<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/6946">
<title>OI - Exact Subjects</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/6946</link>
<description>Koleksi Orasi Ilmiah Bidang Disiplin Ilmu Eksakta Universitas Islam Malang</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13124"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13117"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10455"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10454"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-17T00:55:35Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13124">
<title>Konservasi Biodiversitas Iktiofauna di Ekosistem Padang Lamun (Potensi, Ancaman, dan Tantangan Pengelolaannya di Indonesia)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13124</link>
<description>Konservasi Biodiversitas Iktiofauna di Ekosistem Padang Lamun (Potensi, Ancaman, dan Tantangan Pengelolaannya di Indonesia)
Latuconsina, Husain
</description>
<dc:date>2025-10-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13117">
<title>Teknologi Mikro Master BioferNA (TMMB) untuk Bioremediasi Pertanian dan Kesehatan Tanah Berkelanjutan dalam Menghadapi Perubahan Iklim</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13117</link>
<description>Teknologi Mikro Master BioferNA (TMMB) untuk Bioremediasi Pertanian dan Kesehatan Tanah Berkelanjutan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Arfarita, Novi
Konsep Teknologi Mikro Master BioferNA (TMBB) ini&#13;
meliputi eksplorasi mikroorganisme indigenous, formulasi, pemanfaatan, pengembangan dan monitoring mikrooganisme tanah yang dapat meremediasi lahan pertanian tercemar agrokımıa dan meningkatkan&#13;
pertumbuhan tanaman, kesehatan tanah, dan praktik pertanian berkelanjutan secara keseluruhan. Proses produksi Mikro Master BioferNA meliputi: skreening, isolasi dan identifikasi (bakteri, aktinomicetes, dan fungı) sampai tingkat&#13;
16S-18S IRNA, penambahan&#13;
mikroorganisme hidup, pencampuran semua bahan, pembuatan formulasi cair dan padat (pellet). granulasi formulasi solid, pelapisan. penyaringan formulasi cair, control viabilitas dan monitoring populasinya di lapang menggunakan DGGE atau&#13;
NGS Technology.&#13;
Keunggulan: mikroba indigenus dan aplikasinya di tanah menjadi lebih efektif dan efisien. ramah lingkungan. kemurnian dan viabilitas mikroorganisme terjaga dalam&#13;
formulasi. Formulasi cair ini kemudian dikembangkan dalam bentuk pelet untuk kemudahan dalam penyimpynan dan pengangkutan. serta bersifat slow released (lambat lepas). Kedepan, teknologi ini akan dikembangkan dengan kombinasi pertanian presisi dengan monitoring real-time mikrobioma dan pengembangan Micro Master BioferNA menjadi formulasi coated-polysaccharide.
</description>
<dc:date>2025-11-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10455">
<title>REKAYASA KUALITAS RESIDU TANAMAN:    EMAS HIJAU (NITROGEN) TANAH   ANTARA KEKURANGAN DAN KELIMPAHAN</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10455</link>
<description>REKAYASA KUALITAS RESIDU TANAMAN:    EMAS HIJAU (NITROGEN) TANAH   ANTARA KEKURANGAN DAN KELIMPAHAN
Sholihah, Anis
Rekayasa kualitas bahan organik dengan campuran  kualitas tinggi dan rendah memberikan dampak yang positif terhadap dinamika ketersedian hara terutama hara N. Kandungan N mineral kumulatif meningkat dengan meningkatnya residu kualitas tinggi pada campuran.   Aplikasi campuran residu kacang tanah dan jerami padi   meningkatkan laju mineralisasi N sebesar 37,27% sampai 59,48% ,meningkatkan serapan N sebesar 49,19% sampai 62,95%, meningkatkan efesiensi penggunaan N sebesar 15,04 % sampai 51,48% .  &#13;
Rekayasa kualitas residu tanaman dengan pemberian berbagai konsentrasi 15N menghasilkan residu dengan kualitas yang berbeda, makin tinggi konsentrasi 15N Pidato Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Anis Sholihah, M.P. | 23 yang diberikan makin tinggi pula kualitas residu tanaman. Pemberian residu tanaman berlabel 15N dalam tanah meningkatkan serapan N tanaman jagung, 50,50% lebih tinggi dibanding kontrol.   Besarnya serapan N total yang diserap tanaman jagung dengan pemberian residu kualitas rendah  dan tinggi berturut turut 28,15% dan 35,42% dari total yang ada dalam tanah. Makin tinggi kualitas residu tanaman makin sedikit sisa N yang masih tertinggal dalam tanah, hal ini berarti semakin efisien penggunaan N bagi tanaman. &#13;
Persentase sisa kandungan N tanah setelah musim tanam 1 dan 2 menunjukkan rekayasa kualitas dengan mencampur kualitas rendah dan tinggi menyisakan cadangan N paling tinggi sebesar 66,14 % dibanding tanpa campuran.
