Show simple item record

dc.contributor.authorAl Koroni, Kuwes
dc.date.accessioned2025-12-04T02:56:33Z
dc.date.available2025-12-04T02:56:33Z
dc.date.issued2025-02-11
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12010
dc.description.abstractEfektivitas, ketika ditinjau dari sisi input dan output, merujuk pada pencapaian sasaran organisasi melalui pemanfaatan sumber daya yang ada dengan cara yang efisien. Jika suatu tindakan dilaksanakan dengan benar dan menghasilkan hasil yang bermanfaat, tindakan tersebut dianggap efektif. Penyedia layanan terlibat dalam penyediaan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen layanan. Pemerintah menyelenggarakan sejumlah layanan untuk menegakkan kesejahteraan publik, termasuk layanan kesehatan, yang dapat diberikan secara terpisah atau dalam kombinasi dalam suatu organisasi untuk memelihara, meningkatkan, dan mencegah kesehatan, serta untuk mengobati dan menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesejahteraan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Dengan salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia yaitu meningkatnya jumlah lansia dari tahun ke tahun yang mana pada saat ini sudah terdapat 11,75% penduduk lansia. Sedangkan penduduk lansia di kabupaten Pasuruan sendiri sebanyak 200,41 jiwa dan diproyeksikan pada tahun 2024 mencapai 212,61 jiwa. Oleh karena itu, RSUD Grati Kabupaten Pasuruan selaku rumah sakit yang merupakan pelantara pemerintah dalam memelihara kesehatan masyarakat membuat inovasi bernama SISTER PERI SI-PLUS yang ditujukan khusus untuk lansia mulai dari umur 60 tahun ke atas, yang mana sudah jarang sekali kesehatannya diperhatikan oleh sebagian pemerintah atau masyarakat karena dianggap tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari dikarenakan penurunan pada kesehatannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis keefektifan inovasi saudara perempuan dan faktor-faktor di balik inovasi saudara perempuan di Bupati Sisters Pasruan. Dalam menilai efektivitas inovasi saudara perempuan ini, para peneliti menggunakan lima aspek Sutrisno (2007): program, tujuan, topikalitas, pencapaian tujuan, dan pemahaman perubahan konkret. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dapat memberikan gambaran umum tentang Sister Sister Innovation sesuai dengan data dan fakta -fakta bidang ini. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu dari 5 aspek yang masih belum dikatakan efektif yaitu aspek pemahaman program dan ketepatan sasaran yang mana strategi informasi yang dilakukan RSUD Grati Kabupaten Pasuruan dalam mencapai keterjangkauan terhadap semua masyarakat lansia masih kurang dikarenakan sosialisasi hanya dilakukan di dalam rumah sakit saja dan melalui media sosial yang pastinya sebagian dari lansia tidak paham dengan penggunaan media sosial. Sehingga inovasi SISTER PERI SI-PLUS ini juga tidak dapat menjangkau ke seluruh masyarakat terutama lansia. Oleh karena itu, sosialisasi perlu dilakukan lebih merata seperti melakukan sosialisasi ke Balai Desa dan sosialisasi ke daerah-daerah terpencil atau yang jauh dari fasilitas kesehatan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectInovasien_US
dc.subjectPelayanan Kesehatanen_US
dc.subjectLanjut Usiaen_US
dc.titleEfektivitas Pelayanan Melalui Inovasi Sister Peri Si-Plus (Sistem Terpadu Pelayanan Geriatri Sinergi Dengan Paguyuban Lansia Untuk Sehat Dan Bersinergi Dengan Dinas Perikanan Dan Dinas Pertanian) Dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Lansia (Studi di RSUD Grati Kabupaten Pasuruan)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang