<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/80">
<title>UT - Pharmaceutical</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/80</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Farmasi</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13382"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13381"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13379"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13377"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-14T19:36:41Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13382">
<title>Uji Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Bunga Telang (Clitoria  Ternatea L) Dengan Berbagai Pelarut Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13382</link>
<description>Uji Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Bunga Telang (Clitoria  Ternatea L) Dengan Berbagai Pelarut Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus
Naafiyani, Haniifah
Latar Belakang: Infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs) tetap menjadi tantangan global yang signifikan. Staphylococcus aureus adalah salah satu organisme yang resisten terhadap multidrug yang dominan dan berkontribusi terhadap infeksi nosokomial. Tingkat prevalensi yang dilaporkan sebesar 9,0% di Uni Eropa/EEA dan tingkat Staphylococcus aureus resisten metisilin mencapai 22,2% di Indonesia. Kemampuan Staphylococcus aureus untuk membentuk biofilm sangat terkait dengan infeksi kronis, resistensi antimikroba, dan kegagalan terapi konvensional. Perkembangan biofilm melibatkan adhesi, pembentukan mikrokoloni, pematangan, dan dispersi, yang diatur oleh adhesin interseluler polisakarida intraseluler adhesin (PIA) dan mekanisme penginderaan kuorum. Agen antibiofilm alami telah mendapatkan perhatian yang meningkat, termasuk Clitoria ternatea L. (bunga kacang kupu-kupu), yang mengandung flavonoid, tanin, saponin, fenolik, terpenoid, dan antosianin, yang telah terbukti berpotensi antibakteri dan antibiofilm.&#13;
Methods: Studi eksperimental ini menggunakan uji pelat mikrotiter untuk mengukur penghambatan dan pemberantasan biofilm. Ekstrak Clitoria ternatea L disiapkan menggunakan etanol, etil asetat, dan n-heksana berdasarkan perbedaan polaritas. Proklin berfungsi sebagai kontrol positif, sedangkan media + bakteri berfungsi sebagai kontrol negatif. Pembacaan kerapatan optik diperoleh menggunakan pembaca pelat mikro. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi p &lt; 0,05.&#13;
Hasil: Ekstrak tersebut tidak menunjukkan aktivitas signifikan dalam menghambat pembentukan biofilm. Namun, semua ekstrak menunjukkan efek destruktif yang signifikan pada biofilm yang sudah terbentuk (p &lt; 0,05). Ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas destruktif tertinggi (43,76%), diikuti oleh n-heksana (37,13%) dan etanol (33,50%).&#13;
Kesimpulan: Clitoria ternatea L. memiliki sifat antibiofilm yang menjanjikan. Ekstrak etil asetat dari tumbuhan ini, yang menunjukkan potensi aplikasinya dalam mengelola infeksi karena aktivitasnya dalam penghancuran biofilm Staphylococcus aureus.&#13;
&#13;
Katakunci: Clitoria ternatea L., Staphylococcus aureus, biofilm inhibition, biofilm destruction, ekstrak tanaman.
</description>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13381">
<title>Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Ka-En 3b Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Ampisilin</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13381</link>
<description>Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Ka-En 3b Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Ampisilin
Najah, Jafnin
Jafnin Najah, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Agustus 2025. Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus KA-EN 3B Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Ampisilin Pembimbing 1: Prof. Dr. Apt. H. Yudi Purnomo, M.Kes. Pembimbing 2: Apt. Arina Swastika, M.Farm.&#13;
Pendahuluan: Ampisilin injeksi memiliki keterbatasan kompatibilitas pada pencampuran sediaan intravena. Hingga kini, belum ada penelitian ilmiah yang khusus mengulas kompatibilitas ampisilin dengan infus KA-EN 3B. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan studi untuk menilai kompatibilitas pencampuran injeksi ampisilin dalam cairan infus KA-EN 3B berdasarkan sifat fisik dan kimia serta pengaruh durasi interaksi.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasi laboratorium yang mengevaluasi pencampuran injeksi ampisilin dalam infus KA-EN 3B pada jam ke-0, 2, 4, dan 6 dengan pengulangan sebanyak tiga kali (n=3). Parameter yang diamati berupa sifat fisik (organoleptis dan kekeruhan), serta sifat kimia (pH dan kadar obat). Analisis data dilakukan menggunakan One Way ANOVA (p&lt;0,05) dan uji korelasi Pearson.&#13;
Hasil : Pencampuran sediaan injeksi ampisilin dengan infus KA-EN 3B pada jam ke-6 terjadi inkompatibilitas ditandai dengan peningkatan kekeruhan meningkat 2,5 kali sementara pH dan kadar obat terjadi penurunan berturut-turut sekitar 1-2% dan 7-20%. Terdapat pengaruh yang kuat dan signifikan (p&lt;0.05) antara durasi interaksi dengan kekeruhan (r = 0,710), pH (r = 0,895), dan kadar obat (r =0,991).&#13;
Simpulan: Pada pencampuran injeksi ampisilin dalam infus KA-EN 3B terjadi perubahan pada sifat fisik (kekeruhan), serta sifat kimia (pH dan kadar obat) selama 6 jam waktu pengamatan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Ampsilin, KA-EN 3B, durasi interaksi, kompatibilitas,fisikokimia.
