<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Agrotechnology</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/61</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Agroteknologi</description>
<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 22:22:57 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-26T22:22:57Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Kombinasi Dosis Kompos Dan Konsentrasi Nano Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L.).</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14139</link>
<description>Pengaruh Kombinasi Dosis Kompos Dan Konsentrasi Nano Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L.).
NASRUDIN, ALFIAN
Pertanian modern mampu meningkatkan produksi pertanian dan produktivitas tanaman, tetapi memiliki keterbatasan dan belum mengatasi permasalahan dalam sistem produksi pertanian. Salah satu upaya yang menjajikan adalah penggunaan nanoteknologi dalam pertanian. Nanoteknologi telah menunjukkan potensi untuk meningkatkan produktivitas tanaman melalui peningkatan efisiensi penyerapan nutrisi, fotosintesis dan resistensi terhadap stres lingkungan. Sejumlah besar pupuk kimia diterapkan pada tanah pertanian untuk meningkatkan hasil panen. Namun, penggunaan nitrogen (N) yang berlebihan menimbulkan permasalahan lingkungan dan ekologis, serta mengurangi keberlanjutan dalam pembangunan pertanian. Oleh karena itu, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kombinasi Dosis Kompos dan Konsentrasi Nano Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilakukan di rumah plastik yang bertempat di Dusun Tebelo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, mulai bulan april sampai juni 2025. &#13;
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Terdapat 15 macam perlakuan dan satu kontrol meliputi, Faktor pertama yaitu pupuk kompos yang terdiri dari tiga taraf, K1: dosis 200 gram per polybag K2: dosis 400 gram per polybag K3: dosis 600 gram per polybag. Faktor dua adalah aplikasi nano urea yang terdiri dari 5 taraf yaitu: U1: nano urea dengan konsentrasi 1000 ppm per polybag U2: nano urea dengan konsentrasi 2000 ppm per polybag U3: nano urea dengan konsentrasi 3000 ppm per polybag U4: nano urea dengan konsentrasi 4000 ppm per polybag U5: nano urea dengankonsentrasi 5000 ppm per polybagDari dua faktor tersebut diperoleh 15 kombinasi perlakuan sebagaimana yang disajikan dalam tabel 1, ditambah satu kontrol. Setiap perlakuan diulang 3 kali dan setiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Sehingga total keseluruhannya adalah 144 polybag. Untuk semua perlakuan diacak menggunakan metode undian dalam setiap kelompoknya. Aplikasi nano urea yang digunakan pada penelitian ini adalah: perlakuan U1 melarutkan 5,4 gram nano urea kedalam 5,4 liter air, U2 10,8 gram dilarutkan dalam 5,4 liter air, U3 16,2 gram dilarutkan dalam 5,4 liter air, U4 21,6 gram dilarutkan dalam 5,4 liter air dan U5 27,0 gram dilarutkan dalam 5,4 liter air. Larutan tersebut diaplikasikan sebanyak 200 ml setiap polybag sesuai dengan perlakuan yang telah ditentukan.&#13;
 Hasil analisis ragam (anova) menunjukkan bahwa aplikasi dosis Kompos dan Nano Urea pada berbagai konsentrasi tidak berpengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman pada awal pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun) hingga umur 15 hst, namun pada umur 20-25 hst menunjukkan pengaruh yang nyata, dimana perlakuan dosis kompos 200-400 gram + Nano Urea 3000 ppm memberikan pertumbuhan yang signifikan namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Hasil uji BNJ 5 % pada hasil panen pada parameter bobot segar total tanaman menunjukkan bahwa perlakuan Dosis Kompos 200-400 ppm + Nano Urea 3000 ppm memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya dan kontrol (tanpa perlakuan). Sedangkan pada parameter bobot kering total tanaman perlakuan dosis Kompos 200 + Nano Urea 4000 ppm memiliki hasil yang signifikan, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan K1U2 sampai K3U4. Dengan demikian Penggunaan dosis kompos 400 gram dan nano urea 2000 sampai 3000 ppm pada tanaman sawi pakcoy dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman sawi pakcoy.
