<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/7">
<title>Dissertations and Theses</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/7</link>
<description>Koleksi Tugas Akhir Mahasiswa Program Sarjana (S1), Pascasarjana (S2), dan Program Doktoral (S3)</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14209"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14208"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14207"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14206"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-16T22:54:57Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14209">
<title>Efek Antibakteri Kombinasi Ekstrak Kulit Kayu Manis dengan Tetracycline dan Kombinasi Ekstrak Kulit Kayu Manis dengan Clindamycin Terhadap Staphylococcus Aureus</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14209</link>
<description>Efek Antibakteri Kombinasi Ekstrak Kulit Kayu Manis dengan Tetracycline dan Kombinasi Ekstrak Kulit Kayu Manis dengan Clindamycin Terhadap Staphylococcus Aureus
Pramudya, Rizal Cahya
Pendahuluan: Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram-positif oportunistik yang dapat menyebabkan berbagai infeksi. Penatalaksanaan infeksi umumnya menggunakan antibiotik, seperti tetracycline dan clindamycin, namun efektivitasnya dapat dipengaruhi oleh meningkatnya resistensi bakteri. Ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, eugenol, dan sinamaldehid yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga berpotensi berinteraksi dengan antibiotik melalui mekanisme kerja yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek kombinasi ekstrak kulit kayu manis dengan clindamycin maupun tetracycline terhadap Staphylococcus aureus.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik in vitro yang dilakukan di LPRK Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang pada April–Mei 2025. Ekstrak kulit kayu manis diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan digunakan pada konsentrasi optimum 500.000 ppm, kemudian dikombinasikan dengan clindamycin dan tetracycline menggunakan metode Ameri–Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Data diameter zona hambat dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney.&#13;
Hasil: Kombinasi ekstrak kulit kayu manis dengan clindamycin menghasilkan diameter zona hambat 29,21 ± 3,47 mm yang tidak berbeda bermakna dibandingkan clindamycin (30,82 ± 3,34 mm; p = 0,28). Kombinasi ekstrak kulit kayu manis dengan tetracycline menghasilkan diameter zona hambat 33,66 ± 2,90 mm yang juga tidak berbeda bermakna dibandingkan tetracycline (34,85 ± 2,91 mm; p = 0,28). Berdasarkan interpretasi metode AZDAST, kedua kombinasi tersebut termasuk dalam kategori not distinguishable.&#13;
Kesimpulan: Berdasarkan interpretasi metode AZDAST, kombinasi ekstrak etanol kulit Cinnamomum burmannii dengan clindamycin maupun tetracycline belum menunjukkan adanya interaksi yang bermakna terhadap aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada kondisi penelitian yang digunakan, ekstrak kulit C. burmannii belum berpotensi sebagai agen pendamping (adjuvant) untuk meningkatkan efektivitas antibakteri clindamycin maupun tetracycline terhadap S. aureus.&#13;
&#13;
Kata kunci: Cinnamomum burmannii, Staphylococcus aureus, AZDAST, clindamycin, tetracycline.
</description>
<dc:date>2026-06-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14208">
<title>Pengaruh Persepsi Remaja pada Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kecenderungan Depresi dan Perilaku Self Harm di Smpn 2 Kota Malang</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14208</link>
<description>Pengaruh Persepsi Remaja pada Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kecenderungan Depresi dan Perilaku Self Harm di Smpn 2 Kota Malang
Mutiarani, Tri Widiya
Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode perkembangan yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan perilaku self-harm. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi psikologis remaja adalah pola asuh orang tua. Persepsi remaja terhadap pola asuh yang kurang suportif dapat meningkatkan risiko munculnya tekanan emosional, depresi, dan perilaku menyakiti diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi remaja terhadap pola asuh orang tua terhadap kecenderungan depresi dan perilaku self-harm pada siswa SMP Negeri 2 Kota Malang.&#13;
&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Malang sebanyak 300 siswa, dengan sampel penelitian sebanyak 186 responden yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pola asuh orang tua, Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) subskala depresi, dan Self-Harm Inventory (SHI). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan regresi logistik ordinal dengan tingkat signifikansi 0,05.&#13;
&#13;
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi remaja mengenai pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan depresi (p = 0,000; R² = 0,129) dan perilaku self-harm (p = 0,012; R² = 0,025). Persepsi pola asuh orang tua menjelaskan 12,9% variasi kecenderungan depresi dan 2,5% variasi perilaku self-harm, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.&#13;
&#13;
