<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Faculty of Engineering</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/50</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Fakultas Teknik</description>
<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 14:51:31 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-15T14:51:31Z</dc:date>
<item>
<title>Studi Pemetaan Daerah Rawan Banjir Dengan Metode Skoring Dan Pembobotan Di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12593</link>
<description>Studi Pemetaan Daerah Rawan Banjir Dengan Metode Skoring Dan Pembobotan Di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat
Natsir, Muh
Banjir merupakan bencana yang kerap terjadi di Indonesia, khususnya saat musim&#13;
hujan. Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, termasuk wilayah&#13;
yang rawan banjir akibat kondisi topografi dataran rendah dan meluapnya sungai.&#13;
Sayangnya, belum tersedia data spasial yang memetakan tingkat kerawanan banjir di&#13;
wilayah ini secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan&#13;
daerah rawan banjir menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan pendekatan&#13;
skoring dan pembobotan.&#13;
Hasil dari penelitian ini adalah Lima parameter utama yang digunakan dalam&#13;
analisis ini yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan&#13;
buffer sungai. Setiap parameter diberi bobot dan skor berdasarkan tingkat pengaruhnya&#13;
terhadap risiko banjir, lalu dilakukan proses overlay untuk mendapatkan peta kerawanan&#13;
banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,65 km² (59,90%) wilayah termasuk dalam&#13;
kategori sangat rawan banjir, 17,22 km² (22,11%) dalam kategori Rawan, dan 14,01 km²&#13;
(17,99%) termasuk wilayah aman dari banjir. Luas wilayah yang terdampak sebagai&#13;
daerah rawan banjir di Kecamatan Bolo adalah sebesar 70,76 km² atau 93,52% dari total&#13;
luas wilayah penelitian, Luasan ini terdiri terdiri dari dua kelas kerawanan, yaitu rawan&#13;
dan sangat rawan.&#13;
Faktor yang paling dominan mempengaruhi kerawanan adala kemiringan lereng&#13;
yang sebagian besar berupa dataran dengan kemiringan 0–8%., yang dominan berada&#13;
pada dataran rendah dengan pemanfaatan lahan sebagai ladang dan tegalan, serta jenis&#13;
tanah Chromic Luvisols yang mempunyai hari infiltrasi rendah, serta penggunaan Lahan&#13;
sebagai ladang dan tegalan juga memperburuk potensi banjir. Daerah dalam jarak 0–25&#13;
meter dari sungai termasuk zona sangat rawan. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi&#13;
sistem drainase permukiman, dilakukan pengukuran topografi, Pengembangan bangunan&#13;
pengendali banjir seperti kolam retensi, embung, dan tanggul dapat menjadi solusi teknis&#13;
yang direkomendasikan.
</description>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12593</guid>
<dc:date>2025-08-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Sebagai  Dasar Penentuan Perbaikan Jalan Kapten Naiman Kabupaten Pulau Taliabu– Maluku Utara</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12591</link>
<description>Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Sebagai  Dasar Penentuan Perbaikan Jalan Kapten Naiman Kabupaten Pulau Taliabu– Maluku Utara
Anam, Asroful
Jalan yang berada di Desa Bobong adalah jalan dengan tipe 1 lajur 2 arah dengan status jalan kabupaten dan fungsi sebagai jalan lokal primer, juga tergolong pada jenis jalan kelas II. Jalan ini kesehariannya di sibukkan oleh aktivitas masyarakat yang beragam, mulai dari aktivitas kekantor, kesekolah, pertanian atau perkebunan. Selain itu, jalan ini menjadi penghubung ke jalan menuju pelabuhan, pasar besar dan juga jalur yang menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulau Taliabu. Penggunaan jalan yang berkelanjutan di daerah tersebut akan menyebabkan timbulnya kerusakan yang terus menerus. Oleh karena itu dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi di ruas jalan kapten Naiman, dengan menentukan penanaganan yang sesuai dengan kondisi kerusakan jalan yang terjadi. Jalan yang dijadikan sebagai penelitian sejauh 5 km pada STA 0+000 – STA 5 +000 tepatnya pada Jalan Kapten Naiman.&#13;
