<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Agrotechnology</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/61</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Agroteknologi</description>
<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 22:25:13 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-20T22:25:13Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Fertigasi Dan Irigasi Tetes Dengan Kontrol Iot Terintegrasi Solar Energy  Terhadap Kualitas Hasil Dan Vegetasi Gulma Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14181</link>
<description>Pengaruh Fertigasi Dan Irigasi Tetes Dengan Kontrol Iot Terintegrasi Solar Energy  Terhadap Kualitas Hasil Dan Vegetasi Gulma Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.)
ALI, IMAM MAHRUS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem fertigasi dan irigasi tetes dengan kontrol IoT berbasis solar energy terhadap kualitas hasil panen serta vegetasi gulma tanaman pakcoy dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional.&#13;
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Oktober 2025 di lahan persawahan Jl. Green Tombro, Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada ketinggian sekitar 500 mdpl dengan suhu rata-rata 24–30°C dan kelembapan udara 70–85%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana dengan dua perlakuan, yaitu sistem fertigasi dan irigasi tetes berbasis IoT terintegrasi panel surya (P1) serta sistem pemupukan dan irigasi konvensional (P2). Masing-masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan dengan 30 tanaman per ulangan sehingga total terdapat 180 tanaman. Sistem IoT yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32-DEVKITC-32U, sensor tanah 7-in-1, sensor ultrasonik, sensor water flow, sensor DHT22, modul relay, MPPT solar charge controller, serta antarmuka website monitoring yang dapat dioperasikan secara lokal maupun jarak jauh melalui sistem penjadwalan berbasis website.&#13;
Variabel yang diamati meliputi variabel kualitas tanaman secara destruktif pada saat panen, yaitu total padatan terlarut, kandungan klorofil a, klorofil b, karotenoid, vitamin C, serta kadar abu. Selain itu, dilakukan analisis vegetasi gulma menggunakan metode kuadran berukuran 50 cm × 50 cm yang dilempar secara acak sebanyak dua kali pada masing-masing ulangan pada lahan perlakuan. variabel vegetasi gulma yang dianalisis meliputi frekuensi relatif (FR), dominansi relatif (DR), Indeks Nilai Penting (INP), dan Summed Dominance Ratio (SDR) untuk setiap jenis gulma yang ditemukan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem IoT memberikan pengaruh nyata hanya pada variabel kadar abu tanaman pakcoy. Rerata kadar abu pada perlakuan IoT mencapai 26,31% dan berbeda signifikan dibandingkan sistem konvensional sebesar 20,48% (P = 0,030). Sementara itu, variabel kualitas lainnya seperti vitamin C, klorofil a, klorofil b, karotenoid, dan total padatan terlarut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua perlakuan. Pada aspek vegetasi gulma, teridentifikasi sebanyak 10 jenis gulma yang tumbuh pada kedua sistem budidaya. Spesies gulma yang paling dominan adalah Panicum repens, yang terlihat dari bobot kering Panicum repens pada sistem IoT sebesar 45,31 g, jauh lebih rendah dibandingkan sistem konvensional sebesar 148,53 g. Nilai INP Panicum repens pada sistem IoT mencapai 93,87% (SDR 46,94%), lebih tinggi dibandingkan pada sistem konvensional sebesar 78,28% (SDR 39,14%). Sebaliknya, gulma Cyperus rotundus menunjukkan dominansi yang lebih tinggi pada sistem konvensional dengan nilai SDR 18,01% dibandingkan pada sistem IoT sebesar 11,49%.