</description>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14139</guid>
<dc:date>2025-07-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Aplikasi Nano Kompos Dan Nano Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy  (Brassica Rapa L.) Pada Tanah Ultisol</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14138</link>
<description>Pengaruh Aplikasi Nano Kompos Dan Nano Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy  (Brassica Rapa L.) Pada Tanah Ultisol
ROZI, REZA FACHRUR
Ultisol merupakan jenis tanah lahan kering (upland) yang terluas di Indonesia. Tanah ini memiliki kendala utama yaitu kemasamannya tinggi (pH rendah), kejenuhan basa rendah, KTK rendah, kandungan bahan organik rendah dan kandungan haranya juga rendah. Untuk dijadikan lahan pertanian intensif membutuhkan pengelolaan khusus. Berbagai cara pengelolaan telah diterapkan pada tanah ini. Namun produktifitasnya masih relatif rendah terutama bila digunakan sebagai lahan tanaman hortikultura.  Salah satu upaya yang menjajikan adalah penggunaan nanoteknologi dalam pertanian. Nanoteknologi telah menunjukkan potensi untuk meningkatkan produktivitas tanaman melalui peningkatan efisiensi penyerapan nutrisi, fotosintesis dan resistensi terhadap stres lingkungan. Nanokompos dan nano NPK adalah penerapan  nanoteknologi dalam pembuatan pupuk organik dan pupuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aplikasi nano kompos dan nano NPK pada pertumbuhan dan hasil terhadap tanaman sawi pakcoy dengan menggunakan media tanam Tanah Ultisol.&#13;
	Penelitian ini dilakukan di rumah plastic yang bertempat di Dusun Tebelo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Dimulai pada Bulan April sampai Bulan Juni 2025. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor I adalah dosis nano kompos (D) dan faktor II dosis nano NPK (P). Dosis nano kompos ada 3 level dimulai dari D0 yaitu tanpa nano kompos, D1 sebesar 7,5 gram/pot dan D2 dengan dosis 15 gram/pot. Untuk Faktor II juga terdiri dari tiga level yaitu P1 dengan dosis sebesar 1,5 gram/pot, P2 dosis 3 gram/pot dan P3 dengan dosis 4,5 gram/pot. Dari dua faktor ini diperoleh  9 kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan dan masing masing perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga jumlah keseluruhan sampel tanaman adalah 81 tanaman. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman(cm), jumlah daun (cm), luas daun (cm2), berat segar tanaman, berat segar ekonomis dan berat kering tanaman.&#13;
	Hasil analisis ragam (anova) menunjukkan bahwa aplikasi kombinasi nanokompos dan nano NPK memberikan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan sawi pakcoy pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun tanaman dan luas daun tanaman. Pada parameter hasil panen menunjukkan interaksi yang nyata terhadap hasil panen bobot segar tanaman, bobot segar bernilai ekonomis dan bobot kering total tanaman dimana perlakuan D2P1 (dosis nano kompos 2 ton/ha (15 g/pot) dan nano NPK 200 kg/ha (1,5 g/pot)) merupakan perlakuan terbaik yang memberikan bobot segar 15,03 gram, bobot segar ekonomis 12,19 gram dan bobot kering total tanaman 0,82 gram.
</description>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14138</guid>
<dc:date>2025-07-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Pupuk Kandang Kambing Dan Pupuk Organik Cair  Terhadap  Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Chinensis L.)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14137</link>
<description>Pengaruh Pupuk Kandang Kambing Dan Pupuk Organik Cair  Terhadap  Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Chinensis L.)
