<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/76">
<title>UT - Indonesian Language Education</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/76</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13075"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13074"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13073"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13072"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-14T14:10:36Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13075">
<title>Struktur Kepribadian Tokoh Walid dalam Drama Series Bidaah Karya Ellie Suriaty: Tinjauan Psikologi Sastra</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13075</link>
<description>Struktur Kepribadian Tokoh Walid dalam Drama Series Bidaah Karya Ellie Suriaty: Tinjauan Psikologi Sastra
Nurfadillah
Struktur kepribadian tokoh dalam sebuah cerita novel, drama atau film bertujuan untuk membantu pembaca atau penonton agar dapat memahami karakter dan perilaku seorang tokoh sesuai dengan yang ingn disampaikan oleh pengarang.  Setiap tokoh memiliki karakter masing-masing. Dalam penelitian ini, peneliti memiliki tiga fokus penelitian, yaitu 1) mendeskripsikan aspek id tokoh Walid, 2) mendeskripsikan aspek Ego tokoh Walid, 3) mendeskripsikan aspek superego tokoh Walid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketiga aspek tersenut dalam drama series Bidaah karya Ellie Suri|aty.&#13;
	Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) aspek id tokoh Walid dalam drama series Bidaah karya Ellie Suri|aty. (2) aspek ego tokoh W|alid d|al|am dr|am|a series Bid|a|ah K|ary|a Ellie Suri|aty. (3) |aspek superego tokoh W|alid d|al|am dr|am|a series Bid|a|ah K|ary|a Ellie Suri|aty.Id merupakan sistem kepribadian paling dasar dari karakter manusia yang dibawah sejak lahir, diwarisi melalui genetik. Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab atas tercapainya keinginan dari aspek id. Sedangkan superego merupakan aspek moral kepribadian yang bertujuan untuk benar salah, pantas atau tidak bertindak dalam masyarakat dimana individu itu hidup. &#13;
	Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data pada penelitian di ambil dari drama series Bidaah karya Ellie Suri|at. Penelitian ini di fokuskan pada tiga aspek id, ego dan superego. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dialok. Tahapan dalam peneltian ini pertama, menonton drama series Bidaah karya Ellie Suri|aty. Kedua, menyimak dan memberikan penandaan terhadap hasil seleksi dialok dan adegan dalams series. Ketiga, mengklasifikasikan data yang telah dikumpulkan sesuai dengan rumusan fokus fokus penelitian. Keempat, menganalisis data yang sudah di tandai.&#13;
	Dari hasil penelitian terdapat (1) aspek id tokoh Walid yakni berkaitan dengan dorongan biologis, tidak bermoral, tidak memiliki rasa bersalah, bertindak sesuai prinsip kesenangan (pleasure principle), serta menghidar dari ketegangan. (2) aspek ego tokoh Walid yakni harus berdasarkan realita, pereda ketegangan, pemuas kebutuhan, menunda kepuasan diri atau mencari kepuasan diri dengan cara yang lain. (3) aspek superego tokoh Walid berkaitan dengan norma si masyarakat, mengejar keunggulan, ingin mendapatkan pujian, menentukan kesempurnaa manusia, berpegang pada prinsip pengendalian diri.&#13;
	Berdasrkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tokoh Walid dalam drama series Bidaah karya Ellie Suri|aty menghadirkan banyak struktur kepribadian tokoh, yaitu (1) aspek id yakni berkaitan denga dorongan biologis, bekerja berdasrkan prinsip kesenangan, dan menghindari ketegangan. (2) aspek ego harus berdaarkan realitas, menunda kepuasan diri dengan mecari kepuasan diri dengan cara yang lain. (3) aspek superego mendapatkan pujian dan penghadiahan, mengejar keunggunalan, dan menentukan kesempurnaan manusia.
