<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Undergraduate Theses</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/37</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Program Sarjana (S1)</description>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 11:56:13 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-24T11:56:13Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Elastisitas Permintaan Ikan Rumah Tangga Di Indonesia</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14134</link>
<description>Analisis Elastisitas Permintaan Ikan Rumah Tangga Di Indonesia
SEPASTHIKA, FEZIH ANDARU
Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani penting bagi masyarakat Indonesia, namun tingkat konsumsi ikan rumah tangga masih dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti harga pangan, daya beli, serta karakteristik rumah tangga. Meskipun Indonesia memiliki potensi perikanan yang besar, konsumsi ikan nasional masih menunjukkan variasi antar wilayah dan kelompok ekonomi. Oleh karena itu, analisis elastisitas permintaan diperlukan untuk mengetahui tingkat sensitivitas konsumsi ikan terhadap perubahan harga, pengeluaran rumah tangga, serta harga komoditas pangan lain sebagai substitusi atau komplementer. &#13;
Penelitian ini memiliki dua tujuan utama yaitu: (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan ikan rumah tangga di Indonesia, dan (2) mengukur elastisitas harga, elastisitas silang, serta elastisitas pengeluaran terhadap konsumsi ikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi logaritmik (double log-linear) menggunakan. Data yang digunakan merupakan data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2024 yang mencakup rumah tangga di seluruh Indonesia. Variabel dependen adalah permintaan ikan rumah tangga di Indonesia, sedangkan variabel independen meliputi harga ikan, harga daging sapi, harga ayam, harga telur, harga susu, harga beras, harga tahu, harga tempe, jumlah anggota rumah tangga, serta pengeluaran rumah tangga. Model logaritmik dipilih karena koefisien regresi dapat langsung diinterpretasikan sebagai nilai elastisitas.&#13;
Hasil estimasi model menunjukkan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variasi permintaan ikan cukup terbatas namun tetap signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,2498, yang berarti sekitar 24,98% variasi permintaan ikan rumah tangga dapat dijelaskan oleh variabel harga dan karakteristik rumah tangga dalam model, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Selain itu, hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan nilai F-hitung sebesar 2,565 dengan p-value 0,009881, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 1%. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap permintaan ikan rumah tangga di Indonesia.&#13;
Berdasarkan analisis elastisitas harga diperoleh nilai elastisitas harga ikan sebesar 0,23492. Nilai ini berada pada rentang 0 &lt; Ep &lt; 1, sehingga menunjukkan bahwa permintaan ikan bersifat inelastis terhadap harga. Artinya, perubahan harga ikan tidak diikuti perubahan jumlah permintaan yang proporsional. Hal ini menunjukkan bahwa ikan merupakan komoditas pangan yang cukup penting dalam konsumsi rumah tangga sehingga tetap dikonsumsi meskipun terjadi perubahan harga. Permintaan ikan yang inelastis juga mencerminkan keterbatasan substitusi sempurna terhadap ikan sebagai sumber protein hewani utama dalam konsumsi masyarakat.&#13;
Hasil analisis elastisitas silang menunjukkan adanya hubungan substitusi dan komplementer antara ikan dengan beberapa komoditas pangan lainnya. Komoditas yang bersifat substitusi terhadap ikan adalah daging sapi 61,964% dan
</description>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14134</guid>
<dc:date>2026-03-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Kohe Kambing dan Pupuk kno3  terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman  Bawang Merah (allium ascalonicum l)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14133</link>
<description>Pengaruh Kohe Kambing dan Pupuk kno3  terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman  Bawang Merah (allium ascalonicum l)
AQIL ABIDIN, M. ALIF
Bawang merah (Allium ascalonicumL.) Permintaan bawang merah cenderung meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan industri pangan. Namun demikian, produktivitas bawang merah di tingkat petani masih menghadapi berbagai kendala, antara lain penurunan kesuburan tanah, serta ketidakseimbangan pemupukan. Kesuburan tanah menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman bawang merah, karena tanaman ini memiliki sistem perakaran yang relatif dangkal sehingga sangat peka terhadap kondisi fisik dan kimia tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis kohe kambing, dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. &#13;
&#13;
     Penelitian ini dilaksanakan di lahan persawahan, Jl. Tirtosari No 12 Dusun Klandungan Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang Jawa Timur, dengan ketinggian 600 mdpl Percobaan dilakukan mulai 24 Juni sampai Agustus 2025. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama dosis kohe kambing yang terdiri 4 taraf yaitu D0 : 0 ton/ha, D1 : 15 ton/ha, D2 : 30 to/ha, D3 : 45 ton/ha . Sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk KNO3 yang terdiri dari 4 level yaitu K0 : 0 kg/ha, K1 : 100 kg/ha, K2 :200 kg/ha, K3 : 300 kg/ha. Dari kedua faktor tersebut didapatkan 16 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali dengan 4 sampel tanaman sehingga terdapat 192 sampel. Variabel yang diamati meliputi variabel pertumbuhan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, dan jumlah anakan. Sedangkan variabel hasil terdiri dari jumlah umbi, diameter umbi, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman dan potensi hasil tanaman. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (anova) dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%.&#13;
&#13;
     Hasil  penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi kohe kambing dan pupuk KNO3 mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Kombinasi pupuk kohe kambing dan pupuk KNO3 mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Kombinasi kohe kambing 15 ton/ha dengan  pupuk KNO3 300 kg/ha memberikan pertumbuhan yang sama baiknya dengan kohe kambing 30 ton/ha dengan KNO3 100 kg/ha dan kohe kambing 45 ton/ha dikombinasikan dengan KNO3 300 kg/ha. Sedangkan untuk  kohe kambing 30 ton/ha dikombinasikan dengan KNO3 200-300 memberikan hasil yang sama baiknya pada penggunaan kohe kambing 45 ton/ha yang dikombinasikan dengan KNO3 200 maupun 300 kg/ha. Dosis kohe kambing 34,403 ton/ha di kombinasikan dengan KNO3 134,375 kg/ha menghasilkan bobot segar umbi terbaik 52,893 g yang setara dengan 10,58 ton/ha.
</description>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14133</guid>
<dc:date>2026-01-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kontribusi Peran Penyuluh Pertanian Dan Dukungan Sarana Prasarana Terhadap Produksi Padi Di Desa Boto Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14132</link>
<description>Kontribusi Peran Penyuluh Pertanian Dan Dukungan Sarana Prasarana Terhadap Produksi Padi Di Desa Boto Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo
HANIFAH, RESTYANILA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan produksi padi sebagai salah satu komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Produksi padi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis budidaya, tetapi juga oleh kualitas pendampingan penyuluhan pertanian serta ketersediaan sarana dan prasarana produksi yang memadai. Di banyak wilayah pedesaan, petani masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses terhadap informasi teknologi pertanian, keterbatasan input produksi, serta belum optimalnya pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Oleh karena itu, peran penyuluh pertanian, kinerja penyuluh, serta ketersediaan sarana prasarana pertanian menjadi faktor penting yang perlu dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi peran penyuluh pertanian, kinerja penyuluh pertanian, serta ketersediaan sarana prasarana pertanian di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo; dan (2) menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap produksi padi. &#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 112 responden petani padi, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan literatur pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS, yang meliputi pengujian validitas dan reliabilitas, analisis model struktural, serta pengujian hipotesis.&#13;
	Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap peran penyuluh pertanian sebagai motivator, edukator, fasilitator, dan dinamisator. Kinerja penyuluh pertanian juga dinilai baik, terutama pada aspek persiapan dan pelaksanaan penyuluhan, meskipun pada aspek evaluasi dan pelaporan masih terdapat beberapa responden yang menilai belum optimal. Selain itu, ketersediaan sarana prasarana pertanian dinilai cukup memadai, terutama pada ketersediaan benih, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian, meskipun masih terdapat kendala pada distribusi pupuk dan kondisi irigasi di beberapa lokasi. &#13;
Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator penelitian memenuhi kriteria validitas konvergen dan validitas diskriminan, serta memiliki reliabilitas yang baik berdasarkan nilai Composite Reliability. Pada model struktural, nilai R-Square sebesar 0,399 menunjukkan bahwa variabel peran penyuluh pertanian, kinerja penyuluh pertanian, dan ketersediaan sarana prasarana pertanian mampu menjelaskan variasi produksi padi sebesar 39,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi. Peran penyuluh pertanian memiliki koefisien jalur sebesar 0,362 dengan nilai T-statistic 5,385, yang menunjukkan bahwa semakin optimal peran penyuluh dalam memberikan motivasi, edukasi, fasilitasi, dan pendampingan kepada petani, maka produksi padi cenderung meningkat. Kinerja penyuluh pertanian juga berpengaruh positif signifikan dengan koefisien jalur sebesar 0,288 dan nilai T-statistic 3,525, yang menunjukkan bahwa kinerja penyuluh yang baik dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan efektivitas penerapan teknologi pertanian oleh petani. Sementara itu, ketersediaan sarana prasarana pertanian memiliki pengaruh paling besar dengan koefisien jalur sebesar 0,553 dan nilai T-statistic 9,227, yang menunjukkan bahwa ketersediaan input produksi dan infrastruktur pertanian merupakan faktor dominan dalam meningkatkan produksi padi.
</description>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14132</guid>
<dc:date>2026-03-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Potensi Larutan Daun Pare Sebagai Antiseptic Teat Dipping Terhadap Score Mastitis  Dan Nilai PH Susu Segar</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14131</link>
<description>Potensi Larutan Daun Pare Sebagai Antiseptic Teat Dipping Terhadap Score Mastitis  Dan Nilai PH Susu Segar
FERDIANSYAH, HANIM NOVAN
Materi yang digunakan adalah 9 ekor sapi perah peranakan Freisen Holstein. Bahan yang digunakan adalah Daun Pare muda yang masih segar, tidak layu dan berwarna hijau, air untuk campuran membuat larutan dan susu segar sapi perah hasil teat dipping. Metode penelitian  adalah percobaan, Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, Perlakuan yaitu P0= Kontrol yaitu teat dipping dengan Povine Iodine, P1= teat dipping dengan larutan Daun Pare 15% dan P2 = konsentrasi Larutan Daun Pare 20%. Variabel yang diamati adalah score mastitis dan pH susu segar. Analisis data menggunakan ANOVA.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan daun pare tidak berpengaruh signifikan (nilai P&gt;0,05) terhadap pH dan CMT susu. Rata-rata hasil nilai pH susu adalah  P0 = 6,6 ; P1 = 6,6 ; dan P2 = 6,5. Rata-rata nilai CMT semua perlakuan adalah PO = 1,08, P1= 1.0, P2 = 1,0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa larutan Daun Pare (Momordica charantia) sebagai antiseptik mempunyai potensi antiseptik teat dipping sama dengan larutan povine iodine berdasarkan score mastitis dan nilai pH. Saran pada penelitian ini adalah supaya untuk meninggkatkan Kesehatan ternak sapi perah dengan menggunakan larutan Daun Pare konsentrasi 15% untuk teat dipping sapi perah, serta perlu dilakukan uji lanjut dengan menggunakan metode ekstraksi yang berbeda.
</description>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14131</guid>
<dc:date>2025-11-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
