<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Mathematic Education</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/78</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika</description>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 19:06:17 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-16T19:06:17Z</dc:date>
<item>
<title>Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Wondering Exploring Explaining (WEE) Berbantuan E-LKPD Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang Materi Persamaan Garis Lurus</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13077</link>
<description>Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Wondering Exploring Explaining (WEE) Berbantuan E-LKPD Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang Materi Persamaan Garis Lurus
Hayati, Anna
Pemahaman konsep merupakan landasan utama yang harus dikuasai dalam sebuah pembelajaran matematika. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, sehingga diperlukan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif. Peneliti melakukan penelitian dengan tujuan yaitu: (1) mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang materi persamaan garis lurus, (2) mendeskripsikan hasil peningkatan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang materi persamaan garis lurus.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data menggunakan lembar observasi kegiatan pendidik dan peserta didik, soal tes, catatan lapangan, dan wawancara. Tahap analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang sebanyak 16 peserta didik. Penelitian dilaksanakan pada semester Genap tahun ajaran 2024/2025 dengan materi persamaan garis lurus.&#13;
Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan sebagai berikut: &#13;
1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika materi persamaan garis lurus peserta didik kelas VIII di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, dengan langkah pembelajaran sebagai berikut: (a) kegiatan pendahuluan, salam dan menyapa peserta didik kemudian memberikan informasi terkait pembelajaran yang akan dilaksanakan, (b) kegiatan inti, pada tahap ini guru mengarahkan peserta didik mengakses E-LKPD interaktif sebagai media pembelajaran dan menerapkan model pembelajaran wondering (bertanya), exploring (mencari tahu), explaining (menjelaskan), (c) kegiatan penutup, pada tahap ini guru membantu peserta didik untuk menyimpulkan hasil belajar. 2) Terdapat hasil peningkatan pemahaman konsep matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif pada materi persamaan garis lurus siswa kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang dilihat pada: (a) Hasil peningkatan observasi kegiatan peserta didik siklus I mencapai 80,38% dengan kriteria ”baik”, kemudian pada siklus II menjadi 87,92% dengan kriteria ”sangat baik”, (b) Hasil observasi kegiatan guru pada siklus I mencapai 82,5% dengan kriteria “baik”, kemudian pada  siklus II menjadi 90,2% dengan kriteria ”sangat baik”, (c) Hasil tes akhir siklus I mencapai rata-rata kelas 59,56 dan presentase ketuntasan 37,5% kemudian pada siklus II mencapai rata-rata 80,19 dan presentase ketuntasan 75%, (d) Hasil wawancara juga menunjukkan respon baik dari peserta didik. Pada siklus I peserta didik yang merasa senang dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif memiliki presentase 33,33%, kemudian  mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83,3%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang pada materi persamaan garis lurus.
</description>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13077</guid>
<dc:date>2025-07-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kritis Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif  Two Stay Two Stray pada Materi Aljabar Kelas VII</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13076</link>
<description>Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kritis Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif  Two Stay Two Stray pada Materi Aljabar Kelas VII
Parasta, Ali Bagus
Penelitian ini didasarkan pada kurangnya kemampuan berpikir kreatif dan kritis peserta didik kelas VII MTs NU Padang Jambu. Berdasarkan hasil survei di MTs NU Padang Jambu mengungkapkan bahwa kurangnya pelatihan dan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi ide secara mandiri menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif dan kritis, sebagaimana yang disampaikan oleh guru dan siswa dalam wawancara. Guru menyampaikan bahwa siswa kurang aktif dalam diskusi kelas, jarang mengajukan pertanyaan, dan tidak terbiasa memberikan pendapat atau solusi alternatif terhadap suatu permasalahan. Kegiatan pembelajaran yang masih bersifat satu arah dan didominasi oleh ceramah dari guru menjadi salah satu penyebab rendahnya partisipasi dan daya pikir siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu membangkitkan keterlibatan aktif siswa dan mendorong mereka untuk berpikir secara lebih mendalam, logis, serta kreatif.&#13;
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan proses penerapan pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa  pada Materi Aljabar Kelas VII, (2) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dari hasil penerapan pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray pada Materi Aljabar Kelas VII, (3) untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa melalui model  pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray pada Materi Aljabar Kelas VII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini berlangsung di MTs NU Padang Jambu di kelas VII semester Genap tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah peserta didik adalah 20 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data wawancara, observasi, catatan lapangan, dan hasil tes akhir siklus kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian di peroleh peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan kritis peserta didik pada materi aljabar setelah dilaksanakan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat dilihat dari hasil tes akhir siklus, observasi guru, observasi peserta didik, dan wawancara. Pada siklus 1 hasil tes akhir siklus mencapai 5%, hasil observasi guru mencapai 81,625%, hasil observasi peserta didik mencapai 75,975%, dan hasil wawancara mencapai 50%. Sedangkan pada siklus II hasil tes akhir siklus mencapai 80%, hasi obsevasi guru mencapai 86,3%, hasil observasi peserta didik mencapai 85,625%, dan hasil wawancara mencapai 83,3%. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif  two stay two stray pada materi aljabar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa. Karena melalui pendekatan ini, siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, saling bertukar informasi, serta mampu mengemukakan dan mengevaluasi ide secara terbuka.
