<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Faculty of Agriculture</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/39</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Fakultas Pertanian</description>
<pubDate>Thu, 13 Aug 2026 22:07:33 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-13T22:07:33Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Aplikasi Macam Nano Partikel Dan Dosis Vermikompos Powder Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga ( Brassica Oleraceavar )Varietas Larisa F1</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13889</link>
<description>Pengaruh Aplikasi Macam Nano Partikel Dan Dosis Vermikompos Powder Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga ( Brassica Oleraceavar )Varietas Larisa F1
NUGROHO, MOCHAMAD NUR
Kubis bunga merupakan salah satu sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki manfaat dalam mencukupi gizi masyarakat sehingga sangat prospektif untuk dibudidayakan. Praktik pertanian yang biasa dilakukan dalam upaya meningkatkan produksi yaitu melalui pemupukan kimia NPK, aplikasi NPK dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek negatif terhadap tanah juga biayanya yang relatif mahal. Salah satu upaya untuk mengurangi pupuk anorganik yaitu dengan menggunakan pupuk organik seperti vermikompos dan juga penambahan nano partikel ZnO dan SiO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi macam nano partikel dan dosis vermikompos powder terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga varietas Larisa F1. Penelitian ini merupakan percobaan pot di green house yang berlokasi di Desa Merjosari,  Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.&#13;
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK Faktorial vs kontrol dengan perlakuan yang diujikan yaitu: P1D1 (SiO2 50 mg/kg+ vermikompo 300g/pot), P1D2 (SiO2 50 mg/kg+ vermikompos 600g/pot), P1D3 (SiO2 50 mg/kg+ vermikompos 900g/pot), P2D1 (ZnO 100 mg/kg+ vermikompos 300g/pot), P2D2 (ZnO 100 mg/kg+ vermikompos 600g), P2D3 (ZnO 100 mg/kg+ vermikompos 900g/pot),  P3D1 ((SiO2+ZnO)+ vermikompos 300g/pot), P3D2 ((SiO2+ZnO)+ vermikompos 600g/pot), P3D3 ((SiO2+ZnO)+ vermikompos 900g/pot) dan satu perlakuan pembanding menggunakan pupuk NPK. Variabel yang diamati meliputi : Pertumbuhan (Tinggi tanaman, Jumlah daun, Luas daun), Hasil (Bobot segar kubis bunga per tanaman, Keliling crop kubis bunga, Bobot segar total tanaman, Bobot kering total tanaman, Indeks panen). &#13;
 Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan macam nano partikel dan dosis vermikompos terhadap variabel pertumbuhan tanaman pada parameter tinggi tanaman dan hasil tanaman kubis bunga varietas Larisa F1 yang meliputi parameter bobot segar kubis bunga per tanaman, keliling crop kubis bunga, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, indeks panen. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan perlakuan P1D3 (SiO2 50 mg/kg+ vermikompos 900g/pot)menunjukan hasil terbaik.
</description>
<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13889</guid>
<dc:date>2025-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Aplikasi Nano Kompos, Nano Partikel Zno Dan Sio2 Pada Pertumbuhan Bibit (Main Nursery) Tanaman Sawit (Elaeis Guineensis Jacg)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13062</link>
<description>Pengaruh Aplikasi Nano Kompos, Nano Partikel Zno Dan Sio2 Pada Pertumbuhan Bibit (Main Nursery) Tanaman Sawit (Elaeis Guineensis Jacg)
CITRA PRATIWI, ANNISA AZZARAH EKI
Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak nabati terbesar di Indonesia, dengan luas areal 15,93 juta hektar dan produksi CPO mencapai 47,08 juta ton pada tahun 2023. Meskipun ekspor minyak sawit mengalami penurunan dari tahun 2019 hingga 2022, volume ekspor kembali meningkat pada tahun 2023 setelah penurunan terbesar terjadi pada tahun 2020, di mana ekspor mencapai 27,63 juta ton, turun 8,55 persen dibandingkan tahun 2019.&#13;
