<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Biology</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/75</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Biologi</description>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 16:12:09 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-24T16:12:09Z</dc:date>
<item>
<title>Monitoring Kualitas Air Sungai pada Sistem Keramba Jaring Tancap Budidaya Ikan di Pusat Konservasi Iwak Kali Desa Bakalan Purwosari Pasuruan</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14051</link>
<description>Monitoring Kualitas Air Sungai pada Sistem Keramba Jaring Tancap Budidaya Ikan di Pusat Konservasi Iwak Kali Desa Bakalan Purwosari Pasuruan
Ningrum, Radhika Lailatul Setya
Budidaya ikan nila dengan sistem keramba jaring tancap di aliran sungai sangat bergantung pada kestabilan kondisi fisika kimia perairan, sehingga pemantauan kualitas air secara berkala menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi. Penelitian ini mengevaluasi kondisi fisika kimia perairan secara spasial di Pusat Konservasi Iwak Kali (PAKWALI), Desa Bakalan, Purwosari, Pasuruan, pada enam stasiun pengamatan dari hulu ke hilir selama empat minggu pada periode Januari sampai Februari 2026. Tujuh parameter yang diukur meliputi suhu, kekeruhan, TDS, pH, DO, BOD, dan nitrat, dibandingkan dengan baku mutu PP No. 22 Tahun 2021 Kelas II dan SNI 7550:2009, serta dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan pairwise Bonferroni untuk melihat perbedaan antar stasiun. Hasil menunjukkan lima dari tujuh parameter, yaitu suhu, pH, TDS, kekeruhan, dan nitrat, memenuhi baku mutu di seluruh stasiun. Namun, oksigen terlarut (rata rata 3,45 mg/L) konsisten berada di bawah ambang minimum 4 mg/L di semua stasiun, dan BOD (2,59 sampai 5,66 mg/L) melampaui batas maksimum 3 mg/L pada lima dari enam stasiun. Uji pairwise mengidentifikasi tiga kelompok stasiun yang berbeda signifikan, yaitu Kelompok A (Stasiun 1 dan 2), Kelompok B (Stasiun 3 dan 4), dan Kelompok C (Stasiun 5 dan 6), dengan tekanan ekologis tertinggi pada Kelompok C di segmen hilir. Defisit DO kronis dan kenaikan BOD progresif mengindikasikan kapasitas asimilasi perairan di segmen hilir mendekati batas daya dukungnya akibat akumulasi beban organik dari sisa pakan dan ekskresi ikan sepanjang rangkaian keramba. Oleh karena itu, intervensi aerasi mekanis dan optimasi manajemen pakan menjadi langkah korektif yang mendesak, terutama pada stasiun di segmen hilir. &#13;
Kata kunci: Baku mutu air, ikan nila (Oreochromis niloticus), keramba jaring tancap, kualitas air.
</description>
<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14051</guid>
<dc:date>2026-07-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penggunaan Teknologi Nanobubbles Oksigen (Nbso2) dalam Meningkatkan Keberhasilan Penetasan Telur dan Sintasan Larva Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14050</link>
<description>Penggunaan Teknologi Nanobubbles Oksigen (Nbso2) dalam Meningkatkan Keberhasilan Penetasan Telur dan Sintasan Larva Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus)
Ulfa, Rizka Maslikhatul
Keberhasilan penetasan telur dan sintasan larva merupakan faktor penting dalam kegiatan pembenihan ikan tawes (Barbonymus gonionotus). Ketersediaan oksigen terlarut dalam media penetasan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan embrio dan kelangsungan hidup larva sehingga penggunaan teknologi nanobubbles oksigen (NBsO₂) berpotensi meningkatkan kualitas media penetasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknologi NBsO₂ terhadap daya tetas telur dan sintasan larva ikan tawes. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan yaitu kontrol, pemberian NBsO₂ selama 5, 10, 15, dan 20 menit dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi presentase daya tetas, sintasan larva, serta kualitas air yang terdiri dari suhu, pH, dan oksigen terlarut. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji normalitas yang dilanjutkan dengan uji ANOVA, Kruskal-Wallis dan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya tetas telur tertinggi diperoleh pada perlakuan NBsO₂ selama 15 menit sebesar 29%, sedangkan nilai terendah pada perlakuan kontrol sebesar 20%. Nilai sintasan larva tertinggi juga terdapat pada perlakuan 15 menit sebesar 4%, sedangkan nilai terendah pada perlakuan kontrol dan perlakuan 20 menit sebesar 1%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan durasi penggunaan NBsO₂ tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap daya tetas dan sintasan larva (p&gt;0,05). Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal dengan suhu 26-29°C, pH 6-7, dan oksigen terlarut yang meningkat seiring durasi perlakuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi NBsO₂ menunjukkan kecenderungan meningkatkan daya tetas telur dan sintasan larva ikan tawes meskipun tidak memberikan pengaruh signifikan secara statistik.&#13;
