<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>MT - Indonesian Education</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/147</link>
<description>Koleksi Thesis Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia</description>
<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 18:10:05 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-18T18:10:05Z</dc:date>
<item>
<title>Objek Pemajuan Kebudayaan Banyuwangen  dalam Cerita Anak Dwibahasa Terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12157</link>
<description>Objek Pemajuan Kebudayaan Banyuwangen  dalam Cerita Anak Dwibahasa Terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur
Damayanti, Elvira
Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) secara khusus ataupun kebudayaan secara umum memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan menjaga jati diri bangsa. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus untuk menjaga kelestariannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan media sastra. Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur memiliki langkah strategis sebagai alat pelestarian kebudayaan dan bahasa tersebut, yaitu melalui sayembara penulisan cerita anak dwibahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemetaan kebudayaan Banyuwangen yang termuat dalam cerita anak berbahasa Indonesia-Using terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, deskripsi naratif dan visualisasinya, pajanan istilah berbahasa Using, nilai budaya dalam cerita, serta relevansinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah. &#13;
	Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif-kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah sastra anak berbantuan antropologi sastra. Data dalam penelitian ini adalah narasi berupa kata, frasa, klausa, kalimat, atau wacana dan visualisasi yang memuat informasi kebudayaan tradisional Banyuwangen. Sumber data dalam penelitian ini adalah 20 judul buku sebagaimana pada latar penelitian. Data dikumpulkan dengan memanfaatkan berbagai metode, yaitu dokumentasi, penelusuran naratif dan visualisasi, serta kuisioner. Data temuan dianalisis menggunakan berbagai teknik pula, yang meliputi analisis tematik, analisis narasi dan visualisasi, analisis linguistik, analisis nilai budaya, dan analisis deskriptif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh Objek Pemajuan Kebudayaan Banyuwangen yang dimuat, meliputi permainan rakyat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, ritus/upacara adat, kesenian, adat-istiadat, dan bahasa. Struktur naratif cerita dari karakter yang memiliki peran ideologis, tindakan/perbuatan (meliputi lack, villainy, difficult task, hero, complicity, solution,dan receipt), serta  penderita. Terdapat pula tiga karakter khas suku Using yang teridentifikasi, yaitu ladyak, aclak, dan bingkak.  Narasi ini didukung dengan visualisasi yang memadai, tetapi beberapa perlu dilakukan penyesuaian kembali dengan objek yang nyata untuk memaksimalkan keabsahannya. Dalam cerita-cerita anak yang dikaji, ditemukan pajanan istilah sejumlah 33 kata. Nilai-nilai kebudayaan yang teridentifikasi berupa nilai keamanan (berupa keamanan keluarga dan kesehatan), nilai prestasi (berupa ambisi dan cakap), kedermawanan (berupa persahabatan sejati dan suka menolong), pengarahan diri (berupa mandiri, ingin tahu, memiliki tujuan, kreativitas), nilai kesesuaian berupa kepatuhan, dan nilai tradisi (berupa merawat tradisi dan taat beragama). Objek pemajuan kebudayaan Banyuwangen yang terdapat dalam 20 buku cerita anak berbahasa Indonesia-Using terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur tergolong sangat memadai untuk dapat diterapkan dalam pembelajaran sastra di sekolah sebagai usaha untuk penciptaan rasa bangga terhadap budaya dan sadar akan multikultiralisme dalam diri anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi (1) peneliti berikutnya untuk melakukan penelitian lanjutan, (2) bagi penulis cerita anak agar memaksimalkan objek-objek pemajuan kebudayaan lainnya yang belum dimanfaatkan sebagai ide cerita, dan (3) bagi guru sastra di sekolah agar memanfaatkan penggunaan kata-kata arkais berbahasa Using untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra di sekolah.