</description>
<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13076</guid>
<dc:date>2025-07-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Kelas VIII Ditinjau dari Habits of Mind pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13070</link>
<description>Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Kelas VIII Ditinjau dari Habits of Mind pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Berliana, Dita
Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan kecakapan penting dalam pembelajaran matematika yang mencerminkan sejauh mana peserta didik mengerti, menjelaskan, dan menerapkan konsep matematika secara logis dan bermakna dalam berbagai bentuk representasi dan bermakna. Pemahaman konsep ini penting agar peserta didik tidak hanya sekadar menghafal rumus, melainkan mampu mengaitkan prosedur dengan makna yang mendalam. Salah satu pendekatan yang diyakini mendukung penguatan pemahaman konsep adalah habits of mind, yaitu kebiasaan berpikir yang mencerminkan ketekunan, refleksi, ketelitian, dan fleksibilitas dalam menyelesaikan masalah matematika.&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan dan cara berpikir peserta didik dalam memahami konsep matematis SPLDV ditinjau dari tingkat habits of mind (tinggi, sedang, rendah) di kelas VIII SMP Islam Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dipilih melalui angket habits of mind dan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi teknik.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan habits of mind tinggi mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan pemahaman konsep matematis, termasuk menyatakan ulang konsep, mengklasifikasikan bentuk SPLDV, memberikan contoh dan non-contoh, serta menyajikan representasi matematis secara lengkap dan tepat. Subjek dengan habits of mind sedang memenuhi sebagian besar indikator, namun pemahamannya masih cenderung prosedural dan belum mendalam secara konseptual. Sementara itu, subjek dengan habits of mind rendah belum memenuhi sebagian besar indikator dan menunjukkan pemahaman yang sangat terbatas serta tidak mampu merepresentasikan konsep secara utuh. Temuan ini mengindikasikan bahwa habits of mind berperan penting dalam mendukung proses berpikir dan pemahaman konsep matematis peserta didik.
</description>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13070</guid>
<dc:date>2025-07-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik Kelas VIII Ditinjau dari Self Confidence  pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13069</link>
<description>Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik Kelas VIII Ditinjau dari Self Confidence  pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Sumaji, Muhammad Zuhuuron Firdaus
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas VIII ditinjau dari tingkat self confidence pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan komunikasi matematis dalam pembelajaran matematika abad 21 serta pengaruh aspek afektif, khususnya self confidence, terhadap pencapaian kompetensi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah enam peserta didik kelas VIII SMP PGRI 02 Turen tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih berdasarkan hasil pengisian angket self confidence, yang dikelompokkan ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah.&#13;
Instrumen yang digunakan terdiri dari angket self confidence, soal tes kemampuan komunikasi matematis berbasis SPLDV, dan pedoman wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan teknik triangulasi sebagai uji keabsahan data.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan self confidence tinggi mampu memenuhi semua indikator komunikasi matematis, yaitu menyatakan model matematika dari situasi nyata, menjelaskan ide atau relasi secara logis, dan mengungkapkan kembali uraian dalam bahasa sendiri secara runtut dan jelas. Peserta didik dengan self confidence sedang cenderung belum konsisten dalam menjelaskan ide atau menyatakan ulang pemahamannya, sementara peserta didik dengan self confidence rendah menunjukkan keterbatasan pada semua indikator. Dengan demikian, terdapat keterkaitan antara tingkat self confidence dengan kemampuan komunikasi matematis peserta didik.
</description>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13069</guid>
<dc:date>2025-07-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