&#13;
Kata kunci: ikan Tawes, kualitas air, NBsO2, penetasan telur, sintasan larva
</description>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14050</guid>
<dc:date>2026-03-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Uji Daya Hambat Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Sente (Alocasia macrorrhizos) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap  Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli </title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14049</link>
<description>Uji Daya Hambat Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Sente (Alocasia macrorrhizos) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap  Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli 
Dewi, Adelia Permata
Peningkatan resistensi bakteri patogen E. coli terhadap antibiotik telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan, sehingga diperlukan agen antibakteri alternatif dari bahan alam yang dianggap aman dan ekonomis. Daun sente (Alocasia macrorrhizos) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.) diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Namun, penelitian mengenai potensi daya hambat antibakteri dari kombinasi kedua ekstrak daun ini terhadap E. coli masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji daya hambat antibakteri dari kombinasi ekstrak daun sente dan daun jambu biji terhadap pertumbuhan E. coli. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap, yang meliputi tahap ekstraksi maserasi dan uji daya hambat menggunakan metode difusi sumuran pada media Nutrient Agar. Variasi kombinasi ekstrak meliputi perbandingan 1:1 (daun sente &amp; daun jambu biji), 1:2 (daun jambu biji &amp; daun sente), dan 2:1 (daun jambu biji &amp; daun sente), dengan empat tingkat konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%,  yang kemudian hambatan yang terbentuk dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variasi kombinasi ekstrak efektif menghambat pertumbuhan E. coli dengan kategori daya hambat kuat hingga sangat kuat, di mana peningkatan konsentrasi berbanding lurus dengan luas zona hambat. Formulasi optimal ditemukan pada kombinasi perbandingan 2:1 (p &lt; 0,001) dengan konsentrasi 100% yang menghasilkan zona hambat tertinggi sebesar 23,52 mm. Kesimpulannya, kombinasi ekstrak daun sente dan daun jambu biji memiliki hambatan yang efektif dalam menghambat bakteri E. coli, terutama pada formulasi yang didominasi oleh ekstrak daun jambu biji.&#13;
Kata kunci: antibakteri, Nutrient Agar, kombinasi ekstrak, difusi sumuran.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14049</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) Pada Kerang Lentera (Lingula Unguis) Di Pasar Lekok Desa Tambak Lekok Pasuruan Jawa Timur</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13427</link>
<description>Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) Pada Kerang Lentera (Lingula Unguis) Di Pasar Lekok Desa Tambak Lekok Pasuruan Jawa Timur
Nauval, Akhmad
Pencemaran logam berat yang ada di perairan laut dapat masuk ke dalam rantai makanan dan berdampak negatif terhadap kehidupan organisme akuatik. Salah satu organisme yang rentan terpapar adalah kerang lentera (Lingula unguis), yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Mengingat risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd), penting untuk menguji kandungan logam berat pada kerang yang dijual di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan mengetahui jumlah kadar logam berat Pb dan Cd pada tubuh kerang lentera. Sampel kerang lentera terdistribusi menjadi tiga ukuran yaitu kecil berkisar ±5 cm, ukuran sedang berkisar ±7 cm dan ukuran besar berkisar ±9 cm. Analisis kandungan Pb dan Cd dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) setelah proses destruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan kandungan logam berat Pb berkisar antara 5,11 ppm hingga 9,26 ppm pada kerang dengan ukuran besar berkisar ±9 cm sedangkan pada kerang lentera berukuran kecil dan sedang tidak di temukan adanya kandungan logam berat Pb. Sedangkan logam berat Cd juga tidak terdeteksi pada setiap ukuran kerang. Dibandingkan dengan batas maksimum cemaran logam berat menurut standar nasional atau internasional yang berlaku, sampel kerang lentera menunjukkan konsentrasi Pb melebihi ambang batas aman untuk dikonsumsi. Hasil ini menunjukkan bahwa kerang lentera di pasar di Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan mengandung logam berat Pb diatas ambang batas aman untuk dikonsumsi dan sebaiknya hindari kerang lentera ukuran besar untuk dikonsumsi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Atomic Absorption Spectrcopy (AAS), Kadmium (Cd), Kerang Lentera (Lingula unguis), Logam berat, Timbal (Pb)
</description>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13427</guid>
<dc:date>2025-08-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