PERMANA, RAMA IDRIAS
Pakcoy adalah salah satu jenis tanaman sayuran yang mudah dibudidayakan, sayuran berdaun hijau ini termasuk tanaman yang tahan terhadap hujan, dan dapat dipanen sepanjang tahun tidak tergantung dengan musim sayuran sawi juga banyak diminati dan digemari masyarakat karena rasanya yang enak sawi merupakan tanaman sayuran berumur pendek yaitu pada umur 45 hari Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dan dalam dosis tinggi akan merusak tanaman dan lingkungan Selain memperbesar biaya produksi, penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus dapat merusak. lingkungan dengan adanya emisi N2O dan menjadikan tanah menjadi pejal dan tidak porus. Upaya mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh pengaruh negatif di atas, yaitu dengan menggunakan bahan-bahan organik seperti membuat pupuk organik dan pestisida organik. Kotoran ternak memiliki kandungan sejumlah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman &#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2022 di Green House yang berlokasi di di Jl. Raya Ngijo Karangploso Kab. Malang, Jawa Timur Rancangan percobaan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor. Faktor 1 pemberian pupuk kandang kambing yang terdiri dari tiga level yaitu:K1 : 35 g/polybag, K2 : 70 g/polybag, K3 : 105 g/polybag Faktor 2 pemberian dosis pupuk organik cair yang terdiri dari 5 level yaitu: P1 : 2 ml/liter, P2 : 4 ml/liter, P3 : 6 ml/liter, P4 : 8 ml/liter, P5: 10 ml/liter Dengan demikian, diperoleh perlakuan sebanyak 16 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 48 unit percobaan.  Setiap unit percobaan terdapat 3 sampel tanaman, sehingga diperoleh sebanyak 144 kemudian dilakukan uji (ANOVA) untuk mengetahui perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bila terdapat pengaruh nyata dilakukan uji lanjut bnj 5% Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi nyata pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy pada parameter pengamatan tinggi tanaman, luas daun, dan jumlah daun, secara umum perlakuan K3P5 (dosis pupuk kandang kambing 105g/polybag + 10 ml/lt POC). Hasil tersebut menunjukan bahwa pada pengaplikasian pemberian pupuk dengan dosis yang lebih besar tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik terbukti dari variabel pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan fariabel hasil terdiri dari bobot segar tanaman, bobot segar total konsumsi, bobot akar, indeks panen, bobot kering total tanaman, bobot kering total konsumsi, kandungan vitamin C dan kandungan klorofil
</description>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14137</guid>
<dc:date>2025-07-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Kohe Kambing dan Pupuk kno3  terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman  Bawang Merah (allium ascalonicum l)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14133</link>
<description>Pengaruh Kohe Kambing dan Pupuk kno3  terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman  Bawang Merah (allium ascalonicum l)
AQIL ABIDIN, M. ALIF
Bawang merah (Allium ascalonicumL.) Permintaan bawang merah cenderung meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan industri pangan. Namun demikian, produktivitas bawang merah di tingkat petani masih menghadapi berbagai kendala, antara lain penurunan kesuburan tanah, serta ketidakseimbangan pemupukan. Kesuburan tanah menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman bawang merah, karena tanaman ini memiliki sistem perakaran yang relatif dangkal sehingga sangat peka terhadap kondisi fisik dan kimia tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis kohe kambing, dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. &#13;
&#13;
     Penelitian ini dilaksanakan di lahan persawahan, Jl. Tirtosari No 12 Dusun Klandungan Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang Jawa Timur, dengan ketinggian 600 mdpl Percobaan dilakukan mulai 24 Juni sampai Agustus 2025. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama dosis kohe kambing yang terdiri 4 taraf yaitu D0 : 0 ton/ha, D1 : 15 ton/ha, D2 : 30 to/ha, D3 : 45 ton/ha . Sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk KNO3 yang terdiri dari 4 level yaitu K0 : 0 kg/ha, K1 : 100 kg/ha, K2 :200 kg/ha, K3 : 300 kg/ha. Dari kedua faktor tersebut didapatkan 16 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali dengan 4 sampel tanaman sehingga terdapat 192 sampel. Variabel yang diamati meliputi variabel pertumbuhan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, dan jumlah anakan. Sedangkan variabel hasil terdiri dari jumlah umbi, diameter umbi, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman dan potensi hasil tanaman. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (anova) dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%.&#13;
&#13;
     Hasil  penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi kohe kambing dan pupuk KNO3 mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Kombinasi pupuk kohe kambing dan pupuk KNO3 mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Kombinasi kohe kambing 15 ton/ha dengan  pupuk KNO3 300 kg/ha memberikan pertumbuhan yang sama baiknya dengan kohe kambing 30 ton/ha dengan KNO3 100 kg/ha dan kohe kambing 45 ton/ha dikombinasikan dengan KNO3 300 kg/ha. Sedangkan untuk  kohe kambing 30 ton/ha dikombinasikan dengan KNO3 200-300 memberikan hasil yang sama baiknya pada penggunaan kohe kambing 45 ton/ha yang dikombinasikan dengan KNO3 200 maupun 300 kg/ha. Dosis kohe kambing 34,403 ton/ha di kombinasikan dengan KNO3 134,375 kg/ha menghasilkan bobot segar umbi terbaik 52,893 g yang setara dengan 10,58 ton/ha.
</description>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14133</guid>
<dc:date>2026-01-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
