<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>LP - Doctoral Program</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/181</link>
<description>Publikasi Ilmiah Dosen Program Doktor</description>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 20:51:21 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-16T20:51:21Z</dc:date>
<item>
<title>Multicultural Islamic Education Genealogy at Al-Hikam  Student Islamic Boarding School of Malang</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/2615</link>
<description>Multicultural Islamic Education Genealogy at Al-Hikam  Student Islamic Boarding School of Malang
Syakur, Abd.; Bakri, Maskuri; Ghony, H.M. Djunaidi
Multicultural education become discussion subject that is always &#13;
interesting and sustainable, especially in Islamic boarding schools &#13;
such as the Al-Hikam Student Islamic Boarding School which is &#13;
admired by students. In this discourse, it is qualitative research &#13;
with genealogical approach to multicultural based PESMA with &#13;
methods of observation, interviews and documentation studies, &#13;
there are many phenomenal things from the existence of the &#13;
Student Islamic Boarding School. Starting from the genealogy of &#13;
its establishment to its modern system and style, it still has the &#13;
boarding school specialty. As has also been done at the time of the &#13;
Prophet, the caliphate time to Indonesia in the past, in terms of its &#13;
vision and mission to its main goal, it should be used as an &#13;
example and model for multicultural education in this modern era. &#13;
With that spirit, the Al-Hikam Student Islamic Boarding School has &#13;
become pioneer in integrating Islamic boarding school religious &#13;
knowledge with science in the university environment. In addition &#13;
to the vision, mission and goals, the diverse students are the &#13;
response of the founders to the advances of the times, so that the&#13;
establishment of the Student Islamic Boarding School system until &#13;
now remains solid and develops in the hope able to provide &#13;
multidisciplinary, interdisciplinary and highly competitive human &#13;
resources and upholding pluralism.
[ARCHIVES] Copyright Article from : Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal)
</description>
<pubDate>Sat, 01 May 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/2615</guid>
<dc:date>2021-05-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>FKUB dan Implementasi Pendidikan Agama Islam Multikultural dalam Mengembangkan Kerukunan Umat Beragama pada Masyarakat Tengger</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/2606</link>
<description>FKUB dan Implementasi Pendidikan Agama Islam Multikultural dalam Mengembangkan Kerukunan Umat Beragama pada Masyarakat Tengger
Noor, Triana Rosalina; Idrus; Ridwan, Mohamad Mujib; Maskuri
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis spirit nilai toleransi dan &#13;
Implementasi Pendidikan Agama Islam Multikultural Dalam Mengembangkan Kerukunan Umat &#13;
Beragama Pada Masyarakat Tengger. Penelitian ini dilakukan di masyarakat muslim Tengger tepatnya di &#13;
Desa Sukapura dan Desa Krucil Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan &#13;
kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan &#13;
dokumentasi. Informan dari penelitian ini adalah jajaran FKUB yang merupakan salah satu penggiat &#13;
toleransi di Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian ini adalah spirit toleransi yang dikembangkan FKUB &#13;
dan tokoh agama setempat melalui Pendidikan Agama Islam Multikultural guna mengembangkan &#13;
kerukunan umat beragama telah membawa dampak positif. Masyarakat Tengger yang tinggal di Desa &#13;
Sukapura dan Desa Krucil mampu hidup berdampingan dengan damai. Nilai-nilai toleransi tersebut &#13;
adalah saling menghormati, kebebasan beragama, menerima keberadaan orang lain dan berpikir positif. &#13;
Pada proses implementasinya, proses penanaman spirit toleransi kepada masyarakat Muslim dilakukan melalui kegiatan keagamaan seperti suroan, istighosah, pengajian umum, kegiatan mauludan dan kegiatan &#13;
tahlil. Pada kegiatan-kegiatan tersebut, nilai toleransi tersebut diimplikasikan melalui pemberian &#13;
pemahaman dan pengetahuan terkait pentingnya spirit toleransi (tolerance knowing), untuk selanjutnya &#13;
masyarakat muslim akan bisa merasakan “rasa” dari pentingnya toleransi dalam kehidupan masyarakat &#13;
(tolerance feeling) dan pada akhirnya bisa hidup berdampingan dengan orang lain dalam masyarakat &#13;
sehingga terciptalah kerukunan umat beragama (tolerance action).
