Show simple item record

dc.contributor.authorSoleh, Mochamad
dc.date.accessioned2024-07-15T07:44:45Z
dc.date.available2024-07-15T07:44:45Z
dc.date.issued2024-05-30
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/9837
dc.description.abstractEra pada abad XII merupakan titik kejayaan kerjaan Nusantara. Salah satunya kerjaan Singhasari di Malang. Dari kisah yang telah tercatat bahwa tindakan daripada laki-laki yang banyak menjadi pemimpin dan terlibat dalam kisah Nusantara. Laki-laki yang tidak lepas dari kekuasaan memberikan makna dan sudut pandang bahwa merekalah pelaku sejarah. Dalam Terjemahan Pararaton oleh Ki J. Padmapuspita dan novel pada Ken Angrok (Sang Brahmaputra) karya Damar Shashangka citra laki-laki dan ambisi politiknya sangat mendominasi. Secara garis besar kitab Pararaton merupakan kitab kuno pertama yang dituliskan pada tahun 1535 saka atau 1613 M. Pararaton ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang kemudian diubah ke Kawi Jawa. Bahasa Kawi merupakan jenis bahasa yang tercipta di pulau Jawa pada zaman kerajaan Hindu-Budha di Nusantara dan diaplikasikan dalam bentuk karya tulis. Kawi memliki arti sebagai penyair atau sastrawan. Karya sastra yang lahir dari seorang kawi disebut sebagai kakawin. (Adha, 2020) Maskulinitas merupakan peran gender, kedudukan, perilaku, dan bentuk konstruksi kelelakian terhadap laki-laki yang dihubungkan dengan kualitas seksual kemudian dibentuk oleh kebudayaan. Menurut Damartoto dalam (Setyorini, 2019) seorang laki-laki apabila dia tidak maskulin maka dia dianggap gagal. Para laki-laki senantiasa ditekan maskulin (Poedjianto, 2014) ideologi maskulin kemudian melahirkan bagi setiap laki-laki untuk tampil maskulin, tampak jantan, dan mempunyai posisi lebih tinggi dari perempuan (Juliastuti, 2000). Walaupun banyak cara yang bisa dijalani untuk dianggap menjadi laki-laki ideal, namun ada beberapa hal yang dianggap lebih bernilai untuk dijalani agar seorang laki-laki dianggap sebagai laki-laki maskulin. Teori ini disebut dengan istilah hegemonic masculinity (Cornwall, 1997) Hegemoni menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti "pengaruh kepemimpinan, dominasi, kekuasaan, dsb suatu negara atas negara lain" (2007: 394). Atau dalam konteks hegemoni maskulinitas, maka berarti pengaruh dominasi suatu konstruksi maskulinitas atas bentuk maskulinitas yang lainen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectpendekatan maskulinitasen_US
dc.subjectcitra laki-lakien_US
dc.titleCitra Laki-Laki Dalam Terjemahan Pararaton Oleh Ki J. Padmapuspita Dan Novel Ken Angrok Sang Brahmaputera Karya Damar Shashangka (Pendekatan Maskulinitas)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record