<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Teacher Training and Education Book's</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/123</link>
<description>Koleksi Publikasi Buku Elektronik (E-Book) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</description>
<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 10:34:12 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-14T10:34:12Z</dc:date>
<item>
<title>BEST PRACTICE IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/5920</link>
<description>BEST PRACTICE IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK
Inisiatif Mandiri Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dikembangkan&#13;
oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendorong mahasiswa&#13;
mempelajari berbagai ilmu pengetahuan sebagai prasyarat memasuki&#13;
dunia kerja. Kampus Merdeka memungkinkan mahasiswa untuk memilih&#13;
program studi yang akan mereka ambil sebagai akibat dari kebijakan ini.&#13;
Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah di luar program studi pada&#13;
perguruan tinggi yang sama, mata kuliah dalam program studi yang sama&#13;
pada perguruan tinggi yang berbeda, mata kuliah pada program studi&#13;
tersendiri pada perguruan tinggi yang berbeda, dan/atau belajar di luar&#13;
perguruan tinggi.&#13;
Kebijakan MBKM adalah program yang memungkinkan mahasiswa&#13;
untuk belajar di luar program studinya selama tiga semester guna&#13;
mengembangkan soft dan hard skill lulusan, sehingga lebih siap dan relevan&#13;
dengan tuntutan zaman. Oleh karena itu perguruan tinggi diharapkan&#13;
dapat menyiapkan lulusan yang unggul dan berkepribadian. Kesediaan&#13;
untuk mengubah pola pikir dari pendekatan yang berfokus pada konten&#13;
menjadi kurikulum yang berbasis pada hasil belajar yang adaptif dan&#13;
fleksibel. Semua itu diperlukan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa&#13;
agar menjadi orang dewasa yang mandiri, hal ini merupakan salah satu&#13;
bagian dari keberhasilan penerapan kebijakan MBKM di perguruan tinggi.&#13;
Program studi ditantang untuk mengembangkan kurikulum adaptif yang&#13;
dapat menyesuaikan dengan perubahan zaman yang semakin cepat dengan&#13;
tetap menghasilkan lulusan yang memenuhi standar yang telah ditentukan.&#13;
Selanjutnya, penerapan program MBKM memerlukan kolaborasi dan kerjasama dengan mitra atau pihak lain dalam bidang keilmuannya, serta&#13;
partisipasi dalam mendorong capaian hasil pembelajaran yang diinginkan.&#13;
Program MBKM bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan&#13;
tinggi dengan memberikan fasilitas, mendorong, mempercepat perguruan&#13;
tinggi atas pencapaian 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama (IKU)&#13;
yang ditetapkan pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan&#13;
Nomor 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan&#13;
Tinggi Tahun 2020. Menurut Permen tersebut, perguruan tinggi harus&#13;
mampu menetapkan tujuan, menetapkan tujuan, dan merancang strategi&#13;
untuk mencapai Indeks Kinerja Utama (KPI). Perguruan tinggi dapat&#13;
menggunakan keberadaan delapan indikator kinerja utama sebagai alat&#13;
ukur untuk mencapai tujuan tertentu. Setiap perguruan tinggi diwajibkan&#13;
merumuskan indikator kinerja utama yang akan dijadikan prioritas untuk&#13;
dicapai. Melalui perumusan indikator kinerja utama tersebut, maka&#13;
dapat memudahkan pemerintah untuk mengukur pencapaian prestasi&#13;
pada setiap perguruan tinggi.