Metode yang dipakai untuk menentukan nilai kerusakan jalan menggunakan road condition index (RCI) dan surface distress index (SDI dengan perhitungan memakai 10 segmen tiap 1 km.&#13;
Hasil dan Analisa pada ruas jalan Kapaten Naiman terdapat 4 macam Nilai, yaitu : Baik, Rusak Sedang, Rusak Ringan, Rusak Berat. Dan terdapat beberapa jenis kerusakan diantaranya : Kerusakan lubang disepanjang ruas jalan Kapten Naiman. Kerusakan bekas roda di Sta 0+000 – 0+100, Sta 3+500 – 3+600, Sta 3+700 – 3+900, Sta 4+000 – 4+100, Sta 4+300 – 4+400, Sta 4+500 – 4+600, Sta 4+800 – 5+000. Retak – retak di Sta 0+000 – 2+000, Sta 0+300 – 0+800, Sta 0+900 – 2+900, Sta 3+000 – 3+100, Sta 3+200 – 3+400, Sta 3+500 – 3+600, Sta 3+700 – 5+000. Kerusakan tepi dibeberapa segment jalan disepanjang ruas jalan Kapten Naiman. Dan juga jenis penanganan jalan : Sta 0+000 – Sta 1+000 Rehabilitas. Sta 1+000 – Sta 2+000 Peningkatan struktur. Sta 2+000 – Sta 3+000 pemeliharaan berkala. Sta 3+000 – Sta 4+000 pemeliharaan berkala. Sta 4+000 – Sta 5+000 pemeliharaan berkala.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12591</guid>
<dc:date>2025-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Variasi Kuat Arus Dan Ketebalan Plat Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Proses Pemotongan Baja Aisi 1041 Dengan Mesin Cnc Plasma</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12590</link>
<description>Pengaruh Variasi Kuat Arus Dan Ketebalan Plat Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Proses Pemotongan Baja Aisi 1041 Dengan Mesin Cnc Plasma
SETYAWAN, ERWIN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh kuat arus dan ketebalan plat terhadap kekasaran permukaan pada proses pemotongan plat baja AISI 1041dengan mesin CNC Plasma Cutting. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif eksperimental. Data yang diperoleh berupa hasil pengujian kekasaran material baja AISI 1041. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik ANOVA Two factors with Replication, Uji T dan Uji Regresi. Hasil dari penelitian ini mnegungkapkan bahwa ketebalan plat, kecepatan pemotongan, serta interaksi antara keduanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekasaran permukaan pada proses pemotongan baja AISI 1041 menggunakan CNC Plasma Cutting. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung yang lebih besar dibandingkan Ftabel pada semua faktor, yang menunjukkan bahwa masing-masing variabel serta interaksinya memberikan dampak nyata terhadap hasil pemotongan, serta P-value yang lebih kecil dari 0,05, serta nilai Thitung yang lebih besar dari nilai Ttabel, dan regresi linier yang mendekati 1 menunjukan bahwa model linear cukup akurat dalam mempersentasikan data.
</description>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12590</guid>
<dc:date>2025-08-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness Pada Mesin Packer Focke Fx 2 Di Pt Abc</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12589</link>
<description>Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness Pada Mesin Packer Focke Fx 2 Di Pt Abc
Ramadhan, REDITYA CHIESA
Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan performa dan efisiensi mesin Packer Focke FX 2 di PT ABC. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasil nilai OEE dianalisa menggunakan metode Six Big Losses untuk menemukan faktor kerugian dan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) serta fishbone diagram untuk menemukan akar permasalahan dan memberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa nilai OEE pada periode bulan Juni 2024 sampai dengan Agustus 2024 yaitu 43,4 %. Hasil tersebut lebih rendah dari standar OEE dunia yaitu 85 %. Hasil tersebut dipengaruhi tingginya nilai idling and minor stoppage losses diangka 15,84% dan breakdown losses diangka 13,46%. akar permasalahan yang ditemukan menggunakan metode FMEA dengan nilai RPN 228 yaitu jenis kegagalan pada proses Blank feeding dengan mode kegagalan material blank jamming pada area blank track karena spray glue jet tidak berfungsi maksimal. Sehingga usulan perbaikan yang diberikan adalah terkait metode pencegahan, management spare part, dan kompetensi karyawan.
</description>
<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12589</guid>
<dc:date>2025-03-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