</description>
<dc:date>2025-02-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10454">
<title>OPTIMALISASI PENGGUNAAN  COMPLETE FEED PENYEDIA NUTRISI  KELINCI SEBAGAI TERNAK NON  RUMINANSIA PRODUKTIF</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10454</link>
<description>OPTIMALISASI PENGGUNAAN  COMPLETE FEED PENYEDIA NUTRISI  KELINCI SEBAGAI TERNAK NON  RUMINANSIA PRODUKTIF
Ali, Usman
Penelitian ini dapat disimpulkan menjadi beberapa hal sebagai berikut bahwa; Pertama, Potensi limbah agroindustri lokal KKO di Malang Raya dan Kota Batu mencapai 3015,08 - 5230,07 kg/hari (BK). Pemanfataan KDK masih sedikit maka KKO dikombinasikan dengan persentase 60 % KDK, 20 % KBK dan 20 % onggok dalam bentuk kering giling. Ketersediaan bahan kering KDK sebanyak 171,58 - 254,47 kg/ hari dapat mencukupi kebutuhan pakan kelinci dewasa sebanyak 9912 - 14701 ekor. &#13;
Kandungan nutrien KKO (dalam BK): PK 10,10 % ;  SK 21,00 % ; LK 31,52 % ; NDF 33,42 % dan selulosa 11,98 %.   Kedua, pengimplementasian pembelajaran BSI berwawasan ekoliterasi perlu disertai dengan sikap hati-hati dan cermat agar pembelajaran BSI tidak beralih fungsi ke arah Fermentasi KKO optimal adalah penggunaan konsentrasi koloni bakteri selulolitik &#13;
108 cfu/g BK bahan dan lama inkubasi 8 hari, dapat meningkatkan kandungan PK menjadi 11,55 % dan menurunkan SK menjadi 17,34 % ; LK  31,29 % ; NDF 28,23 % dan selulosa 8,89 %. Ketiga,i. Penggunaan KKOF 30 % dalam pakan lengkap dan kelompok BB sedang (K2) memberikan respon terbaik terhadap performan kelinci dengan KBK pakan 103,03 &#13;
g/ekor/hari sebesar 6,14 % BB dan KBOT 61,31 g/ekor/hari pada rataan BB kelinci 1678,17 ± 123,45 g ; PBB 23,48 g/ekor/hari ; konversi  pakan 4,37 ; karkas 55,59 %, lemak daging 10,03 %, kolesterol daging 60,96 mg/ 100 g dan IOFC Rp. 38215,-/ ekor. &#13;
Hadirin yang saya muliakan, atas rahmat yang Allah SWT berikan kepada saya yang tak terhingga besarnya, termasuk pemberian amanah sebagai Guru Besar di FAPET Unisma ini, saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah mengenalkan saya pada dunia peternakan. Pada awalnya saya tidak mengira bahwa kecintaan saya pada peternakan ini bisa membawa saya ke bidang nutrisi dan teknologi pakan ternak serta dunia akademik yang sedemikian luas, dan mengantarkan saya menjadi seorang Guru Besar. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah Nya dalam menjalankan tugas amanah sebagai Guru Besar ini.
</description>
<dc:date>2025-02-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