</description>
<dc:date>2025-06-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13074">
<title>Persepsi Kehidupan Sosial Tokoh Utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma (Kajian Sosiologi Sastra)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13074</link>
<description>Persepsi Kehidupan Sosial Tokoh Utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma (Kajian Sosiologi Sastra)
Kurniawan, Karin Nafisa Asmarani
Sebuah karya sastra bukan sekadar hasil dari imajinasi seorang penulis yang dituangkan dalam kata-kata yang indah dan artistik, melainkan juga sebuah cerminan dari realitas sosial dan budaya masyarakat. Dalam konteks sebuah novel, hal ini berarti bahwa sebuah novel bukan hanya sekadar cerita fiksi belaka, tetapi juga sebuah hal yang mencerminkan realitas sosial dan budaya manusia. Karakter-karakter dalam novel sering kali menjadi representasi dari berbagai kepribadian dan peran dalam masyarakat, sementara plot menggambarkan perjalanan dan konflik yang menghadapi individu-individu tersebut. Urgensi persepsi kehidupan sosial tokoh utama menjadi lebih signifikan karena melalui novel, pembaca dapat menelusuri perjalanan karakter utama dalam menghadapi berbagai tantangan, hubungan interpersonal, serta peristiwa yang memengaruhi kehidupannya. Dalam penelitian ini mengkaji kehidupan sosial tokoh utama, Amara. Amara merupakan sosok Perempuan muda yang hidup dalam tekanan nilai-nilai, norma sosial, dan konstruksi budaya yang menempatkan Perempuan pada posisi ketimpangan sosial. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk menganalisis bagaimana Amara menjalani relasi sosialnya, terutama dalam konteks keluarga, pernikahan, dan Masyarakat yang menuntut kesempurnaan peran Perempuan sebagai istri dan ibu. Fokus utama terletak pada dinamika sosial yang memengaruhi cara Amara merespons stigma terhadap Perempuan yang mengalami gangguan Kesehatan reproduksi, serta bagaimana ia menghadapi tekanan emosional, keterasingan sosial, dan konflik identitas. Penelitian ini memiliki tujuan dalam mendeskripsikan beberapa hal sebagai berikut : (1) Mendeskripsikan bentuk interaksi kehidupan sosial tokoh utama Amara. (2) Mendeskripsikan bentuk persepsi kehidupan sosial tokoh utama pada Novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Data diambil dari Novel Lebih Senyap Dari Bisikan dengan ketebalan buku 152 halaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehidupan sosial Amara sarat akan penindasan simbolik yang dilegitimasi oleh tradisi dan norma sosial, namun di sisi lain juga menampilkan bentuk perlawanan dan pencarian jati diri yang kuat. Novel ini tidak hanya merepresentasikan perjuangan personal seorang perempuan, tetapi juga mengungkap potret sosial masyarakat yang masih membebani perempuan dengan standar moral dan biologis tertentu.
</description>
<dc:date>2025-05-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13073">
<title>Campur Kode dalam Tuturan Pada Acara Tonight Show Premiere di Youtube</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13073</link>
<description>Campur Kode dalam Tuturan Pada Acara Tonight Show Premiere di Youtube
Hanif, Muhammad Najmi
Manusia sebagai makhluk sosial tidak lepas dari peristiwa tutur yang melibatkan bahasa sebagai alat komunikasi utama. Di Indonesia, ragam bahasa yang beragam dan perkembangan zaman mendorong masyarakat menguasai kosa kata bahasa asing dalam tuturan yang diujarkannya. Fenomena kontak bahasa sering terjadi, menghasilkan saling pengaruh antarbahasa dan memunculkan campur kode dalam komunikasi masyarakat tutur. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor penyebab campur kode yang terjadi dalam tuturan acara Tonight Show Premiere di kanal YouTube TonightShowNet dengan fokus pada episode berjudul “Jang Hansol Orang Korea Tapi Medok? Indonesia Banget Oppa Ini!” yang tayang pada 28 Agustus 2022. &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena campur kode dalam acara Tonight Show Premiere di kanal YouTube TonightShowNet, khususnya pada episode bertajuk "Jang Hansol Orang Korea Tapi Medok? Indonesia Banget Oppa Ini!". Data penelitian berupa transkrip dialog antara host (Desta, Vincent, dan Hesti) serta bintang tamu (Jang Hansol). Peneliti menggunakan teknik studi dokumentasi dan metode simak dengan langkah pencatatan serta transkripsi untuk memperoleh data tuturan yang mengandung campur kode. &#13;
Instrumen penelitian terdiri dari instrumen utama (peneliti sendiri) dan instrumen pendukung seperti tabel penjaringan data yang digunakan untuk mengklasifikasikan bentuk campur kode berdasarkan tataran kata dan frasa, serta faktor penyebabnya, seperti konteks sosial dan kebahasaan. Tahap analisis meliputi identifikasi data dari dialog yang mengandung campur kode, klasifikasi data berdasarkan bentuk dan faktor, penyajian data secara deskriptif, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan uji kredibilitas dengan teknik peningkatan ketekunan. Hasilnya berupa deskripsi sistematis tentang bentuk campur kode, seperti pada tataran kata dasar dan frasa, serta faktor-faktor seperti penyesuaian sosial dan keterbatasan kebahasaan yang memengaruhi terjadinya campur kode dalam tuturan acara tersebut.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk campur kode, yaitu campur kode ke dalam, campur kode ke luar, dan campur kode campuran. Berdasatkan fokus penelitain didapati adanya campur kode pada tataran kata meliputi kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk, sementara pada tataran frasa ditemukan frasa nomina, verba, adjektiva, dan preposisional. &#13;
