Show simple item record

dc.contributor.authorFitriya, Fiki Zahrotul
dc.date.accessioned2022-07-01T03:50:58Z
dc.date.available2022-07-01T03:50:58Z
dc.date.issued2021-07-12
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/3979
dc.description.abstractSaat ini, penggunaan bahasa secara baik dan benar merupakan penggunaan bahasa secara ragam dan variatif dengan mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain penggunaanya yang diharuskan baik dan benar, bahasa yang diucapkan kepada seseorang haruslah santun. Santun dalam berbahasa merupakan suatu hal yang penting dalam bermasyarakat dikarenakan kesantunan berbahasa dapat mencerminkan seseorang tersebut baik secara perilaku dan perbuatan. Seseorang yang menggunakan prinsip kesantunan dalam bertutur cenderung terhindar dari konflik kesalah pahaman yang diakibatkan dari penggunaan kata yang kasar dan intonasi pada saat bertutur yang tidak tepat. Adapun prinsip kesantunan berbahasa yang baik yaitu prinsip kesantunan berbahasa yang mengacu pada enam maksim kesantunan Leech diantaranya: maksim kebijaksanaan, kemurahhatian, kerendahhatian, kesetujuan, kesimpatian dan keperkenanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam ceramah Habib Rizieq Shihab yang di unggah pada media sosial. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini berupa teoretis dan pendekatan metodologis dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Prosedur penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan analisis temuan data. Prosedur penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pra penelitian, penelitian, evaluasi dan laporan. Hasil penelitian ini diperoleh data tentang tuturan yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa Habib Rizieq Shihab berupa (a) kebijaksanaan dengan jumlah tuturan sebesar 5, (b) kesimpatian sebesar 6 tuturan, (c) kemurahhatian sebesar 5 tuturan, (d) kerendahhatian sebesar 4 tuturan, (e) kesetujuan sebesar 2 tuturan dan (f) keperkenanan sebesar 4 tuturan. Adapun tuturan yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa berupa (a) kebijaksanaan dengan jumlah tuturan sebesar 5, (b) kesimpatian sebesar 2 tuturan, (c) kemurahhatian sebesar 2 tuturan, (d) kerendahhatian sebesar 2 tuturan, (e) kesetujuan sebesar 2 tuturan dan (f) keperkenanan sebesar 3 tutura. mayoritas mematuhi prinsip kesantunan berbahasa kesimpatian dan indikator yang di patuhi mayoritas yaitu menjelaskan lebih detail tuturannya dan meminta masyarakat namun menggunakan kalimat tanya. Sedangkan ceramah Habib Rizieq Shihab yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa berjumlah 17 tuturan dengan mayoritas melanggar prinsip kesantunan berbahasa kebijaksanaan dengan jumlah tuturan sebesar 6 dan indikator yang di langgar mayoritas yaitu memaksa, mengharuskan, tidak menggunakan diksi yang baik, dan merendahkan. Kata Kunci: Kesantunan, Berbahasa, Media Sosialen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectPendidikan Bahasa dan Sastra Indonesiaen_US
dc.subjectKesantunanen_US
dc.subjectBerbahasaen_US
dc.subjectMedia Sosialen_US
dc.titlePematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Ceramah Habib Rizieq yang Diunggah pada Sosial Media : Kajian Pragmatiken_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record