<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Faculty of Teacher Training and Education</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/48</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</description>
<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 08:41:54 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-15T08:41:54Z</dc:date>
<item>
<title>Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Wondering Exploring Explaining (WEE) Berbantuan E-LKPD Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang Materi Persamaan Garis Lurus</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13077</link>
<description>Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Wondering Exploring Explaining (WEE) Berbantuan E-LKPD Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang Materi Persamaan Garis Lurus
Hayati, Anna
Pemahaman konsep merupakan landasan utama yang harus dikuasai dalam sebuah pembelajaran matematika. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, sehingga diperlukan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif. Peneliti melakukan penelitian dengan tujuan yaitu: (1) mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang materi persamaan garis lurus, (2) mendeskripsikan hasil peningkatan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang materi persamaan garis lurus.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data menggunakan lembar observasi kegiatan pendidik dan peserta didik, soal tes, catatan lapangan, dan wawancara. Tahap analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang sebanyak 16 peserta didik. Penelitian dilaksanakan pada semester Genap tahun ajaran 2024/2025 dengan materi persamaan garis lurus.&#13;
Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan sebagai berikut: &#13;
1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika materi persamaan garis lurus peserta didik kelas VIII di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, dengan langkah pembelajaran sebagai berikut: (a) kegiatan pendahuluan, salam dan menyapa peserta didik kemudian memberikan informasi terkait pembelajaran yang akan dilaksanakan, (b) kegiatan inti, pada tahap ini guru mengarahkan peserta didik mengakses E-LKPD interaktif sebagai media pembelajaran dan menerapkan model pembelajaran wondering (bertanya), exploring (mencari tahu), explaining (menjelaskan), (c) kegiatan penutup, pada tahap ini guru membantu peserta didik untuk menyimpulkan hasil belajar. 2) Terdapat hasil peningkatan pemahaman konsep matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif pada materi persamaan garis lurus siswa kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang dilihat pada: (a) Hasil peningkatan observasi kegiatan peserta didik siklus I mencapai 80,38% dengan kriteria ”baik”, kemudian pada siklus II menjadi 87,92% dengan kriteria ”sangat baik”, (b) Hasil observasi kegiatan guru pada siklus I mencapai 82,5% dengan kriteria “baik”, kemudian pada  siklus II menjadi 90,2% dengan kriteria ”sangat baik”, (c) Hasil tes akhir siklus I mencapai rata-rata kelas 59,56 dan presentase ketuntasan 37,5% kemudian pada siklus II mencapai rata-rata 80,19 dan presentase ketuntasan 75%, (d) Hasil wawancara juga menunjukkan respon baik dari peserta didik. Pada siklus I peserta didik yang merasa senang dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif memiliki presentase 33,33%, kemudian  mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83,3%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang pada materi persamaan garis lurus.