Faktor penyebab terjadinya campur kode dikelompokkan ke dalam aspek penutur dan kebahasaan. Pada aspek penutur, campur kode dipengaruhi oleh faktor social penutur, serta situasi komunikasi. Sedangkan pada aspek kebahasaan, campur kode disebabkan oleh keterbatasan kosakata, pemilihan kata yang mudah diingat, topik pembicaraan, dan upaya menghindari ambiguitas. Ditemukan banyaknya campur kode pada penelitian ini disebabkan oleh para penutur yang memiliki penguasaan Bahasa dan latar belakang yang sama. Selain itu didapati perbedaan pola campur kode antara bintang tamu Jang Han-Sol, yang cenderung menggunakan bahasa Jawa, dan para host yang lebih sering mencampurkan bahasa asing.&#13;
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa campur kode dalam Tonight Show Premiere mencerminkan dinamika sosial-budaya dan strategi komunikasi antarpenutur. Dari penelitian ini juga ditemukan tiga jenis campur kode, yaitu ke dalam, ke luar, dan campuran. Campur kode paling banyak terjadi pada tataran frasa (terutama frasa nomina) serta kata dasar dan kata berimbuhan. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor penutur, seperti lingkungan, kebiasaan berbicara, dan ragam bahasa yang dikuasai, serta faktor kebahasaan, seperti kemudahan mengingat kosakata, menghindari ambiguitas, dan relevansi topik. Contoh nyata adalah perbedaan pola campur kode antara bintang tamu Jang Han-Sol, yang cenderung menggunakan bahasa Jawa, dan para host yang lebih sering mencampurkan bahasa asing. Penemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami fenomena campur kode dalam konteks media hiburan di Indonesia.
</description>
<dc:date>2025-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13072">
<title>Telaah Kritis Struktur Naratif dalam Film Gadis Kretek</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13072</link>
<description>Telaah Kritis Struktur Naratif dalam Film Gadis Kretek
Khairunnisa, Amalia
Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya adaptasi karya sastra ke dalam media film yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium kritik sosial dan representasi budaya. Salah satu film yang relevan adalah Gadis Kretek, yang memuat persoalan sejarah, budaya lokal, serta dinamika gender dalam masyarakat patriarkal Jawa. Fokus penelitian ini adalah menelaah secara kritis struktur naratif film Gadis Kretek, dengan tiga aspek utama yang dikaji, yaitu isi struktur naratif, gaya penceritaan, dan elemen sosial budaya dalam film. Penelitian ini diharpkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang kajian sastra film serta menjadi referensi dalam memahami struktur naratif dan representasi budaya.&#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kultural. Data utama berupa tayangan film Gadis Kretek yang dianalisis secara mendalam menggunakan teknik observasi, dokumentasi visual, serta penelusuran referensi sekunder dari novel dan artikel akademik terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan menitikberatkan pada bagaimana film ini membentuk makna melalui unsur naratif dan bagaimana elemen budaya serta relasi sosial direpresentasikan di dalamnya.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Gadis Kretek memiliki struktur naratif yang kompleks dan disusun secara non-linear, yang mempertemukan alur masa lalu dan masa kini dalam satu cerita. Tokoh utama, Dasiyah, digambarkan sebagai perempuan kuat yang menolak tunduk pada budaya patriarki dan berjuang mempertahankan warisan budaya kretek di tengah tekanan sosial dan keluarga. Alur cerita yang tidak kronologis memungkinkan pembaca memahami latar belakang konflik, serta membuka ruang bagi penonton untuk merangkai makna dari setiap peristiwa secara reflektif. Konflik utama tidak hanya muncul dari kisah cinta antara Dasiyah dan Soeraja yang terhalang status sosial, tetapi juga dari ketegangan budaya, tekanan keluarga, dan tragedi yang menimpa Dasiyah, yang kemudian menjadi rahasia keluarga yang diwariskan kepada generasi berikutnya.&#13;
Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya penceritaan yang digunakan dalam film ini sangat kuat secara estetika dan kultural. Teknik penceritaan melalui sudut pandang Lebas sebagai anak dari Soeraja memberi ruang bagi penonton untuk turut serta dalam proses pencarian identitas. Elemen visual seperti tone warna, sinematografi, dan simbolisme asap kretek, baju pengantin adat Jawa, serta bahasa lokal digunakan untuk menegaskan suasana, makna, dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita. Selain itu, film ini menyajikan representasi sosial budaya yang erat kaitannya dengan relasi gender, kelas sosial, dan tradisi masyarakat Jawa. Melalui tokoh Dasiyah, film ini menampilkan resistensi terhadap sistem sosial yang tidak setara dan memberi suara pada perjuangan perempuan dalam konteks budaya tradisional. Dengan demikian, film Gadis Kretek tidak hanya menjadi karya fiksi visual semata, tetapi juga merupakan media kritik sosial yang menyampaikan pesan-pesan penting tentang budaya, sejarah, dan emansipasi perempuan melalui struktur naratif yang estetis dan penuh makna.
</description>
<dc:date>2025-05-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
