<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/72">
<title>UT - Ahwal Al Syakhsyiyyah</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/72</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Ahwal Al Syakhsyiyyah</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13722"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13716"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13715"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13714"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-21T16:39:32Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13722">
<title>Peran Kua Dalam Mewujudkan Keluarga Samara Dengan Pemeriksaan Kesehatan Guna Mencegah Penyakit Menular Dan Penyakit Genetik Perspektif Hukum Islam Di Kua Kecamatan Kanigoro</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13722</link>
<description>Peran Kua Dalam Mewujudkan Keluarga Samara Dengan Pemeriksaan Kesehatan Guna Mencegah Penyakit Menular Dan Penyakit Genetik Perspektif Hukum Islam Di Kua Kecamatan Kanigoro
KUSUMANINGRUM, AULIA PUTRI
Pernikahan dalam Islam adalah membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah (samara). Namun, realisasi tujuan ini sering kali terhambat oleh berbagai masalah kesehatan yang muncul dalam kehidupan rumah tangga, seperti penyakit menular dan penyakit genetik. Di Kabupaten Blitar kasus penyakit menular HIV/AIDS dan penyakit genetik diabetes melitus meningkat signifikan. Dalam konteks ini, Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pencatat pernikahan, tetapi juga sebagai institusi yang dapat berkontribusi dalam pembinaan calon pengantin melalui pemeriksaan kesehatan pranikah.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran KUA dalam mendorong pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin guna mencegah penyakit menular dan penyakit genetik sebagai upaya mewujudkan keluarga samara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan studi pustaka, serta dilengkapi dengan wawancara terhadap pihak KUA dan tenaga kesehatan. Pendekatan hukum Islam juga digunakan untuk mengkaji relevansi dan dasar normatif atas pentingnya pemeriksaan kesehatan dalam pernikahan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA memiliki peran penting dalam edukasi dan fasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin, meskipun implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, koordinasi dengan instansi kesehatan, serta kurangnya kesadaran masyarakat. Dalam perspektif hukum Islam, menjaga kesehatan dan mencegah mudarat merupakan bagian dari maqashid al-syari’ah, sehingga pemeriksaan kesehatan pranikah dapat dianggap sebagai bentuk ikhtiar syar’i dalam mewujudkan pernikahan yang sehat dan berkualitas. Dengan demikian, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara KUA, Dinas Kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung pemeriksaan kesehatan pranikah, demi terwujudnya keluarga samara yang sehat lahir dan batin sesuai ajaran Islam.
</description>
<dc:date>2025-07-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13716">
<title>Pola Komunikasi Soft Spoken Pasangan Muda Dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga Di Desa Landungsari Kabupaten Malang</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13716</link>
<description>Pola Komunikasi Soft Spoken Pasangan Muda Dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga Di Desa Landungsari Kabupaten Malang
AHMAD, RAFY
Keharmonisan keluarga merupakan faktor penting dalam menciptakan kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera. Dalam konteks pasangan muda, pola komunikasi yang digunakan memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas emosional dan spiritual antar pasangan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian pada usia pernikahan muda, serta pentingnya strategi komunikasi yang efektif untuk mempertahankan rumah tangga yang harmonis. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi pola komunikasi soft spoken yang digunakan oleh pasangan muda, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pola tersebut, serta hambatan yang mereka hadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap tiga pasangan muda, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman, dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi soft spoken diwujudkan melalui penggunaan bahasa yang lembut, ungkapan kasih sayang, kebiasaan mengucapkan terima kasih dan maaf, serta sikap saling mendengarkan dan memberi ruang saat terjadi konflik. Strategi seperti menghindari nada suara tinggi dan memilih waktu yang tepat untuk berdiskusi juga menjadi bagian dari pendekatan ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pola komunikasi ini meliputi tingkat pendidikan, pengalaman rumah tangga, nilai-nilai Islam, serta lingkungan sosial budaya sekitar. Kendala utama dalam penerapannya meliputi kurangnya kontrol emosi, ego yang tinggi, serta belum adanya keterbukaan penuh dalam menyampaikan perasaan. Pola komunikasi soft spoken terbukti efektif dalam membangun dan mempertahankan keharmonisan rumah tangga pasangan muda. Pendekatan ini tidak hanya mencegah konflik, tetapi juga mempererat ikatan emosional melalui interaksi yang penuh empati, penghargaan, dan cinta kasih. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis dan teoritis dalam pengembangan pola komunikasi yang mendukung ketahanan keluarga di era modern.
