| dc.description.abstract | Luthfi Nur Fauzy Pradana. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, 20 Januari 2022. Molecular Docking Potensi Senyawa Fitokimia Daun Enceng Gondok (Eichornia Crassipes) Dalam Aktivasi Ppar-Gamma Dan Inhibisi Sglt-2 Sebagai Obat Antidiabetes. Pembimbing 1: Dini Sri Damayanti. Pembimbing 2: Marindra Firmansyah.
Pendahuluan: Ekstrak eceng gondok diketahui dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit, namun belum diketahui mekanisme penurunan kadar glukosa tersebut. Studi lanjutan dapat menggunakan penambatan molekul untuk melihat afinitas ikatan senyawa fitokimia aktif dengan protein target. Protein protein SGLT-2 dan PPAR Gamma merupakan protein target terapi DM tipe II untuk menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi mekanisme kerja senyawa aktif enceng gondok dalam menurunkan kadar glukosa darah melalui aktivasi PPAR-Gamma dan inhibisi SGLT-2 secara in silico.
Metode: Studi in silico 20 senyawa fitokimia aktif daun eceng gondok terhadap protein SGLT2 dan PPAR Gamma, dilakukan dengan metode molecular docking menggunakan autodocktools, visualisasi hasil dua dimensi menggunakan Biovia Discovery Studio. Parameter yang digunakan untuk menilai afinitas ikatan adalah energi ikatan bebas dan persamaan residu asam amino senyawa fitokimia aktif terhadap kontrol dianalisis secara diskriptif analisis. Sifat fisikokimia dan farmakokinetik senyawa eceng gondok di evaluasi dengan pkCSm Online.
Hasil: Terdapat empat senyawa fitokimia aktif yang mempunyai afinitas menghambat SGLT2 antara lain chrysoeriol (-7,7 kcal/mol; 20%), tricin (-7,6 kcal/mol; 20%), kaempferol (-7,5 kcal/mol; 20%) dan stigmasterol (-7,1 kcal/mol; 20%). Sedangkan senyawa fitokimia aktif yang mempunyai afinitas mengaktivasi PPAR Gamma antara lain stigmasterol (-8,5 kcal/mol; 20%), azaleatin (-7,1 kcal/mol; 50%), chrysoeriol (-7,0 kcal/mol; 50%) dan pipradrol (7,0 kcal/mol; 50%). Potensi aktivasi dan inhibisi didasarkan persamaan residu asam amino senyawa dengan native ligan yang sudah memiliki aktivitas tersebut. Senyawa aktif memiliki kelarutan yang tinggi dan ADMET yang baik.
Kesimpulan: Senyawa fitokimia aktif daun eceng gondok (Eichhornia crassipes) kaempferol dan chrysoeriol berpotensi sebagai antidiabetes dengan menghambat SGLT2 dan aktivasi PPAR gamma serta diprediksi aman untuk dikonsumsi secara oral.
Kata Kunci: Antidiabetes; Eichhornia Crassipes; in silico; SGLT2; PPAR Gamma | en_US |