<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Mathematic Education</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/78</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika</description>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 13:32:52 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-24T13:32:52Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Hemisfer pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13810</link>
<description>Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Hemisfer pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
Prastiyo, Didik
Pemecahan masalah merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika. Lima standart kemampuan matematis diantaranya adalah kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan dalam upaya mencari jalan keluar atau solusi dari masalah matematika yang menuntut peserta didik untuk dapat berpikir kreatif, logis, analitis dan sistematis dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dalam mengembangkan kreativitas, kecakapan, dan hasil belajarnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.&#13;
Pemecahan masalah matematika membutuhkan kemampuan berpikir kreatif yang merupakan karakteristik Hemisfer kanan dan berpikir logis, analitis dan sistematis yang merupakan karakteristik Hemisfer kiri. Pemecahan masalah yang menuntut peranan Hemisfer kanan dan Hemisfer kiri dalam proses penyelesaiannya menjadikan peneliti tertarik untuk meneliti hal tersebut.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari Hemisfer. Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan kece Hemisfer pada materi sistem persamaan linear tiga variable. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru dalam pembelajaran matematika sehingga dapat jadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pembelajaran disekolah.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan 6 subjek penelitian yang terdiri dari 2 siswa subjek Hemisfer kiri, 2 siswa subjek Hemisfer kanan dan 2 siswa subjek Hemisfer cenderung seimbang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan memberikan soal tes pemecahan masalah matematika materi sistem persamaan linear tiga variable dan wawancara yang diperdalam sehingga mendapatkan data yang valid dan sesuai yang dibutuhkan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek Hemisfer cenderung seimbang memiliki kamampuan lebih baik dari subjek Hemisfer yang lain karena subjek Hemisfer cenderung seimbang memiliki kemampuan perpaduan antara berpikir kreatif, logis, sistematis, dan analitis sehingga lebih baik dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematika. Subjek dengan kecenderungan hemisfer cenderung seimbang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik karena mampu mengintegrasikan berpikir konvergen dan divergen secara efektif.&#13;
Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap memeriksa kembali merupakan faktor penting yang membedakan kualitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Subjek yang mampu menjalankan seluruh tahapan pemecahan masalah secara lengkap dan konsisten, khususnya pada tahap memeriksa kembali, memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi dibandingkan subjek yang tidak melakukan tahap tersebut secara optimal&#13;
Kata kunci : Pemecahan masalah, Hemisfer, masalah matematika.
</description>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13810</guid>
<dc:date>2026-01-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Etnomatematika dengan Artificial Intelligence (AI) terhadap Pemahaman Konsep Matematika Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Pada Kelas VIII</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13650</link>
<description>Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Etnomatematika dengan Artificial Intelligence (AI) terhadap Pemahaman Konsep Matematika Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Pada Kelas VIII
Elmalia, Ananda Irsadia Nafa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbasis etnomatematika dengan Artificial Intelligence (AI) terhadap pemahaman konsep matematika siswa materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) pada kelas VIII MTs Al-Ma’arif Bocek. Rendahnya pemahaman konsep matematika siswa, khususnya pada materi SPLDV, menjadi permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini. Integrasi etnomatematika dengan teknologi AI diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan bermakna. &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen tipe pretest–posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Ma’arif Bocek tahun ajaran 2025–2026, dengan sampel dua kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes uraian pemahaman konsep SPLDV yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji-t parametrik berbantuan SPSS. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran etnomatematika berbasis AI dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Selain itu, penerapan model pembelajaran etnomatematika berbasis AI terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Dengan demikian, model pembelajaran etnomatematika berbasis AI efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika, khususnya pada materi SPLDV di tingkat MTs.
