Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Terong Belanda (Solanum betaceum) Terhadap Jumlah Bakteri dalam Susu Sapi Menggunakan Metode Waktu Methylene Blue Reduktase
Abstract
Susu memiliki nilai gizi yang tinggi karena mengandung unsur kimia yang diperlukan oleh tubuh. Namun, susu dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Salmonella. Terong Belanda (Solanum betaceum) juga dikenal sebagai tamarillo yang mengandung senyawa aktif seperti fenolik, flavonoid, karotenoid, dan antosianin yang berfungsi sebagai agen antibakteri. Bakteri yang pertumbuhannya dapat dihambat oleh ekstrak kulit terong belanda meliputi Enterococcus faecalis, Escherichia coli, dan Salmonella Enteritidis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pemberian ekstrak kulit terong belanda dan konsentrasi yang diperlukan untuk mengurangi jumlah bakteri dalam susu sapi menggunakan metode waktu reduksi metilen biru (MBRT). Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dengan lima ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Uji aturan empiris menunjukkan bahwa rata-rata rentang yang dapat diandalkan untuk setiap perlakuan tertinggi pada kelompok kontrol [11,3 – 970,7] menit. Untuk konsentrasi 1%, 2%, dan 3%, rata-rata waktu reduksi berkisar antara [250 – 800] menit, sedangkan pada konsentrasi 4%, rentang rata-rata sekitar [148,1 – 879,9] menit. Uji BNT menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan, yang menunjukkan efek pemberian ekstrak kulit terong belanda dalam mengurangi jumlah bakteri pada susu. Secara khusus, konsentrasi ekstrak 4% memiliki efek paling signifikan dalam mengurangi bakteri pada susu sapi berdasarkan metode MBRT.
Kata kunci: ekstrak, metilen biru, susu, terong belanda, waktu reduksi