Pengembangan perkebunan kelapa sawit memerlukan ketersediaan bibit berkualitas dan media tanam yang mendukung pertumbuhan. Pada tahap pembibitan utama, pemupukan menjadi sangat penting, karena kelapa sawit membutuhkan unsur hara makro dan mikro untuk tumbuh dengan optimal. Pupuk nano yang terdiri dari nanokompos dan nanopartikel seperti ZnO dan SiO2, dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dan mendukung pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemberian nanokompos dan nanopartikel terhadap pertumbuhan kelapa sawit pada tahap awal pembibitan.&#13;
             Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse di Dusun Tebelo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada ketinggian 540 mdpl, mulai bulan Juli 2024-Januari 2025. Analisis hasil tanaman sawit dilakukan di Lab Terpadu Fakultas Pertanian (Unisma). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan, di mana setiap ulangan memiliki 3 sampel tanaman dan jumlah keseluruhan sampel tanaman adalah 54. Sampel perlakuan diacak menggunakan undian dalam setiap kelompok. Penelitian ini menggunakan perlakuan nano kompos dan nano partikel ZnO dan SiO2  sebagai berikut: P0 (Kontrol), P1 (100% NPK (2,5 g/pot)), P2  (Nanokompos 1.000 ppm + 50% NPK), P3 (Nanokompos 500 ppm + ZnO 100 ppm + SiO2 50 ppm + 50% NPK), P4 (Nanokompos 1.000 ppm + ZnO 200 ppm + SiO2 100 ppm + 50% NPK), P5 (Nanokompos 1.500 ppm + ZnO 300 ppm + SiO2 150 ppm + 50% NPK). Parameter yang di amati yaitu: tinggi tanaman (cm), jumlah pelepah daun (helaian), luas pelepah daun (cm²), diameter batang, volume akar (cm³), panjang akar primer (cm), bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman, bobot segar akar dan bobot kering akar, kandungan klorofil (spad). Untuk mengertahui pengaruh perlakuan dilakukan uji analisis ragam dan uji BNJ 5% (ANOVA). &#13;
             Hasil penelitian menunjukkan aplikasi nano kompos dan nano partikel Zno dan SiO2 berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan sawit pada tahap pembibitan utama (main nursery) dimana perlakuan terbaik adalah dan P4 (Nanokompos 1.000 ppm + ZnO 200 ppm + SiO2 100 ppm + 50% NPK).
</description>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13062</guid>
<dc:date>2025-06-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Nilai Tambah Dan Strategi Pengembangan Pangan Fungsional Tepung Sayur Pakcoy Umkm Mahesty Kota Malang</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13061</link>
<description>Analisis Nilai Tambah Dan Strategi Pengembangan Pangan Fungsional Tepung Sayur Pakcoy Umkm Mahesty Kota Malang
Maulita, Shinta
UMKM Mahesty merupakan salah satu pencetus inovasi baru produk tepung sayur pakcoy di Kota Malang yang baru dilucurkan pata tahun 2023. Produk ini memiliki nilai jual tinggi karena menggunakan 100% bahan baku sayur pakcoy hidroponik tanpa pestisida, yang dibudidayakan secara mandiri melalui kerja sama dengan Kebun Baryat Jatimulyo dan beberapa mitra hidroponik lainnya. Produk tepung sayur pakcoy dijual seharga Rp75.000 per kemasan 50 gram. Pengolahan tersebut memberikan nilai tambah menjadi produk yang kompetitif sekaligus meningkatkan profitabilitas perusahaan. Namun, UMKM Mahesty menghadapi beberapa kendala diantaranya belum ada pengolahan biaya yang mendetail dan perusahaan belum memiliki administrasi yang tersistematis sehingga tidak diketahui seberapa besar nilai tambah yang dihasilkan dan  profitabilitas yang diperoleh dari penjualan tepung sayur pakcoy. Selain itu, tepung sayur pakcoy merupakan inovasi baru yang perlu diteliti lebih dalam terkait kualitas, variasi, harga, kemasan dan citra merek produk untuk meningkatkan kualitas, daya saing dan citra produk ketika dipasarkan secara luas. Sehingga diperlukan strategi pengembangan produk yang efektif untuk meningkatkan daya saing produk. Oleh karena itu, adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai tamah, profitabilitas dan startegi pengembangan produk tepung sayur pakcoy UMKM Mahesty. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2025 di UMKM Mahesty dengan pendekatan kualitatif dan kuantitaif. Responden pada penelitian ini diambil secara purposive sampling yakni berasal dari pelaku usaha sebagai key informan dan 50 konsumen tepung sayur pakcoy. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara secara langsung dengan media kuesioner cetak, observasi dan laporan perusahaan. Analisis pada penelitian ini mencakup analisis nilai tambah menggunakan metode hayami, analisis profitabilitas dengan dihitung nilai Break Event Point (BEP), Margin Of Safety (MOS) dan Marginal Income Ratio dan strategi pengembangan produk mengggunakan SWOT.&#13;
