<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.unisma.ac.id:443">
<title>Universitas Islam Malang Institutional Repository</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id:443</link>
<description>University of Islam Malang Institutional Repository is digital system captures, stores, indexes, preserves, and distributes digital research material.</description>
<items xmlns="http://apache.org/cocoon/i18n/2.1">
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14192"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14191"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14190"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14189"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-09T10:13:10Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14192">
<title>Analisis Efisiensi Usahatani Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Bawang Merah  Di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo  Kota Batu</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14192</link>
<description>Analisis Efisiensi Usahatani Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Bawang Merah  Di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo  Kota Batu
MAISYARAH, ALIYAH
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Desa ini termasuk sentra produksi bawang merah, namun dalam pelaksanaannya tingkat produktivitas dan efisiensi usahatani yang dicapai petani masih belum optimal serta menunjukkan variasi hasil produksi antarpetani. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh perbedaan dalam penggunaan faktor-faktor produksi dan karakteristik sosial ekonomi petani. Oleh karena itu, diperlukan analisis efisiensi usahatani sekaligus kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat efisiensi usahatani bawang merah di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani bawang merah di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.&#13;
Penelitian dilaksanakan di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. opulasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani bawang merah di Desa Torongrejo sebanyak 60 orang, yang seluruhnya dijadikan responden dengan metode sensus. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani, analisis R/C Ratio untuk mengukur efisiensi usaha, serta analisis fungsi produksi Cobb-Douglas yang ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma natural dan diestimasi menggunakan regresi linier berganda.&#13;
Berdasarkan hasil analisis tingkat biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan usahatani bawang merah sebesar Rp150.327.085 per hektar per musim tanam dengan total biaya sebesar Rp57.133.384 per hektar, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp93.193.701 per hektar. Nilai R/C Ratio sebesar 2,73 (&gt;1) menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Torongrejo tergolong efisien dan layak secara ekonomi untuk diusahakan serta dikembangkan.&#13;
Berdasarkan hasil analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah. Secara parsial, variabel luas lahan, jumlah bibit, pupuk kandang, pestisida, tenaga kerja, pendidikan, pengalaman, dan keanggotaan kelompok tani berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi. Sementara itu, penggunaan pupuk ZA dan pupuk NPK menunjukkan pengaruh negatif terhadap produksi. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi bawang merah sangat dipengaruhi oleh pengelolaan input produksi yang tepat serta faktor sosial ekonomi petani.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Torongrejo telah efisien dan menguntungkan, serta produksi dipengaruhi secara nyata oleh kombinasi faktor teknis dan sosial ekonomi petani. Oleh karena itu, petani disarankan untuk mengoptimalkan penggunaan input yang berpengaruh signifikan serta meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan dalam kelompok tani. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat meningkatkan pendampingan teknis dan akses terhadap sarana produksi guna mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas usahatani bawang merah.
</description>
<dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14191">
<title>Analisis Risiko Produksi Usahatani Jagung Manis Di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14191</link>
<description>Analisis Risiko Produksi Usahatani Jagung Manis Di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu
SALSABILLA, NAURA YONNA
Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dengan jagung manis sebagai salah satu komoditas hortikultura yang permintaannya terus meningkat. Meskipun Jawa Timur menjadi sentra produksi jagung nasional, data beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya fluktuasi dan kecenderungan penurunan luas panen, produksi, dan produktivitas jagung yang mencerminkan adanya risiko produksi. Risiko tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, keterbatasan input produksi, serta perbedaan kemampuan petani dalam mengelola usahatani. Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu sebagai wilayah dataran tinggi memiliki karakteristik agroekologi yang berbeda, sehingga risiko produksi jagung manis yang dihadapi petani berpotensi berbeda dengan wilayah dataran rendah. Hingga saat ini, penelitian mengenai risiko produksi jagung manis di wilayah dataran tinggi masih terbatas dan belum banyak mengkaji peran faktor sosial ekonomi petani secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis tingkat risiko produksi, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi usahatani jagung manis di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu, serta 3) menganalisis faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi risiko produksi usahatani jagung manis di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu.&#13;
Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif, analisis risiko produksi, dan analisis faktor sosial ekonomi. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik petani yang meliputi umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani. Risiko produksi jagung manis dianalisis menggunakan Koefisien Variasi (CV) berdasarkan rata-rata produksi dan standar deviasi. Faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi dianalisis menggunakan model Just and Pope dengan variabel input benih, pupuk urea, pupuk phonska, pestisida, dan tenaga kerja, serta regresi linier berganda dengan variabel sosial ekonomi umur petani, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani.&#13;
Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat risiko produksi usahatani jagung manis di Desa Pendem tergolong tinggi, dengan nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,679. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variasi hasil produksi relatif besar dibandingkan dengan rata-rata produksi yang diperoleh petani, sehingga terdapat ketidakpastian hasil panen yang cukup tinggi. Tingginya risiko produksi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain penggunaan input produksi seperti benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja, serta faktor lingkungan seperti kondisi cuaca dan serangan organisme pengganggu tanaman.&#13;
Analisis fungsi produksi Cobb-Douglas menunjukkan bahwa beberapa variabel input produksi memiliki pengaruh yang berbeda terhadap hasil produksi dan risiko produksi. Penggunaan input produksi yang tidak tepat, baik dari segi jumlah maupun waktu aplikasi, dapat meningkatkan ketidakpastian hasil panen. Selain itu, faktor sosial ekonomi petani seperti umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani juga turut memengaruhi cara petani dalam mengambil keputusan dalam kegiatan usahatani.&#13;
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani jagung manis di Desa Pendem menghadapi tingkat risiko produksi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan manajemen usahatani melalui penggunaan input produksi yang lebih efisien, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengurangi risiko produksi dan meningkatkan produktivitas usahatani jagung manis di daerah penelitian.
</description>
<dc:date>2026-01-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14190">
<title>Analisis Saluran Pemasaran Jagung  Studi Kasus: Pada PT.CMK Di Kabupaten Pasuruan</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14190</link>
<description>Analisis Saluran Pemasaran Jagung  Studi Kasus: Pada PT.CMK Di Kabupaten Pasuruan
PURBAYANTI, DELIA
Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian strategis yang memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan serta sebagai bahan baku utama pakan ternak di Indonesia. Tingginya permintaan jagung menuntut adanya sistem pemasaran yang efisien agar distribusi hasil produksi dapat berjalan optimal serta petani memperoleh bagian harga yang lebih adil. PT. CMK merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran dan distribusi jagung yang menjalin kemitraan dengan petani di Kabupaten Pasuruan. Dalam praktiknya terdapat beberapa pola saluran pemasaran yang berbeda yang memengaruhi besarnya margin pemasaran, efisiensi pemasaran, serta bagian harga yang diterima petani (farmer’s share).&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pola saluran pemasaran jagung yang terbentuk antara petani dan PT.CMK di Kabupaten Pasuruan, (2) menganalisis besarnya margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran jagung, dan (3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran serta farmer’s share pada setiap saluran pemasaran jagung. Penelitian dilaksanakan di PT.CMK Kabupaten Pasuruan pada bulan November 2024 hingga Februari 2025 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penentuan sampel dilakukan secara purposive terhadap petani mitra, tengkulak, pihak perusahaan, dan pengecer. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, efisiensi pemasaran, dan farmer’s share.