Studi Evaluasi Efisiensi Jaringan Sekunder Pada Daerah Irigasi Menturus Kabupaten Mojokerto
Abstract
Sektor pertanian membutuhkan ketersediaan air yang cukup banyak untuk pengolahannya, karena ketersediaan air merupakan salah satu penentu untuk menjamin pertumbuhan dan produksi tanaman secara optimal. Menurunnya debit air pada saluran sekunder dikarenakan penurunan fungsi di saluran sekunder Menturus akibat umur bangunan yang sudah tua, kerusakan tubuh saluran akibat erosi tebing, dan terjadi pendakalan di saluran sekunder Menturus yang menyebabkan saluran irigasi ini tidak sama tingkat efisiensinya untuk memenuhi kebutuhan air di area persawahan Daerah Irigasi Menturus. Dengan adanya penelitian ini diharapkan untuk mengukur tingkat efisiensi, mengukur nilai kehilangan air, dan mengetahui penyebab kehilangan air serta cara mengatasi permasalahan tersebut
Data yang diperlukan pada studi ini analisa hidrologi (uji konsistensi data, curah hujan andalan dan efektif), evapotranspirasi, kebutuhan air untuk penyiapan lahan, kebutuhan air konsumsif, perlokasi, pergantian air lapisan (WLR), efisiensi irigasi, debit andalan, luas tanam optimum, pola tanam, volume kebutuhan air irigasi, pengukuran air, luas penampang basah, debit aliran, analisis kehilangan air. Teknik evaluasi yang digunakan dalam studi ini menggunakan metode observasi lapangan, dokumentasi, dan data pengukuran yang didapatkan di lokasi penelitian di Daerah Irigasi Menturus.
Hasil dari penelitian ini yaitu kehilangan air pada saluran irigasi sekunder Menturus Kabupaten Mojokerto pada S.Kd.1 (Losari) sebesar 0,078 m3/det atau 7,3% % dan saluran S.Kd.2 ( Nagres) sebesar 0,061 m3/det atau sebesar 7,5 %. Besar debit air tersedia pada jaringan irigasi Menturus Kabupaten Mojokerto adalah sebesar 1,262 m3/dt.dan debit air kebutuhan adalah sebesar 1,5478 m3/dt. Pengaturan pola tanam yang sesuai dengan ketersediaan air yang ada adalah: Alternatif I Padi – Padi, Alternatif II Padi – Palawija, Alternatif III Palawija – Palawija.
Kata Kunci : Debit, Irigasi, Menturus, Saluran Sekunder