Berdasarkan hasil analisis nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan sayur pakcoy menjadi tepung sayur pakcoy menunjukkan bahwa 30 kg sayur pakcoy menjadi 1 kg tepung menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 26.000 per kilogram sayur pakcoy. Rasio nilai tambah yang didapatkan pada produksi tepung sayur  pakcoy termasuk dalam kategori nilai tambah tinggi yaitu 52% yang menunjukkan bahwa nilai tersebut di atas 15-40%.&#13;
Analisis Profitabilitas tepung sayur pakcoy menunjukkan bahwa nilai BEP sebesar Rp190.409,48, MIR mencapai 38,67%, dan MOS berada pada angka 87,31%. Dari keseluruhan data, diperoleh tingkat profitabilitas sebesar 33,76%, yang tergolong tinggi karena melebihi standar 20%. Temuan ini mengindikasikan bahwa jika UMKM Mahesty mampu menjual seluruh volume produksi, maka usaha ini berpotensi menghasilkan laba bersih sebesar 33,76%.&#13;
Hasil analisis SWOT mengenai startegi pengembangan produk tepung sayur pakcoy UMKM Mahesty berada di kuadran 1 atau berada pada strategi agresif, dimana strategi yang digunakan adalah SO (Strength-Opportunity).  Posisi ini sangat menguntungkan bagi pelaku usaha karena memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk secara maksimal. Strategi yang harus diterapkan adalah meningkatkan kualitas dengan menggunakan mesin terbaru freeze dryer, memperkuat merek dengan menambah tagline premium healt brand untuk meningkatkan kebutuhan konsumen serta memanfaatkan kebijakan pemerintah melalui fasilitas promosi dan pelatihan pengembangan produk UMKM untuk membranding, memperkuat citra merek dan produk.&#13;
Adapun saran yang bisa diberikan kepada UMKM Mahesty melalui adanya penelitian ini yaitu menambah periode produksi untuk memberikan pemasukan yang maksimal pada usaha dan pelaku usaha. Selain itu diisarankan UMKM Mahesty menerapkan startegi agresif yang sesuai dengan hasil penelitian. Serta meningkatkan pangsa pasar seperti bermitra dengan pengusaha makanan bayi dan melakukan penjualan secara online.
</description>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13061</guid>
<dc:date>2025-08-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada UMKM Mou-Mou By Dhina Eka</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12960</link>
<description>Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada UMKM Mou-Mou By Dhina Eka
Maulana, Rian
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, UMKM menyumbang sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di Indonesia (Kementerian Koperasi dan UKM, 2021). Keberadaan UMKM tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran. Dalam konteks UMKM Mou-Mou By Dhina Eka, yang bergerak di bidang kuliner, memiliki potesi besar untuk berkontribusi lebih dalam perekonomian.	 Namun, meskipun memiliki produk berkualitas, banyak UMKM termasuk Mou-Mou By Dhina Eka, menghadapi tantangan dalam meningkatkan volume penjualan. Persaingan yang sangat ketat di pasar, baik dari UMKM lain maupun dari perusahaan besar, membuat strategi pemasaran yang efektif menjadi sangat penting. Fenomena ini menunjukkan bahwa tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, strategi pemasaran yang tepat juga diperlukan untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan. Dalam dunia bisnis pemasaran yang efektif adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Segmenting, Targeting, Positioning (STP) dan menganalisis strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif) dengan analisis STP dan SWOT, data dikumpulkan melalui wawancara dan survei 50 responden yang akan diambil berdasarkan kriteria tertentu, yaitu berdomisili di wilayah Kabupaten Pasuruan dan pernah melakukan pembelian. Penentuan 50 responden ini didasarkan pada pertimbangan bahwa jumlah tersebut dianggap memadai dan praktis untuk penelitian ini. Dalam analisis STP, Mou-Mou By Dhina Eka menunjukkan segmentasi pasar yang luas, mencakup karakteristik demografis seperti usia &lt;50 tahun (ibu rumah tangga), geografis di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya, psikografis