</description>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13077</guid>
<dc:date>2025-07-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kritis Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif  Two Stay Two Stray pada Materi Aljabar Kelas VII</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13076</link>
<description>Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kritis Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif  Two Stay Two Stray pada Materi Aljabar Kelas VII
Parasta, Ali Bagus
Penelitian ini didasarkan pada kurangnya kemampuan berpikir kreatif dan kritis peserta didik kelas VII MTs NU Padang Jambu. Berdasarkan hasil survei di MTs NU Padang Jambu mengungkapkan bahwa kurangnya pelatihan dan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi ide secara mandiri menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif dan kritis, sebagaimana yang disampaikan oleh guru dan siswa dalam wawancara. Guru menyampaikan bahwa siswa kurang aktif dalam diskusi kelas, jarang mengajukan pertanyaan, dan tidak terbiasa memberikan pendapat atau solusi alternatif terhadap suatu permasalahan. Kegiatan pembelajaran yang masih bersifat satu arah dan didominasi oleh ceramah dari guru menjadi salah satu penyebab rendahnya partisipasi dan daya pikir siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu membangkitkan keterlibatan aktif siswa dan mendorong mereka untuk berpikir secara lebih mendalam, logis, serta kreatif.&#13;
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan proses penerapan pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa  pada Materi Aljabar Kelas VII, (2) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dari hasil penerapan pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray pada Materi Aljabar Kelas VII, (3) untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa melalui model  pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray pada Materi Aljabar Kelas VII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini berlangsung di MTs NU Padang Jambu di kelas VII semester Genap tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah peserta didik adalah 20 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data wawancara, observasi, catatan lapangan, dan hasil tes akhir siklus kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian di peroleh peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan kritis peserta didik pada materi aljabar setelah dilaksanakan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat dilihat dari hasil tes akhir siklus, observasi guru, observasi peserta didik, dan wawancara. Pada siklus 1 hasil tes akhir siklus mencapai 5%, hasil observasi guru mencapai 81,625%, hasil observasi peserta didik mencapai 75,975%, dan hasil wawancara mencapai 50%. Sedangkan pada siklus II hasil tes akhir siklus mencapai 80%, hasi obsevasi guru mencapai 86,3%, hasil observasi peserta didik mencapai 85,625%, dan hasil wawancara mencapai 83,3%. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif  two stay two stray pada materi aljabar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa. Karena melalui pendekatan ini, siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, saling bertukar informasi, serta mampu mengemukakan dan mengevaluasi ide secara terbuka.
</description>
<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13076</guid>
<dc:date>2025-07-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Struktur Kepribadian Tokoh Walid dalam Drama Series Bidaah Karya Ellie Suriaty: Tinjauan Psikologi Sastra</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13075</link>
<description>Struktur Kepribadian Tokoh Walid dalam Drama Series Bidaah Karya Ellie Suriaty: Tinjauan Psikologi Sastra
Nurfadillah
Struktur kepribadian tokoh dalam sebuah cerita novel, drama atau film bertujuan untuk membantu pembaca atau penonton agar dapat memahami karakter dan perilaku seorang tokoh sesuai dengan yang ingn disampaikan oleh pengarang.  Setiap tokoh memiliki karakter masing-masing. Dalam penelitian ini, peneliti memiliki tiga fokus penelitian, yaitu 1) mendeskripsikan aspek id tokoh Walid, 2) mendeskripsikan aspek Ego tokoh Walid, 3) mendeskripsikan aspek superego tokoh Walid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketiga aspek tersenut dalam drama series Bidaah karya Ellie Suri|aty.&#13;
	Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) aspek id tokoh Walid dalam drama series Bidaah karya Ellie Suri|aty. (2) aspek ego tokoh W|alid d|al|am dr|am|a series Bid|a|ah K|ary|a Ellie Suri|aty. (3) |aspek superego tokoh W|alid d|al|am dr|am|a series Bid|a|ah K|ary|a Ellie Suri|aty.Id merupakan sistem kepribadian paling dasar dari karakter manusia yang dibawah sejak lahir, diwarisi melalui genetik. Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab atas tercapainya keinginan dari aspek id. Sedangkan superego merupakan aspek moral kepribadian yang bertujuan untuk benar salah, pantas atau tidak bertindak dalam masyarakat dimana individu itu hidup. &#13;
	Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data pada penelitian di ambil dari drama series Bidaah karya Ellie Suri|at. Penelitian ini di fokuskan pada tiga aspek id, ego dan superego. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dialok. Tahapan dalam peneltian ini pertama, menonton drama series Bidaah karya Ellie Suri|aty. Kedua, menyimak dan memberikan penandaan terhadap hasil seleksi dialok dan adegan dalams series. Ketiga, mengklasifikasikan data yang telah dikumpulkan sesuai dengan rumusan fokus fokus penelitian. Keempat, menganalisis data yang sudah di tandai.&#13;
	Dari hasil penelitian terdapat (1) aspek id tokoh Walid yakni berkaitan dengan dorongan biologis, tidak bermoral, tidak memiliki rasa bersalah, bertindak sesuai prinsip kesenangan (pleasure principle), serta menghidar dari ketegangan. (2) aspek ego tokoh Walid yakni harus berdasarkan realita, pereda ketegangan, pemuas kebutuhan, menunda kepuasan diri atau mencari kepuasan diri dengan cara yang lain. (3) aspek superego tokoh Walid berkaitan dengan norma si masyarakat, mengejar keunggulan, ingin mendapatkan pujian, menentukan kesempurnaa manusia, berpegang pada prinsip pengendalian diri.&#13;
	Berdasrkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tokoh Walid dalam drama series Bidaah karya Ellie Suri|aty menghadirkan banyak struktur kepribadian tokoh, yaitu (1) aspek id yakni berkaitan denga dorongan biologis, bekerja berdasrkan prinsip kesenangan, dan menghindari ketegangan. (2) aspek ego harus berdaarkan realitas, menunda kepuasan diri dengan mecari kepuasan diri dengan cara yang lain. (3) aspek superego mendapatkan pujian dan penghadiahan, mengejar keunggunalan, dan menentukan kesempurnaan manusia.
