Peningkatan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SD Negeri 2 Pandanlandung melalui Buku Cerita Anak Berperspektif Gender Equality And Social Inclusion (GESI)
Abstract
Melalui bahasa seseorang dapat menyampaikan pesan, perasaan, pikiran, gagasan, dan pengalamannya kepada orang lain. Keterampilan pertama dalam bahasa adalah membaca. Jika seseorang mampu membaca dengan baik, maka mereka dapat dengan mudah menerima informasi yang disampaikan secara lisan. Keberhasilan siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di sekolah ditentukan oleh penguasaan kemampuan membaca. Siswa yang tidak mampu membaca dengan baik akan menghadapi kesulitan dalam kegiatan pembelajaran di setiap mata pelajaran. Akibatnya mereka akan maju lebih lambat daripada siswa yang tidak mengalami kesulitan membaca. Membaca melibatkan banyak hal, seperti berpikir, emosi, dan minat. Oleh karena itu, membaca sangat penting bagi mereka yang ingin maju dan berkembang. Kemampuan untuk membaca dan memahami teks yang lebih kompleks di sekolah menengah bergantung pada fondasi literasi yang kuat di tingkat sekolah dasar. Maka dari itu, strategi pembelajaran khususnya literasi harus dimaksimalkan sejak dini, bahkan pada tingkat pendidikan pra-sekolah dan sekolah dasar.
Berdasarkan hasil observasi selama pembelajaran Bahasa Indonesia, terungkap bahwa beberapa siswa kelas II belum menguasai keterampilan membaca dengan baik. Hal ini terlihat ketika mereka kesulitan menjawab pertanyaan tentang teks bacaan dan mereka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memahami serta mengingat informasi yang telah mereka baca. Selain itu, saat ada salah satu siswa diminta membaca teks, suasana kelas cenderung tidak kondusif, banyak siswa lain yang tidak memperhatikan. salah satu kendala dalam pembelajaran membaca adalah kurangnya minat siswa. Banyak siswa yang merasa jenuh dan kurang antusias mengikuti kegiatan membaca. Hal ini dikarenakan buku yang mereka kurang variatif, guru tidak pernah menggunakan buku dalam bentuk digital seperti yang terdapat pada laman SIBI, Let’s Read, dan BUDI. Hasil wawancara bersama guru kelas II, menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mahir membaca bahkan tidak dapat merangkai huruf. Dari permasalahan-permasalahan tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian mengenai Peningkatan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SD Negeri 2 Pandanlandung Melalui Buku Cerita Anak Berperspektif Gender Equality And Social Inclusion (GESI).
Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas, dengan menggunakan tindakan model Kemmis dan MC. Taggart. Latar penelitian merupakan tempat atau lokasi di mana penelitian dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Pandanlandung. Waktu penelitian dilaksanakan pada pembelajaran semester 2 tahun ajaran 2024/2025. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri 2 Pandanlandung Kecamatan Wagir Kabupaten Malang yang berjumlah 36 siswa. teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes.
Hasil tindakan yang dilakukan, terdapat peningkatan proses pembelajaran membaca siswa kelas II SD Negeri 2 Pandanlandung setelah menggunakan buku cerita anak berperspektif gender equality and social inclusion. Terlihat dari keterlibatan aktif siswa selama pembelajaran. Kemampuan membaca siswa kelas II SD Negeri 2 Pandanlandung mengalami peningkatan setelah menggunakan buku cerita anak berperspektif gender equality and social inclusion. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar yang mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata pada siklus 1 pertemuan 1 mencapai 69,02 dan pertemuan 2 mencapai 75,27. Kemudian rata-rata pada siklus 2 pertemuan 1 mencapai 76 dan pertemuan 2 mencapai 83,86. Buku cerita anak berperspektif gender equality and social inclusion dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