[ARCHIVES] Copyright Article from : Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
</description>
<pubDate>Fri, 30 Jul 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/2606</guid>
<dc:date>2021-07-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Yuridis Sosiologis Pemberian Asimilasi dan Integrasi terhadap Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/351</link>
<description>Analisis Yuridis Sosiologis Pemberian Asimilasi dan Integrasi terhadap Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang
Trisnawati, Niyan Ati
Pengambilan tema di atas dilatarbelakangi oleh kebijakan asimilasi narapidana di tengah pandemi COVID-19. Asimilasi diberikan sebagai hak narapidana setelah memenuhi syarat-syarat dalam aturan hukum yang berlaku. Asimilasi adalah pembinaan narapidana dewasa dan anak dengan membiarkan mereka hidup berbaur di lingkungan masyarakat. Sedangkan integrasi adalah pembebasan narapidana yang telah memenuhi syarat untuk bebas bersyarat. Di tengah pandemi corona, penjara menjadi tempat beresiko karena banyak penjara yang tidak layak huni akibat kelebihan kapasitas. Kebijakan jaga jarak mustahil diterapkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendesak pemerintah negara di dunia untuk membebaskan narapidana beresiko rendah. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengangkat beberapa rumusan masalah sebagai berikut: 1. Berapa jumlah narapidana Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang sebelum dan setelah Asimilasi dan Integrasi terkait COVID-19? 2. Apa alasan dan pertimbangan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang memberikan dan tidak memberikan Asimilasi dan Integrasi terkait COVID-19? 3. Apa saja hambatan yang dihadapi dalam pemberian Asimilasi dan Integrasi terkait COVID-19 di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang? 4. Apa saja upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan pemberian Asimilasi dan Integrasi terkait COVID-19 di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang? Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara sedangkan data sekunder didapatkan dari studi pustaka dan dokumen yang terkait dengan masalah penelitian. Hasil penelitian dianalisa secara induktif untuk menjawab isu yang menjadi pokok permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pandemi COVID-19, jumlah narapidana mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam hal ini penulis menggunakan data isi penghuni mulai tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Namun jumlah ini mengalami penurunan secara bertahap sejak awal Desember 2019 karena diberlakukannya kebijakan Crash Program yang berlaku sampai 31 Maret 2020. Kebijakan ini dilanjutkan dengan kebijakan pengeluaran dan pembebasan narapidana melalui asimilasi dan integrasi terkait COVID-19. Syarat utama pemberian asimilasi dan integrasi adalah jika narapidana telah memenuhi persyaratan administrasi dan substansi. Jika tidak memenuhi salah satu atau bahkan keduanya, narapidana tidak dapat disertakan dalam program asimilasi dan integrasi terkait COVID-19. Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program adalah ketidakpastian alamat yang dituju oleh narapidana dan anak yang keluar asimilasi, ada narapidana yang memanfaatkan momen pemulangan ini untuk meminta uang lebih kepada keluarga dan keraguan masyarakat untuk menerima kedatangan narapidana dan anak yang bebas asimilasi dan integrasi terkait COVID-19. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan antara lain mengharuskan adanya keluarga yang menjemput narapidana, melakukan sosialisasi melalui media sosial bahwa pemulangan narapidana tidak dipungut biaya sama sekali, melakukan kontrol terhadap narapidana dan anak yang bebas asimilasi dan integrasi terkait COVID19 dan melakukan koordinasi dengan Kepolisian, Kejaksaan dan masyarakat melalui Kelurahan masing-masing.
</description>
<pubDate>Sat, 25 Jul 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/351</guid>
<dc:date>2020-07-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>The Value Orientation of Multicultural Islamic Education in the Sipakatau Culture</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/219</link>
<description>The Value Orientation of Multicultural Islamic Education in the Sipakatau Culture
Cikusin, Yaqub; Muhammad, Tang; Ghony, Djunaedy
the purpose of this study was to interpret and describe the values of the culture  of  Sipakatau  in  the  Bugis  community  to  become  the  foundation  for  the development  of  Multicultural  Islamic  education.  The  research  approach  used  is qualitative-ethnographicresearchdevelopedbyGay,Mills,Aurasian&amp;Creswell.Data collection techniques used are in the form of observations, interviews, and documents. Then  the  data  analysis  used  is  a  model  developed  by  Miles  &amp;  Hubermen.  After conducting  research,  it  was  shown  that  the  cultural  values  of  Sipakatau  in  Bugis communities in Barang village could be the basis for the development of Multicultural Islamic  Education,  namely  with  the  concept  of  "humanizing  humans"  with  the  main values, namely; mutual respect and respect, advise each other, support each other and protect,loveandloveeachother,helpeachotherandreceive(helpandhelp),andhave the same rights before GodAlmighty
</description>
<pubDate>Thu, 29 Nov 2018 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/219</guid>
<dc:date>2018-11-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