Simpulan: Persepsi remaja mengenai pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan depresi dan perilaku self-harm pada remaja di SMPN 2 Kota Malang. Namun, besarnya kontribusi pengaruh relatif kecil, sehingga faktor lain di luar penelitian ini juga berperan dalam memengaruhi kedua kondisi tersebut.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pola asuh orang tua, persepsi remaja, depresi, self-harm, remaja
</description>
<dc:date>2026-07-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14207">
<title>Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kondisi Preeklamsia dan Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Kota Malang</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14207</link>
<description>Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kondisi Preeklamsia dan Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Kota Malang
Yuzartama, Rakha
Pendahuluan: Anemia, preeklamsia, dan asfiksia neonatorum merupakan kondisi klinis yang saling berkaitan melalui mekanisme gangguan oksigenasi jaringan. Anemia pada kehamilan menyebabkan penurunan pendistribusian (delivery) oksigen yang dapat memperberat kondisi hipoksia pada plasenta, sehingga berpotensi memicu disfungsi endotel pada preeklamsia serta membatasi cadangan oksigen janin yang berisiko menyebabkan asfiksia neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan anemia pada ibu hamil terhadap risiko terjadinya preeklamsia dan asfiksia neonatorum di RS Kota Malang.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan Case control retrospektif untuk mengetahui hubungan antara preeklamsia dan asfiksia neonatorum pada ibu hamil dengan anemia di RS Kota Malang. Data sekunder diperoleh dari rekam medis ibu yang mengalami anemia, preeklamsia dan bayi yang  mengalami asfiksia neonatorum mulai bulan Januari 2020 sampai dengan Desember 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 55 orang pada anemia terhadap kejadian preeklamsia dan 9 responden pada anemia terhadap asfiksia neonatorum dengan kelompok kontrol sebanding. Penilaian kadar anemia diklasifikasikan berdasarkan kelompok: normal (Hb ≥11 g/dL), ringan (10-10,9 g/dL), sedang (7-9,9 g/dL), dan berat (≤7 g/dL). Analisis data menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara kadar anemia pada ibu hamil dengan kejadian preeklampsia dan asfiksia neonatorum menggunakan SPSS versi 22.0. Nilai p &lt; 0,05 dianggap bermakna secara statistik.&#13;
Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan antara kadar anemia pada ibu hamil dengan kejadian preeklampsia (p &gt; 0,05) maupun kejadian asfiksia neonatorum (p &gt; 0,05), sehingga pada penelitian ini kadar anemia ibu hamil tidak berhubungan dengan kedua luaran tersebut.&#13;
Kesimpulan: Anemia pada kehamilan bukan merupakan faktor risiko terjadinya preeklamsia dan asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Kota Malang.&#13;
Kata Kunci: Anemia; Ibu hamil; Preeklamsia; Asfiksia Neonatorum
</description>
<dc:date>2026-01-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14206">
<title>Analisis Hubungan Beban Kerja dan Shift Kerja Terhadap Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi FK UNISMA</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14206</link>
<description>Analisis Hubungan Beban Kerja dan Shift Kerja Terhadap Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi FK UNISMA
Hasan A., Robby Maulana
Pendahuluan : Pendidikan profesi dokter merupakan tahap pendidikan dengan tuntutan akademik dan klinis yang kompleks. Keterlibatan mahasiswa dalam pelayanan pasien, aktivitas klinik, serta adaptasi terhadap lingkungan rumah sakit dapat menjadi sumber tekanan psikologis yang berhubungan dengan kecemasan. Beban kerja dan shift kerja merupakan beberapa aspek yang diduga berkaitan dengan kondisi psikologis mahasiswa pendidikan profesi dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dan shift kerja terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang.&#13;
&#13;
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 120 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner beban kerja nursalam, kuesioner shift kerja, dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test dengan tingkat kemaknaan 0,05.&#13;
&#13;
Hasil dan Pembahasan : Sebagian besar responden memiliki beban kerja kategori sedang sebanyak 57 responden (47,5%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan tingkat kecemasan (p=0,973) dan antara jumlah shift kerja dengan tingkat kecemasan (p=0,385). Jumlah jam kerja per minggu (p=0,464) dan waktu istirahat harian (p=0,691) juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan tingkat kecemasan. Analisis tambahan menggunakan Cramer's V menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara variabel yang diteliti berada pada kategori sangat lemah hingga lemah. Hasil ini menunjukkan bahwa kecemasan pada mahasiswa pendidikan profesi dokter merupakan kondisi yang kompleks dan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas klinik, tetapi juga kemungkinan dipengaruhi oleh faktor individu maupun lingkungan pembelajaran.&#13;
&#13;
Simpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara beban kerja dan shift kerja dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang.&#13;
&#13;
Kata Kunci : beban kerja, shift kerja, kecemasan, mahasiswa pendidikan profesi dokter.
</description>
<dc:date>2026-07-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