</description>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12157</guid>
<dc:date>2025-04-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Makna Religiusitas dalam Puisi Èbbhu Karya Sugik Muhammad Sahar: Studi Hermeneutika Paul Ricoeur</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12104</link>
<description>Makna Religiusitas dalam Puisi Èbbhu Karya Sugik Muhammad Sahar: Studi Hermeneutika Paul Ricoeur
Tabarok, Moh
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam puisi Ebbhu karya Sugik Muhammad Sahar yang berhubungan dengan masyarakat Madura serta interpretasi nilai-nilai religius berdasarkan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Analisis data mengikuti prosedur hermeneutika Ricoeur yang meliputi: (1) distansiasi (pembacaan objektif teks); (2) interpretasi (pemaknaan simbol dan metafora); (3) apropriasi (kontekstualisasi makna); dan (4) referensi (penemuan makna di balik teks). Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai religiusitas dalam puisi Ebbhu karya Sugik Muhammad Sahar. Nilai-nilai religius ini berhubungan dengan nilai keagamaan yang terdapat pada masyarakat Madura seperti ketaatan dalam beribadah (ubudiyah), penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual (ta’dzim), pencarian ilmu pengetahuan (tholabul ’ilmi), dan keteguhan dalam menjalankan ajaran agama (istiqomah).
</description>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12104</guid>
<dc:date>2025-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengembangan Bahan Ajar Digital Canzine Teks Prosedur Berkonten Isu Lingkungan pada Siswa Kelas VII SMP PGRI 02 Batu</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12103</link>
<description>Pengembangan Bahan Ajar Digital Canzine Teks Prosedur Berkonten Isu Lingkungan pada Siswa Kelas VII SMP PGRI 02 Batu
Claritas, Ingit Mreta
Perubahan global dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara menjaga lingkungan, menuntut adanya perhatian lebih terhadap isu-isu lingkungan atau yang biasa disebut dengan ekologi. Salah satu cara untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan mengenalkan dan meningkatkan kepedulian tentang isu lingkungan di kalangan generasi muda khususnya pelajar. Dengan adanya pengembangan bahan ajar digital canzine berkonten isu lingkungan, diharapkan siswa dapat belajar menulis teks prosedur secara lebih kontekstual dan memuat informasi terbaru. Nantinya, siswa tidak hanya belajar tentang pemahaman struktur dan kaidah bahasa saja, tetapi mereka akan diajarkan bagaimana mengaplikasikan materi yang sudah didapat serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung kelestarian lingkungan yang lebih nyata.&#13;
Tujuan penelitian ini untuk (1) memeroleh deskripsi tentang kebutuhan bahan ajar digital Canzine teks prosedur berkonten isu lingkungan pada siswa kelas VII SMP PGRI 02 Batu, (2) memeroleh deskripsi tentang hasil pengembangan bahan ajar digital Canzine teks prosedur berkonten isu lingkungan pada siswa kelas VII SMP PGRI 02 Batu, dan (3) memeroleh deskripsi tentang ketepatan produk bahan ajar digital Canzine teks prosedur berkonten isu lingkungan pada siswa kelas VII SMP PGRI 02 Batu.&#13;
Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan model pengembangan yang dipilih adalah model pengembangan Design and Development Research (DDR). Prosedur pengembangan DDR terdiri dari empat tahap yaitu, (1) tahap persiapan, (2) tahap desain, (3) tahap pengembangan, dan (4) tahap implementasi dan evaluasi. Teknik pengumpulan data melalui pedoman lembar validasi dan angket. Analisis data yang dilakukan melibatkan teknik analisis deskripsi kualitatif dan kuantitatif. &#13;
Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa perlu adanya pengembangan bahan ajar digital canzine teks prosedur berkonten isu lingkungan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan serta literasi digital. Hasil pengembangan dari penelitian ini telah menghasilkan produk bahan ajar digital canzine berkonten isu lingkungan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap kelestarian lingkungan serta memberikan wawasan tentang literasi digital. Hasil validasi menunjukkan bahwa, (1) penilaian validasi isi dan bahasa telah mendapat penilaian dengan nilai rata-rata 96% yang menunjukkan bahwa materi dan penggunaan bahasa dalam bahan ajar ini dapat diimplementasikan dan digunakan saat pembelajaran sehingga validator memberikan penilaian dengan  kategori sangat layak, (2) penilaian validasi perancangan dan media mendapat nilai rata-rata 91% yang mengindikasikan bahwa desain dan tampilan media dalam bahan ajar telah memenuhi standar yang sangat baik sehingga mendapat kategori sangat layak, (3) penilaian guru/praktisi mendapat nilai rata-rata 90% yang mencerminkan bahwa produk ini dinilai sangat layak untuk diterapkan saat pembelajaran berlangsung, dan (4) siswa/pennguna mendapat nilai rata-rata 85,4% dengan kategori sangat layak yang menunjukkan bahwa bahan ajar digital ini diterima dengan sangat baik oleh siswa dan dianggap efektif dalam mendukung proses pembelajaran, sehingga keseluruhan uji validasi produk mendapat nilai rata-rata 90,6% dengan kategori sangat layak. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar digital Canzine berbasis ekoliterasi telah memenuhi standar kelayakan yang tinggi dan dapat diimplemtasikan secara efektif dalam kegiatan pembelajaran siswa kelas VII SMP PGRI 02 Batu.&#13;
