<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Biology</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/75</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Biologi</description>
<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 11:04:50 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-15T11:04:50Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) Pada Kerang Lentera (Lingula Unguis) Di Pasar Lekok Desa Tambak Lekok Pasuruan Jawa Timur</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13427</link>
<description>Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) Pada Kerang Lentera (Lingula Unguis) Di Pasar Lekok Desa Tambak Lekok Pasuruan Jawa Timur
Nauval, Akhmad
Pencemaran logam berat yang ada di perairan laut dapat masuk ke dalam rantai makanan dan berdampak negatif terhadap kehidupan organisme akuatik. Salah satu organisme yang rentan terpapar adalah kerang lentera (Lingula unguis), yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Mengingat risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd), penting untuk menguji kandungan logam berat pada kerang yang dijual di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan mengetahui jumlah kadar logam berat Pb dan Cd pada tubuh kerang lentera. Sampel kerang lentera terdistribusi menjadi tiga ukuran yaitu kecil berkisar ±5 cm, ukuran sedang berkisar ±7 cm dan ukuran besar berkisar ±9 cm. Analisis kandungan Pb dan Cd dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) setelah proses destruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan kandungan logam berat Pb berkisar antara 5,11 ppm hingga 9,26 ppm pada kerang dengan ukuran besar berkisar ±9 cm sedangkan pada kerang lentera berukuran kecil dan sedang tidak di temukan adanya kandungan logam berat Pb. Sedangkan logam berat Cd juga tidak terdeteksi pada setiap ukuran kerang. Dibandingkan dengan batas maksimum cemaran logam berat menurut standar nasional atau internasional yang berlaku, sampel kerang lentera menunjukkan konsentrasi Pb melebihi ambang batas aman untuk dikonsumsi. Hasil ini menunjukkan bahwa kerang lentera di pasar di Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan mengandung logam berat Pb diatas ambang batas aman untuk dikonsumsi dan sebaiknya hindari kerang lentera ukuran besar untuk dikonsumsi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Atomic Absorption Spectrcopy (AAS), Kadmium (Cd), Kerang Lentera (Lingula unguis), Logam berat, Timbal (Pb)
</description>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13427</guid>
<dc:date>2025-08-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih Hitam  (Piper Betle Var Nigra) Terhadap Zona Hambat Bakteri  Salmonella Typhi Dan Escherichia Coli Secara In Vitro</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13426</link>
<description>Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih Hitam  (Piper Betle Var Nigra) Terhadap Zona Hambat Bakteri  Salmonella Typhi Dan Escherichia Coli Secara In Vitro
Ramadhani, Mieta Widya
Daun sirih hitam (Piper betle var. nigra) merupakan salah satu spesies dari suku Piperaceae, diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid, yang memiliki potensi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun sirih hitam dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli secara in vitro dengan metode difusi sumuran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Kelompok perlakuan adalah ekstrak etanol daun sirih hitam dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Kontrol negatif menggunakan aquades dan kontrol positif menggunakan Chlorampenicol 3%. Analisis data dilakukan menggunakan one way ANOVA Faktorial dengan hasil P-value  0,123 pada Salmonella typhi, nilai p &lt; 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Ekstrak daun sirih hitam dapat menghambat antibakteri ditunjukkan dengan adanya zona hambat disekitar sumuran, hasil uji daya hambat bakteri Escherichia coli secara berurutan adalah 7,38 mm, 6,50 mm, 0 mm, 0 mm dan 0 mm, kontrol positif 28,9 mm. Rata-rata tertinggi ditunjukkan pada variasi konsentrasi terendah yaitu 20%. Pada uji Salmonella typhi menunjukkan hasil zona hambat secara berurutan adalah 5,05 mm, 9,00mm, 9,13 mm, 10,29 mm dan 8,53 mm sedangkan pada  kontrol positif 29,5 mm, kontrol negatif rata-rata zona hambat kedua bakteri yaitu 0 mm. Hasil uji pada Salmonella typhi rata-rata tertinggi ditunjukkan pada variasi  konsentrasi tertinggi yaitu 80%. &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Antibakteri, Daun Sirih Hitam (Piper betle var. nigra)., Escherichia coli, Salmonella typhi
</description>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13426</guid>
<dc:date>2025-07-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Kandungan Logam Berat Pb Dan Cu Pada Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus) Di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur Menggunakan Metode Aas (Atomic Absorption Spectrophotometer)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13425</link>
<description>Analisis Kandungan Logam Berat Pb Dan Cu Pada Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus) Di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur Menggunakan Metode Aas (Atomic Absorption Spectrophotometer)
Sholeha, Ma’rifatus
Logam berat masuk ke dalam tubuh organisme laut melalui rantai makanan hingga masuk ke dalam tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan logam berat Pb dan Cu pada tubuh ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) yang di perjualbelikan di pasar Karangploso Kabupaten Malang Jawa Timur dan untuk membedakan kandungan logam berat pada insang, lambung, dan daging ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif, yang dilakukan dengan cara pengujian di laboratorium menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Analisis data hasil pemeriksaan logam berat pada ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) secara deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Analisis data menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya kandungan logam berat timbal pada insang, lambung dan daging ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) dengan kisaran rerata 0,10 mg/kg hingga 0,13 mg/kg, sedangkan untuk logam berat tembaga dengan nilai kisaran 0,11 mg/kg hingga 0,16 mg/kg. Nilai kandungan logam berat timbal dan tembaga yang terkandung dalam insang, lambung dan daging ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) masih di bawah batas baku mutu yaitu 0,20 mg/kg, menurut Peraturan badan pengawasan obat dan makanan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan olahan dengan kategori pangan ikan dan produk ikan. &#13;
Kata kunci: AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer), Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus), Logam Berat Pb dan Cu,
</description>
<pubDate>Wed, 18 Dec 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13425</guid>
<dc:date>2024-12-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Karakterisasi Dan Identifikasi Senyawa Fitokimia Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L.)</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13424</link>
<description>Karakterisasi Dan Identifikasi Senyawa Fitokimia Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L.)
Amrullah, Kammal Nizam
Daun sirsak (Annona muricata L.) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia untuk berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi dan identifikasi senyawa fitokimia dari ekstrak daun sirsak. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini yang meliputi, analisis spektrofotometri UV-Visible, dan FT-IR serta skrining fitokimia untuk mengidentifikasi kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan tannin. Hasil UV-Visible menunjukkan spektrum khas flavonoid jenis isoflavon yang terdapat dua puncak pada rentang panjang gelombang 310-330 nm. Analisis FT-IR ekstrak daun sirsak menunjukkan serapan kuat pada 3380 cm⁻¹ (gugus O-H), 1737 cm⁻¹ (gugus C=O), dan 718 cm⁻¹ (gugus C-H alkena), serta serapan sedang pada 2922 cm⁻¹ dan 2852 cm⁻¹ (gugus C-H alkana) dan 1650 cm⁻¹ (gugus -C=C alkena). Ekstrak daun sirsak mengandung senyawa flavonoid dengan total kadar sebesar 89.201 mg/g pada konsentrasi sampel 1000 ppm dan total kadar sebesar 87.220 mg/g pada konsentrasi sampel 500 ppm.&#13;
 &#13;
Kata Kunci : Daun sirsak, UV-Visible, FT-IR, skrining fitokimia, total flavonoid
</description>
<pubDate>Sun, 19 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13424</guid>
<dc:date>2025-01-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
