Pertumbuhan Jamur Saccharomyces cerevisiae pada Variasi Konsentrasi Hidrogen Peroksida dalam Substrat Hidrolisat Serat Limbah Glacilaria sp. Menggunakan Metode Turbidimetri
Abstract
Saccharomyces cerevisiae merupakan mikroorganisme eukaroit, uniseluler dan tidak berklorofil dari anggota Kingdom Fungi. Polisakarida berupa selulosa dan pati berperan penting dalam metabolisme organisme hidup. Limbah alga merah Glacilaria sp. mengandung serat kasar berupa hidrolisat selulosa yang dapat digunakan sebagai media pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan dan jumlah sel Saccharomyces cerevisiae selama waktu tertentu dalam substrat hidrolisat serat limbah Glacilaria sp. pada variasi konsentrasi hidrogen peroksida menggunakan metode turbidimetri. Metode penelitian ini adalah eksperimental menggunakan konsep Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak lima perlakuan dan tujuh ulangan dengan variasi konsentrasi 0, 25, 50, 75 dan 100 ppm dalam waktu 7x24 jam. Analisis varian terhadap jumlah sel tidak berdistribusi normal menurut uji Kolmogorof-Smirnov, sehingga hasil deskripsi dilakukan berdasarkan waktu pertumbuhan. Konsentrasi hidrogen peroksida 0, 25, 50, 75 dan 100 ppm menunjukkan pertumbuhan tertinggi berturut-turut sebanyak 18.880.307 (6x24 jam), 7.559.514 (2x24 jam), 5.970.734 (4x24 jam), 6.856.399 (6x24 jam) dan 5.377.264 (6x24 jam). Reaksi oksidatif hidrogen peroksida konsentrasi 25 dan 50 ppm pada strain ragi Saccharomyces cerevisiae dapat mempercepat laju pertumbuhan sel, namun tidak diikuti masa hidup yang lebih lama. Sedangkan konsentrasi 75 dan 100 ppm dapat menghambat pertumbuhan sel karena tingkat homeostatisnya tidak seimbang dengan banyaknya konsentrasi hidrogen peroksida. Substrat pertumbuhan, konsentrasi H2O2 dan waktu inkubasi berpengaruh terhadap pertumbuhan sel Saccharomyces cerevisiae.
Kata Kunci: Saccharomyces cerevisiae, Glacilaria sp., Hidrogen Peroksida, Turbidimetri
