Pendidikan Moderasi Beragama Berbasis Boarding School (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Pasuruan)
Abstract
Pendidikan moderasi beragama adalah usaha sadar dan terencana dalam memahami, menanamkan dan menumbuhkan pemahaman atas keberagaman agama, etnis, ras dan budaya melalui berbagai macam pendekatan, strategi dan metode yang tepat sehingga dapat menumbuhkan ideologi moderat yang berimbas pada sikap dan perilaku moderat pada diri setiap peserta didik. MAN Insan Cendekia memberikan terobosan-terobosan baru yang dikembangkan melalui sistem boarding school atau sekolah berasrama, sistem boarding school mampu memadukan secara optimal dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Upaya integrasi secara optimal antara ilmu agama dan umum mampu mewujudkan pendidikan secara komprehensif-holistik sehingga diyakini dapat membentuk kepribadian siswa yang utuh. Sehingga, peneliti tertarik melakukan penelitian di sekolah dengan sistem boarding school dengan tujuan ingin mendeskripsikan desain, proses implementasi dan model pendidikan moderasi beragama di MAN Insan Cendekia Pasuruan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data mengadopsi dari teori Miles Huberman meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) desain pendidikan moderasi beragama di MAN Insan Cendekia Pasuruan dengan menentukan strategi perencanaan program moderasi beragama agar tepat sasaran dan optimal di proses pelaksanaan. (2) proses implementasi pendidikan moderasi dilakukan dengan beberapa cara seperti, menyisipkan atau insersi muatan moderasi beragama pada materi pelajaran yang relevan yaitu, pada pelajaran Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya dan Fisika. Pengoptimalan pembelajaran, guru menggunakan pendekatan kontruktivisme, saintifik, dan filosofis historis dengan metode diskusi, tanya jawab, kelompok (presentasi) dan demonstrasi. Selain itu, pendidikan moderasi beragama di MAN Insan Cendekia Pasuruan melalui kegiatan TOT (Training of trainer), tes moderasi beragama untuk calon guru dan siswa, MATSAMA (Masa Taaruf Siswa Madrasah), LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa), P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan kegiatan Asrama (kajian kitab, muhadlarah, khataman Al-Qur’an, Kegiatan OSMA). Terakhir, evaluasi di Madrasah berupa penilaian formatif dan sumatif sedangkan di Asrama yaitu imtihan (ujian) dan pembinaan akhlak. (3) model pendidikan moderasi di MAN Insan Cendekia Pasuruan dalam bentuk individual, kelompok dan pada kelas pembelajaran.
Kata kunci: pendidikan moderasi beragama, boarding school