pada kelas sosial menengah ke bawah dengan gaya hidup milenial yang menyukai inovasi, serta perilaku konsumen yang mencari produk untuk acara khusus seperti ulang tahun dan pernikahan. Target pasar utama mereka adalah konsumen di Kabupaten Pasuruan, khususnya ibu rumah tangga yang berusia &lt;50 tahun, yang mencari produk praktis, terjangkau, dan menarik. Mou-Mou By Dhina Eka berhasil memposisikan dirinya sebagai penyedia kue berkualitas tinggi dengan desain unik, kekinian, dan dapat di-custom, serta harga yang terjangkau, menciptakan citra positif di benak konsumen dan membedakan produk mereka dari pesaing&#13;
Penerapan bauran pemasaran 4P oleh Mou-Mou By Dhina Eka juga dievaluasi. Dari segi Produk, mereka berhasil memenuhi kebutuhan pelanggan dengan variasi kue yang unik dan berkualitas, meskipun masih ada kekurangan dalam desain kemasan yang memengaruhi kepuasan. Harga produk dianggap kompetitif dan sesuai dengan nilai yang dirasakan pelanggan, dengan diskon dan promosi yang cukup efektif memengaruhi keputusan pembelian, sementara fluktuasi harga bahan baku memiliki pengaruh rendah pada harga jual. Dalam hal Tempat (Place), toko fisik mereka mudah diakses, namun distribusi ke platform online masih kurang optimal, meskipun konsumen menganggap perluasan ke platform online sangat penting. Terakhir, Promosi produk cukup jelas dalam menjelaskan manfaat, namun frekuensi promosi di media sosial masih rendah, meskipun promosi melalui media sosial efektif dalam meningkatkan kesadaran merek.&#13;
Analisis SWOT menunjukkan bahwa Mou-Mou By Dhina Eka memiliki kekuatan internal yang signifikan, seperti produk yang unik dan memenuhi kebutuhan pelanggan, harga kompetitif, memiliki offline store, dan promosi yang jelas. Namun, terdapat kelemahan seperti kurangnya desain kemasan yang optimal dan visibilitas merek di beberapa segmen pasar. Di sisi eksternal, peluang besar datang dari inovasi produk sesuai tren pasar terbaru, penawaran harga menarik untuk pelanggan baru, perluasan saluran distribusi online, dan peningkatan keterlibatan pelanggan melalui media sosial. Ancaman yang dihadapi meliputi persaingan produk sejenis yang ketat, fluktuasi harga bahan baku, perubahan persepsi pelanggan, dan kampanye pemasaran pesaing yang agresif. Berdasarkan hasil analisis ini, Mou-Mou By Dhina Eka berada pada Kuadran 1 SWOT, menunjukkan posisi yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan agresif. Oleh karena itu, strategi yang paling disarankan adalah Strategi SO (Strengths-Opportunities), yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal secara maksimal, seperti inovasi produk berdasarkan keunikan, promosi menarik untuk menjangkau pelanggan baru, ekspansi saluran distribusi online, dan peningkatan keterlibatan pelanggan melalui media sosial.&#13;
Saran untuk penelitian lanjutan, yang mencakup fokus pada eksplorasi penggunaan digital marketing, studi perbandingan antara UMKM yang berhasil dan yang tidak, serta analisis perilaku konsumen untuk memahami preferensi dan motivasi pembelian mereka. Dari sisi kebijakan praktis, penting untuk meningkatkan pelatihan bagi sumber daya manusia (SDM) di UMKM melalui workshop tentang pemasaran digital dan manajemen usaha, serta memberikan dukungan dari pemerintah dalam bentuk subsidi untuk membantu UMKM mengadopsi teknologi digital. Selain itu, kolaborasi antar UMKM untuk melakukan promosi bersama dapat mengurangi biaya pemasaran dan meningkatkan visibilitas produk. Dalam hal perbaikan metode, penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan metode pengumpulan data yang lebih luas, seperti survei online dan wawancara mendalam, serta mengintegrasikan analisis kuantitatif untuk mengukur dampak dari strategi pemasaran yang diterapkan. Untuk menutupi kelemahan penelitian, peluang tindak lanjut dapat difokuskan pada pengembangan sistem pengiriman untuk meningkatkan aksesibilitas produk, inovasi varian produk yang lebih tahan lama, dan penerapan strategi pemasaran yang fleksibel untuk menyesuaikan dengan perubahan kondisi pasar.
</description>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12960</guid>
<dc:date>2025-08-06T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
