Show simple item record

dc.contributor.authorSafitri, Sofi Salina
dc.date.accessioned2023-10-24T07:11:05Z
dc.date.available2023-10-24T07:11:05Z
dc.date.issued2023-07-18
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/8541
dc.description.abstractPendidikan adalah suatu proses dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman melalui sebuah pembelajaran. Dalam proses pendidikan diperlukannya seorang guru Pendidikan Agama Islam yang dimana Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran menjadi pendidik, pembimbing, motivator, evaluator, dan juga guru Pendidikan Agama Islam sebagai contoh teladan yang baik. Kecerdasan emosional dan spiritual sangatlah dibutuhkan bagi para peserta didik karna kecerdasan tersebut akan menunjang masa depan peserta didik. Belakangan ini sering terjadi peristiwa-peristiwa yang ditunjukkan oleh pelajar Indonesia diantaranya, adanya emosi yang berlebihan yang akhirnya menimbulkan perkelahian, pembuliyan, kurangnya kesadaran dalam berprilaku baik dan kurangnya pengembangan spiritual yang membuat pelajar kurangnya kesadaran dalam beragama serta mengabaikan kewajiban-kewajiban beragama yang sudah ditetapkan seperti sholat dan sebagainya. Dengan adanya kejadian seperti itu, maka perlunya pengembangan untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti itu. Salah satunya adalah pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual. Dari latar belakang tersebut, peneliti telah merumuskan masalah yang menjadi fokus utama penelitian, yakni peran guru PAI membantu dan mengembangkan peserta didik dalam mengenali dan mengelola emosi serta kualitas hidup yang diilhami oleh vii dan nilai-nilai di SMA Al-Islam Krian Sidoarjo, dan evaluasi peran guru PAI dalam membantu dan mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual serta peran guru PAI dalam mengevaluasi peserta didik dalam perkembangan kecerdasan emosional dan spiritual pada peserta didik di SMA Al-Islam Krian Sidoarjo. penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan keseluruhan tentang proses membantu dan mengembangkan agar peserta didik memiliki kecerdasan emosional dan spiritual serta seberapa pentingnya peran guru PAI didalamnya. Dan juga evaluasi tentang seberapa berhasilnya guru PAI dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual serta evaluasi peserta didik apakah ada perubahan saat guru PAI mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual. Demi mencapai tujuan dari penelitian ini, maka peneliti mengunakan jenis penelitian kualitatif dengan mengunakan pendekatan studi kasus dan mengumpulkan data akan dijelaskan secara deskriptif dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Digunakannya metode observasi ini untuk mengumpulkan data-data dengan menjadi partisipan secara sistematis terhadap obyek yang peneliti teliti. Kemudian metode wawancara digunakan untuk mengetahui sesuatu yang tersembunyi pada subyek penelitian dan juga dapat mengetahui informasi yang bersifat lintas secara langsung kepada informan. Dan metode dokumentasi, yang dalam hal ini diartikan sebagai sebuah catatan perjalanan yang telah terjadi yang dimana dokumentasi ini bisa berupa penganbilan objek gambar dalam situasi yang sesuai dengan data yang dikumpulkan, yang artinya data tersebut yang diperoleh peneliti nantinya akan menjadi sumber tertulis sebagai data primer, kemudian data sekunder dari data pendukung seperti buku, jurnal ilmiah, dokumen, penelitian terdahulu, serta bacaan yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian ini. Dari hasil penelitian yang didapat bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan penting untuk mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual. Keberhasilan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual tidak terlepas dari berbagai cara salah satunya seperti mengembangkan ketrampilan memecahkan masalah, mengajak peserta didik mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah seperti BBQ, sholat dhuha dan dhuhur berjama’ah, MABIT, dan masih banyak lagi cara yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam. Adapun dengan cara tersebut masih ada siswa yang membangkang, kurangnya kesadaran berprilaku maupun berkewajiban, hal tersebut terjadi karna adanya faktor pengaruh pergaulan diluar sekolah yang dimana guru Pendidikan Agama Islam tidak bisa mengawasinya. Oleh karna itu, kerjasama antara pihak sekolah, guru serta orang tua menjadi kunci untama untuk bersama-sama dalam mengembangkan kecerdasan emosional maupun spiritual siswa-siswi. Kata Kunci: Peran Guru PAI, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritualen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectPeran Guru PAIen_US
dc.subjectKecerdasan Emosionalen_US
dc.subjectKecerdasan Spiritualen_US
dc.titlePeran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional dan Spiritua Siswa di SMA Al-Islam Krian Sidoarjoen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record