</description>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14181</guid>
<dc:date>2026-03-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Uji Efikasi Berbagai Jenis Pestisida Nabati Dan Konsentrasi Terhadap Intensitas Serangan Hama Ulat (Spodoptera Litura) Pada Tanamanbrokoli (Brassica Oleracea L)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14180</link>
<description>Uji Efikasi Berbagai Jenis Pestisida Nabati Dan Konsentrasi Terhadap Intensitas Serangan Hama Ulat (Spodoptera Litura) Pada Tanamanbrokoli (Brassica Oleracea L)
DA COSTA, ANDRONICO
Upaya untuk meningkatkan hasil produksi brokoli masih terhambat oleh sejumlah tantangan, di antaranya adalah hama ulat S. litura. Intensitas serangan S. litura pada tanaman brokoli dapat mencapai 45%, ditandai dengan gejala berupa daun berlubang dan rusak akibat aktivitas makan larva. Pengendalian hama (S litura) selama ini umumnya dilakukan dengan penggunaan pestisida kimia yang menyebabkan resistensi hama. Salah satu solusi yang mulai diterapkan adalah penggunaan pestisida nabati. Jenis tumbuhan yang telah diketahui memiliki potensi sebagai pestisida nabati antara lain daun mimba (Azadirachta indica), daun sirsak (Annona muricata), dan daun pepaya (Carica papaya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis pestisida nabati dan kombinasinya terhadap populasi dan intensitas serangan hama ulat (Spodoptera litura) pada tanaman brokoli (Brassica oleracea L). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2025 pada lahan yang di Greenhouse Universitas Islam Malang, pada ketinggian tempat 400 mdpl, curah hujan mencapai rata-rata antara 0 - 20 per tahun, dan suhu udara berkisar 22,7℃ - 25,1℃. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan yaitu, Kontrol (Tanpa Pestisida Nabati) (P0D0), Daun Papaya 40% (P1D1), Daun Sirsak 40% (P2D1), Daun Mimba 40% (P3D1), Daun Papaya + Daun Sirsak 40% (P4D1), Daun Papaya + Daun Mimba 40% (P5D1), Daun sirsak + Daun Mimba 40% (P6D1), Daun papaya + Daun Sirsak + Daun Mimba 40% (P7D1), Daun Papaya 60% (P1D2), Daun Sirsak 60% (P2D2), Daun Mimba 60% (P3D2), Daun Papaya + Daun Sirsak 60% (P4D2), Daun Papaya + Daun Mimba 60% (P5D2), Daun sirsak + Daun Mimba 60% (P6D2), Daun papaya + Daun Sirsak + Daun Mimba 60% (P7D2), Daun Papaya 80% (P1D3), Daun Sirsak 80% (P2D3), Daun Mimba 80% (P3D3), Daun Papaya + Daun Sirsak 80% (P4D3), Daun Papaya + Daun Mimba 80% (P5D3), Daun sirsak + Daun Mimba 80% (P6D3), Daun papaya + Daun Sirsak + Daun Mimba 80% (P7D3), dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang didapat dilakukan uji F (Anova) apabila terdapat perbedaan nyata dilakukan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan yang mampu menekan populasi dan intensitas seranga hama adalah kombinasi pestisida nabati Papaya + sirsak + mimba dengan dosis 80% (P7D3), sedangkan bedasarkan uji LT50 dan LC50 menunjukkan waktu kematian hama rata-rata pada pengamatan 48jam dengan dosis 40%, 60% dan 80% masuk kategori sangat toksik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian jenis dan kombinasi pestisida nabati terhadap populasi dan intensitas serangan hama menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik yaitu P6D1, P6D2 dan P7D3.
</description>
<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14180</guid>
<dc:date>2025-02-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Efek Aplikasi Tiga Macam Nano Kompos Limbah Sawit Terhadap Rasio Shoot-Root Dan Distribusi Perakaran Bibit Sawit Fase Main Nursery Dibandingkan Dengan Penggunaan Pupuk Anorganik</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14179</link>
<description>Efek Aplikasi Tiga Macam Nano Kompos Limbah Sawit Terhadap Rasio Shoot-Root Dan Distribusi Perakaran Bibit Sawit Fase Main Nursery Dibandingkan Dengan Penggunaan Pupuk Anorganik
PRATAMA, RIZKY DWIYAN
Kelapa sawit merupakan komoditas penting bagi perekonomian Indonesia, sehingga kualitas bibit pada fase main nursery menjadi faktor kunci dalam keberhasilan budidaya. Pada fase ini, rasio shoot–root dan distribusi perakaran menjadi indikator penting karena menentukan kemampuan bibit menyerap air dan hara serta ketahanannya di lapangan. Sementara itu, industri sawit menghasilkan limbah TKKS dalam jumlah besar, dan penggunaan pupuk anorganik secara intensif menimbulkan dampak terhadap biaya dan kualitas tanah. Pemanfaatan TKKS sebagai kompos, termasuk dalam bentuk nanokompos, menawarkan solusi untuk memperbaiki media tanam, meningkatkan ketersediaan hara, dan mendukung pertumbuhan perakaran. Teknologi nanokompos memungkinkan distribusi hara lebih efisien dan merangsang perkembangan akar yang lebih optimal dibandingkan pemupukan konvensional. Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan manfaat nanokompos terhadap pertumbuhan tanaman, kajian mengenai pengaruhnya terhadap rasio shoot–root dan distribusi perakaran bibit kelapa sawit pada fase main nursery masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh berbagai jenis nanokompos limbah sawit terhadap parameter tersebut sebagai dasar pengembangan pemupukan yang lebih efektif dan berkelanjutan.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse Dusun Jewo, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada bulan Maret–September 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu macam nanokompos (tandan kosong kelapa sawit; tandan kosong kelapa sawit + solid decanter; tandan kosong kelapa sawit + kotoran sapi) dan macam pemupukan (kontrol, pupuk kimia dosis 100%, dan nanokompos dosis 100%). Setiap perlakuan diulang lima kali dengan tiga sampel per ulangan sehingga diperoleh 90 satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi biomassa tanaman dan akar, panjang dan volume akar, rasio shoot–root, serta distribusi perakaran. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5%, dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Dunnett taraf 5%.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis nano-kompos limbah kelapa sawit dan macam pemupukan terhadap rasio shoot–root serta distribusi perakaran bibit kelapa sawit pada fase main nursery, sehingga masing-masing faktor bekerja secara independen. Jenis nano-kompos limbah sawit berpengaruh nyata terhadap rasio shoot–root dan distribusi perakaran, di mana nano-kompos berbahan dasar tandan kosong kelapa sawit yang dikombinasikan dengan bahan organik lain mampu meningkatkan panjang, volume, dan sebaran akar sehingga menghasilkan keseimbangan pertumbuhan tajuk dan akar yang lebih baik. Selain itu, macam pemupukan juga berpengaruh nyata, dengan aplikasi nano-kompos dosis 100% menunjukkan perkembangan sistem perakaran dan distribusi akar yang lebih optimal dibandingkan pemupukan kimia dosis 100% maupun kontrol, sehingga mendukung kualitas bibit kelapa sawit pada fase main nursery.