</description>
<dc:date>2025-06-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13715">
<title>Penerapan Kaidah Ushul Fiqh Dalam Rekomendasi Permohonan Dispensasi Kawin : Telaah Terhadap Pertimbangan Kemaslahatan Di Pengadilan Agama Mojokerto</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13715</link>
<description>Penerapan Kaidah Ushul Fiqh Dalam Rekomendasi Permohonan Dispensasi Kawin : Telaah Terhadap Pertimbangan Kemaslahatan Di Pengadilan Agama Mojokerto
AULIA, FAUZIAH MA’RIFATUL
Permohonan dispensasi kawin sering kali diajukan oleh orang tua calon pengantin yang belum mencapai batas usia minimal pernikahan sebagaimana yang telah diatur dalam perundang-undangan. Penerapan kaidah ushul fiqh dalam proses pemberian rekomendasi dispensasi kawin di Pengadilan Agama Mojokerto dengan mengutamakan pada pertimbangan kemaslahatan sebagai dasar hukum. Dalam praktiknya, hakim tidak hanya mempertimbangkan dari aspek yuridis, melainkan juga terhadap nilai-nilai kemaslahatan yang sesuai dengan kaidah-kaidah ushul fiqh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kontekstual dan konseptual dengan jenis penelitian hukum empiris. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan kemaslahatan dijadikan dasar dalam putusan yang ada pada perkara dispensasi kawin, khususnya dalam menghadapi realitas sosial seperti kehamilan diluar nikah, keterbatasan ekonomi, dan tekanan budaya. Data diperoleh melalui wawancara hakim dan salah satu staf pengadilan agama, analisis dokumen putusan, serta observasi terhadap praktik persidangan. Secara kontekstual, dengan mempertimbangkan situasi nyata yang dihadapi para pemohon. Hal ini menunjukkan bahwa hukum islam, melalui ushul fiqh, memiliki fleksibilitas danrelevansi dalam menghadapi era sosial kontemporer yang menjadikan adanya penerapan kaidah ushul fiqh tidak hanya bersifat teoritis, akan tetapi juga oprasional dalam praktik peradilan yang mempertimbangkan nilai-nilai kemaslahatan secara empiris.
</description>
<dc:date>2025-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13714">
<title>Analisis Yuridis Pembatalan Perkawinan Akibat Perkawinan Paksa (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Kota Pasuruan Nomor Perkara 1414/Pdt.G/2024/PA.Pas)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13714</link>
<description>Analisis Yuridis Pembatalan Perkawinan Akibat Perkawinan Paksa (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Kota Pasuruan Nomor Perkara 1414/Pdt.G/2024/PA.Pas)
LESTARI, GEMILANG AYU
Penelitian ini secara yuridis berfokus pada analisis mendalam terhadap prosedur hukum dan pertimbangan hakim dalam penanganan perkara pembatalan perkawinan yang disebabkan oleh adanya unsur paksaan. Studi ini secara khusus menyoroti Putusan Pengadilan Agama Kota Pasuruan Nomor 1414/Pdt.G/2024/PA.Pas sebagai objek utama penelitian. Melalui pendekatan ini, kami bertujuan untuk tidak hanya menguraikan tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam proses pembatalan perkawinan di Indonesia, tetapi juga untuk memahami secara komprehensif bagaimana majelis hakim di Pengadilan Agama tersebut menafsirkan dan menerapkan ketentuan hukum terkait paksaan, mengevaluasi bukti-bukti yang diajukan, serta merumuskan putusan akhir. Analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai praktik peradilan dalam menegakkan hak-hak individu yang mengalami perkawinan paksa. &#13;
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif dan mendalam mengenai berbagai permasalahan hukum yang berkaitan dengan pembatalan perkawinan, khususnya dalam konteks kasus-kasus yang melibatkan unsur paksaan. Melalui pemahaman yang komprehensif ini, diharapkan penelitian dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dan aplikatif guna memperkuat kerangka perlindungan hukum bagi hak-hak para pihak yang bersengketa dalam perkara perkawinan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif, yang juga dikenal sebagai metode penelitian kajian hukum, kajian hukum positif, hukum doktrinal, atau hukum murni. Pendekatan ini secara inheren tidak melibatkan penelitian lapangan, melainkan berfokus pada analisis bahan-bahan hukum yang relevan. Secara spesifik, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang (legal approach), yang menitikberatkan pada kajian mendalam terhadap norma-norma hukum yang berlaku dan penerapannya dalam konteks kasus yang diteliti. Hal ini mencakup analisis cermat terhadap Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, serta berbagai peraturan perundang-undangan terkait lainnya yang mengatur tentang perkawinan dan pembatalannya&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pembatalan perkawinan dalam Perkara Nomor 1414/Pdt.G/2024/PA.Pas telah dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, mulai dari pengajuan gugatan hingga pemeriksaan oleh pengadilan yang berwenang. Pertimbangan hakim dalam putusan tersebut juga menunjukkan kesesuaian dengan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yang mencerminkan kepatuhan hakim terhadap konstitusi dan undang-undang dalam menegakkan hukum dan keadilan. Kepatuhan terhadap Pasal 9 Undang-Undang Perkawinan dan Pasal 71 Kompilasi Hukum Islam secara spesifik menjadi dasar hakim dalam menganalisis dalil permohonan dan bukti, menegaskan pentingnya persetujuan bebas serta ketiadaan paksaan dalam keabsahan perkawinan.
</description>
<dc:date>2025-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