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola saluran pemasaran jagung yang terbentuk antara petani dan PT.CMK, yaitu: (1) petani – PT.CMK – konsumen, (2) petani – PT.CMK – pengecer – konsumen, dan (3) petani – tengkulak – PT.CMK – pedagang besar – pengecer – konsumen. Margin pemasaran pada setiap saluran berbeda seiring dengan jumlah lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses distribusi. Saluran pemasaran I memiliki margin sebesar Rp1.500/kg, saluran pemasaran II sebesar Rp2.300/kg, dan saluran pemasaran III sebesar Rp2.900/kg. Berdasarkan analisis farmer’s share, saluran pemasaran I memberikan bagian harga terbesar bagi petani yaitu sebesar 80,00%, diikuti saluran pemasaran II sebesar 72,29%, dan saluran pemasaran III sebesar 68,13%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin panjang saluran pemasaran yang terbentuk, maka bagian harga yang diterima petani cenderung semakin kecil. Hasil analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa seluruh saluran pemasaran yang digunakan PT.CMK tergolong efisien karena memiliki nilai efisiensi pemasaran di bawah 15%. Saluran pemasaran I merupakan saluran yang paling efisien dengan nilai efisiensi sebesar 10,97%, diikuti saluran pemasaran II sebesar 12,43%, dan saluran pemasaran III sebesar 14,89%. Dengan demikian, saluran pemasaran yang lebih pendek terbukti memberikan efisiensi pemasaran yang lebih baik serta farmer’s share yang lebih tinggi bagi petani.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar petani jagung mitra PT.CMK lebih memanfaatkan saluran pemasaran langsung dengan perusahaan karena terbukti lebih efisien dan memberikan bagian harga yang lebih besar bagi petani. Bagi PT.CMK, diharapkan dapat terus memperkuat pola kemitraan dengan petani melalui peningkatan transparansi harga serta dukungan fasilitas pascapanen. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan kebijakan dalam menciptakan sistem distribusi jagung yang lebih efisien. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian dengan pendekatan rantai nilai (value chain) agar memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai sistem pemasaran jagung
</description>
<dc:date>2026-03-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14189">
<title>Analisis Efektivitas Penyuluhan Pertanian Terhadap Kemandirian Kelompok Wanita Tani Mukti Asih Di Desa Mojorejo Kota Batu</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14189</link>
<description>Analisis Efektivitas Penyuluhan Pertanian Terhadap Kemandirian Kelompok Wanita Tani Mukti Asih Di Desa Mojorejo Kota Batu
Kamilatul Risky, Adinda Safa
Penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya stragis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya dalam mendorong kemandirian kelompok tani, Kemandirian tidak hanya ditunjukkan oleh kemampuan teknis budidaya, tetapi juga oleh kemampuan dalam pengambilan keputusan, pengelolaan usaha tani serta pengurangan ketergantungan terhadap pihak luar. Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih di Desa Mojorejo Kota Batu merupakan kelompok yang secara aktif mengikuti kegiatan penyuluhan pertanian, terutama dalam pengembangan budidaya sayuran organik. Namun demikian, tingkat kemandirian kelompok tersebut masih perlu dikaji untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penyuluhan pertanian yang telah dilaksanakan.&#13;
kelompok yang aktif mengikuti penyuluhan pertanian, khususnya dalam pengembangan budidaya sayuran organik. Namun demikian, tingkat kemandirian kelompok tersebut perlu dianalisis secara empiris untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penyuluhan berkontribusi terhadap penguatan kapasitas kelompok.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat efektivitas penyuluhan pertanian; (2) menganalisis tingkat kemandirian KWT Mukti Asih; dan (3) menganalisis pengaruh efektivitas penyuluhan pertanian terhadap kemandirian KWT Mukti Asih di Desa Mojorejo Kota Batu.&#13;
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive. Responden berjumlah 40 orang yang merupakan seluruh anggota aktif KWT Mukti Asih (total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengukur tingkat efektivitas dan kemandirian, serta secara inferensial menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel.&#13;
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa efektivitas penyuluhan pertanian berada pada kategori efektif, sedangkan tingkat kemandirian KWT Mukti Asih berada pada kategori mandiri. Efektivitas penyuluhan diukur melalui empat peran utama penyuluh, yaitu sebagai fasilitator, komunikator, motivator, dan konsultan. Keempat peran tersebut memperoleh penilaian positif dari responden.&#13;
Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa efektivitas penyuluhan pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian KWT Mukti Asih. Secara parsial, keempat dimensi peran penyuluh sebagai fasilitator, komunikator, motivator, dan konsultan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kemandirian kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa semakin optimal peran penyuluh dalam memfasilitasi akses sumber daya, menyampaikan informasi, memberikan motivasi, serta memberikan konsultasi pemecahan masalah, maka semakin tinggi tingkat kemandirian kelompok dalam aspek ekonomi, teknis, manajerial, dan sosial.&#13;
Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas dan intensitas penyuluhan pertanian secara langsung berkontribusi terhadap penguatan kapasitas internal kelompok, pengurangan ketergantungan terhadap pihak eksternal, serta peningkatan kemampuan pengambilan keputusan secara mandiri. Dengan demikian, penyuluhan pertanian yang efektif berperan sebagai faktor determinan dalam mendorong kemandirian Kelompok Wanita Tani.
</description>
<dc:date>2026-02-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
