Penambahan Kultur Mikroba Jamur Mikroskopis Pada Produk Delignifikasi Material Organik

Show simple item record

dc.contributor.author Choiroh, Durrotul
dc.date.accessioned 2021-03-08T06:17:36Z
dc.date.available 2021-03-08T06:17:36Z
dc.date.issued 2021-01-27
dc.identifier.uri http://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/1685
dc.description.abstract Limbah pertanian seperti daun, batang, dan buah disebut juga sebagai bahan berlignoselulosa yang tersusun oleh tiga polimer (selulosa, hemiselulosa, dan lignin) dimana polimer tersebut dapat menghasilkan produk yang bernilai seperti gula hasil fermentasi, bahan kimia, bahan bakar cair, sumber karbon dan energi. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mempelajari perubahan yang terjadi pada produk delignifikasi material organik yang ditambahkan kultur jamur mikroskopis dan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini memakai metode eksperimental dengan desain penelitian perbandingan rerata dua populasi. Terdiri dari 2 perlakuan, yang pertama A : 2,5% dengan 11 kali ulangan dan yang kedua B : 7,5% dengan 11 kali ulangan, sehingga jumlah total ulangan ada 22 kali ulangan. Memakai konsorsium jamur Trichoderma viride, Aspergillus niger, Hansenula sp, dan Candida sp. Media yang digunakan pada penelitian merupakan media campuran diantaranya media Potato Dextrose Borth (PDB), media Wang, dan juga extrak buah pepaya. Ekstrak tersebut juga mengandung banyak kadar air dan juga terdapat glukosa. Ekstrak buah pepaya berfungsi sebagai sumber nutrien untuk jamur. pH yang digunakan yaitu pH 5. Proses fermentasi media yang ditambahkan produk delignifikasi material organik dengan jamur konsorsium selama 3 hari (72 jam). Penentuan kadar glukosa memakai metode asam sulfat-fenol dengan alat spektrofotometer sinar Ultra Violet (UV) dan tampak. Analisis data yang digunakan yaitu Uji-t. Perubahan yang terjadi pada produk delignifikasi material organik ketika ditambahkan dengan kultur jamur mikroskopis yaitu ada penambahan glukosa dan terdapat perbandingan kadar glukosa pada konsentrasi yang berbeda. Pada perlakuan A rata-rata kadar glukosa yang didapatkan yaitu 15,723 mg/ml, sedangkan pada perlakuan B rata-rata kadar glukosa yang didapat yaitu 42,475 mg/ml. Hal ini membuktikan bahwa dari dua perlakuan berbeda nyata ditujukan pada P>0,05 en_US
dc.publisher Universitas Islam Malang en_US
dc.subject Delignifikasi en_US
dc.subject Material Organik en_US
dc.subject Jamur Mikroba Trichoderma Viride en_US
dc.subject Aspergillus Niger en_US
dc.subject Hansenula sp en_US
dc.subject Candida sp en_US
dc.subject Glukosa en_US
dc.title Penambahan Kultur Mikroba Jamur Mikroskopis Pada Produk Delignifikasi Material Organik en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Kolom Pencarian


Browse

My Account