</description>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13075</guid>
<dc:date>2025-06-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Persepsi Kehidupan Sosial Tokoh Utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma (Kajian Sosiologi Sastra)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13074</link>
<description>Persepsi Kehidupan Sosial Tokoh Utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma (Kajian Sosiologi Sastra)
Kurniawan, Karin Nafisa Asmarani
Sebuah karya sastra bukan sekadar hasil dari imajinasi seorang penulis yang dituangkan dalam kata-kata yang indah dan artistik, melainkan juga sebuah cerminan dari realitas sosial dan budaya masyarakat. Dalam konteks sebuah novel, hal ini berarti bahwa sebuah novel bukan hanya sekadar cerita fiksi belaka, tetapi juga sebuah hal yang mencerminkan realitas sosial dan budaya manusia. Karakter-karakter dalam novel sering kali menjadi representasi dari berbagai kepribadian dan peran dalam masyarakat, sementara plot menggambarkan perjalanan dan konflik yang menghadapi individu-individu tersebut. Urgensi persepsi kehidupan sosial tokoh utama menjadi lebih signifikan karena melalui novel, pembaca dapat menelusuri perjalanan karakter utama dalam menghadapi berbagai tantangan, hubungan interpersonal, serta peristiwa yang memengaruhi kehidupannya. Dalam penelitian ini mengkaji kehidupan sosial tokoh utama, Amara. Amara merupakan sosok Perempuan muda yang hidup dalam tekanan nilai-nilai, norma sosial, dan konstruksi budaya yang menempatkan Perempuan pada posisi ketimpangan sosial. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk menganalisis bagaimana Amara menjalani relasi sosialnya, terutama dalam konteks keluarga, pernikahan, dan Masyarakat yang menuntut kesempurnaan peran Perempuan sebagai istri dan ibu. Fokus utama terletak pada dinamika sosial yang memengaruhi cara Amara merespons stigma terhadap Perempuan yang mengalami gangguan Kesehatan reproduksi, serta bagaimana ia menghadapi tekanan emosional, keterasingan sosial, dan konflik identitas. Penelitian ini memiliki tujuan dalam mendeskripsikan beberapa hal sebagai berikut : (1) Mendeskripsikan bentuk interaksi kehidupan sosial tokoh utama Amara. (2) Mendeskripsikan bentuk persepsi kehidupan sosial tokoh utama pada Novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Data diambil dari Novel Lebih Senyap Dari Bisikan dengan ketebalan buku 152 halaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehidupan sosial Amara sarat akan penindasan simbolik yang dilegitimasi oleh tradisi dan norma sosial, namun di sisi lain juga menampilkan bentuk perlawanan dan pencarian jati diri yang kuat. Novel ini tidak hanya merepresentasikan perjuangan personal seorang perempuan, tetapi juga mengungkap potret sosial masyarakat yang masih membebani perempuan dengan standar moral dan biologis tertentu.
</description>
<pubDate>Mon, 26 May 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13074</guid>
<dc:date>2025-05-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