</description>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13650</guid>
<dc:date>2026-01-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Berbantuan Gimkit terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas X pada Materi Statistika Ditinjau dari Adversity Quotient</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13649</link>
<description>Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Berbantuan Gimkit terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas X pada Materi Statistika Ditinjau dari Adversity Quotient
Arisandy, Dea Fabila
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X khususnya pada materi statistika. Rendahnya kemampuan ini disebabkan oleh siswa yang terlalu fokus pada prosedur rutin dalam menyelesaikan soal tanpa mempertanyakan atau mengkaji ulang konsep yang digunakan sehingga siswa bingung ketika menyelesaikan sebuah soal dengan pola dan angka yang berbeda dari soal-soal yang pernah dijelaskan. Dalam menghadapi suatu masalah atau kesulitan, setiap siswa juga memiliki respon yang berbeda yang dikenal dengan Adversity Quotient (AQ). Situasi ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum dirancang secara maksimal untuk menstimulus kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa.  Di sisi lain, perkembangan teknologi pada era saat ini telah membawa pengaruh proses pengembangan media pembelajaran. Interaksi antara teknologi dan model pembelajaran dapat menciptakan pembelajaran yang menarik dan inovatif. Berdasarkan hal tersebut, penerapan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit dipilih sebagai alternatif solusi untuk melihat pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa khususnya pada materi statistika dengan memperhatikan perbedaan respon siswa berdasarkan Adversity Quotient (AQ).&#13;
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit dengan siswa yang tidak diajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit pada materi statistika jika ditinjau dari Adversity Quotient. (2) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit dengan siswa yang tidak diajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit pada materi statistika jika ditinjau dari Adversity Quotient.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan desain factorial eksperimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Sumberpucung tahun ajaran 2024/2025. Sedangkan sampel terdiri atas dua kelas (setiap kelas terdiri dari 35 siswa) yang dipilih dengan teknik convience sampling diperoleh kelas X-8 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-5 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit, sementara kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Instrumen penelitian berupa soal pretest dan posttest yang berisi empat soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis, serta angket Adversity Quotient. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan One Way ANOVA dengan bantuan SPSS 27.&#13;
Berdasarkan hasil penelitain, diperoleh: (1) Pada kemampuan berpikir kritis, perbedaan terlihat pada kategori Quitter dengan nilai Sig=0,021≤0,05, Camper dengan nilai Sig=0,000≤0,05, dan Climber dengan nilai Sig=0,027≤0,05. Sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. (2) Pada kemampuan pemecahan masalah matematis, perbedaan terlihat pada kategori Camper dengan nilai Sig=0,000≤0,05 dan Climber dengan nilai Sig=0,025≤0,05, sedangkan kategori Quitter tidak menunjukkan perbedaan yang terlihat pada nilai  Sig=0,059≤0,05. Sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Hal tersebut menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengindikasikan terdapat pengaruh positif model pembelajaran Treffinger berbantuan gimkit terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMAN 1 Sumberpucung Tahun Ajaran 2024/2025 pada materi statistika ditinjau dari Adversity Quotient (AQ).
</description>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13649</guid>
<dc:date>2025-10-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Wondering Exploring Explaining (WEE) Berbantuan E-LKPD Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang Materi Persamaan Garis Lurus</title>
<link>https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13077</link>
<description>Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Wondering Exploring Explaining (WEE) Berbantuan E-LKPD Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang Materi Persamaan Garis Lurus
Hayati, Anna
Pemahaman konsep merupakan landasan utama yang harus dikuasai dalam sebuah pembelajaran matematika. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, sehingga diperlukan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif. Peneliti melakukan penelitian dengan tujuan yaitu: (1) mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang materi persamaan garis lurus, (2) mendeskripsikan hasil peningkatan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang materi persamaan garis lurus.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data menggunakan lembar observasi kegiatan pendidik dan peserta didik, soal tes, catatan lapangan, dan wawancara. Tahap analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang sebanyak 16 peserta didik. Penelitian dilaksanakan pada semester Genap tahun ajaran 2024/2025 dengan materi persamaan garis lurus.&#13;
Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan sebagai berikut: &#13;
1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika materi persamaan garis lurus peserta didik kelas VIII di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, dengan langkah pembelajaran sebagai berikut: (a) kegiatan pendahuluan, salam dan menyapa peserta didik kemudian memberikan informasi terkait pembelajaran yang akan dilaksanakan, (b) kegiatan inti, pada tahap ini guru mengarahkan peserta didik mengakses E-LKPD interaktif sebagai media pembelajaran dan menerapkan model pembelajaran wondering (bertanya), exploring (mencari tahu), explaining (menjelaskan), (c) kegiatan penutup, pada tahap ini guru membantu peserta didik untuk menyimpulkan hasil belajar. 2) Terdapat hasil peningkatan pemahaman konsep matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif pada materi persamaan garis lurus siswa kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang dilihat pada: (a) Hasil peningkatan observasi kegiatan peserta didik siklus I mencapai 80,38% dengan kriteria ”baik”, kemudian pada siklus II menjadi 87,92% dengan kriteria ”sangat baik”, (b) Hasil observasi kegiatan guru pada siklus I mencapai 82,5% dengan kriteria “baik”, kemudian pada  siklus II menjadi 90,2% dengan kriteria ”sangat baik”, (c) Hasil tes akhir siklus I mencapai rata-rata kelas 59,56 dan presentase ketuntasan 37,5% kemudian pada siklus II mencapai rata-rata 80,19 dan presentase ketuntasan 75%, (d) Hasil wawancara juga menunjukkan respon baik dari peserta didik. Pada siklus I peserta didik yang merasa senang dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif memiliki presentase 33,33%, kemudian  mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83,3%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe wondering exploring explaining (WEE) berbantuan E-LKPD interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII SMP Dharma Wirawan 10 Lawang pada materi persamaan garis lurus.
</description>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13077</guid>
<dc:date>2025-07-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