Hasil kajian produk pengembangan ini memiliki kelebihan diantaranya adanya integrasi isu lingkungan yang aktual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga siswa mampu membangun kesadaran mereka terhadap masalah lingkungan untuk diperbaiki secara bersama-sama. Selain itu dalam bahan ajar ini juga terdapat format digital yang dapat digunakan dalam pembelajaran online, fitur visual dan interaktif serta terdapat gamifikasi dalam pembelajaran. Kelemahan produk ini adalah ketergantungan pada perangkat teknologi dan akses internet yang tidak selalu tersedia secara merata di seluruh sekolah. Diseminasi produk dari penelitian ini adalah dapat dimanfaatkan di sekolah lainnya yang membutuhkan inovasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis isu lingkungan serta memanfaatkan teknologi digital. Saran pengembangan lebih lanjut, pengembang bisa menambahkan fitur bahan ajar digital yang lebih menarik, interaktif dan kontekstual sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa di berbagai jenjang.
</description>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12103</guid>
<dc:date>2025-04-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Tindak Tutur Modalitas Desideratif Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Progresif Bumi Shalawat</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12102</link>
<description>Tindak Tutur Modalitas Desideratif Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Progresif Bumi Shalawat
Dwitasari, Arnanda
Tindak tutur desideratif ialah salah satu penggunaan bahasa yang digunakan untuk penyampaian informasi oleh penutur kepada lawan tutur. Dalam lingkungan edukasi, kemampuan guru untuk menyampaikan materi menggunakan bahasa yang efektif dan terstruktur dengan baik sangat krusial agar siswa dapat memahami informasi secara optimal. Dalam bingkai inilah, interaksi verbal desideratif menjadi inti dari proses pembelajaran, di mana komunikasi antara guru dan siswa membentuk dinamika dan kualitas penyampaian materi. Khususnya dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia, ekspresi keinginan dan harapan, baik dari pengajar maupun pembelajar, seringkali terwujud dalam bentuk tindak tutur modalitas desideratif. Pemahaman terhadap penggunaan modalitas ini menjadi krusial karena dapat memengaruhi efektivitas penyampaian pesan, motivasi belajar, dan penciptaan suasana kelas yang kondusif. Penelitian ini berupaya menggali lebih dalam fenomena kebahasaan tersebut.&#13;
Penelitian ini memiliki fokus utama untuk mendeskripsikan secara komprehensif bentuk desideratif, fungsi desideratif, dan makna desideratif modalitas tindak tutur yang muncul dalam interaksi verbal selama pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII di SMP Progresif Bumi Shalawat. Tujuannya adalah mengetahui bentuk modalitas, fungsi, dan makna desideratif dalam pembelajaran kelas VII SMP Progresif Bumi Shalawat. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui rekaman audio otentik yang menangkap interaksi komunikasi antara guru dan siswa selama sesi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII. Rekaman ini kemudian ditranskripsikan secara cermat, diikuti dengan proses klasifikasi data untuk mengidentifikasi unit-unit tuturan yang mengandung modalitas desideratif. &#13;
Berdasarkan analisis yang mendalam, terdapat 10 bentuk modalitas desideratif, 6 fungsi desideratif, dan 6 makna desideratif modalitas tindak tutur hadir secara kaya dan bervariasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII SMP Progresif Bumi Shalawat. Ekspresi harapan dan keinginan ini ditemukan baik dalam tuturan guru kepada siswa maupun sebaliknya, menunjukkan interaktivitas komunikasi yang dinamis.&#13;
Penelitian ini menyarankan agar guru dan praktisi pendidikan lebih menyadari kekayaan dan fungsi modalitas desideratif dalam interaksi kelas, yang berpotensi meningkatkan kualitas komunikasi, memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih efektif, dan membangun hubungan interpersonal yang harmonis antara guru dan siswa dengan situasi komunikasi di kelas. Selain itu, memperdalam bentuk pragmatik bahasa secara kontekstual.
</description>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12102</guid>
<dc:date>2025-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