</description>
<dc:date>2026-02-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13379">
<title>Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Dextrose 5% Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Ampisilin</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13379</link>
<description>Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Dextrose 5% Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Ampisilin
Sari, Dwi Nurvita
Pendahuluan: injeksi ampisilin memiliki kompatibilitas terbatas dengan cairan infus dalam praktik pencampuran sediaan intravena. Hingga saat laporan ilmiah tentang pengaruh durasi interaksi injeksi ampisilin dengan larutan infus dextrose 5% masih terbatas. Evaluasi perlu dilakukan untuk menilai sifat fisikokimia injeksi ampisilin dalam infus dextrose 5% dalam jangka waktu tertentu.&#13;
Metode: penelitian bersifat observasi laboratorium untuk mengevaluasi kompatibilitas pencampuran injeksi ampisilin dalam larutan infus dextrose 5% pada pengamatan jam ke-0, 2, 4, dan 6. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik yaitu organoleptis dan kejernihan, serta sifat kimia yaitu pH dan kadar. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05, yang dilanjutkan dengan uji tukey HSD p&lt;0,05 dan uji korelasi pearson.&#13;
Hasil: Pencampuran injeksi ampisilin dengan dextrose 5% tidak menunjukan adanya perubahan warna dalam rentang waktu pengamatan. Kekeruhan meningkat pada jam ke-4 hingga ke-6 sebesar 30-70% dibandingkan pada jam ke-0 (p&lt;0,05). Terdapat penurunan pH dan kadar yang berturut-turut sebesar 3-5% dan 10% dibandingkan jam ke-0 (p&lt;0,05). Durasi waktu pencampuran memiliki pengaruh kuat dan signifikan terhadap kekeruhan (r=0,980), pH (r=0,949) dan kadar (r=0,985).&#13;
Kesimpulan: Pencampuran larutan infus dextrose 5% dengan injeksi ampisilin mempengaruhi sifat fisikokimia yaitu kejernihan, pH dan kadar.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Ampisilin, Dextrose 5%, Inkompatibilitas, Durasi Interaksi, Fisikokimia
</description>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13377">
<title>Analisis Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Outcome Terapi Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Tni Au Lanud Abdulrachman Saleh</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13377</link>
<description>Analisis Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Outcome Terapi Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Tni Au Lanud Abdulrachman Saleh
Kharisma, Gaby Fitri
Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan pengendalian tekanan darah secara konsisten untuk mencegah komplikasi. Keberhasilan terapi hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya dukungan keluarga dan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat. Dukungan keluarga berperan dalam memberikan motivasi, pengawasan, serta bantuan emosional, sedangkan kepatuhan minum obat menentukan efektivitas terapi yang dijalankan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat terhadap outcome terapi pada pasien hipertensi.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit TNI AU Lanud Abdulrachman Saleh. Sampel penelitian berjumlah 89 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga, kuesioner MMAS-8, serta data rekam medis untuk menilai tekanan darah. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.&#13;
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan dukungan keluarga tinggi memiliki tekanan darah terkontrol 46% dan responden dengan kepatuhan pengobatan tinggi memiliki tekanan darah terkontrol 47,2%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan dari dukungan keluarga dengan outcome terapi pasien hipertensi dengan nilai signifikansi (p=0,000) dan terdapat hubungan dari kepatuhan pengobatan terhadap outcome terapi pasien hipertensi (p=0,001).&#13;
Kesimpulan: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dari  dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan terhadap outcome terapi pasien hipertensi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Hipertensi, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Outcome terapi.
</description>
<dc:date>2026-02-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
