Fitoremediasi Limbah Pencemar Sungai Jilu Menggunakan Tanaman Genjer (Limnocharis flava) dan Teratai (Nymphaea alba)
Abstract
Daerah aliran Sungai Jilu merupakan sungai yang masih digunakan oleh sebagian masyarakat dalam beraktivitas, akan tetapi aliran Sungai Jilu telah menerima buangan limbah yang berasal dari limbah industri tahu, sehingga menyebabkan sungai mengalami pencemaran. Sungai yang terkontaminasi oleh limbah dapat menurunkan kualitas air diketahui dengan perubahan kondisi secara fisik, kimia, dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air setelah dilakukan fitoremediasi pada limbah pencemar menggunakan tanaman genjer (Limnocharis flava) dan teratai (Nymphaea alba). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan uji statistik deskriptif, dan analisis data menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukan selama proses fitoremediasi tanaman genjer dan teratai dapat menurunkan kadar pencemar, dibuktikan dengan penurunan pada beberapa parameter seperti suhu, EC, pH, dan BOD, sedangkan pada parameter DO, TDS, dan TSS masih mengalami fluktuasi, namun masih sesuai dengan standar baku mutu air limbah PerMen LH No. 5 Tahun 2014. Pada biomassa tanaman mengalami penurunan dari berat awal perlakuan, hal ini disebabkan tanaman mengakumulasi kadar pencemar. Dapat juga dilihat dari fisiologis daun tanaman yang kering dan mengalami kerusakan karena proses fitovolatilisasi.
Kata Kunci : Sungai Jilu, Kualitas Air, Uji Anova, Fitoremediasi