</description>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14179</guid>
<dc:date>2026-02-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kontrol Fertigasi Dan Irigasi Tetes Berbasis Iot (Internet Of Things) Dengan Dukungan Energi Surya Untuk Meningkatkan Performa Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L.)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14178</link>
<description>Kontrol Fertigasi Dan Irigasi Tetes Berbasis Iot (Internet Of Things) Dengan Dukungan Energi Surya Untuk Meningkatkan Performa Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L.)
SYAIFULLAH  YUSUP, MUHAMMAD
Tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan komoditas hortikultura dengan umur panen relatif singkat, sekitar 25-30 hari setelah tanam. Produksi sawi di Indonesia masih berfluktuasi, dari 760.608 ton pada tahun 2022 menurun menjadi 686.876 ton pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 688.595 ton pada tahun 2024, yang menunjukkan perlunya pengelolaan budidaya yang lebih terkontrol, khususnya dalam pemberian nutrisi dan air. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah sistem fertigasi dan irigasi tetes berbasis IoT (Internet of Things) untuk mendukung pengaturan dan pemantauan distribusi nutrisi serta air pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy, membandingkannya dengan metode konvensional, serta menentukan perlakuan terbaik menggunakan analisis De Garmo.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan dua taraf perlakuan, yaitu sistem kontrol fertigasi dan irigasi tetes berbasis IoT dan sistem budidaya konvensional, masing-masing dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy, sedangkan data dianalisis menggunakan uji t dan analisis De Garmo.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan IoT memberikan perbedaan nyata terhadap beberapa variabel pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy dibandingkan perlakuan konvensional. Tinggi tanaman umur 21 HST pada perlakuan IoT mencapai 19,78 cm, sedangkan perlakuan konvensional mencapai 14,25 cm. Jumlah daun umur 14 HST pada perlakuan IoT mencapai 7,93 helai, sedangkan pada perlakuan konvensional sebesar 6,03 helai, dan pada umur 21 HST perlakuan IoT menghasilkan jumlah daun sebesar 12,20 helai, sedangkan perlakuan konvensional sebesar 10,10 helai. Luas daun umur 14 HST pada perlakuan IoT mencapai 179,06 cm², sedangkan perlakuan konvensional sebesar 106,42 cm², dan pada umur 21 HST perlakuan IoT menghasilkan luas daun sebesar 555,87 cm², sedangkan perlakuan konvensional sebesar 397,81 cm². Indeks luas daun umur 14 HST pada perlakuan IoT mencapai 0,199, sedangkan pada perlakuan konvensional sebesar 0,118, Kemudian pada umur 21 HST perlakuan IoT menghasilkan indeks luas daun sebesar 0,618, sedangkan perlakuan konvensional sebesar 0,442. Bobot segar konsumsi pada perlakuan IoT mencapai 117,53 g, sedangkan perlakuan konvensional mencapai 78,13 g. Bobot kering konsumsi pada perlakuan IoT sebesar 5,86 g, lebih tinggi dibandingkan perlakuan konvensional yang sebesar 4,39 g. Berdasarkan analisis De Garmo, perlakuan berbasis IoT memperoleh nilai produktivitas (NP) sebesar 0,76, lebih tinggi dibandingkan perlakuan konvensional sebesar 0,24, sehingga perlakuan IoT ditetapkan sebagai perlakuan terbaik dalam penelitian ini.
</description>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14178</guid>
<dc:date>2026-03-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