[ARSIP] Publikasi Dosen FKIP UNISMA
</description>
<pubDate>Tue, 11 Jan 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/5920</guid>
<dc:date>2022-01-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>DINAMIKA PILIHAN BAHASA : Masyarakat Tutur Perkotaan</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/5919</link>
<description>DINAMIKA PILIHAN BAHASA : Masyarakat Tutur Perkotaan
Werdiningsih, Dyah
Pada dasarnya, dinamika pilihan bahasa terletak pada konteks&#13;
situasi yang digunakan dalam komunikasi. Situasi yang dimaksud&#13;
menyangkut dua hal, yakni latar sosial dan latar kultural. Latar&#13;
sosial berkaitan dengan prestise atau nilai lebih pada suatu ragam&#13;
bahasa ketika digunakan dalam peristiwa tutur oleh penutur dan&#13;
latar kultural berkaitan dengan unggah-ungguh dan pengetahuan&#13;
penutur terhadap budaya pada suatu masyarakat.&#13;
Pada masyarakat tutur perkotaan terdapat dua macam kedwibahasaan, yaitu penutur dengan bahasa pertama (B1) bahasa&#13;
Indonesia (BI) dan bahasa kedua (B2) bahasa Jawa (BJ) dan penutur&#13;
dengan B1 BJ dan B2 BI, dalam hal ini di Malang dan Surabaya.&#13;
Selain itu, kemungkinan penutur juga menguasai lebih dari satu B2,&#13;
misalnya bahasa asing atau bahasa daerah lain. Mengingat adanya&#13;
fakta tersebut, dalam penggunaan bahasa, penutur dihadapkan&#13;
pada dua/lebih pilihan bahasa atau variasi bahasa. Kecenderungan&#13;
dalam pemilihan bahasa pada penutur dwibahasa tersebut dapat&#13;
berdampak pada terjadinya pemertahanan dan pergeseran bahasa,&#13;
baik BI maupun BJ.
[ARSIP] Publikasi Dosen FKIP UNISMA
</description>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/5919</guid>
<dc:date>2020-09-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pembelajaran Aktif dengan Case Method</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/5918</link>
<description>Pembelajaran Aktif dengan Case Method
Werdiningsih, Dyah; Sunismi; Wahyuni, Sri
buku&#13;
pembelajaran yang berjudul “Pembelajaran Aktif dengan Case Method”&#13;
dapat kami selesaikan dengan baik. Buku ini merupakan buku referensi&#13;
yang mengupas tentang implementasi pembelajaran aktif dengan metode&#13;
pembelajaran kasus di perguruan tinggi, terutama Universitas Islam Malang.&#13;
Buku ini disusun dalam rangka untuk mengkaji dampak implementasi&#13;
program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) terhadap ketercapaian&#13;
IKU PT (Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi) nomor 7, yaitu&#13;
kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Berlandaskan pada ketercapaian&#13;
IKU 7 tersebut, agar dapat tercipta kelas yang kolaboratif dan partisipatif&#13;
secara efektif, maka perlu diimplementasikan model pembelajaran yang&#13;
mendukung, yaitu project based learning dan case method.&#13;
Oleh karena itu dalam buku ini akan dikaji secara lebih mendalam&#13;
terkait metode pembelajaran berbasis kasus (case-based learning) untuk&#13;
mendukung ketercapaian IKU 7 Universitas Islam Malang (UNISMA).&#13;
Dalam buku akan dikaji antara lain: konsep pembelajaran bermakna,&#13;
Konsep pembelajaran berpusat mahasiswa, Pembelajaran orang&#13;
dewasa, Pembelajaran Kolaboratif dan Kooperatif, Kontruktivisme dan&#13;
Pembelajaran Aktif, serta Pembelajaran berbasis kasus (Pengertian, prinsip,&#13;
langkah, elemen, dan keuntungan-kerugian Case Method).
[ARSIP] Publikasi Dosen FKIP UNISMA
</description>
<pubDate>Thu, 02 Dec 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/5918</guid>
<dc:date>2021-12-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>BEST PRACTICE IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN CASE METHOD</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/5917</link>
<description>BEST PRACTICE IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN CASE METHOD
Sudrajat, Adi; Fuady, Anies; Kusuma Sulyandari, Ari; Wahyu Ertanti, Devi; Sri Agus Prasetyoningsih, Luluk; Retno Widowati, Diah; Riezky Maharany, Elva; Aliyah Rahmati, Nuse; Awaliyatush Sholihah, Fitri; Firda Khairunnisa, Gusti; Rifqi Junaidi, Mohammad; Dina Aminata, Diah; Anggraheni, Ika; Werdiningsih, Dyah
[ARSIP] Publikasi Dosen FKIP UNISMA
</description>
<pubDate>Thu, 02 Dec 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/5917</guid>
<dc:date>2021-12-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
