Perkembangan Media Pembelajaran Interaktif dengan Aplikasi Articulate Storyline untuk Meningkatkan Keterampilan Kognitif Pendekatan Saintifik Peserta Didik di Era Pandemi (SMPN 2 Dringu)
Abstract
Penggunaan media pembelajaran dapat membantu dalam proses belajar mengajar sehingga makna yang dapat disampaikan menjadi sangat jelas rinci dan mempunyai makan tujuan Pendidikan atau pembelajaran yang dapat tercapai dengn efektif dan efisien. Hasil belajar merupakan hasil yang diberikan kepada siswa berupa penilaian setelah mengikuti proses tujuan pembelajaran dengan dengan penilaian pengetahuan, sikap, keterampilan pada diri siswa dengan adanya perubahan tingkah laku.
Mengembangkan media interaktif berbasis articulate storyline terhadap minat belajar peserta didik pada pembelajaran tematik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik pada SMP Negeri 2 Dringu Kabupaten Probolinggo pada kelas VIII D dengan jumlah 32 siswa. Metode penelitian dengan R&D menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi 5 tahapan, yaitu 1) analysis (analisis), 2) design (perancangan), 3) development (pengembangan), 4) implementation (implementasi), 5) evaluation (evalusi). Untuk mengetahui kevalidan media ini, dilakukan uji pakar media dan uji pakar terhadap pemateri. Sedangkan kepraktisan dari media ini dengan melakukan ujicoba terbatas dengan melibatkan 6 peserta didik yang kemudian diberikan angket, untuk respon peserta didik terhadap media yang dikembangkan.
Dalam hasil pembelajaran interaktif berbasis software articulate storyline ini yang layak berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Media interaktif berbasis articulate storyline terbukti valid, dengan hasil persentase 87% untuk uji pakar media dan materi. Media interaktif berbasis articulate storyline terbukti praktis berdasarkan hasil angket respon dari peserta didik, dengan hasil persentase 88,15%
Hasil perhitungan dalam tabel, didapat koefisien sebesar 0,577 untuk hipotesa nomor satu, sedangkan berdasar tabel nilai r Product Moment nilai dengan nilai kotrelasi N=32 untuk taraf kepercayaan 5% terdapat koefisien 1,995.
Koefisien korelasi yang diperoleh lebih besar dari tabel nilai r Product Moment dengan taraf kepercayaan 5%, yang berarti bahwa hopotesa nihil (H 0) ditolak. Sedangkan hipotesa alternatif (H 1) diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara pembelajaran interaktif dengan aplikasi articulate storyline untuk meningkatkan keterampilan kognitif ada hubungan.
Hasil dari perhitungan untuk hipotesa nomor dua dalam tabel di atas didapat koefisien korelasi sebesar 1,995. Sedangkan berdasar tabel nilai r Product Moment nilai dengan nilai kotrelasi N=32 untuk taraf kepercayaan 5% adalah 1,995 dan taraf kepercayaan 1% didapat 0,577.
Dengan demikian maka koefisien korelasi yang diperoleh lebih kecil dari tabel nilai r Product Moment dengan taraf kepercayaan 5%, maupun taraf kepercayaan 1% yang berarti bahwa hopotesa nihil (H 0) diterima. Sedangkan hipotesa alternatif (H 1) ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara antara pembelajaran interaktif dengan aplikasi articulate storyline untuk meningkatkan keterampilan kognitif tidak ada hubungan.
Kesimpulan yang diperoleh bahwa media pembelajaran interaktif menggunakan software Articulate Storyline keterampilan kognitif pendekatan saintifik peserta didik untuk siswa peserta didik memperoleh skor validitas dari ahli sebesar 0,87 yang berarti sangat valid. Media pembelajaran interaktif menggunakan software Articulate Storyline siswa paham menggunakan software Articulate Storyline skor kepraktisan dari uji coba kelompok kecil dan sebesar 88,15% dengan kategori sangat praktis, sehingga dari hasil tersebut maka, media pembelajaran interaktif Articulate Storyline layak dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Titik tujuan pembelajaran sehingga dapat menjelaskan materi pembelajaran dengan urutan yang sistematis dan tujuan membantu dalam penyajian materi yang menarik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kedua, dapat meningkatkan motivasi dan minat dan bakat belajar siswa sehingga siswa dapat berpikir dan menganalisis materi pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan baik dengan situasi belajar yang menyenangkan dan siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan mudah.
Kata Kunci : Media Pembelajaran interaktif, articulate storyline
