Show simple item record

dc.contributor.authorSiddeh, Khoirul Anam
dc.date.accessioned2024-05-08T01:40:07Z
dc.date.available2024-05-08T01:40:07Z
dc.date.issued2024-01-16
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9485
dc.description.abstractKota Balikpapan dengan predikat sebagai kota besar dan urban memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan kota lainnya di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai kota urban atau pendatang, maka sangat terbuka untuk dijadikan tujuan menetap ataupun transit ke daerah lainnya bagi warga masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia. Sebagai kota urban, maka Kota Balikpapan mempunyai penduduk yang sangat beragam sesuai dari latar belakang suku, agama, adat istiadat, budaya dan bahasa. Penelitian ini pada dasarnya di fokuskan untuk mengkaji tiga hal penting, yaitu: apa saja nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang dijadikan dasar FKUB dalam mengembangkan sikap toleran masyarakat, bagaimana proses implementasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural di masyarakat, dan bagaimana model implemetasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam mengembangkan sikap toleran di masyarakat yang dilaksanakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Balikpapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis pendekatan studi atau kajian kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam (indepth interview), dan teknik dokumentasi. Untuk penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling dan snow ball sampling. Adapun teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif Milles dan Hubberman dan digabungkan dengan analisis J. Spradley. Untuk analisis dan validasi data juga digunakan teknik trianggulasi. Adapun hasil penelitian ini adalah: nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang dijadikan dasar FKUB untuk membentuk sikap toleran masyarakat Kota Balikpapan yaitu : 1). silaturrahmi, saling mengenal (ta’aruf), dan tolong menolong (ta’awun), 2). Gotong royong, dan Kerjasama (as syirkah), 3). Kesetaraan (al musawa), 4). Keadilan (al ‘adalah), 5). Keseimbangan (tawazun), 6). Musyawarah (as syura), 7). Kepedulian, 8). Toleransi (tasammuh). Proses implementasi dilaksanakan dengan dua cara yaitu : kegiatan dialog lintas agama dan aksi sosial. Dialog lintas agama ada dua cara yaitu: internal : musyawarah dan rapat kerja, rakor dengan dewan penasehat dan Muspida, eksternal: Bimtek Pemuda Lintas Agama (PELITA), Sosialisasi UU. dan aksi sosial yaitu :saling berkunjung, penggalangan dana sosial, kerja bakti, pemberian santunan, dan mediator konflik di masyarakat, pengembangan model implementasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural menggunakan “collaborative model” yaitu : perpaduan antara model aksi sosial dan dialog lintas agama, yang dikombinasikan dengan pendekatan non human element dan human element serta fakta sosial.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectPendidikan Islam Multikulturalen_US
dc.subjectSikap Toleranen_US
dc.titleImplementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Multikultural Dalam Mengembangkan Sikap Toleran di Masyarakat, (Kajian Kasus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Balikpapanen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record