Show simple item record

dc.contributor.authorAsyhari, Syahrullah
dc.date.accessioned2025-12-11T04:43:09Z
dc.date.available2025-12-11T04:43:09Z
dc.date.issued2025-07-23
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12182
dc.description.abstractPenelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan antropologi hukum untuk mengkaji secara mendalam praktik penolakan masyarakat Madura terhadap anak hasil perzinahan (anak zina) dalam konteks pernikahan. Pendekatan ini dipilih untuk memahami bagaimana hukum adat, norma sosial, dan nilai budaya masyarakat Madura berinteraksi dan memengaruhi praktik penolakan tersebut, serta bagaimana hal itu dipersepsi dan dipraktikkan di lapangan. Secara metodologis, penelitian ini memadukan pengamatan langsung terhadap praktik sosial di masyarakat, wawancara mendalam dengan tokoh adat, ulama, keluarga terdampak, dan pihak lain yang relevan, serta telaah dokumen berupa teks budaya lokal dan rujukan hukum Islam. Fokus utama adalah pada aspek empiris, yaitu bagaimana norma hukum adat dan kepercayaan mengenai hereditas (turunan dosa) dihayati, diterapkan, dan direproduksi dalam praktik sehari-hari. Dengan pendekatan antropologi hukum, penelitian ini berupaya mengungkap makna simbolik, nilai kehormatan, dan konstruksi sosial budaya yang menjadi landasan penolakan anak zina. Tujuan akhirnya adalah: (1) menganalisis persepsi masyarakat Madura tentang hereditas dan stigma terhadap anak zina; (2) mengevaluasi kesesuaian praktik tersebut dalam perspektif hukum Islam; dan (3) mengidentifikasi implikasi sosial dan budaya yang muncul dari praktik penolakan tersebut. Hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa masyarakat Banyubunih menganggap hereditas sebagai faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan sifat, karakter, dan perilaku individu, khususnya pada anak zina. Keyakinan ini didasarkan pada prinsip-prinsip determinisme biologi dan esensialisme herediter yang berpendapat bahwa sifat-sifat negatif, seperti kecenderungan amoral, kriminalitas, dan perilaku menyimpang, diturunkan melalui “darah kotor” orang tua. Akibatnya, anak yang lahir dari hubungan di luar nikah Ditempatkan pada posisi sosial yang paling rendah, tanpa adanya kesempatan untuk menunjukkan akhlak dan perilakunya secara mandiri. Perspektif hukum Islam, peneliti mengidentifikasi bahwa konsep pewarisan dosa dan stigma keturunan tidak didukung oleh dasar yang sah. Islam menekankan bahwa setiap individu mempunyai tanggung jawab yang eksklusif terhadap amal perbuatannya sendiri. Penolakan masyarakat Banyubunih terhadap anak zina menghasilkan dampak sosial dan psikologis yang signifikan, termasuk stigma internal, krisis identitas, dan keterasingan, yang berakibat pada peluang ekonomi dan interaksi sosial. Teori pelabelan menunjukkan bahwa stigma yang diterima sejak usia dini sering kali berfungsi sebagai ramalan yang terpenuhi sendiri (self-fulfilling prophecy), karena anak-anak tersebut cenderung menginternalisasi identitas negatif yang diberikan kepada mereka. Peneliti menekankan bahwa konsep hereditas sebagai faktor penentu moralitas dan stigma terhadap anak zina perlu ditolak, karena hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yang menolak pewarisan dosa, serta dapat merugikan keadilan dan martabat manusia. Dampak sosial yang terjadi sangat signifikan, meliputi stigma internal, krisis identitas, serta keterasingan sosial yang berkontribusi terhadap ketidakadilan. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih adil dan manusiawi harus menjadi prioritas. Dan juga merekomendasikan agar masyarakat Banyubunih melakukan evaluasi terhadap keyakinan adat mereka dengan mempertimbangkan pemahaman ajaran Islam yang lebih inklusif dan egaliter. Peran tokoh agama, pendidik, dan pemerintah desa memiliki signifikansi yang besar dalam memberikan edukasi yang bertujuan untuk menghapus diskriminasi yang diterapkan pada garis keturunan. Inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan ruang sosial yang lebih adil dan setara, serta menghargai setiap individu berdasarkan akhlak dan perilakunya, tanpa mempertimbangkan asal-usul kelahiran.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectHereditasen_US
dc.subjectAnak zinaen_US
dc.subjectStigma sosialen_US
dc.subjectAdat Maduraen_US
dc.subjectHukum Islamen_US
dc.titleHereditas Anak Zina (Studi Antropologi: Penolakan Masyarakat Madura terhadap Anak Zina dalam Konteks Pernikahan Perspektif Hukum Islam)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang