umur 14 hst S2A3, S2A2, S1A2, S2A0 dan S1A0 memberikan respon yang sama, pada tanaman berumur 21 dan 35 hst perlakuan S2A2 dan S2A3 tidak berbeda nyata, dan&#13;
&#13;
pada tanaman berumur 28 hst perlakuan S2A3 memberikan respon yang baik. Dan pada nilai SPAD perlakuan S2A0, S1A0, S0A2, S1A2, S2A2, S0A3, S1A3, S2A3&#13;
memberikan respon yang sama baik dan tidak berbeda nyata.&#13;
Parameter hasil tanaman memperlihatkan data bobot segar tanaman selada terbesar pada perlakuan S2A3 sebesar 260,00 g, berat kering tanaman perlakuan S2 A3 menunjukkan nilai terbesar yaitu 56,26 g, bobot konsumsi tanaman memiliki nilai tertinggi sebesar 246,67 g, bobot susut suhu 260C secara terpisah, nilai terbaik pada perlakuan S0 sebesar 44,52%, perlakuan A0 sebesaar 45,80%, bobot segar akar perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan S2A3 sebesar 30,90 g, untuk bobot kering akar perlakuan terbaik pada perlakuan S2A3 yaitu sebesar 5,50g, paramater efisinensi biologi perlakuan S2A3 memberikan hasil yang baik dan tertinggi yaitu sebesar 99,81%, dan parameter hasil ton per hektar secara terpisah menunjukkan bahwa perlakuan S2 dan A3 memberikan respon terbaik sebesar 8,57 dan 7,79 ton per ha.
</description>
<dc:date>2023-07-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
