Show simple item record

dc.contributor.authorFahriyan, Wahyu
dc.date.accessioned2023-09-14T02:40:54Z
dc.date.available2023-09-14T02:40:54Z
dc.date.issued2023-07-05
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/8104
dc.description.abstractDekadensi moral yang terjadi di banyak kalangan samapai menyasar pada pelajar atau santri karena pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menguatkan dan mengintegrasikan nilai-nilai religi yang kental dengan unsur tasawuf dengan kehidupan sehari-hari merupakan gagasan yang diterapkan di pondo pesantren Anwarul Huda. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan strategi, proses dan evaluasi dalam implementasi nilai nilai ibadurrachman dalam pembentukan karakter santri pondok pesantren Anwarul Huda. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif. Tiga metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah mengumpulkan data menggunakan metode ini, peneliti melakukan analisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ialah Pondok pesantren Anwarul Huda menggunakan strategi untuk menerapkan nilai-nilai ibadurrachman dengan mengintegrasikan kegiatan sehari-hari yang mencakup nilai-nilai keagamaan, pribadi, sosial, dan lingkungan. Proses implementasinya melibatkan pengaturan kegiatan yang terintegrasi menjadi aturan yang harus diikuti dan kegiatan anjuran yang bersifat sunnah. Evaluasi implementasi nilai ibadurrachman dilakukan dalam dua model yakni bulanan dan xiandatexi. Kesimpulan dari penelitian ini yakni dengan strategi integrasi kegiatan sehari-hari dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan menjadi sebuah habituasi yang tertanam dalam diri santri. Begitu juga dalam prosesnya yang menjadikan kegiatan tersebut sebuah kewajiban yang harus dijalani. Untuk kegiatan yang yang bersifat anjuran merupakan sebuah usaha menggugah kesadaran bahwa kegiatan tersebut penting untuk pribadi santri. Seluruh kegiatan dikordintari oleh pengurus yang telah mendapat xiandate dari ndalem dan disesuaikan divisi masing-masing. Evaluasi yang digunakan ialah discrepancy model dan ta’zir bagi santri secara umum. Evaluasi yang digunakan bersifat bulanan dan periodik. Tujuannya ialah untuk menyadarkan bahwa ada sebuah gap atau kesalahan yang terjadi sehingga harus diperbaiki dari kegiatan, peraturan dan santrinya sendiri. Saran peneliti untuk memperkuat program ini adalah mengubah kegiatan yang bersifat anjuran menjadi kegiatan wajib, memperhatikan kondisi santri dan lingkungan, serta menggunakan model evaluasi yang lebih komprehensif. Peneliti berharap penelitian selanjutnya dapat mengembangkan pendekatan atau metode lain untuk mengkaji nilai-nilai ibadurrahman atau pembentukan karakter di pondok pesantren dengan lebih variatifen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectNilai-Nilai Ibadurrrachmanen_US
dc.subjectPembentukan Karakteren_US
dc.titleImplementasi Nilai-Nilai Ibadurrachman Dalam Pembentukan Karakter Santri Pondok Pesantren Anwarul Huda Kota Malangen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record